
Mentari POV...
Hari cerah tetiba hujan panas
Tapi... Hanya sebentar
Sekarang gantinya pelangi indah mendamaikan hati.
Seperti dalam hidup
Kadang pilu, sedih, serta bahagia.
Itulah rasa ku selama di rantau ini.
Kemarin pilu sedih berjuang sendiri, Sekarang...ada mereka memberi ku kebahagiaan.
Mereka adalah keluarga ku
Orang tua ku, saudara saudara ku, sahabat sahabat ku, Yang terpenting ada dia...Suami serta anak anak tercintaku.
Di rantau ini aku memang gagal dalam misi awal ku, Yap. .misi di mana aku ingin menjadi Sarjana, pendidikan ku kandas di jalan. Tapi aku ikhlas, karena aku sudah mendapatkan kebahagiaan yang tak terkira selama aku tinggal di rantau. Bertemu dia-suami ku, dan yang tak terkira sebelumnya adalah bertemu keluarga besar Amang ku dan sekarang Tulang-Paman ku sekarang menjadi Amang ku. Luar biasa kan takdir itu ?
Hahaha...Aku tertawa geli ketika memory otak ku terngiang ke masa lalu di saat pertama kali bertemu dan berinteraksi dengan Biru-suamiku.
Bagaimana tidak, Logat Bahasa daerah ku serta keluguan kepolosan otak ku yang pintar mendominasi bodoh hanya setipis benang membedakan nya, Membuat Biru kerap kali sakit kepala di buat ku.
Tawa ku semakin geli, di saat ingat pertama kali bekerja untuk nya. Bagaimana tidak, posisi ku sebagai asisten di waktu itu malah membuat ku seperti seorang istri saja yang setiap pagi harus mengurus nya seperti anak TK yang manja.... Bos Manja ! itulah umpatan ku, dulu.
Pan, Otak dan tangan ku yang suci ini jadi tercemar di buat nya gegara harus menyiapkan pakaiannya sampai ke pakaian dalamnya. Hahaha, Kan otak ku pun omes di buat kain segitiga itu. Aku butuh di ruqyah di buat kain Sialan itu. Tapi..ah, Lupakan kain segitiga itu, isinya pun sudah ku rasakan dan lihat... bahkan sudah ada hasilnya si kembar plus akan bertambah satu lagi yang masih membuncit besar di perut ku.
Dosa ? Mendengar kata itu, Biru pula yang pertama memberi ku dosa besar yang di mana Biru memaksa ku membayar hutang dengan cara ciuman ! Memang dasar mesum ajib kan Dia. Modus pun tingkat Dewa.
""Kenapa ketawa ketiwi sendiri di balkon malam malam begini, nanti kamu di kira kuntilanak lho oleh Bintang dan Dirgan di seberang balkon kanan.""
Biru datang datang memeluk perut buncit ku dari belakang, Dagu nya dia taruh di pundak ku seraya mengelus anaknya yang masih di dalam rahim ku.
""Tidak, aku hanya mengetawai mu di kala masa lalu yang tega memodusin kenaifan ku.""
Biru melirik ku dengan masih posisi dekat seperti itu.
""Oh, jadi itu Alasannya, Jadi dosa manis ku kamu absen satu persatu nyonya ku, begitu kah ?""
Ck, Dosa manis ? Mana ada dosa manis, yang ada dosa jahanam hukumannya pak e.
"" Hulk, aku tidak mengabsen nya, mana ada begitu, cuma otak ku saja yang masih tajam tetiba Mengingat kan ke sana... Tapi aku bersyukur bisa bertemu kamu di waktu itu, walaupun kamu modusnya pakai banget, Tapi belum dan tak ada niat untuk merusak ku, aku berterima kasih akan hal itu.""
Aku berbalik dan menaut kan tangan ku di lehernya. mengedipkan sebelah mataku untuk menggodanya, ini kan ia sering patri kan untuk merayu ku, kedipan mata genit.
""Oh, ya ampun ! Istri ku sudah mulai genit Rupanya, belajar dari mana, eum ?"" Ledeknya. aku mencibik.
""Menyebalkan, Belajar dari kamu lah, siapa lagi hah ?""
Biru tersenyum menyebalkan lagi ke arah ku, Seraya menahan tangan ku yang ingin ku tarik dari lehernya.
""Petite, Kamu cemberut begini semakin cantik saja, Bagaimana kalau kita nostalgia ke awal begini !""
Hmmmmp...
Selalu, Begini ! Semua laki laki itu tak tahu tempat dalam kemesumannya, di balkon pun jadi aku di buat susah bernafas karena belitan lidahnya mengabsen mulutku, mau berkelit suasana nya juga enak untuk ku, Hahaha...aku ketularan mesumny*. Biarin ding, pacar halal ini kan. tak masalah dong ?
Tuk !
Satu lemparan bola kasti mengenai tepat di kepala Biru yang masih memiringkan kepalanya untuk mendapatkan kemanisan bibir ku. Dan pelaku nya adalah kak Dirgan dari balkon kamar sebelah kanan dengan berdecak pinggang melihat kami yang terlepas kaget, Apalagi Biru yang kena sasaran bola, wajahnya siap memaki sepupunya.
""A---!""
""Bisa bisanya kalian bermesraan secara live show di hadapan mata ku."" Potong Kak Dirgan gemas.
"" Em---!"
Maki Biru tertelan kembali di kala kak Dirgan nyap nyap ngerocos, Entah kenapa kak Dirgan sensi begitu ?
"" Pan Gue kepingin bermesraan seperti kalian tapi nggak bisa !"" Decaknya mengeluh.
"" Kak Bin kan ada kak Dir, ajak dong !"" Sela ku enteng, Tapi benar kan kata ku, ada istri ini tinggal bermesraan saja apa susah nya yang sudah halal pun kan ? dan Biru kembali menelan ucapannya yang selalu di sela.
__ADS_1
""Kak Bintang mu lagi dapat selai bulanan. Jadi kalian kalau mau bermesraan di harapkan masuk kamar tutup pintu balkon rapat-rapat agar suara kepedasan kalian tak sampai ke mari."
"" Hahahaha, emang enak di beri darah, Kok aku senang ya melihat penderitaan mu, Dir ! Gue doain tuh Bintang dapet nya satu bulan penuh. Hahaha.""
Aku hanya mengulum senyum melihat gelak Biru meledek Kaka sepupunya yang tak kalah tuamvaan nya dari suami ku. adik Kaka sepupu ini mang Kelakuannya seperti Tom and Jerry bila melempar candaan, pedas. Tapi salut nya Mereka selalu akur di kala urusan serius.
""Sialan Lo, brownies tua !"" Umpat Kak Dirgan dan berlalu masuk ke kamarnya dengan bibir mengerucut seraya memanggil nama Bintang-istrinya yang galak cantik itu.
""Hulk, sudah ih... orang nya sudah ilang juga.""
Aku beranjak masuk seketika di ikuti Biru dari belakang yang masih tertawa geli.
"" Petite, kita lanjutkan lagi yuk.""
""Sudah Hulk, mari kita tidur, besok pagi kita harus bangun pagi dan kerumah sakit untuk mengunjungi Gemi yang baru bersalin."" Ucap ku, tapi jangan panggil dia Sagara jika menyerah dapat tolakan. lihat lah, ia mulai nakal tangan nya yang menggerlya ke mana mana Membuat ku horn*. Baiklah....aku ladenin, kasihan juga sebentar lagi kan ia puasa selama aku nifas persalinan yang tinggal beberapa hari menurut dokter Anita.
Ngomong ngomon Gemi, Dia sudah melahirkan anak pertamanya yang berjenis laki laki , Kulihat kemarin Satria begitu bahagia dapat jagoan, dan kudengar ia selalu ucap syukur ke Sang pencipta dan ke Gemi-istrinya yang Alhamdulillah sudah membuka hatinya untuk suami nya yang tadi nya sempat akan naik ke meja hijau. Satria luar biasa juga bisa menaklukkan wanita nya.
Dan untuk si mantannya bin Jum, Sahabat ku itu masih dalam keadaan perpacaran ala ala somplaknya bersama kekasih halal nya, Gema. Jum masih setia menjadi wanita karir mengintili Suaminya kemana pun bekerja, Suami Trenggiling nya takut kecantol wanita somplak lain katanya, makanya ia masih bekerja sebagai sekretaris suami nya sendiri, Selain bekerja dia bisa ehem ehem plus di sela kelonggaran nya, curhatnya. Biarkan saja apa benarnya untuk sahabat ku itu, tidak ada yang melarang juga, Toh...itu hidup zona nyaman sepasang suami istri itu.
Daeng ku... kaka ipar Langit katanya mau nambah anak, tapi Daeng ku menolaknya, Seperti alasan kak Bintang yang selalu tersugesti, Laki laki enak nusuknya aja, giliran ada daging jadi di dalam rahim yang menderita sakit luar biasa ya ...Perempuan. Jadi sepertinya daeng Senja mengikuti jejak kak Bintang, sebelum nya. Tapi oh ternyata, bobol juga si daeng di buat kelicikan suami sendiri. Kaka ipar mengganti pil KB Daeng menjadi botolan yang aslinya adalah vitamin penyubur kandungan. Okelah...Licik di licikin, begitu lah mereka. Dan sekarang Daeng lagi mengandung juga yang masih membukit kecil lucu. Auto si Petir kesenangan mendapat kabar akan punya adik yang di perkirakan oleh Dr Anita adalah kembar. Ahaiiii, Gen Amang ku ternyata nyangkut juga di rahim Kaka ku.
Aku, sekarang katanya kembar lagi, twins kata Dr Anita. Asyik kan...Dua kali bersalin dapat lima sekaligus. bravo !!!
""Hulk."" Protes ku di saat Biru melewati batasan nya yang semakin menggila dalam nafs*nya. Aku melarang untuk tidak masuk.
""Pelan pelan kok Petite, Lagian kata dr Anita sudah aman kok, Biar cepat merojol jadi di pancing dulu.""
ck, Ck, Ck, Cicak aja akan tepuk tangan jika punya tangan untuk memberi apresiasi drama si hulk ini. Demi napsunya ia rela mendramatisir dengan membawa bawa kata pancingan.
""Baiklah, Tapi pelan pelan, tidak boleh menyakiti anak anak kita ya.""
""Iya petite, aku pelan pelan ko !""
Dan Biru berhasil lagi memiliki ku naik terbang ke gugusan bintang bintang yang sudah tidak tersalurkan lama karena kelemahan kandungan ku, biarkan dia bahagia dan puas akan hasrat nya.
...*******...
"" Huapaaa ? Jadi sista sista ini nemenin gue ngemall kagak ijin dulu ke para suami posesif masing-masing."" Jum menatap resah Senja dan Mentari bergantian yang kompak mengangguk angguk kepala. Bang Sam yang kagak punya laki ikutan mangguk mangguk gaje. Jum, Menatap malas saja ke Bang Sam.
""Kenapa emangnya ? kamu takut sama Kaka ipar dan Hulk ku ?""
Jum menggelengkan kepalanya ke Mentari yang sedari awal di rantau sampai akan ngebuntut lima masih sopan santun saja ucapan nya dengan kata saya kamu, Ia-nya dan Senja sih sudah pakai Lo gue, Lidah Mentari ini masih luar biasa santunnya beda dengan lidahnya dan Senja yang sudah tergelincir, Lagian belibet ding tanpa nyamplak ia-nya sih.
""Terus ?" Ujar Senja seraya mengelus perut setengah buncit nya seraya mulai duduk di table resto yang ada di dalam mall.
""Gue nggak takut, masalahnya gue pun kagak ijin ke Gema akan hang out sama ibu ibu bunting,. Gue takutnya kita akan di serbu sama mereka. Tapi pikir pikir kita sehati ya sista, Ingin ngemall tapi malas minta temenin sama tuh si suami.""
Hahaha, Sejurus kemudian mereka terbahak dan ber high five menimpali ucapan Jum.
"" Etdaaaah, Gue kagak di ajak kompakan ni !"" Bang Sam cemburu. menggigit gigit kesal kentang goreng di hadapannya. Sedari tadi ia di kacangin doang
""Elaaah, Bang Sam... Pan Bang Sam kagak punya laki, Bang Sam jangan lupa kodrat melulu, Napa ? Tobat Bang Sam, Tobat...Tobat !"" Jum berucap Tobat dengan tangan meminta bin berdoa dengan menangadakan kepalanya keatas.
Mentari dan Senja merafalal kan amit amit cabang bayi seraya mengelus perut bunting nya masing-masing. jangan sampai kelakuannya cabangnya mirip Bang Sam.... amin !!!
""Ntar, Tobat gue kalau ada lebaran nyamuk. Tapi Tar, perut Lo udah gentong begini kok belum keluar keluar, Gemi saja sudah mbrojol, Lo kapan ?"" Bang Sam bertanya dua rius, soalnya hati nya berkata ada yang tidak beres dengan air muka Mentari yang sudah sayu kadang meringis pelan sendiri melihatnya.
""Kata dokter Anita sih, prediksi nya tanggal besok."" Sahut Mentari Santai.
Huaaapah... Tiga mulut di hadapan Mentari kompak terkejut, bisa bisanya ngemall tapi waktu prediksi lahiran nya tinggal menghitung Jam. Kalau lahiran di jalan bagaimana coba ?!
""Biasa aja kali tuh pada mulut, nanti kemasukan Saitoni pada kesurupan jamaah di mari, kan repot saya nya tuh ! Lagian kan cuma prediksi doang seperti cuaca aja tak tentu kan, kata ahli geografis besok akan hujan tapi ternyata berbelot panas, tapi kok ini pe--- Adududuh !"" Mentari tetiba terpekik memegang perutnya.
Apa gue bilang. Batin Bang Sam !
""Aduduh, Kenapa Tari ?"" Jum dan Senja panik heboh melihat ada cairan yang main ngesot dari pangkal paha Mentari.
"" Ketuban nya pecah oon !"" Suara laki Bang Sam keluar.
""Aduh, sakit ini, tolongin gue, etdaaaah, kalian kok diam Bae sih."" Oceh Mentari kesakitan, berdiri pun rasanya susah amat.
""Ayo Bang Sam, angkat Tari ke mobil, Lo kan laki."" Ujar Senja mentitah.
""Ogah ogah, Nanti Bang Sam kagak kuat lagi, gue bisa koid nanti."" Tolak Mentari.
__ADS_1
""Yaudah, Nanti gue nyari laki beneran !"' Senja beranjak ke pintu masuk, Alhamdulillah...ia melihat sosok orang yang di kenal nya yang sepertinya akan meeting di resto ini. Nata.
Sementara Jum, meringis melongo ngeri melihat Mentari kesakitan begitu yang akan melahirkan, ia jadi parno kagak mau hamil dulu, andai kandungannya bisa di pindahkan, maka ia akan memindahkan rahimnya ke Gema saja. ia cukup nyusuin aja, kelar sudah masalahnya.
""Nat, tolongin gue, itu Tari mau melahirkan di sini tapi tidak sanggup berjalan lagi, ayo tolongin."" Senja tak memberi kesempatan Nata untuk bertanya barang sedikit pun, ia segera menarik paksa tangan Nata dan mengabaikan klien Nata begitu saja, proyek belakangan yang penting adiknya selamat sampai kerumah sakit.
""Aduhai Tari, Uda tahu lagi mblendung gede, tapi masih saja gentayangan."" Nata segera mungkin meraup tubuh Mentari dengan mudahnya tanpa beban, beranjak cepat di mana mobil nya berada, Bagaimana pun Mentari adalah adik iparnya, kesayangan adik sepupunya jadi Mentari harus selamat sampai tujuan. Senja dan Jum pun ikut satu mobil dengan Nata menemani Mentari, Sementara Bang Sam mengekor menggunakan mobil cantiknya.
""Biru sudah tahu belum kalau istrinya mau melahirkan.""
Senja dan Jum geleng geleng, mereka panik jadi tidak ingat lagi siapa itu Biru.
""Daeng, cepat suruh suami Tari ke rumah sakit !"" Mentari semakin meringis, bukan hanya merasakan sakit, tapi juga meringis akan kelakuan Nata yang ngebut macam pembalap.
""Baiklah !"" Jum takut takut juga akan mengabari Biru, ia takut di semprot karena sudah mengajak istrinya ke luar.
""Nih, sudah tersambung, bicara lah !""
Nata mengocehi Jum dalam hati, bisa bisanya lagi berkendara begini tapi Jum malah menaruh handphonenya di telinganya.
Sementara Senja sibuk mengelus elus perut Mentari di kabin belakang.
"" Halo, Jum ! Ada apa nelpon gue, gue lagi meet---!""
""Ini Gue Nata, Gue lagi di jalan menuju ke rumah sakit sedang mengantar Mentari bersama kedua ante antenya , bini Lo mau ngelahirin di mall kalau gue nggak ada di sana, cepat lah ke rumah sakit.""
""Iya iya !""
Biru Segera ngebirit meningkalkan meeting nya, ia di buat panik akan suara samar samar Mentari juga lainnya berkata pelan pelan. ia yakin saat ini Nata Sedang ngebut gila, Bukan apa apa, Nata itu hobby nya balapan liar seperti gan ke-dua orang tuanya yang punya darah aspal liar, jadi bisa di bayangkan ngebutnya seorang pembalap itu seperti apa, Ia nya takut Mentari malah melahirkan di atas mobil gegara Kelakuan kebut Nata.
...*******...
Beberapa menit sudah berlalu, Dr Anita pun keluar dari ruang persalinan sesar Mentari yang tidak mungkin melahirkan bayinya secara normal karena Mentari ini adalah korban dari bekas sesar dari si kembar Triplets, apalagi Mentari kini pun melahirkan anak kembar lagi jadi tidak mungkin untuk normal, resikonya besar bagi perkiraan Dr Anita.
""Twins berjenis kelamin laki-laki serta Bundanya sehat walafiat !"" Jelas Dr Anita Membuat para keluarga besar Mentari apalagi Biru bernafas legah.
Alhamdulillah... Koor syukur terdengar kompak bersuara, Biru ingin menerobos masuk ke ruang operasi, namun di tahan oleh Radja dan Titan sigap. ini anak agresif sekali, Mentari kan dalam hal pemulihan pasca operasi, pasti pan Mentari dalam keadaan tak sadar kan diri karena obat bius.
...******...
Beberapa tahun kemudian...
Pelangi remaja turun dari mobil milik Topan, Mata kucing nya menatap sebal ke arah dua kembarannya Yakni Topan dan Badai, Mata sebal itu juga berpindah menatap ke adik Twins nya yang di namai oleh orang tuanya Angkasa dan Bhumi. Sekarang mereka sudah tumbuh menjadi anak remaja.
Bagaimana Pelangi tidak sebal, di sekolah...semua teman teman berjenis laki laki pada takut menjadi temannya karena ulah dari si kembar Triplets nya yang selalu menekankan ke mereka untuk tidak mendekati nya barang embel-embel belajar pun. Dan kalau di Club Muay Thai tempatnya latihan atau tempat dimana biasanya nongki barang teman temannya, ada Angkasa dan Bhumi pun ikut ikut melarangnya untuk tidak boleh terlalu lama berinteraksi dengan lawan jenis.
""Bundaaaa !"" Pelangi berteriak setelah berada di dalam rumah. ia ingin mengadu
Ke-empat kembar malah tersenyum geli ke padanya, menyebalkan. umpat Pelangi.
""Apa sih Pelangi, kamu itu ratu satu satunya di sini sayang, jadi kondisi kan vital suara mu."" Bunda awet muda nya yang emang masih muda berbicara menyahuti dengan nada Lembut yang duduk duduk mesra bersama ayahnya yang sebelas dua belas kelakuan nya si kembar yang menjaganya begitu posesif.
""Bunda dan Ayah harus marahin ke empat saudara Pe, Mereka jahat Bun, Masa teman teman Pe di ancam jab keras kalau masih saja Berteman dengan Pe apalagi berani untuk memacari Pe, Bun ! kan bosan selalu menatap wajah wajah jelek mereka."" Pelangi menunjuk ke empat wajah rupawan saudaranya, tidak selamanya punya saudara posesif itu damai yang terjadi malah sebaliknya bagi Pelangi.
""Yang di katakan Pelangi benar Nda !"" Sahut Topan jujur. "" Topan memang mengancam mereka semua karena Topan tidak suka melihat saudara perempuan satu satunya menjadi korban kata cinta dari mereka, Laki laki di luaran sana Topan tidak percayai mereka baik untuk di ajak berteman dengan Pelangi. dan kamu Pelangi, sampai kapanpun Kaka akan mengawasi mu. tidak ada bantahan sedikit pun, Bagaimana Ayah !""
Biru hanya mengacungkan jempolnya mantap ke Topan dan ke-tiga anak laki lakinya, rasa rasanya ia akan terlepas dari beban seorang ayah untuk menjaga Putri cantik primadona ke-dua setelah Mentari, Karena sudah ada Topan yang menggantikannya untuk mengawasi segala aktivitas anak emasnya di luaran sana.
""Iiiiih, Ayah sama aja, Ya sudah ah....malas ngomong sama kalian, Bunda...Pe, rasanya ingin adik perempuan lagi agar Topan dan lainnya sibuk menjaga adik Pe, Tapi perempuan ya Bunda, jangan nambah laki laki, kalau itu maka boring sudah hidup Pe yang akan bertambah bodyguard lagi."" Pelangi meningkalkan Keluarga hangat terposesif nya Masuk kedalam kamar.
""Ya sudah ya Bun, Yah... Topan pamit ke kamar.""
""Ok, Terimah kasih Boy's anak anak Ayah... yang sudah mau menjaga Putri Ayah dari mata modusan laki laki di luaran sana."" Biru takut karma Ding, dulu kan ia sering Banget modusin Petitenya. jadi jangan sampai anak perempuan satu satunya ada yang modusin di luaran sana.
Topan, Badai dan Twins Angkasa juga Bhumi pun masuk ke dalam kamar masing masing setelah mengecup pipi Mentari sayang pakai banget untuk nya.
"" Hulk, tidak baik juga lho si Pe di bodyguard begitu, ia perlu bergaul sama siapa pun, tapi masih dalam hal positif aku mendukung nya, itu juga kan sebagai latihan untuk memperkuat karakter hidup Pe yang akan beranjak dewasa nanti, aku tidak mau jika Pe nantinya malah manja, tidak bisa menghadapi apa pun yang berada di luaran sana."" Ungkap Mentari akan pikiran nya.
""Ok, masalah itu kita bahas lagi Nanti, bagaimana kalau kita kabulkan keinginan Pe saja agar punya adek perempuan, maunya."" Biru kembali tersenyum mesum.
""No, anak lima sudah cukup banyak, Dan masalah otak omes kamu Hulk, akan di tunda satu minggu, aku baru dapat bulan !"" Mentari beranjak di mana arah kamar nya berada minggalkan Biru yang mengembuskan napas kecewanya dalam satu Minggu akan puasa barang sejenak.
Yaaaah, Naseeeeb Naseeeeb, Petite mumpung masih bisa tegang lho sayang, kalau kita sudah tua Ding, Auto shock tidak lagi bisa Hon hon...Biru mengekor langkah Mentari cepat menggendong tetiba Mentari dan seraya berjalan ke arah kamar, ia mengambil kemanisan bibir Mentari yang sudah menjadi candu nya dari sebelum mereka menikah. Lagian yang di bawah kan yang berdarah darah, bibir mah sah sah aja untuk di sesap...
Dan....Braaak..! Seiring dengan pintu kamar di tutup oleh Biru dengan dorongan kaki saja, maka cerita ini pun.......End.... Lanjut di lapak baru dengan judul CASANOVA, TOBAT ? di tunggu ya para readers tercinta, klik profil author untuk mencari judul karya baru author..Salam terindah....bye bye !šš
__ADS_1