Suamiku Anak Yang Terbuang

Suamiku Anak Yang Terbuang
#BONUS CHAPTER 18


__ADS_3

Zayen dan Seyn hanya tersenyum getir pada tuan Alfan, sedangkan tuan Alfan tertawa kecil tatkala melihat ekspresi Papa Papa muda yang tengah menunjukkan ekspresinya masing masing.


"Sudahlah, ayo cepetan kita susul mereka. Sepertinya akan menyenangkan liburan kali ini bersama keluarga." Ajak tuan Alfan pada putranya dan keponakannya, keduanya pun hanya mengangguk pasrah.


"Papa ...." seru putra Zayen dan Seyn memanggil dan berlari mendekati ayahnya masing masing.


Seyn maupun Zayen segera berjongkok dan merentangkan kedua tangannya untuk menyambut pelukan dari putra kesayangannya masing masing.


"Zicko, sayang ... sudah makan?" tanya Zayen sambil menatap gemas pada putranya. Sedangkan Zicko hanya menggelengkan kepalanya.


"Kenapa belum? Papa sudah lapar nih, ayo kita pesan ayam geprek. Nanti kita makannya berdua saja, bagaimana?" tanya Zayen pada putranya dan tersenyum.


"Tapi, Mama?"


"Papa ingin bercerita berdua dengan kamu, sayang ... berdua, kamu mau?"


"Iya, Icko mau."


"Anak pintar, ayo kita temui Mama sebentar." Ajak Zayen, lalu segera bangkit dari posisi jongkoknya, kemudian menggandeng putranya sampai ketempat tujuan. Tuan Alfan begitu tersentuh hatinya, ia tidak pernah menyangka akan kedekatan Zayen pada putranya.


"Aku sangat beruntung dari segala apapun, aku menemukan harta yang paling berhargaku yang pernah hilang. Kini, sosok putraku seperti anganku yang selalu untuk dekat dengan putranya. Semoga, seterusnya kamu akan selalu dekat dengan putramu. Hingga putramu akan terus hormat denganmu dan istrimu." Ucap tuan Alfan dengan lirih.


Tanpa disadari oleh tuan Alfan, ada sosok perempuan paruh baya di sebelahnya.


"Kenapa dengan putramu? apakah melakukan kesalahan?" tanyanya mengagetkan.


"Kamu? sejak kapan kamu sudah berdiri disampingku?" tanya balik tuan Alfan.


"Sejak kamu melontarkan sebuah kata kata yang sangat adem untuk didengar." Jawabnya.


"Lantas, kenapa kamu bertanya lagi padaku? hem. Kamu tahu? hari ini aku sangat bahagia, meski putriku jauh disana. Aku bahagia karena putraku, Zayen mampu mendekati putranya. Bahkan, aku lihat Zicko sangat nyaman bersama ayahnya. Semoga saja, kelak dewasa akan tetap selalu dekat dengan ayahnya." Ucap tuan Alfan pada istrinya.


"Semoga, aku pun berharap seperti yang kamu katakan. Oh iya, bagaimana dengan tuan Dana? apakah sudah ada titik terang?" jawab sang istri dan bertanya.

__ADS_1


"Sedikit ada titik terang, aku akan terus mencobanya untuk mencari keberadaan adik laki lakinya." Jawab sang suami menjelaskan.


"Jadi, tuan Dana masih mempunyai saudara? kenapa aku tidak pernah mengetahuinya?" tanyanya penasaran.


"Karena adik laki lakinya satu umuran dengan Zayen, ayah tuan Dana tengah menikah lagi dan memiliki anak laki laki." Jawabnya sambil berjalan menuju tempat yang dimana dijadikan untuk makan bersama.


"Jadi, adiknya tuan Dana seumuran dengan Zayen? jauh sekali perbedaan umurnya. Sungguh, tidak pernah aku bayangkan. Aku hanya bisa mendoakan, semoga kamu dapat membantunya untuk mempertemukannya pada adik laki lakinya." Ucap sang istri sambil berjalan beriringan dengan suaminya.


"Afna," panggil sang ibu pada menantunya.


"Iya Ma, ada apa? jawab Afna dan bertanya.


"Zicko dan suami kamu kemana?" tanya ibu mertua.


"Seperti biasa, Ma. Suami Afna selalu menyempatkan waktu untuk berdua bersama Zicko, itu cara kami untuk dekat pada sang jah hati, Ma." Jawab Afna menjelaskan.


"Sungguh, Mama tidak pernah menyangkanya. Jika kamu dan suami kamu memiliki prinsip yang sangat baik, semoga Zicko akan selalu dekat denganmu dan suami kamu." Ucap sang ibu mertua, Afna pun tersenyum mendengarnya.


Begitu juga deng Seyn, yang sama halnya memiliki sebuah prinsip yang sama. Seyn juga mengajak putranya pergi berdua untuk mendekatkan diri pada putranya.


"Iya Tante, suami Ney pergi bersama Egar hanya berdua." Jawab Neyla.


"Sangat baik cara pendekatan kalian, jadi ada waktu khusus untuk berbagi waktu dengan sang buah hati. Semoga, putramu maupun putra dari Afna akan tetap dekat dengan kalian." Ucap ibunya Zayen.


Setelah cukup mengobrol, kini semuanya tengah menikmati makan bersama didekat Danau kecil. Tepatnya, tempat yang dimana dijadikan tempat langganan Zayen untuk menikmati kebersamaan bersama orang orang yang disayanginya. Terutama sang istri, anak, dan keluarga.


Sedangkan ditempat lain, tepatnya di kediaman keluarga Danuarta sedang sibuk dengan pernikahan Kazza dengan Vella Gantara. Begitu juga dengan keluarga tuan Raska Gantara yang juga ikut sibuk mempersiapkan hari pernikahan putrinya yang tinggal menunggu hari yang sudah ditentukan.


"Cie ... yang mau menikah, menjadi ratu beberapa hari demi perawatan." Ledek seorang kakak sambil menyambar cemilan yang ada ditangan sang adik.


"Ih, kak Gio nih. Kenapa sih, dari kemarin itu bikin ulah terus. Vella juga pingin tenang nih, bosan tau di kamar." Jawab Vella dengan memasang muka cemberutnya.


"Kamu sendiri yang susah dibilangin, mau jadi pengantin baru itu dilarang keluar kamar." Ucap sang kakak yang terus mengganggu sang adik.

__ADS_1


"Ma, cariin jodoh buat kak Gio sih. Dari kemarin gangguin Vella terus deh, Vella kan jadi tidak bisa memanjakan diri Vella." Ucap Vella pada ibunya sambil merajuk.


"Kamu sendiri kenapa duduk santai di ruang keluarga? bukankah sudah ada tempat khusus untuk bersantai? hem." tanya sang ibu.


"Tidak nyaman, Ma." Jawab Vella dengan memasang muka lesu.


"Ya sudah kalau begitu, Mama mau keluar sebentar. Mama dan Papa ada urusan sebentar, jangan berantem lagi." Ucap sang ibu mengingatkan pada kedua anaknya.


"Iya, Ma ..." jawab keduanya serempak, Gio dan Vella.


"Dan kamu Gio, selesaikan pekerjaan kamu. Karena sebentar lagi mendekati hari pernikahan adik kamu. Pastikan semuanya beres dan tidak ada yang tertinggal, ingat itu." Ucap sang ayah menimpali, Gio sendiri kaget mendengarnya.


"Iya, Pa ... Gio akan segera menyelesaikan pekerjaannya." Jawab Gio dengan memasang muka memelas.


'Papa kalau muncul sudah seperti film ghoib saja, tapi giliran permintaanku seperti angsuran yang sulit untuk membayarnya.' Batin Gio sambil menggaruk garuk tengkuk lehernya yang sedang tidak gatal.


Setelah kedua orang tuanya pergi, kini masih ada Gio dan Vella. Sedangkan Vella memilih untuk kembali masuk kedalam kamarnya, Gio sendiri segera bersiap siap untuk berangkat kerja ke kantor.


Mau tidak mau, Gio adalah penerus ayahnya kelak. Jadi, semua tanggung jawab ada pada Gio sepenuhnya, apapun itu.


Dilain tempat, tepatnya di keluarga Danuarta. Kaza kini sedang duduk santai sambil menikmati secangkir kopi hangat, tepatnya di taman kecil dibelakang rumah.


Suasana yang dirindukan, kini tidak dapat lagi diulang. Semua tinggal kenangan, dan hanya dijadikan sebagai pengingat dan kerinduan.


"Kazza, kamu sedang apa?" tanua sang ibu mendekati putranya.


"Mama, Kazza sedang duduk santai. Ada apa, Ma?" jawab Kazza dan balik bertanya pada ibunya.


"Tidak ada apa apa, Mama hanya bertanya saja." Jawab ibunya dan duduk disebelah putranya seperti biasanya, kemudian sang ibu mengajaknya untuk mengobrol dan berbagi cerita.


Sepertinya ada yang masih bingung ya? Guntara dan Gantara.


Guntara adalah adik dari tuan Dana, sedangkan Gantara adalah orang tua dari Vella dan Gio. Keduanya tidak ada hubungan khusus.

__ADS_1


Sedangkan keluarga Guntara sudah rilis di Novel "Pernikahan Bayaran" di Novel tersebut ada kisah Zicko anaknya Zayen.


Penasaran? ayo dikepoin... 😃😃😃


__ADS_2