RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 214


__ADS_3

Plaaak


Eits bleeek ding, Tidak kena !


Saat Senja berdiri dari duduk syantiiiiknya, Jum sudah ancang-ancang siap, Ia tahu kalau Daeng Mentari yang sudah di anggapnya sebagai kaka pun akan naik pitam mendengar adiknya di tikung, Pasti akan ada kekerasan fisik, Tebaknya.. biasalah wanita, Kalau bukan tarik tarikan rambut dalam berantemnya, ya satu lagi...Tampar pipi.


"" Aduh, Senja !"


Pfhuuu, Jum sebenarnya Ingin terbahak plus kasihan ke pipi Satria, Tamparan Senja jatuh di pipi asia Thai itu. Karena ia tadi berkelit dengan cara menunduk dan berakhir Satria yang berdiri di belakang terkena cuy.


""Maaf ! Salah kan saja wanita yang ada di belakang mu."" ketus Senja.


Senja ingin sekali makan tuh sifat santai Jum, Bisa bisa nya sekarang Tersenyum di saat sudah berlindung di belakang Satria.


Tapi...Ada takut nya juga woman ini, Buktinya Jum berlindung di punggung kekar calon suaminya.


""Sudah Itik, jangan main fisik ! Kita nunggu Biru datang, ia sudah di jalan bersama Mentari juga. Biarkan Jum koid di tangan Mentari sendiri."" Lerai Langit menarik Senja untuk duduk lagi di dekat Bintang dan Dirgan juga Nata yang sedari tadi cuma diem. Bintang pasti akan bereaksi saat sepupu yang ternyata bejad , Datang.


Pertanyaan mereka ? Sejak kapan Jum ada affair bersama Biru ? apa saat Mentari koma ? Kan namanya laki laki yang punya hormon testosteron butuh di salurkan, Tapi kenapa Biru memilih Jum ? itu sama saja menghancurkan empat kubu sekaligus. Yakni..Dari pihak Satria, Batara, Sunjaya, juga dari kubu Jum sendiri. Rumit uih !


""Benar itu kata pak Langit, kita nunggu pak Biru beserta istri sah beliau, jadi sebelum aku di eksekusi boleh dong makan makan cemilan cepulu dulu."" Kalem Jum benar benar menguci kesabaran enam kepala di hadapannya, Bintang yang pintar bela diri rasa rasanya ingin men-Jab tuh wajah. Tapi sabaaaar ! Biarkan Jum menikmati satu toples kue kering dulu, itung-itung sebagai pengganti tenaga yang akan dapat boom waktu dari mereka semua.


Enak juga nih kue ! Rakus Jum benar benar santai macam di pantai menikmati kue kering yang di tariknya di hadapan meja sofa yang di duduki Bintang dan Senja, ia kan lapar belum makan malam dan sekarang ia duduk di sigle sofa paling pojok seraya mulut itu ngunyah terus...plus ancang-ancang waspada keselamatan, siapa tahu macan tul tul betina Senja Membuat pergerakan tak terbaca, Bisa remuk redam tuh wajahnya atau rambutnya bisa saja pitak di tarik oleh Senja.


Ceklek....


Nah, sih tersangka atu yang tak tahu apa apa datang, bersama bini tercintanya sebagai kunci kerumitan yang terjadi di dalam ruangan ini, Jum semakin santai saja mengunyah makanannya. Biarkan ke-dua kepala yang baru datang ini bekerja, Jum mau jadi penonton bioskop live streaming di hadapannya dengan kue kering pengganti popcorn di mulut Seraya menunggu kata maaf mungkin dari orang orang yang menuduhnya ada affair Bersama Biru. Gelooo saja ia ada affair Bersama manusia setengah singa macam perangai Biru.. iiiiih seram !!!


""Woh, pada ngumpul, ada ap---adudududuh."" Biru tetiba aduduh ria. Bintang tetiba bangkit dan menjewer telinganya yang sampai sekarang masih bertengger tak mau lepas. Dirgan dan Nata kompak menahan senyumnya dari berdirinya mereka masing-masing. Langit Senja dan Ksatria milik Jum sudah memancarkan bau bau darah mendidih.


""iiih, kak Bin ! lepas, kenapa di jewer !""


Mentari menepis paksa tangan Bintang yang ada di telinga Biru. ia tidak terima Suaminya di lukai.


""Ck, Mentari ! kalau Lo tahu kelakuan Biru yang sesungguhnya di belakang Lo, mungkin bukan jeweran yang Lo beri ke Biru, Tapi kapak, Mamen bin Katana yang Lo beri di leher Biru, mureeen."" Ketus Bintang.


Biru garuk kepala bodoh di sini, salah ia apa ? perasaan sedari tadi ia bersama Mentari dalam rangka berpacaran halal. Satria juga kenapa tuh rahangnya sudah mengeras dengan delikan tajamnya seakan akan mau memakannya.


Pertunjukan langkah ini mah !!! Santai Jum masih asyik menonton Ftv live.


""Emang salah gue apa, sepupu galak eum ? aneh Lo mah !!!"" Bingung Biru.

__ADS_1


"iya ! Salah Suami saya apa, kak Bin ?"" Timpal Mentari penasaran.


""Laki Lo ada affair ama sahabat orok Lo,noh !"" Tembak geram Senja, menunjuk Jum dengan gerakan dagunya, dan tatapan marahnya ke wajah Biru yang nampak terkejut akan masalah ini.


Jum yang menjadi kambing hitamnya, melambai ria tanpa suara menyapa Mentari. di balas kerutan dahi Mentari yang bingung. Apa kata Daengnya Affair ? What ?


""HULK ! kamu sama J--!""


""Mana ada, kenapa bisa ada gosip seperti itu, hah...?"" Biru langsung menepis tegas tuduhan itu. ""Jum !!! apa ini ulah Lo !"" Delik Biru ke Jum dengan oktaf tingginya.


Jum melirik dengan kedipan bahunya, Pertanda saya tidak tahu, Cueknya pakai ngeselin dan membuat Satria jatuh patah hati sepatah patahnya.


""Kami memergoki Jum, Check in di hotel kita atas paket kamar bulan madu dengan nama Lo di sana sebagai pasangannya."" Jelas Nata yang sedari tadi diam.


""Betul kata Nata !"" Timpal Dirgan bersuara.


""Dan ini bukti check in nya."" Ujar Langit pun menimpali dengan memberi copy data yang sudah di print dari data hotel.


Biru pun meraihnya dan meneliti kertas itu. matanya melotot, hampir keluar dari wadahnya dengan data dirinya ada di sana... Jum, awas kau... kalau Mentari sampai percaya semua ini...koid karir Lo di kota ini. Geramnya dalam hati.


Mentari sendiri mendengus dalam hati, sadar akan kesalah pahaman ini.... Gagal maning gagal maning son. Jum sih Ogeb, kenapa dia check in nya di hotel para singa singa ini, hah ! kecewa sudah dirinya karena kejutan puncaknya gagal yang sudah di atur dalam kamar luas itu.


""Petite sayang ! Jangan percaya ya ! ini itu tidak benar, aku di tuduh sayang ! entah apa maksud Jum akan Semua ini, tapi sumpah demi semesta ku, aku tidak ada affair dengan sahabat mu itu. Percaya yah Sayang !"" Biru sudah panik mengubun tinggi, jangan sampai Mentari termakan tuduhan tidak benar.


""Huawaaa...Hikkssss....Hiksss, kalian jahat !""


Jum menahan gelaknya atas kesedihan tangis kejer Mentari. Biru dan yang lainnya mengira Mentari menangis karena percaya dan kecewa atas masalah ini.


Satria dan Senja yang melihat raut Jum yang santai saja tak ada rasa kasihan atas ke sedihan Mentari, menjadi marah ke Jum. Senja mengepal erat tangannya. Satria lemas di tulang persendiannya. Jum hanya mempermainkannya. Hancur hatiku...


""Juuuuum, ini tuh gara gara Lo, Lo jadi sahabat busuk amat sih hatinya, hah !"" Marah Senja mengomeli.


""Gue nggak nyangka Lo bisa serendah ini Jum, Lo juga Biru ! Jadi teman Lo tak ada rasa simpatiknya ke Gue, Lo kan tahu kalau gue dari dulu naksir Jum. Oke...gue ngerti atas hormon testosteron lho sebagai laki laki yang haus dalam tiga tahun ini, tapi kenapa lo ngebidik Jum sih !"" Kecewa dan marah terpatri di hati Satria.


"ASTAGA... KALIAN TUH SALAH BESAR !!!" Bentak Biru menepis tuduhan. ""Jum jelasin ke Mentari Kalau semuanya tidak benar !"" Mohonnya agar Jum bersuara, dengan diamnya si woman ini kan malah membuat orang orang percaya.


"Petite, percaya sama aku ya sayang, please !"" cemas Biru.


""Huaawaa, aku percaya hulk, tapi semuanya jahat... Mereka sudah membuat suprise untuk mu gagal !!! aku yang menyuruh Jum untuk semua ini, eh... mereka semua membongkar rencana ku. GATOT TOT TOT. Aaaarhh!!! Kamu juga Jum....dari sekian banyak hotel di kota ini, kenapa milih hotel ini sih ?""


Hah.. kepala yang sedari tadi salah paham, mengerti sudah akan kesalahan ini. Mampus !!!

__ADS_1


"" Yaelaah Tar, Mana gue tahu Ogeb kalau hotel mewah ini punya singa eh orang orang hebat ini. di sini gue yang rugi tau nggak Tar...Gue bayar mahal mahal ntu kamar buat Lo, tau taunya masuk ke saldo Lo juga, Gue tahu ini hotel milik Biru mah, ogah juga gue ngeluarin duit banyak.. padahal gratis mah Bisa.""


Akutansi medit Jum kambu parah. ia mengabaikan tatapan penuh rasa bersalah dari kepala kepala yang sudah mencacinya, tadi. apalagi Satria sudah kempas kempis tuh hidung saking bersalahnya ke Jum.


Semua kepala yang tadinya shock akan masalah yang hanya salah paham, Bungkam masing-masing dengan wajah pisss babe ke Mentari juga Biru dan Jum.


""Apa lihat lihat semuanya.!"" Sembur Mentari ke semuanya termasuk Biru.


" Lo juga Apa ?."" Jum juga memamerkan rasa Kesalnya ke Satria yang sudah menilainya buruk.


""Aduh, Gue lupa nih...Dibi sedari tadi minta di beliin sate kambing, ayo honey...kita pergi."" Kelit Bintang, Dirgan yang tadi diam pun menurut, Tak enak ke Mentari dan Biru, apalagi ke Jum.


""Petir pun sepertinya butuh kita Mendung !"" Senja dan Langit pun beranjak pergi, kabur. ""Jum sayaaaaang ! maafkan Daeng ya, khilaf sesaat tadi ntu !"" Lanjut Senja yang sudah di tengah pintu.


""Yaaaak, kabur lah kalian, gue mau habisin kue ini dulu !"" Kunyah Jum ke kue Secara dongkol ke orang orang main kabur saja..


""Nata ? Apa Lo mau kabur juga..."" Tekan Biru.


""Pisss babe Mentari juga Jum dan Biru ! Gue ada meeting dadakan di ranjang !"" Kabur Nata pun.


""Yaa, sana lah kalian, bubar bubar !"" Songong Jum berteriak. Mata itu pun mendelik tajam ke Satria yang garuk tengkuk seperti orang bodoh. ""Bapak Satria tidak mau kabur kah, hmmmmm ?""


""Nunggu kamu kabur ke hati ku, sayang !"" Reflek Satria merayu.


""Ck !"" Malas Jum. Matanya pun melirik Biru dan Mentari yang diam diaman. beranjak dengan toples kue di sela pinggangnya yang di apit.


""Mentari, Bos Biru.. saya pamit ya.. kalian kan bisa melanjutkan suprise yang gagal itu, iya kan Pak Biru.""


""Tentu saja !"" Kedip Mata Biru ke Mentari.


Dan Jum Tersenyum melihat itu, beranjak cepat keluar di ikuti Satria yang akan mengeluarkan seribu kata rayunya membujuk Jum yang rupa rupanya marah akan penghinaannya, tadi.


" Ayo Petite...kita pergi ke kamar yang kamu siapkan !"" Bujuk Biru.


""Tidak jadi, Sudah gagal ! Tidak seru ! Batalkan saja, Dan selamat ulang tahun.. Huaaaaa, aku tidak pernah berhasil membuat mu senang Hulk... Tidak seperti dirimu yang selalu berhasil membuat aku senang ! dasar Mentari tidak becus !"" Sebalnya ke diri sendiri yang Gatot sudah.


Biru Tersenyum geli akan air muka Mentari yang sedang merajuk.


""Di sini pun jadi lho Petite.!"" Nakal Biru langsung menyerang Bibir Mentari yang sedari tadi mencibik cemberut, menggodanya untuk segera di cicipi.


"" Hmmmpp !""

__ADS_1


__ADS_2