
Shanum, Terkesiap ! mendapati tiga orang di dalam apartemen nya di jam 2 dini hari, Ia memang baru pulang dari Club. Hati nya getar getir melihat wajah wajah sinis menatapnya sekarang ini, air mukanya yang menor kini seketika memucat di saat Biru dari duduknya sekarang beranjak ke hadapannya.
Ya... Ketiga orang itu adalah Senja Langit Biru yang sudah siap melampiaskan segala kekesalan mereka yang di akibatkan oleh wanita berpenampilan glamor nan minim di hadapannya ini. Setelah seharian mencari Mentari ke mana mana, baik itu di kampung halaman atas laporan Pak Rahmat-Bapak Jum yang sudah berada di kampung kalau Mentari tidak ada di sana. Mereka memutuskan untuk men-skakmat Shanum terlebih dahulu sebelum rubah ini kabur tanpa mendapatkan pemberian dari mereka semua.
"" Ke-ke-kenapa kalian bisa masuk dan a-ada perlu apa ?"" Gagap Shanum, wajah yang tadinya pucat ketakutan semakin pias saja melihat wajah tampan Biru yang babak belur entah habis berkelahi sama siapa, Biru yang babak belur, dirinya yang meringis, mantannya ini terlihat seperti tak merasakan sakit padahal sudut bibir itu robek, darah kering ada sedikit di sana.
Senja dan Langit ikut beranjak, dan sekarang mereka sudah mengelilingi Shanum. Shanum semakin takut di buat ke-tiga nya yang hanya diam tapi tiga pasang mata ini rasa rasanya siap akan mengunyah nya hidup hidup.
Apa gue ketahuan ? Kok bisa, bahkan suruhan gue udah balik ke negaranya, Mereka tidak mungkin berkhianat membocorkan rahasia gue. Batinnya marah.
""Aaargh.""
Shanum terpekik, di kala Biru menjambak rambutnya erat, sangat erat membuatnya ia mendongak ke atas, rambutnya seakan-akan mau copot dari kulitnya.
""Aw, kalian ini kenapa ? BIRUUUU, lepaskan issshh, Sangat sakit !"" Pekik sakit Shanum, Biru bukannya melepaskan, semakin menguatkan Jambakannya.
" salah gue apa ke Lo, Shanum ? Sehingga Lo tega berbuat busuk di kehidupan rumah tangga gue hah ?"" Dingin Biru bersuara keras di telinga Shanum membuat wanita yang di jambak mendongak ini meringis akan kupingnya yang berdengung.
__ADS_1
""Gue nggak ngerti apa yang Lo maksud !"" Kelit Shanum tak mau mengaku, Senja tersungging miring di buat pengakuan sok bodoh Shanum, Ok...Dia minta permainan ekstrim.
""Maling mengaku penjara penuh !"" Senja bersuara seraya mata itu menggerlya mencari sesuatu untuk menjadi objek keekstriman nya. Gunting ! Senja melihat gunting di dekat vas bunga.
""Bagaimana kalau kita main salon salonan, Malam ini gue rela jadi babu Lo.""
""Ja---!""
Cekress
""Ups, Terlambat !"" Senja Membuat ekspresi wajah nya serasa bersalah. ia benar benar menggunting rambut Shanum separuh yang masih di jambak oleh Biru. membuat rambut panjang pirang indah Shanum menjadi tidak sinkron.
Langit tahu... Tiap malam Biru berakhir di atas meja bartender Karena diam diam ia berada di balik Biru untuk menjaga agar adik iparnya itu tidak berakhir di ranjang perempuan haus belaian, kalau berakhir di sana kan' kasihan Mentari, Sudah di fitnah... berujung cerai pula jika Biru sampai ketahuan di atas ranjang orang. Baikkan dirinya, sudah pernah di hajar oleh Biru tapi masih mau menjaga, demi Mentari...itu saja ! Karena korban sesungguhnya ada di wanita lempeng itu.
""Senja ! Hiks, Apa yang Lo lakuin Sialan ! Langit, Tolongin gue... bilangan ke istri kurang ajar Lo !"" Shanum melirik Langit yang minta pembelaan. Tapi Langit hanya tersenyum ejek kepadanya.
""Ya, berteriak lah... Teriak minta tolong ke orang orang suruhan Lo itu yang sekarang sedang di buru oleh anak buah Biru karena sudah menyentuh kulit istrinya dengan akal bulus Lo !"
__ADS_1
Pengakuan Senja sudah mewakili benak pertanyaan Shanum yang bertanya tanya, apa kah ia ketahuan ? dan benar saja... Cih, gue sudah bermain Cantik tapi masih saja gagal. Geramnya tak bisa berbuat apa apa. matilah gue ! takut nya dalam hati.
""Kenapa Lo lakuin ini Shanum ? apa Lo tahu akan perbuatan hina Lo itu sudah berhasil membuat Mentari ku pergi, puas Lo hah ?!"" Setiap nama Mentari muncul, Biru semakin terluka sakit sesal di dalam sana, Suaranya bergetar hebat jika mengingat istrinya, Ada di mana dia ? apakah istri dan janinnya itu baik baik saja ? sudah makan apa belum ? Banyak lagi kecemasan lainnya di benak Biru yang tidak tahu kemana istrinya berada.
Dalam ringisan sakit yang masih di jambak oleh Biru, Shanum tersenyum puas nan ejek, ia puas ternyata ia berhasil membuat salah satu mereka pecah.
""Ok, Gue akuin....Foto itu memang gue yang buat---!"" Plaaak, pengakuan Shanum langsung dapat tamparan keras dari Senja.
""Hahaha !"" Shanum tertawa mengejek, rasanya memang sakit tamparan itu, namun ia puas melihat mata mata penyesalan dua kepala di hadapannya. ""Tapi...gue cuma buatnya saja, salah kalian mempercayai itu dengan mudahnya, Apa lagi Lo Senja... adik sendiri di ragukan. Dan peran utamanya Lo.. !"" Lirik nya ke Biru, mencoba mengelabui dua orang yang sedang di rundung kata penyesalan. ""Lo..Bi. Seharusnya cinta Lo nggak ngeraguin istri sendiri, Gue cuma ngbuat pemantik api doang, Tapi sebenarnya Lo sendiri yang ngebakarnya, karena mungkin...Lo ngebuat suatu hal yang membuat Mentari pergi."" Sugesti nya asal asalan, Namun Seperti nya berhasil membuat lawan nya tertunduk, sudah terasa dari cekraman rambutnya dari Biru sedikit demi sedikit terurai.
"" Benar ! Benar Kata Shanum... Aku lah penjahat yang sesungguhnya, kecemburuan ku menyakiti Mentari."" Batin Biru, perlahan pergi dengan hati hancur, ia tidak bisa membahagiakan Mentari Seperti janjinya. Batinnya.
""Jangan senang dulu Shanum ! Jangan pikir Biru pergi begitu saja dan merasa Lo akan bebas dari hukuman, Gue bukan lah Mentari yang mempunyai kemurahan hati, Gue nggak jahat namun bukan orang baik pula. Gue orangnya gampang, Lo jual gue beli. Jadi Lo berbuat Lo pun harus menuainya. Lo tau kan gue punya aib Lo, Sekali gue enter ke publik..karir Lo tamat dan Lo....pasti akan menjadi kejar kejaran dari para istri pejabat pejabat yang sudah Lo servis luar dalam."" Ancam Senja.
""Jangan laku----!"" Shanum Skakmat terdiam lemas. Bukan hanya sekedar ancaman omongan Senja. Tapi benar adanya, Video tak senonoh nya bersama pria pria tua tajir sudah di sebarkan Senja di media. matilah aku !!! Batinnya memikirkan karirnya di permodelan.
""Hah, Selamat menempuh perjalanan baru, Gue tunggu pembalasan Lo selanjutnya, itupun kalau Lo masih mau video yang masih banyak gue pegang tersebar lagi. Dan ya... persiapkan rambut Lo yang masih utuh untuk di jambak para istri istri sugar Daddy Lo. kalau masih kurang, hubungi gue....Gue kan nyebarin lagi yang lainnya, dan otomatis Istri orang lebih banyak nge-fans ke Lo, Shanum busuk !""
__ADS_1
Tangan Senja bermain di rahang lembut Shanum, menekan ucapan nya, jika lain kali dia mau mencoba coba untuk bermain lagi maka tidak ada ampun lagi untuk dia darinya.
Tidak, Gue harus cabut dari negara ini, Besok gue akan hancur, bukan dari para istri pejabat itu yang ngejar gue melainkan para suami nya pun.