
""Uuh..."" Lenguh Mentari bangun dari tidurnya dan langsung memegangi kepalanya yang berdentam hebat. Efek kebanyakan nangis dan kehujanan pula semalam setelah balik dari rumah Batara, Gadis Rantau ini menolak tumpangan dari Biru, bahkan lari dari kejaran Biru di bawah hujan deras.
"" Ammaaaa, Huaaaaa"'
Mentari langsung menjerit hebat, menarik selimut kembali setelah sadar jika ia sedang bertubuh polos....ini siapa yang menguliti bajunya ? tikus kontrakan kah?
Ceklek
Mendengar ada jeritan hebat, Biru masuk dengan tergesa-gesa, namun langkahnya tertahan cukup berjarak satu meter setengah, ia tidak mau mendapat cobaan berat lagi setelah semalam.
""Bo-Bos kenapa a-ada di sini ?"" Mentari merapatkan erat erat selimutnya... jangan sampai melorot...ada singa di hadapannya.
""Harusnya aku yang bertanya ? kenapa kamu tidur di tempat tidur ku.!"" Sungging Biru nakal... Alright, Pagi pagi menggoda gadis lempeng. Sarapan langkah !
Kini mata Mentari menatap Biru dengan tatapan ngeri. Jangan jangan semalam Biru sudah melakukan macam macam kepada-nya yang entah kenapa ia ada di apartemen Biru, Bukannya semalam ia berada di halte kehujanan deras dan gelap...ia tidak ingat ?Tidak ingat lagi ? Hancur sudah hidupnya.
Aduh.... bagaimana jika ia hamil, mau di taruh di mana mukanya, Kuliahnya bagaimana ? lebih parahnya lagi, Mentari bertraveling membayangkan anaknya ikutan berkeliling berjualan sayur yang di gendong seraya mendorong gerobak sayur... Mentari meringis... membayangkan betapa kecewanya Ammanya nanti jika ia hamil di luar nikah. pulang kampung dengan anak kecil di gendongannya... semakin heboh setan kampung menggunjingnya. Woy.... Mentari sukses merantau... balik kampung dapat anak di luar nikah. miris kan ? Jika di hujat.
""Bos ke-kenapa tubuh sa---? Bos sudah merusak saya ya ?"" Tuduhnya. ""Hiks..hiks...Bos tega !""
__ADS_1
Biru memperhatikan emosi raut air muka Mentari yang sangat gampang di tebak, seperti buku terbuka langsung bisa di baca. Ia memang melihat tubuh indah itu, Semalam...ia membantu membuka semua kain baju Mentari yang sedang basah kuyup kehujanan pingsan di halte...dan untungnya, yang menemukan tubuh pingsan itu dirinya, kalau pria lain bagaimana coba ? bisa koid gadisnya ini !
Jangan di tanya perjuangan Biru sebagai laki laki normal waktu meloloskan pakai di tubuh indah di Petite-nya, Kepala atas bawanya bersahutan keras.... ia hampir kehilangan pikiran jernihnya.
Setan setan bertanduk menggorogoti pikiran positifnya menyuruh untuk langsung menyicipinya. Tapi hati nuraninya menang ! Gadis ini sudah menderita batin luar biasa. Ia tidak mau menambah dengan cara mengotori raganya. ibarat kata, sama saja menaburi garam di luka luka Mentari. mana tega ia melakukan itu. Ia tidak mau menambah kesedihan Mentari lagi setelah tahu kisah hidup Mentari dengan selengkap lengkapnya, Menyedihkan. wanita yang sedari kecil sampai sekarang sudah menderita luar biasa...ia tidak Setega itu ! apalagi jodoh tidak ada yang tahu bukan ? walaupun ia sangat ngebet ingin memiliki seutuhnya gadis ini tapi jodoh tuhan yang menentukan.
""Intinya kamu di sini karena pingsan di halte..Dan tolong jangan bertingkah gegabah keluar dari zona keamanan saya seperti semalam kabur pergi meninggalkan, mengerti ! Saya tidak melakukan apa apa kepada mu petite, Cuma ya itu...membantu kamu meloloskan pakaian basah kuyup mu, aku takut jika kamu tidur dengan pakaian basah maka kupastikan diri mu akan terkena penyakit hipertemia, mau ?""
Mentari menggeleng dengan polos menggemaskan di mata Biru. Seperkian detik ia kembali meraung.
""Saya tidak percaya, Bos pasti bohong kan ? aaarg... Hiks... Hiks...bos sama saja dengan mereka, jahat jadi orang !"" Rengeknya menuduh, air mata dari semalam berderai tidak kering kering.
""Jangan menangis atau ku tarik selimut mu mau ?"" ancam Biru. Mentari semakin erat mempertahankan selimutnya.
Mentari mengangguk, Setelah mengikat asal asalan selimut di atas dada dan sudah memperingati selimutnya.... Jangan melorot...ada singa di depan..aku bakar nanti jika tidak menurut. Mentari dengan patuh segera men_search si mbok google mencari ciri ciri fisik yang sudah di perawanin.
Mentari mengikuti instruksi dari mbok google, ia turun dari kasur empuk Biru, berjalan dua langkah, Eh... tidak sakit di bagian kewanitaannya. Mentari mencoba berjalan cepat..Eh. Tidak sakit juga untuk di gunakan berjalan cepat. Tak puas hanya dua percobaan itu, Mentari melompat lompat di tempat.... Awas melorot tuh selimut ! Ah... rasanya lega. ia masih suci, Kegirangan.
Biru sampai Speechles melihat ke absurd kan Mentari, Ini Gadisnya yang pintar pintar bodoh tidak memikirkan selimut jika melorot bagaimana coba dengan kepala adiknya di bawah...masa harus berakhir di kamar mandi bersama tante Lux berbusa seperti semalam...ah, Cobaan berat lagi.
__ADS_1
Biru menghentikan lompatan konyol Mentari dengan teguran keras.
""Apa tubuh mu mau saya lihat yang kedua kalinya jika sampai ikatan selimutnya terlepas, hah ? Aku sih tidak keberatan dengan itu."" Ucapnya tak berani menghentikan dengan pergerakan.
Mentari tersadar...saking senangnya dengan tubuhnya yang masih perawan sampai melupakan ada Biru yang melihatnya. sekarang ia jadi Speechles juga.
""A--Apa sih Bos !"" Mentari malu setengah mati jika si Bos gila ini masih di dalam ruangan yang sama. ""Sa-Sana keluar !"" Usirnya tak tahu diri.
Biru menaikkan satu alisnya dengan senyum miring meledek. ""Ayolah sayang....ini kamar ku, masa aku yang di usir ! Adanya kamu yang keluar sana, Gunakan kamar sebelah, bekas kamar kamu dulu..baju mu juga masih tersusun rapi di sana ! aku mau mandi lagi.. gara gara kamu...panas, gerah tubuh ku !"" Biru mencopot dasi yang sudah rapih siap kekantor, merepotkan harus bergulat lagi bersama si Tante Lux berbusa.
Tunggu dulu ? Mentari melupakan sesuatu...ini jam berapa ? kok Biru sudah rapi dengan kemeja kerjanya...ah, Mentari melupakan gerobak sayurannya. hari ini ia tidak berjualan..Rugi sudah ia hari ini. Pelanggan akan kabur kecewa dengan liburnya hari ini.
Mentari keluar kamar dengan kaki lemas malas bergerak...hari ini pendapatan dari sayur mayur mandek. Satu satunya ya itu sekarang... Restoran Nikmat rasa...milik Arkanas si bos ketus plus si sepupu ketus harapan pendapatan hari ini.
Lima belas kemudian, Mentari sudah rapih dengan baju mahal yang dulu Biru belikan untuknya sebagai asisten, dulu. Gadis manis polos lempeng ini masuk ke kamar Biru lagi untuk meminta mengantarkan ke restoran Arkan..ia tidak mau di pecat gara gara terlambat lagi untuk yang ketiga kalinya....si bos ketus Arkan kan pernah mengancam jika telat lagi....maka berakhirlah waiters nya.
""Bos... mandinya lama amat sih ? aku mau kerja ni ! aku pamit ya takut telat !"" Mentari berteriak di depan pintu kamar mandi, Biru sepertinya tidak bisa di harapkan untuk mengantarkannya.
""i-i-iya ! tanggung nih... jangan pergi ! Sebentar lagi sam ---Aaah !""
__ADS_1
Desah Goib Biru membuat Mentari merinding tidak mengerti Bosnya sedang apa di dalam.
Tinggalkan jejak ikhlas š