
Tidak ada perjalanan rumah tangga yang lurus paralon tanpa ada gelombang yang datang menerpa. Semua kehidupan rumah tangga tak selamanya manis, pahit, nyaman dan apalah... Berliku-liku ! Betulkan ? Hanya pemilik rumah tangga itulah yang harus pintar dalam menyikapi agar tetap aman dari badai...Betul tidak ?
Seperti Biru dan Mentari...Mereka berkomitmen dalam diam diri masing masing untuk saling percaya satu sama lain juga berkomitmen untuk saling menghadapi masalah bersama.
Tapi di sini....Biru Sedang di uji dalam kecemburuan.... Setelah meeting selesai, Pria yang bernama Bara tidak beranjak dari duduknya, terang terangan ingin menggoda Istri imutnya. sementara yang lain sudah pada pulang untuk melanjutkan kesibukan masing-masing. Yang di ruangan tersisa, Biru di temani Dito di sebelahnya, Bara dan pria yang sepertinya sebagai asistennya, Mentari di temani Jum dan juga Gema yang sibuk berdiskusi seraya merapikan berkas berkas hasil meeting, tadi.
Biru hanya diam melirik gerak gerik si batu Bara ini... ""Gue mau lihat, bagaimana caranya si Tuan Bara ini merayu wanita ku yang mempunyai kelempengan akut."" Batinnya tak mau grasa grusu bertingkah bodoh dalam kecemburuan tak jelasnya...bisa bisa Mentari malah marah jika ia langsung membidik relasi istrinya yang terlihat rupa rupa mes*m ini.
""Ehem !"" Dehem Bara, minta perhatian dari kelompok kecil Mentari. Gema dan Jum melirik ke suara yang berdehem. Mentari sendiri tersenyum manis yang aslinya untuk Suaminya yang duduk di samping tubuh kekar Bara, Sehingga Bara mengira, Senyum manis itu tertuju ke arahnya.
""Ah, Tuan Bara ! apa masih ada yang ingin di tanyakan ?"" Ujar Mentari dengan takzim.
""Eum, Mau bertanya... Apakah Nona Mentari, punya waktu untuk makan malam bersama ku, hitung hitung sebagai tanda pertemanan dalam menjadi relasi di awal ini ?"" Ujarnya berbasa-basi dengan embel-embel relasi.
Biru masih datar, mata itu bersibobrok mata Mentari yang langsung meliriknya dalam, seakan minta izin.
Jum dan Gema saling menatap geli, Si Tuan Bara salah bidikan mencari mangsa... Kucing manis seperti Mentari kan mempunyai pasangan seperti Lion. Mundur lah sebelum terlambat... Bodoh ! Batin Jum.
Hadeeh, kerjaan lagi buat gue ini mah...Batin Dito.
""Itu ya ! Mmm, begini Saja...maaf sebelumnya ini sih.. Coba Tuan Bara menghadap ke samping ?""
Bara menurut, ada Biru di sampingnya yang tenang datar datar sok tampan. "" Terus ?"" Herannya, buat apa menatap pria, ia pun kan Pria, tampan ? ya jelas ! Tajir...ya juga ! Sombongnya.
""Minta lah izinnya, karena tanpa izin darinya, saya tidak akan bisa hadir...Tuan !"" Jelas Mentari dengan begitu elegan.
""Why ?"" Herannya kembali.
__ADS_1
""Because, He's my husband !"" Bangga Mentari memperkenalkan Suaminya ke orang asing yang baru di kenalnya.
""Owh, Husband ?"" Kagetnya, sangat ! apalagi tadi si Sagara sudah sempat meneriakkan tanda tanda keras. No problem, baginya...tak perduli.
""Yes ! My husband !"" Senyum ramah pun tersirat di bibir mungil itu. Biru tersenyum mengejek ke arah Bara yang di balas mata elang seakan tak terima dari Bara.
"" Tidak jelas !"" Batin Biru
""Bagaimana tuan Sagara ? apa boleh ?"" Bara masih keras kepala. "" Sebagai pebisnis handal, ini hal biasa dong sebagai pererat kerjasama !"" imbuhnya membuat Biru tak bisa melarang karena si Bara ini membawa nama kata relasi.
Sebelum menjawab, Biru terjeda oleh Jum dan Gema yang akan meninggalkan ruangan. Dito pun di suruh keluar oleh Biru, hingga tersisa empat orang di dalam sana. Mentari, Biru , Bara dan juga asistennya yang hanya diam.
"" Tak masalah, Saya mengijinkan mu, sayang !"" Suara bibir tak kompak dengan suara hati Biru di dalam sana. "" Tapi... Sebagai suami yang baik yang tidak ingin mendapatkan masalah untuk Men-ISTRI saya maka saya harus ikut, dong !"" Tukasnya bersyarat.
""Hahaha."" Tawa kecil itu seakan mengejek Biru. ""Masalah ? Tuan Sagara bisa saja, Tentu saja anda boleh ikut...toh, memang seharusnya kan, Suami menjaga istri cantiknya Kemana pun....kapan pun... seperti Security kan ? Jangan sampai ada yang membawanya pulang ke rumah orang lain. "" Bibir Bara memang tajam layaknya silet sudah menggores kulit Biru.
""Hat--!""
Biru tersenyum jumawa... Istri imutnya memang luar biasa, Petitenya pun bisa menjadi tamengnya dalam membela harga dirinya yang di olok olok.
""Eum, kalau begitu saya permisi, Nona Mentari ! senang menjalin HUBUNGAN dengan anda, nanti malam datang lah, bersama Security anda !"" Bara tersenyum ramah, bertopeng. Dalam hatinya dongkol dengan Biru yang terlihat tersenyum miring kepadanya. Istri sempurna... Aku mengidamkan istri yang seperti ini, Cantik and Smart... Sangat menarik !
Batinnya begitu memuja wanita yang baru pertama kali di lihatnya, Memuja tidak masalah dong ?! pikirnya pendek.
""Ayolah, jangan marah kepadaku, ini bukan salah ku lho ya !""
Kepergian Bara, Mentari merengek merayu, agar suaminya kembali tenang. duduk di pangkuan Biru yang sudah memasang wajah ngambeknya. Tangan itu pun sudah mengalung mesra di leher Suaminya.
__ADS_1
""Nambah hari, tambah pintar untuk merayu ya sekarang ! Aku bangga punya istri seperti mu... Teruslah seperti ini, Petite ku."" Jawil gemas di kuncup hidung Mentari.
""Mana ada, aku bukan merayu tap---Hmmppp !""
...****...
Di kantor Senja, Bang Sam masuk kedalam ruangan Senja dengan membawa kabar baik untuk bosnya itu. Langit pun ada di sana duduk di hadapan kebesaran senja.. duduknya itu lho, menopang dagunya di meja, dengan wajah merengek masih berusaha minta di maafkan. Sangat konyol.
""Senja !"" Rengeknya untuk kesekian kalinya. Senja masih sangat irit bicara.
Bang Sam yang melihat tampan bodoh Langit, terkikik geli...puas, dulu saja Bosnya di perlakukan tidak baik oleh si Mendung ini, sekarang lihatlah ? mengenaskan kan ! Bang Sam kadang kesal sendiri kalau mengingat kejadian di kolam renang, di mana...Bos cantiknya di dorong kedalam kolam renang malam malam oleh si Langit yang menyebalkan.
""Bos cantik, kita dapat klien baru... Ingin mencoba hasil produksi kita sayang, dari luar negeri lho, tapi asli pribumi sini... kebetulan lagi pulang...ini kartu namanya.."" Lapor Bang Sam menyodorkan secarik kartu kecil.
Senja meraihnya dan membaca nama itu. "" Shanum Alda Bertho."" Bacanya.
Langit mendongak lurus lurus yang tadinya tertunduk. menarik kartu tersebut dan membacanya juga dengan ekspresi terkejut. Senja tersungging misterius.
"" Nanti malam, pihak mereka mengajak mu untuk meeting, katanya sekalian makan malam."" timpal Bang Sam menjelaskan.
"" Batalkan !"" Tolak Langit tegas.
""Hey apa apaan kamu ini, Enak saja, main tolak tolak rejeki !"" Senja melototi Langit, gilaran bersuara Senja sangat ketus. ""Terima, bilang ke mereka, Saya setuju...Nanti malam saya akan menemui orang yang bernama Shanum ini."" Pukasnya telak. Senja yang tadinya hanya menerka...jadi yakin, kalau Shanum ini adalah wanita yang sama yang pernah di ucapkan Biru dan Langit Secara kompak Cinta pertama.
""Sen---!""
""Kalau memang sudah melupakannya, maka jangan takut...atau sebenarnya kamu takut ?! Takut mengakui perasaan mu yang sebenarnya masih ada rasa spesial untuk orang yang katanya cinta pertama."" Tantang Senja.
__ADS_1
""Cih, jangan sok tahu itik ku ! Lihat saja nanti malam, aku akan membuktikannya kalau dia itu masalah yang harus di kubur sedalam dalamnya....Aku pun yakin kalau Biru akan berpikiran sama dengan ku."" Langit pergi begitu saja setelah menjelaskan kekesalan hatinya.
""Bagus ! aku mau melihatnya !"" Bibir Senja melengkung miring, ingin membuktikan Ucapan Langit. Bekerja sekaligus membuktikan cinta suami ku, berbahaya !