
Acara makan malam pun sedang berlangsung sebagai tanda syukur Vane dan Titan yang merayakan Anniversary pernikahannya, Nampak nikmat dan hangat acara tersebut yang di ramekan Empat nama marga yang seharusnya cuma ada tiga marga saja yakni dari keluarga Al Miller dan Malik juga Sunjaya sebagai tuan rumah, namun kehadiran Mentari yang aslinya marga dari Batara maka di sebut empat kan.
Tang ting...tang ting...
Suara dentuman keras dari bunyi sendok garpu beradu di piring sengaja di denting dentingkan oleh Dibi anak Bintang dan Dirgan sebagai tanda protesnya yang tak tersampaikan, ingin di pangku oleh Mentari yang sekarang di juluki ceplos dengan sebutan Aunty bolong karena Dibi jatuh suka melihat pipi bolong Mentari.
Dibi ! Uncle peringatkan ya, jangan minta gendong ataupun minta di pangku lagi ke Aunty bolong, karena aunty itu milik Uncle alias kekasih ku. sana nyari kekasih sendiri.
Peringatan berbisik dari Biru itu sangat tidak etis sekali untuk di jabarkan ke anak kecil yang berusia lima tahun, tapi IQ anak Bintang itu sangat lah di atas rata-rata sehingga ia tahu kalau itu adalah nada ancaman, Dibi pintar lho ya, maka ia akan membeli peringatan Uncle-nya itu dengan caranya sendiri...lihat saja..!
""Kenapa Dibi ? ayo makan sayang, aaaa...buka mulut mu !"" Meca sebagai Omanya menyuap kan sesendok kecil makanan ke arah mulut Dibi, tapi anak itu menggeleng, mengatupkan bibirnya.
""Di suapi sama Oma Beo, pasti tidak menolak..iya kan sayang ? aaa..."" Fina dengan bangga berucap tapi di tolak gelengan kepala lagi dengan Dibi.
Meca melirik ejekan ke Fina. So iye....di tolak juga, satu sama nih...!
Vero dan Gion sebagai Opanya pun di tolak oleh Dibi, tidak biasanya begitu, cucu satu satunya ini...ada apa ini ? Wajah keheranan semua orang kompak sudah menatap dalam Dibi termasuk Bintang dan Dirgan sebagai orang tuanya pun di tolak...Vane dan Titan juga Nata apalagi, di lirik tajam oleh Dibi saja sudah tak berani untuk memaksa bocil itu untuk makan. Tinggal Mentari dan Biru yang belum nampak berusaha.
""Brownies, Bujuk Dibi gih untuk makan, Anak itu lagi kumat..heran saya.. biasanya juga jadi anak manis kok !"" Pinta Bintang ke Biru.
""Baiklah, lihat nih...calon hot Daddy masa depan untuk anaknya kelak pasti bisa menaklukkan keras batu anak mu itu, hitung hitung bekal nanti untuk ku. ! pasti berhasil aku !"" Biru memukul dadanya bangga dengan usahanya yang belum di praktekkan berhasil atua tidaknya. Dirgan menggeleng geli dengan kebanggaan Biru.
Biru pun beranjak dari duduknya yang sedikit jauh dari duduknya Dibi.
__ADS_1
""Dibi sayang, Malam ini Uncle nginap lho di sini, kita bobo sama sama mau ? asalkan Dibi makan dulu ya ! ayo...aaaa, buka mulut mu anak pintar !"" Bujuk Biru penuh kelembutan. Dibi tersenyum manis namun ada rasa gerah yang di rasakan Biru dari senyuman mematikan itu. Biru tahu Selak beluk kenakalan bocil ini, tampan tampan menyebalkan kalau sudah kumat.
""Tidak mau !"" Suara Dibi sudah keluar yang tadinya hanya menggeleng geleng menolak bujukan dari orang orang tersayangnya.
""Kenapa tidak mau ? nanti bala cacing mu menyerbu perut Dibi lho, mau ? Perut Dibi akan kurus tidak ada lagi gizi yang tertinggal. iiihhh seramkan, nampak tulang berlapis kulit doang tanpa adanya daging ?""
Mata dan telinga seraya mulut mengunyah dari mereka tak luput perhatian ke Biru dan Dibi yang sedang bujuk membujuk.
""Dibi mau maem, asalkan Aunty bolong yang menyuapi !"" Bisik Dibi tersenyum penuh arti memperlihatkan gigi ompongnya ke Biru, Minta perang !
Waaah, bocil ini minta berperang... tidak cukupkah Bintang dan Dirgan saja yang menyebalkan, kenapa buntutnya pun melebihi kapasitas kadar ngeselinnya sih...
"" Dibi sayang ! Boleh kok, asalkan jangan minta gendong atau pangku ya ?"" Bisik Biru yang tak mau aset berharga Mentari tersentuh oleh siapapun kecuali ia seorang. Ingat ! siapa pun termasuk anak kecil, posesif pakai banget sampai anak kecil pun di anggap saingan. Dibi menggeleng cepat. Alis orang orang pada menyerinyit ingin tahu arti bisikan dan arti gelengan itu, apa ?
""Kalau Dibi memaksa ! Dibi tidak akan dapat pengantar tidur dari harum khas ketek Uncle Lho. !"" Bisik ancam Biru.
Adu Mak Jang...Ni bocil mesum juga !. Otak Biru lagi membayangkan di saat Dibi mengusal usalkan kepalanya di ketek Mentari. Double Mak Jang saat otak mesumnya membayangkan tangan mungil Dibi yang tidur tidak segaja menyenggol atau mencekal sumber kehidupan kesegaran miliknya kelak yang menggantung di dada Mentari itu hanya miliknya.
""Hey Bi, saya menyuruh mu untuk membujuk Dibi makan ya, bukan untuk berbisik.! Dibi makan sayang !"" Bintang sudah mengeluarkan tatapan galaknya.
""Anak kamu katanya mau diet Bin, jadi khusus malam ini Dibi tidak mau makan alias puasa !"" Asal Biru. Ia angkat tangan tidak mau meladeni kenakalan Dibi, Biarkan saja Dibi kelaparan malam ini dari pada menuruti permintaannya yang aneh aneh.
""Dibi...!"" Peringatan Dirgan lembut tapi juga sebagai ancaman buat Dibi. Tidak ada teorinya anak kecil diet dietan kecuali mempunyai penyakit obesitas, pikirnya aneh dengan celetukan Biru.
__ADS_1
""Dibi mau maem, tapi mau di cuapin dan di pangku oleh Aunty bolong, Dibi bosen di cuapin tangan kalian apalagi tangan Oma Meca dan Oma Fina yang cudah teliput.""
Uhuk uhuk... Fina dan Meca keselak bersama, berjamaah mereka meneliti punggung tangan mereka yang aslinya belum keriput sama sekali. Bukan hanya Meca dan Fina yang tersedak nasi, melainkan semuanya kecuali Mentari dan Dibi yang pada polos lempeng.
""Hahaha, Istri kita sudah keriput Ver.!"" Gelak Gion dan di timpali gelak pun dari Vero dan juga anak yang masih muda.
""Cih."" Decak Fina dan Meca malas beragumen di hadapan cucu kesayangannya.
Kreeek...
Suara kursi anjakan Mentari menuju ke kursi Dibi di antara duduknya Fina dan Meca menghentikan tawa mereka.
""Aunty akan menyuapi Dibi seperti yang Dibi inginkan."" Mentari menurunkan Dibi dari kursi sejenak lalu dengan lembut memangku tubuh mungil nan tampan menggemaskan itu. ia pun mulai menyuapi Dibi dengan sedikit candaan. Tatapan lembut dari keluarga besar Biru begitu memuja.
Dibi tersenyum ompong ke arah Biru. Dibi menang Uncle ! Dengan nakal bocil yang ber-IQ tinggi itu memeletkan lidahnya.
Awas kau Dibi....kita musuhan mulai dari sekarang !
""Aunty, Encok...Encok mm..Encokpidi itu apa sih ?"" Tanya Dibi penasaran dengan kata asing itu.
"" Bukan encokpidi sayang, Tapi Ensiklopedia ? Ensiklopedia itu artinya adalah rangkuman informasi lengkap dalam suatu benda, barang atau ilmu dalam pelajaran, Sayang.""
Kepala kecil itupun manggut-manggut dalam pangkuan Mentari.
__ADS_1
""Kalau banci sih, artinya apa Aunty ?""
Uhuk uhuk uhuk...