RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 226


__ADS_3

Senja mengajak Langit berjalan jalan di malam hari setelah Petir-anaknya sudah tidur. sedikit tipu tipu muslihat iblisnya, Yang sebenarnya ingin melihat wajah seseorang yang belakangan ini selalu mengirimkan foto foto tak senonoh untuk di lihat matanya. Dan semua foto itu adalah foto masa lalu Langit di saat mendung ini masih berperilaku bejat.


""Sekarang, lewat ?""


Langit yang tidak tahu arah tujuan Senja, hanya menyetir patuh, menuruti setiap titah Senja akan jalan mana yang harus di lewatinya.


""Belok kiri, itu dia tempatnya !" Tunjuk Senja dari atas mobil yang sudah tidak jauh gedung tujuannya.


Chiiiit...


Langit menekan pedal rem mendadak, Terkejut akan pilihan Istrinya yang katanya mau nyari angin segar di malam malam begini...Ini mah bukan ketemu angin segar, Tapi angin penuh lautan panas di dalam sana.


""CLUB ?""


""Yap...Dan ini bukan tempat parkir bukan ? mau di tilang ?""


Senja tak memperdulikan mata tajam Langit yang seakan akan mengintimidasinya.


""Apa ?"" Horor Senja. Langit masih tak bergeming, bahkan seratus delapan puluh derajat tubuhnya itu menghadap Senja, penuh.


""Itik ???"" Selidik Langit seraya mencondong kan wajahnya ke hadapan wajah Senja, begitu dekat yang seakan akan ingin mengintimidasi istrinya, Tapi itik ini masih datar saja. Tak ada takut takutnya.


"Apa, mau di cium, eum !"" Dan benar saja, Senja dengan santai memiringkan kepalanya untuk mencari posisi tepat untuk menyicipi bibir Suaminya.


...****...


Kring kring kring...


Uuh, Mentari melenguh pelan, Jam di atas nakas berbunyi tepat jam sebelas malam yang ia kira itu jam sebelas siang hari....dan itu ulah Badai yang tengil. mengganti kunci jam itu yang biasanya membangun kan Mentari di pagi hari.


""Aku terlambat bangun, bikin sarapan ? astaga sudah siang bolong, kenapa aku tidur begitu lama ? dan ini apa lagi ? selang infus ?" Bingung gelagapan yang mendapati punggung tangannya sudah ada selang tersebut. Merasa tidak mengerti kapan selang itu terpatri, ia pun melepaskan itu secara paksa dengan sekali tarikan yang membuatnya meringis sakit.


Biru yang mendengar suara ringisan istrinya, terbangun yang sebenarnya baru terlelap.


""Hey, kenapa di cabut selangnya ? kamu kan masih demam !"" Biru menaruh punggung tangannya di dahi Mentari, sejak mendapati istrinya sakit di sofa ruang keluarga, ia memang tak kekantor lagi, ia pun menyuruh dr Farel untuk memeriksa kondisi Mentari, yang katanya cuma demam biasa karena terlalu kecapean.


""Bangun Hulk, ini sudah jam sebelas siang, ayo buruan mandi dan pergi ke kantor !""


Mentari tak menghiraukan perkataan Biru, menepis tangan suaminya yang masih mengecek suhu tubuhnya, dengan gelagapan ia turun dari ranjang dan menarik tangan Biru untuk segera mandi.

__ADS_1


Biru yang menyadari gelagat lucu Mentari Tersenyum geli, bukannya bergeming dari kasur, malah menarik balik tangan istrinya sampai jatuh di atas tubuhnya.


""Hulk."" Kesal Mentari...""ini sudah siang ! Lihat lah Jamnya, berbunyi di jam sebelas siang, padahal aku tuh atur di jam enam pagi."" Jelasnya dengan bibir itu cemberut seraya mencoba bangkit dari tubuh Biru namun sia sia aja, Biru malah menambah kan tenaga untuk menahan tubuhnya agar masih dalam posisi intim begini.


""Malam sayang, bukan siang !"" Biru Tersenyum tertawa kecil mendapati wajah di hadapannya ini melongo, mencerna kata-kata nya.


""Malam ? Tapi Jamnya berbunyi ?"" Bingung Mentari.


""Lupa ? kita punya anak yang ajaib nakalnya, ajaib manisnya dan kadangkala ajaib tingkah lakunya yang susah di tebak.""


""Astaga, ini pasti Badai !"" Mentari menyembunyikan wajah malunya di dada Biru, dan semakin tertawalah si Sagara ini.


""Maaf Hulk, aku pasti mengganggu tidur mu !"" Sesal Mentari yang hampir linglung gelagapan.


""Hahhaah, santai aja sayang,dan mulai besok kamu tidak usah capek-capek mengurus sarapan, makan siang ku, terus tidak usah terlalu capek mengurus anak anak, Aku sudah mendatangkan tiga pengasuh sekaligus untuk Triplets.""


Alhamdulillah, Suaminya begitu amat mencintainya rupanya, sampai segitunya memperlakukan dirinya bak putri putri dongeng saja. boleh melayang ke Awang nggak ini... Kepala Mentari seakan akan sudah siap mengudara saking merasa di cintainya.


""Aku kerjanya apa dong ?"" Mentari pikir panjang juga, kalau ia hanya Angking kaki saja, bisa bosan nanti.


""Kerjanya begini saja."" Biru mulai menciumi wajah Mentari... nakal, dengan adanya Mentari yang bergerak gerak di atas tubuhnya, membuat adiknya On di bawah sana.


Nah lho, pintu seketika terbuka, Biru lupa mengunci pintu kamarnya, jadinya si Badai manja masuk dengan mudahnya. cepat cepat tubuh mungil Mentari turun dari inci kulit Biru. Untung baju masih terpatri. Batinnya malu, Sementara Biru pura pura terpejam lelap.


""Nda, pipis !"" Rengek Badai dengan ekspresi lucunya, pahanya ia apit rapat rapat.


Biru yang terpejam bohongan segera membuka matanya, anaknya nyebelin banget ternyata... pipis ya ke kamar mandi sendiri kembar ! astaganaga... kenapa malah nyempeerin kamar orang tua sih..? dongkol Biru dalam hati.


""Ayo anak tampan ! Bunda bantu."" Tawar Mentari mengikis jarak. Namun tubuh kecil itu tetiba melayang ulah Biru dan beranjak ke kamar mandi.


Mentari hanya menggeleng geli.


""Adai mau nda !"" Protes Badai dalam gendongan Ayahnya.


""Bunda sakit !"" Jelas Biru. Gilaran minta hon hon tidak mengingat kalau istrinya sakit. ""Dan kalau mau pipis malam malam, harus berani sendiri dong, kan di kamar Badai ada kamar mandi."" Lanjutnya, seraya membuka celana Anaknya, yang ternyata susah di buka kancing celana itu.


""Dai, kanapa tidur makai celana ketat begini,ini tidak sehat sayang !"" Omel Biru dengan nada pelan.


""Ayo Yah, pat dong."" Tak menghiraukan kicauan Ayahnya, Badai semakin memepetkan pahanya yang celananya belum bisa di buka Ayahnya.

__ADS_1


""Ndaaaaa !"" Teriakan rengekan Badai malah membuat pipisnya yang susah payah di tahan tertuntas keluar begitu saja.


""Dai, aaah...kamu mengotori tangan ayah, hahahaha... idiiiih, udah gede masih pipis di celana, hahahaah !"" Biru terbahak geli, yang sempat protes akan ulah Badai yang tak sengaja menyentuh celana basah itu.


Mentari yang mendengar keributan, segera beranjak menghampiri anak bungsu dan suaminya.


""Hiks... huaawaa, Nda... Ayah nakal...!"" Kejer Badai malu, dan ini gara gara Ayahnya yang kelamaan membuka kancing celana doang.


""Hahahaha !"" Biru bukannya berhenti terbahak semakin menjadi saja.


""Hulk....hussst."" Lerai Mentari tapi bibir itupun menahan tawanya agar tak lepas. ""Sini Bunda bantu dan sebagai minta maaf Ayah, kamu tidur bersama Bunda malam ini.


""Holeeee !"" Badai bersorak ria yang tadinya cemberut malu. Biru yang sekarang mendengus dalam hati... Gagal ! Pengganggu !


...*****...


Suara bising musik dugem terdengar membengkak kan telinga Senja yang jarang bahkan tidak pernah menginjakkan kakinya di club.


Langkahnya semakin dalam, ia berani ke tempat ini karena adanya Langit di sampingnya, dan nekadnya bulat ingin melihat wajah sang peneror, bagaimana kah reaksi kesal orang itu jika dia melihat diri nya dan Langit yang sebenarnya hubungan meraka baik baik saja walaupun ada foto foto yang membuat kepercayaannya bisa saja tergoyahkan jika wanita tak berpikir panjang yang ada di posisinya sekarang.


itu dia orangnya, Senja berubah haluan saat melihat wanita sasarannya, Langit yang tak mengerti apa apa hanya mengekori istirnya dengan tangan itu merangkul pinggang Senja, banyak hormon testosteron yang sedari tadi membidik istrinya...Sialan tuh mata, minta di congkel apa ? Lo pada pikir Istri gue bic* baru apa di club ini. Batinnya kesal.


Bugh, Dengan drama yang di buat buat, Senja menyenggol wanita ini yang berpura pura ingin melewati berdirinya si peneror.


""Aduh, Sorry sorry...Gue nggak Seng-----Wah, Shanum ? Kita bertemu di sini ya !""Aktingnya On.


""Lo ngebuat baju mahal gue terkena vodka !"" Kesal Shamun. matanya pun membidik tangan Langit yang merangkul pinggang Senja, mesra. Damn ! Umpatnya...apa ia gagal ngebuat Senja marah ke Langit. Batinnya sangat marah, percuma ia mengirimi banyak foto foto hot Langit ke Senja dong ?


""Duh, pan gue udah minta maaf, lagian kan namanya nggak sengaja, jadi fun aja kali, atau mau gue ganti ini baju mahal Lo ? kirim aja no rekening Lo lewat chat SEPERTI BIASA !!!"" sindir Senja di akhir kalimatnya, bibir itu pun menyeringai manis saat mendapati wajah pucat Shanum tetiba !


Apa gue ketahuan ? kok bisa ?


""Sayang, kita nyari tempat sepi yuk, Rasa rasanya gue kepingin bercinta melihat wajah wajah Manly pria lain."" Senja sengaja mendesah desah manja di telinga Langit di hadapan kelompok Shanum.


""Dengan Senang hati !"" Langit di ajak ya...Ayuk, tancap bergoyang.


Jangan coba coba ngusik rumah tangga gue, LAGI !!! AKIBATNYA FATAL, gue bisa aja dengan mudahnya memviralkan video mesu* Lo yang satu wanita dua pria tua !!! Bisik Senja ke Shanum di saat Langit meninggalkannya untuk segera memesan VVIP room yang hanya tiga langkah dari tempatnya berdiri.


Shanum yang dapat ancaman semakin marah tertahan, menjatuhkan Wanita ini sangat susah batinnya, Harus cara apa coba untuk bisa membalas penghinaan Senja dan juga Mentari. Menggapai Mentari juga sangat susah karena koneksi Biru yang selalu melindungi istrinya kemana pun langka wanita itu. Oke.... Shanum semakin tertantang, mendengar video ? satu wanita dua pria tua...Shittt, Senja begitu pintar nan jeli, kenapa begitu mudahnya mendapat video pribadinya bahkan lawan mainnya yakni ke-dua pria tua itu tak punya, ia menaruh video itu kan untuk mendapatkan uang dari pria pria bodoh yang mau di peras olehnya.

__ADS_1


AWAS LO SENJA... LIHAT SAJA PERMAINAN CANTIK GUE, NANTI !!!!


__ADS_2