RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 169


__ADS_3

Rasa rasanya Biru ingin memperagakan gerakan Salto beberapa kali setelah mendengar penjelasan dari Farel, Dokter plus teman lamanya ini. Apa dia kata ? Lo kagak apa apa ! Penyebab Lo hoek hoek karena mengalami morning sicknees, Kalau Lo kagak percaya.. Temui dokter Anita di lantai khusus ibu ibu mblendung, Jelas Dokter Farel setelah memeriksa keseluruhan dari tubuhnya dan sedikit sesi tanya menanyai Mentari terakhir kali mendapatkan tamu.


Dokter Farel kagak berani memeriksa bin menyentuh inci kulit si milik Sagara ini, Stetoskop belum menempel di perut Mentari saja sudah di pelototi oleh si Singa yang lagi ngeblen ini.


Asssyiiiik, Yes...Yes...Yes..! Mendadak Biru loncat loncat dengan bersorak bahagia, Farel dan Mentari sampai menganga lebar lebar dengan mata tak berkedip memandang Biru yang rasa rasanya akan mengguncangkan ruangan praktek dokter Farel.


""Oi, Si anying... Lo lompat dua kali lagi dengan tubuh Lo yang kayak pohon guede itu, maka lantai tiga ini akan rubuh, Percaya sama gue, Lo kagak akan menjadi bapak seumur hidup Lo karena Lo akan berhadapan langsung dengan sang Khaliq."" Sembur Farel galak, Beberapa alat medisnya tersenggol Biru hingga jatuh berserakan.


Mentari masih kurang WIFI di sini, belum konek servernya. Otak lempengnya lagi menyambung sambungkan penjelasan dari Farel. Kalau dia hamil ? Harusnya ia seperti Daengnya dong, Kenapa Hulk-nya yang mabok ? apa rahimnya pindah ke keperut Biru ? ah, tidak ada tuh penjabarannya seperti itu selama menjadi mahasiswinya Om Radja-nya. Otak Ensiklopedia nya rada rada rusak di sini, wajar lah, ini kan pengalaman pertama untuknya, Sebelumnya ia tidak pernah kan di kerubunin satu orang hamil pun dari sekitaran keluarganya.


"Aaaargh.""


Tetiba pijaran Mentari melayang di udara, di depan mata Farel, Biru mengangkat tubuhnya. ini si Hulk urat malunya sudah putus apa ? bisa bisanya mengecup sana sini wajahnya di hadapan Farel, mana nih dokter jomblo akut lagi, kalau kepengin kan bahaya... Nanti yang menjadi pelampiasan dokter Farel ya...itu, Patung di atas nakas yang bagian isi perutnya terlihat semua...kan kasihan, kasihan patungnya, maksudnya !


""Astaga si Hulk bodoh, Kalau Lo jingkrak jingkrak dengan tubuh Mentari di atas gendongan Lo, yang ada cabang bayi Lo bisa keluar berbentuk darah sebelum Lo lihat wajahnya."" Sembur Farel lagi, ni calon bapak kok gini amat sih, Terkesiap senangnya melebihi Langit, Langit hanya sekedar memeluk dirinya tidak seperti si Hulk Mentari yang kadang terlihat gila ini. Eeeh...Tapi tunggu... Tunggu dulu, Langit juga sama saja gilanya karena Kemarin ia di peluk dengan berucap I Love you. Mantu Batara memang tidak ada yang waras, Cuy !


""Hehehehe !"" Dan Biru hanya tercengir Pepsoden* seraya menurunkan Mentari dan sekilas mencium bibir Mentari.


Lagi lagi Farel panas dingin di buat kelakuan dari teman lamanya ini. "" Sudah deh, Bi ! Sana Lo temui Dokter Anita, Lo lama di sini bikin kepala gue pusing."" Usir Farel ketus.


""Sebagai tanda terimakasih gue, selain gue bayar administrasi, sini gue pijetin kepala Lo, sejenak baru gue pergi."" Biru mendekat, menggoda.

__ADS_1


""Benar Lo mau mijat kepala gue, ya sudah sini, di hadapan Mentari Lo pijat gih kepala adik gue yang di bawah perut ini."" Farel melempar godaan.


""Ai, dasar Saitoni..Sintiiing !!!"" Biru berangsur mundur kembali di dekat Mentari. "" Ayo sayang, kita ke ruangan Dokter Anita, Dia juga teman lama ku.. seperti Dokter Farel yang tampan ini, tapi sayangnya kagak laku."" Tengil Biru mengejek. Di hadiah lemparan gumpalan kertas dari Farel.


""Eum, Ayo ! Tapi tunggu dulu..Aku ingin bertanya ke Dokter Farel !"" Ujar Mentari dengan keganjalan perkataan Farel yang katanya kepalanya pusing tapi yang di bawah perut. Kepala apa itu ? Lempeng kagak peka kembali lagi menyala di otak yang kurang Kepekaan ini.


""Dokter Farel, Kepala di bawah perut tuh memang ada ya ? Kok saya baru tahu ya ? Seperti apa tuh penampakannya dan pusingnya rasanya bagaimana tuh ??!.""


""Hahahhhhh. "" Farel tak kuat menahan tawanya. Apalagi melihat wajah Biru yang langsung kecut sekecutnya.


""Jangan ta---!""


""Yakin Lo mau tahu Mentari ? Sini gue kasih lihat !"" Si Farel tak kalah tengilnya menggoda Biru. "" Kepalanya bisa cenat cenut lho, Sini mende---!""


Dengan Santai di hadapan Farel, Biru meraih tangan kanan Mentari, menaruh tangan itu tepat di bawah pusarnya. Istrinya ini kalau di jelaskan dengan kata kata saja, rasanya kurang afdol, sekalian saja menjelaskan seraya mempraktekkan, biar langsung konek tuh server.


Haiiiiis makjang... Mentari malu setengah mampus ini, jangan mampus dulu ah sebelum melahirkan, menjadi ibu yang baik, menjadi Oma keriput...baru deh mati tak apa. Ini rasa rasanya keseluruhan wajah Mentari sudah nampak merah panas ini, Si Hulk-nya memang ajaib kelakuannya, Oh No.. Di depan Farel tangannya di lecehkan oleh suami gendengnya sendiri.


""Au ah gelap !"" Mentari menarik cepat tangannya dari permukaan celana Biru yang tepat di area bahaya si Hulk yang kadang menyebalkan ini.


Hahaha, Dan dua kepala pria itu terbahak begitu luwes tanpa beban.

__ADS_1


""Tawa aja terus, Aku mau pulang !"" Dengus Mentari sewot, Wong lagi memerah malu, si dou pria ini malah asyik tertawa mesu*.


""Bro, Thanks !"" Biru pun pamit mengejar langkah panjang Mentari.


...*****...


Di depan ruangan dokter spesialis kandungan, Dr Anita baru saja menutup ruangannya, bersiap pulang, hari kerjanya sudah usai.


""Eeeh, Nit ! Mau kemana ?"" Cegah Biru dengan suara baritonnya, Mentari yang di sampingnya sampai mendengus kecil.


Dokter Anita membalikkan badannya penuh ke asal suara. "" Biru ?"" Senyumnya ramah. Ia pun tersenyum lebar ke Mentari. "" Ada apa Bi ? Gue mau balik ni, jam kerja ku telah usai, apa ada yang perlu gue bantu ?""


Biru pun menjelaskan maksudnya, dan tentu saja si Dokter Anita mengabulkan permintaan si teman lama.


Tanpa banyak sesi tanya, Dokter Anita melakukan tes kehamilan untuk membuktikan penjelasan Dr Farel yang hanya menerka nerka saja Sebelumnya. Senyum lebar itu pun terulas begitu saja saat hasil sudah di tangan.


""Bagaimana Nit ? Si Farel kagak ngebohongin gua kan, awas saja kalau si kunyuk itu ngengibul doang. Gue bom tuh Lantai tiga.""


Mentari diam seribu bahasa di sini, Jantungnya dag dig dug. Semoga saja ada isinya, biar mertua dan suaminya yang begitu terlanjur bahagia saat ini tidak merasa kecewa, ia tak rela senyum bahagia Biru saat ini, terpatahkan.


""Lo kagak berubah Bi, Dari dulu ampe kian waktu, masih saja menggebu-gebu...Sabar ya...Ayo kita buktikan ! Nona muda Sunjaya, tolong berbaring di atas brankar, kita akan lihat apakah ada kehidupan di sana, Langit pun kemarin sama saja dengan mu Bi, menggebu gebu tak sabar. Tapi saat melihat perut istrinya, dia malah nangis coba ? Gue harap si Lo kagak lebay kayak Langit ya.""

__ADS_1


Dan Dokter kandungan satu anak ini pun, menyikap baju Mentari di bagian perut, memberi kan jel khusus untuk melakukan Usg dini.


Penjelasan Dokter Anita membuat Biru dan Mentari terharu seketika, Ini dan ini itu, Adalah calon bayi mereka, Jelasnya, dan betapa bahagianya sepasang suami istri itu saat kembali mendengar penjelasan Dokter Anita, Anak mereka akan kembar... Kembar ! dua titik kehidupan di perut istrinya sekarang ini. Alhamdulillah ! Kuasa mu begitu nikmat dan adil... Kembaranku kau Ambil di waktu itu, dan sebagai gantinya, kau begitu besar telah menaruh dia di perut ku, Kembaran ku Kembali dengan berwujud darah daging ku ! Syukur Mentari dalam keterharuannya.


__ADS_2