Suamiku Anak Yang Terbuang

Suamiku Anak Yang Terbuang
Pertemuan


__ADS_3

Di lain tempat, tepatnya di sebuah Restoran sederhana. Seyn menghentikan mobilnya di parkiran, kemudian segera masuk ke dalam Restoran.


Saat memasuki Restoran, Seyn celingukan mencari tempat duduk yang kiranya nyaman dan tidak begitu banyak orang di sekelilingnya. Namun, justru yang Seyn dapati hanya kepadatan pengunjung. Mau tidak mau, Seyn terpaksa mencari tempat duduk yang bisa ia duduki.


Tiba tiba kedua matanya tertuju tempat duduk yang masih kosong, bahkan masih bisa untuk ditempati dua orang. Senyum mengembang pun terlihat jelas pada kedua sudut bibirnya.


Seyn segera mendekatinya, ia takut akan diduduki orang lain.


Saat menarik kursi, kedua mata Seyn tertuju dengan sosok wanita yang ada didepannya. Keduanya pun saling menatap satu sama lain, Seyn tidak memperdulikannya. Seyn tetap duduk, ia tidak perduli ada seseorang dihadapannya.


"Hei, ini tempat dudukku." Ucapnya sedikit kesal sambil menatap wajah Seyn.


"Enak saja, siapa dulu yang datang kesini." Jawabnya enteng.


"Enak saja kata kamu, aku tuh yang duluan datang kesini. Sekarang kamu cari saja tempat yang lain, aku tidak mau." Ucapnya yang masih terus berdecak kesal.


"Kalau aku tidak mau, kamu mau apa?" jawab Seyn dan bertanya.


"Bodoh amat, aku tetap mau duduk disini." Ucapnya, kemudian salah satu pelayan telah menghampirinya. Dengan kesal, mereka berdua memesan porsi makan malamnya. Keduanya pun tidak mau kalah, dan tetap saja masih duduk pada posisinya masing masing.


"Hei, jutek. Masih ada kursi kosong tuh, sana pindah." Ucap Seyn sambil menunjuk kearah yang dimaksudkan.


"Bawel, kamu sendiri sana yang pindah. Apa kamu tidak lihat? tuh, ada sosok laki laki yang duduk di kursi itu." Jawabnya kesal, kemudian memalingkan pandangannya.


Seyn tersenyum mendengarnya, dan sekaligus melihat ekspresi wanita yang super unik.


Tidak lama kemudian, salah satu pelayan tengah datang membawakan porsi makan yang sudah dipesannya.


Dengan santai, keduanya menikmati makan malamnya seperti sepasang suami istri. Tanpa disadari oleh keduanya, banyak beberapa pengunjung tengah memperhatikan keduanya seperti Tommy and Jerry dan terkadang terlihat suami istri.


Setelah cukup lama menikmati makan malamnya, Seyn maupun wanita tersebut telah selesai menghabiskan posisinya masing masing. Kini, keduanya saling adu pandang satu sama lain dalam posisi saling berhadapan.


"Biasa saja melihat lelaki tampan sepertiku." Ucap Seyn membuyarkan lamunannya.

__ADS_1


"Cih! kepedean, siapa bilang kamu lelaki tampan. Jelek, dan bulukan begitu dibilang tampan." Jawabnya dengan kesal.


Tanpa pikir panjang, Seyn segera bangkit dari posisi duduknya. Namun, tiba tiba ditahannya.


"Aku duluan yang pergi dari tempat ini, kamu tetap disini sebelum aku membayarnya." Ucapnya dengan tatapan kesalnya, Seyn pun hanya mengangguk sambil meneguk air putih.


Masih didepan kasir, wanita itu sedang mengantri untuk membayarnya. Setelah menunggunya cukup lama, kini gilirannya untuk membayar.


Berkali kali ia merogoh saku celananya maupun jaketnya, namun masih saja tidak ia dapati dompetnya. Dengan perasaan gelisah dan malu tentunya, wanita tersebut bingung harus berbuat apa.


'Kenapa dompetnya tidak ada, perasaan tadi aku membawanya deh. Ah! sialan, tadi aku masuk ke ruangan kerja papa. Dan aku meletakkan tas ku di meja kerja papa, bagaimana ini. Ponsel saja tidak aku bawa, apa yang harus aku tunjukkan.


"Maaf mbak, buruan dibayar. Yang lainnya sudah mengantri loh, apa jangan jangan modus nih. Kalau tidak punya uang itu tidak usah bergaya layaknya orang kaya, memalukan." Ucap seseorang dibelakangnya, ia pun merasa geram dipermalukan didepan umum.


"Enak saja, tas aku itu tertinggal di rumah. Karena terburu buru, aku lupa membawanya. Jadi orang tuh ya, jangan suka berburuk sangka." Jawabnya penuh kesal.


"Aku suaminya, tadi istriku lupa membawa tas nya. Makanya aku mengikutinya, katakan saja berapa jumlah keseluruhan yang harus aku bayar." Ucap Seyn yang tiba tiba sudah berada di belakangnya.


Wanita tersebut pun kaget dibuatnya, kedua matanya pun terbelalak saat melihat sosok laki laki yang baru saja menikmati makan malam bersama dalam satu meja. Wanita tersebut pun tidak bisa berkutik apa apa, selain malu juga berterimakasih atas pertolongan dari Seyn.


"Hei, lepaskan tanganmu. Kamu mau mencari kesempatan, ya." Ucapnya sambil melepaskan tangannya dari Seyn.


"Mencuri kesempatan kamu bilang, enak saja. Kalau bukan karena aku, mungkin saja kamu sudah jadi ondel ondel tuh sama orang orang yang ada didalam." Jawab Seyn.


"Iya ya, maaf. Terima kasih kamu sudah menolongku, tenang saja jangan khawatir kalau besok akan aku ganti. Berikan saja nomor rekening kamu, nanti aku transfer berapa yang kamu mau." Ucapnya dengan santai.


"Aku tidak butuh di ganti, anggap saja aku mentraktir kamu." Jawabnya, kemudian segera ia pergi meninggalkan wanita itu yang masih berdiri didepan Restoran.


'Dasar, laki laki aneh.' Batinnya, kemudian ia sendiri segera pergi ke parkiran. Sesampainya di parkiran, wanita itu menaiki motornya.


Didalam perjalanan, tiba tiba motornya mendadak berhenti. Dengan kesal, segera ia minggir ke tepi jalan.


"Sialan, kenapa juga harus macet. Mana tidak membawa ponsel, bengkel sudah pada tutup. Ah!! benar benar sial aku ini." Gerutunya, dan menendang ban belakang.

__ADS_1


"Kenapa dengan motor kamu? bocor?" tanyanya mengagetkan.


"Kamu!! kenapa sih, kamu lagi kamu lagi. Pantas aku selalu sial, sebab akan bertemu denganmu." Jawabnya masih menunjukkan muka masamnya.


"Tidak baik berprasangka buruk terhadap orang lain, sudahlah ayo aku antarkan kamu pulang." Ajak Seyn berusaha untuk ramah, ia menyadari akan sikap juteknya membuat orang yang dihadapinya semakin panas emosinya.


"Aku tidak mau, sana pergi saja." Jawabnya jual mahal.


"Serius? baik lah kalau begitu, jika banyak laki laki buaya darat tengah menghampirimu, jangan menyalahkan aku." Ucapnya, kemudian segera kembali masuk kedalam mobil.


Sedangkan wanita tersebut baru tersadar, bahwa dirinya sedang berada di jalan yang sepi. Ia pun kembali menimbangnya, tanpa pikir panjang langsung mengejar Seyn yang sudah berada didepan mobilnya.


"Tunggu! aku ikut denganmu." Ucapnya sedikit menahan malu.


Seyn pun menoleh kebelakang, dan dilihatnya wanita tersebut sudah berada dibelakangnya. Seyn membalikkan badannya, dan menatap wanita itu.


"Serius? masuk lah." Jawab Seyn, memudian membukakan pintunya dan mempersilahkannya untuk segera masuk.


"Aku duduk dibelakang saja." Ucapnya yang sedikit canggung.


"Hei, aku bukan supir kamu. Duduklah di depan, buang pikiran kotor dan pikiran burukmu itu." Jawab Seyn, wanita itu hanya bisa nurut dan mengangguk.


Kini, keduanya sudah dalam perjalanan pulang. Tidak ada sepatah katapun yang terucap dari keduanya, suasana benar benar sangat sunyi dan sepi.


Ssstttt.


Seyn mendadak menghentikan mobilnya, kemudian wanita itu menoleh kesamping. Begitu juga dengan Seyn, ia pun menoleh kearah wanita yang ada disampingnya.


"Kenapa berhenti?" tanyanya penasaran, dan sedikit takut saat dilihat sekelilingnya benar benar sangat sepi.


"Sudah aku katakan, jangan berpikiran buruk dan kotor terhadapku. Aku hanya ingin mengetahui nama kamu saja, tidak lebih." Jawabnya.


"Untuk apa?" tanyanya lagi.

__ADS_1


"Untuk melamar kamu, ya bukanlah. Apa kata orang tua kamu, jika kamu diantar oleh orang yang tidak kamu kenal. Bisa bisa, aku disangka yang tidak tidak." Jawabnya.


__ADS_2