RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 160


__ADS_3

Bara yang memperhatikan orang yang di tunggu tunggunya masih mengobrol santai di depan pintu masuk, menghampiri kelompok kecil Mentari.


""Selamat malam."" Takzim Bara mengalihkan perhatian tertuju kepadanya. ""Nona Batara ! Hay semuanya."" Sapanya berbasa-basi. Mata itu terus jatuh ke wajah polos Mentari tanpa makeup satu pun, membuat Bara semakin mengagumi sosok wanita seperti Mentari yang mempunyai kecantikan natural....Memang ini bukan pertama kalinya ia melihat wanita cantik... tentu sering...tapi entah kenapa, ia suka dengan wanita bersuami ini... Hadeeh, bahaya !


""Malam !"" Balas sopan Mentari. Biru hanya melengos, merangkul posesif pinggang ramping istrinya sebagai pertanda... Wanita ini adalah miliknya, Seutuhnya. Jangan melebihi batas jika masih mau aman. Begitulah dalam hatinya melihat mata mesu* itu menyapu penampilan isterinya.


""Ohya, pak Bara... Beliau beliau ini adalah keluarga saya, ada Amma Saya juga Tul- Om saya."" Mentari memperkenalkan Rose dan Radja. Dan dengan modus modus kesopanan. Bara menyalami tangan Rose dan Radja seraya tersenyum ramah.


""Saya Bara, Tante ! Anda sangat beruntung mempunyai anak seperti Nona Mentari yang cantik dan smart.... boleh dong salah satu anak Tante di perkenalkan ke saya. Kalau ada ?"" Bara melepaskan jabatan tangannya di tangan Rose. ucapannya terdengar Ambigu.


""Ada, satu lagi anak saya, ada di sini juga...nah itu dia !"" Rose menyahut polos. Katanya mau kenalan kan ? jadi ayo....! Wanita berperangai imut seperti Mentari ini menunjuk meja Senja.


Mata Mentari, Biru dan Bara pun mengikuti arah tunjuk Rose.


""Daeng !"" Gumam Mentari tersenyum simpul. Biru hanya datar menyikapi adanya Langit pula.


orang yang di tunjuk tidak sadar sama sekali


""tapi buat apa, Nak Bara ingin mengenal anak Saya ?!"" Penasarannya.


""Ah, tidak Tante... mumpung kita bertemu di sini, sebagai relasi dari anak Tante, bagaimana kalau kita makan malam bersama di table yang sudah saya pesan, agar lebih akrab saja !"" Tawarnya dengan maksud tertentu. Manis bermulut.

__ADS_1


""Tidak ! Kami tidak ingin mengganggu. silahkan lanjutkan acara kalian, kami punya privasi sendiri datang ke tempat ini !"" Tolak Radja yang menyahut membuat Biru menatap menyelidik ke mertuanya.... Turun ranjang kah ? Geli Biru Mengedipkan matanya ke arah Radja, menggoda. Radja menyikapinya dengan alis terangkat satu... Aneh !


Dan Akhirnya Radja dan Rose memilih duduk berpisah. Bara dan Biru juga Mentari pun duduk di table yang sudah di siapkan Bara.


""Sayang, aku ke tempat Daeng dulu, tak apakan ?"" Pinta Mentari. di angguki cepat oleh Biru... Biarkan istrinya pergi terlebih dahulu, agar ia bisa berbicara bebas serius ke batu Bara ini, memperingati agar jangan terlalu jauh memuja istrinya secara terang-terangan di depan kedua lubang hidungnya.


""Jangan menatap istri saya seperti itu, Tuan Bara ! Tidak baik...!"" Tukas Biru penuh nada peringatan.


""Hahaha, Tuan Sagara cemburu ternyata !"" Ledeknya.


""Yap..Tentu ! Sangat malah !"" Ungkapnya jujur. ""Cemburu tanda cinta bukan ? jadi itu berarti saya sangat mencintai istri saya...Saya tidak akan segan segan memberi pelajaran berharga ke orang yang ingin bermain main dengan kehidupan nyaman saya, apalagi menyangkut ratu hati saya. !""


Biru bernada lembut, tapi setiap kata katanya sangat lah berirama penuh peringatan.


Bara pun sama, ketenangan dalam bertutur tapi setiap ucapannya seakan mempunyai ketajaman mulut tersendiri.


"" Sa---!""


Prang....


perhatian Biru dan Bara teralihkan oleh suara pecahan. Bukan hanya Biru, semuanya teralihkan ke wanita yang sedang mencaci wanita lain.

__ADS_1


""Mentari !""


Biru dengan cepat beranjak ke arah berisik tersebut, Istrinya di caci seseorang...Senja, Langit dan Radja juga Rose melihat dari meja mereka. Cepat cepat beranjak saat menyadari siapa yang telah di caci habis habisan oleh wanita yang berpenampilan glamor.


""Aaarg, Kalau punya mata di pakai untuk berjalan dong...lihat lah pakaian mahal saya..jadi kotor kan ! emang anda ini punya duit apa untuk mengganti pakaian unlimited saya, hah ? Fuc* !"" Cacinya menunjuk nunjuk wajah Mentari yang memang bersalah disini, Mentari tidak sengaja menyenggol seorang Waiters yang membawa minuman dan berujung mengenai wanita glamor cantik ini...kata Incees Syahrini sih...Beling beling Cahhntik.


""Maaf ya mbak, jalan memang seharusnya menggunakan kaki, bukan mata..mata untuk melihat lho ya...dan saya minta maaf atas ketidak sengajaan saya....saya akan mengganti pakaian yang katanya Unlimited itu. Ya... walaupun mungkin saya akan menyicil, mungkin !"" Mentari merendah.... wanita di hadapannya ini memang lah cantik dengan penampilannya yang wow... glamor. Tapi ettitudnya sangat lah minus.


Wanita glamor ini seperti tidak terima...Ia sudah berdandan cantik, tapi sampai sampai ia di hadiah kan tumpahan minuman.


Saat ingin menampar Mentari, Biru datang menyela kehadapan istirnya sehingga punggung Biru lah yang terkena pukulan itu yang rasa rasanya tidak sakit di tubuh machonya. Tapi jika terkena pipi mulus istrinya, di pastikan sakit memerah. Senja dan Langit pun sudah berdiri di belakang wanita yang ingin menampar Mentari.


Senja membalikkan badan wanita itu dengan cara menarik lengannya. Plaaak... menampar langsung wanita itu dengan gerakan cepat...ia tidak terima ada orang lain yang ingin menyakiti adik kesayangannya di depan kedua matanya.


""Hey... Stupid !"" Umpatnya ke Senja. "" Ka----!"" Ucapannya berhenti saat menyadari ada pria yang dulu pernah masuk ke dalam hatinya. telunjuk yang tadinya menunjuk wajah Senja dengan kasar, beralih menunjuk lembut ke wajah Langit. ""La-Langit !"" Ujarnya, Yang tak lain wanita itu adalah Shanum.


""Ternyata ka---!"" Langit menjeda, wajah itu datar datar saja. Di sela Biru yang nampak terlihat kesal.... istrinya di permalukan di depan umum. Biru menepuk pelan pundak wanita yang masih setia memunggunginya.


""Berapa harga baju anda Nona sehingga dengan berani mencaci is---!""


""Bi-Biru ?"" Kaget Shanum langsung di hadapkan duo pria sekaligus yang pernah menjadi pria special-nya dulu. Wajah itu nampak berubah ubah. Kadang kesal mengingat dirinya barusan di tampar oleh wanita, entah siapanya Langit. Berubah semberinga saat di hadapkan oleh Biru dan Langit, tetiba.

__ADS_1


""Shanum !"" Lolos juga di mulut Biru yang tadinya terkejut. Mentari seketika tahu siapa wanita ini, Karena pernah mendengar jelas bahwa nama Shanum ini adalah cinta pertama Suaminya sekaligus Cinta pertama dari Kaka iparnya-Langit. Hebat...Apa yang akan terjadi ? Tanyanya penasaran dalam hatinya. Ia ingin melihat reaksi Suaminya. melirik ke Langit yang nampak biasa biasa saja. Aman bagi Kakanya tapi entah dengan Suaminya ini, yang tetiba tak berekspresi kesal...ini lihat lah....kaya kambing conge...terpaku !


__ADS_2