RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 144


__ADS_3

Huwooo.....


"" Tokwoiii, Eh... Tokyooooo ! Mentari Indonesia akan numpang Hon Hon sebentar ya.""


Teriakan Mentari saat menuruni anak tangga pesawat, mengundang geli bagi Biru yang berjalan di belakang istrinya. penumpang yang lain tak mengerti apa yang di ucapkan oleh wanita imut ini, Hanya pandangan mata kagum yang mereka siratkan untuk memuji wajah khas imut itu.


""Petite, Bukan hon hon...Tapi honeymoon !"" Ujar Biru membetulkan.


""Bukan Honeymoon Tapi membuat daging anak di dalam sini !"" Lempeng polos Mentari mengelus perutnya yang rata kencang.


""Hahaha, Aku suka !"" Respon geli Biru. mau apa pun julukannya, yang penting membuat darah daging adalah keindahan terenak untuk di lakukan, Omesnya sudah terbayang bayang.


Di belakang, Senja dan Langit baru menginjakkan kakinya di tangga pertama. Si itik memang nyebelin... sudah leading tapi masih saja munta munta... merepotkan...dan berakhir mereka berdua turun paling terakhir...Senja sengaja menahan Langit dengan cara mengikat satukan tangan kanannya dan tangan kiri Langit agar si mendung ini tidak meninggalkannya.


""Japaaan, Aku datang... Hitachi Siaside, Tunggu sang florist cantik ini."" Teriak Senja di tangga kedua dengan wajah berbinar bahagia.... Mimpi apa ia, sehingga bisa mewujudkan impiannya untuk datang di negara Sakura ini. Ah, Sebentar lagi bunga bunga indah yang tumbuh di Hitachi akan di sapu bersih oleh matanya langsung... Menyentuh dan juga menghirup aroma khas negara sakura.


""Cih, Katro..Bukan Japan tapi Jepang cara nyebut nya... Jangan malu maluin dan tolong lepaskan ikatan bodoh ini, Gue agak repot membawa barang dalam satu tangan"" Ketus Langit kesal. dengan tangan kanan menenteng barang bawaannya.


""Cih, Katro... Katro...Gue tahu, Japan sama Jepang sama saja beda huruf sama bacanya saja... Jangan harap gue lepas ini. Nanti bisa bisa Lo membuang gue di sini, yang apalah daya ku yang kurang paham akan bahasa luar."" Kelit Senja berbohong, Padahal ia sengaja beralasan seperti itu agar ia dan Langit selalu berdekatan.


""Ayo suami ku sayang ! Kita honeymoon !" Goda Senja mulai kembali berjalan. Langit tertarik oleh tangan Senja yang dalam penyatuan terikat seperti buronan.


""Apa ? Suamiku sayang ? Honeymoon ? Cih, jangan harap !"" Di dalam hatinya, Langit pun menginginkan kehangatan, tapi si Itik ini Licik gila....Sedang berdrama. Pikirnya.


""Ayolah Langit, Lupakan masalah permusuhan kita, Aku mencintai mu....sungguh ! Kita mulai dengan awal yang baik, maukan ? Aku tahu, kamu juga suka kan dengan ku...ayo ngaku !"" Bidik Senja merendah... Namun di ucapan terkahirnya ia hanya menebak asal asalan.


Langit seketika berhenti yang sudah menapakan kakinya di lapangan pelandasan. Spontan Senja tertarik lagi kebelakang dan menubruk tubuh Langit dengan pelan.


""Jangan mengada ada, Jikalau pun gue suka dengan cewek licik semacam mu, Gue mending berkelit hati...agar hati gue tetap akan utuh."" Itulah yang sekarang memang terjadi di diri Langit, berkelit dari keinginan hatinya dari pada harus terluka nanti saat kenyataan terungkap jikalau Itik ini memang mendrama.

__ADS_1


""Hohoho, Rupanya...Si Mendung ini benar benar menyukai ku, Wajahmu tersipu pink sayang, Aku suka... jadi mari kita mulai hubungan baru."" Rayu Senja menyerang bibir Langit dengan berani, namun sekilas saja. ""Hahaha Skakmat "" Godanya kembali, Langit semakin blush on alami di buatnya.


""Nyebelin ! penipu ulung ! sok tahu....Gue benci dengan sifatmu itik !" Langit kembali melangkah panjang dan malah berlari kecil menuju jalannya Biru dan Mentari yang sudah hampir masuk ke gedung bandara.


""Eh, Eh.. eh..!"" Senja tertarik hampir terjatuh akan tarikan Langit. ""Hu... Masih selamat !"" Syukurnya yang tak jadi terjerembab.


...****...


Setelah menempuh perjalanan darat menggunakan transportasi umum, Mereka berempat sudah berada di hotel di waktu malam tiba... Kompak mereka memutuskan untuk ber holiday-nya saat matahari tiba..dan memutuskan pun hanya mengisi perut di malam hari menggunakan jasa resto area hotel saja.


Kini mereka duduk berhadap hadapan dengan pasangan di samping masing-masing. Makanan pun sudah tersaji di depannya memenuhi meja dan itu ulah Mentari dan Senja yang asal tunjuk pesan saja yang sebelumnya mereka tidak tahu rasanya, apakah cocok untuk lidah kampungnya atau tidak.


""Ayo sayang, kita makan !"" Tawar Biru sebelum suapan pertama masuk ke dalam mulutnya. Mentari hanya menelan ludahnya akan makanan yang baru di kunyah oleh suaminya.


Langit sendiri sudah makan menyantap beberapa Sushi menggunakan sumpit tanpa banyak cincong.


""Enak !"" Singkat Langit begitu nikmatnya mengunyah sushi.


""Iiihh, Jorok... bleeek !"" Lepeh Senja yang sama sekali tidak merasakan kecocokan akan lidahnya di makanan itu.


""Tari, ayo makan...Gue ogah... ini iiih.."" Tutur Senja ke adiknya yang hanya bergidik pun.


""Hulk, Kamu mah jorok sekali."" Protesnya ke Biru yang santai menyantap makanan yang bernama shashimi... Bahkan lebih parah dari makanan yang bernama Sushi yang masih ada nasi gulungnya...Tapi ini.... Suaminya menyantap mantap ikan berdaging segar merah begitu saja setelah menyocol ke saus berwarna coklat encer.


""Kenapa ? ini kan kamu yang mesan...jadi ayo di coba !"" Geli Biru.


""Ogah !" Tolak Mentari mencibik.


""Lo , Juga itik... bukannya Lo yang mesan Sushi ini, Kenapa tidak di makan, eum ?"" Timpal Langit meledek lidah kampung Senja.

__ADS_1


Mentari tertawa geli melihat kakanya....ia jadi ingat di saat melihat Sushi pertama yang di lahap rakus oleh Biru dulu, Ia sampai muntah muntah di toilet melihat Biru memakan makanan itu. Tapi kali ini ia terjebak lagi....Di kiranya Shashimi itu adalah Mie ayam khas Jepang....eh, ini malah ikan mentah lagi... Aturan jangan Shashimi namanya.. Melainkan Shashikan.. protes Mentari.


""Yak, gue kira Shushi itu enak sampai terkenal di penjuru dunia...tapi hehehe..Gue pesan nasi kecap saja lah... lebih nikmat !"" Konyol Senja terlihat Bodoh. Langit tersenyum geli tanpa sadar.


""Hahaha, Daeng...aku pun mau...Nasi kecap telor mata sapi dua biji."" Timpal konyol Mentari yang sama saja tak cocok.


""Astaga... kalian ini katro amat sih !"" Cibir Langit. ""Percuma jauh jauh di mari hanya makan makanan yang kalian sebutin tadi.""


""Biarkan mereka makan makanan itu, Lidah memang berbeda beda....bukan hati saja."" Ada sedikit sindiran yang terucap oleh Biru ke Langit.


Mentari cepat cepat mengalihkan topik. Dengan Cepat ia melahap satu potong sushi setelah menyisihkan ikan mentahnya.


""Ini enak lho Daeng. ! coba deh.."" Bohong Mentari. dan berhasil membuat Langit menelan sarkasnya ke Biru.


""Ogah Gue makan itu, nasi kecap saja pakai telor bulat, dadar atau ceplok.. Apapun itu, tapi jangan ikan mentah, eneg lihatnya saja."" Kekeuh Senja. ""Pak....Mbak atau apa sih sapaan orang sini untuk pelayan...nci sama opa kali ya ?"" Cerocos Senja ingin memanggil sang pelayan resto tapi tidak ada yang menoleh.


""Bukan Daeng, Tapi begini nih manggil mereka...Eh, Aa kasep....Neng geulis, Sini atuh !"" Konyol Mentari melambai pelayan tapi masih saja tak merespon.


""Hahahaha,."Gelak kompak Biru dan Langit akan ke desoan para isterinya.


""Ih Kalian menyebalkan tahu nggak, Ah...Laper ni...Tahu begini gue bawa Lontong bikinan Amma dari rumah."" Dengus cemberut Senja menopang dagunya di meja.


Mentari melirik Biru dengan tatapan kesal cemberut...ia pun sama, lapar kruuuk kryuuuk."" Hulk. aku marah ya !"" Ancam Mentari dengan wajah terlihat menggemaskan di mata Biru.


""Heheh, iya sayang, aku pesankan yang cocok untuk lidah mu, tunggu sebentar !"" Ujar Biru beranjak takut takut nanti di kamar tidak mendapat jatah. Senja memanggilnya.


""Sekalian Bi, Gue cuma berharap ke Lo."" Sindir Senja ke Langit.


"Minta tolong dong, jangan bisanya teka teki dalam sindiran."" Tukas Langit beranjak mengikuti Biru menuju ke tempat pemesanan.

__ADS_1


__ADS_2