Suamiku Anak Yang Terbuang

Suamiku Anak Yang Terbuang
Tersalurkan


__ADS_3

Neyla masih belum dapat untuk berbicara, terasa malu dan memalukan, pikirnya.


"Sayang, aku ini suami kamu. Kenapa kamu mendadak tercengang begitu, hah?" tanya Seyn sambil melambai lambaikan tangannya didepan wajah istrinya.


"Kamu ... sejak kapan kamu sudah berada dibelakangku, hah?" tanya Neyla balik bertanya.


"Sejak kamu mengganti pakaian, kenapa?" jawabnya sambil tersenyum menggoda dan tidak lupa mengedipkan satu kedipan disebelah mata kirinya. Neyla yang mendapati ekspresi suaminya itu, bulu kuduknya berdiri. Seketika itu juga, pikirannya langsung melanglang buana.


Seyn langsung mengambil kesempatan emasnya, sekilat mungkin segera merapatkan badannya pada istrinya. Neyla berubah menjadi gugup dan tubuhnya terasa lemas saat mendapatkan perlakuan menggoda pada suaminya. Neyla pun sadar diri, bahwa dirinya pun wanita normal pada umumnya. Yang dimana dirinya pun sangat membutuhkan sent*uhan lembut dari sang suami.


Tanpa aba aba, Seyn langsung mendaratkan ciu*mannya pada bibir ranum milik Neyla. Dengan rakus dan hilang kendali, Seyn seperti harimau kelaparan. Begitu juga dengan Neyla yang tidak lagi ada rasa canggung sedikitpun pada sang suami.


Dengan pelan, Seyn segera menuntunnya sampai diatas tempat tidur. Hingga keduanya hilang kendali dan semakin liar ulah yang memabukkan pada Seyn dan Neyla.


"Apakah aku boleh memintanya sekarang?" tanya Seyn berbisik didekat telinga sang istri, yang dimana dirinya sudah tidak lagi sabar menunggu jawaban dari istrinya itu.


Neyla sempat berpikir atas pertanyaan yang diberikan oleh suaminya. Dengan yakin dan percaya bahwa semuanya sudah tidak ada lagi kebohongan, Neyla mengangguk memberi isyarat pada sang suami.


Seyn yang sudah mendapatkan izin dari istrinya, dengan liarnya ulah Seyn semakin buas. Hingga tidak terasa pada Pertempuran terakhir membuat sepasang pengantin hilang kendali dan lolos dari pertahanan pada keduanya.


Setelah usai melakukan ritualnya, Seyn dan Neyla tergulung lemas dalam satu selimut. Hingga tidak terasa, Seyn dan Neyla tertidur pulas hingga rasa lapar pun ia lewatkan. Bahkan berkali kali mendapatkan ketukan pintu pun tidak dapat didengarkannya.

__ADS_1


Keduanya benar benar sibuk dengan ritual panasnya, bahkan rasa lapar berubah menjadi kenyang seketika saat keduanya dalam mabuk asmara.


Tepat pukul lima pagi, Seyn terbangun dari tidurnya. Dilihatnya sang istri yang terlihat kecapekan karena ulahnya yang ganas, Seyn baru mengingatnya kembali ketika dirinya terbalut selimut bersama sang istri.


'Aku benar benar sangat beruntung, selain mendapatkan cintanya. Sepenuhnya aku mendapatkan mahkotanya, untung saja dulu Reina hanya memanfaatkan aku. Hingga diriku tidak diperlakukan buruk pada tubuhku ini. Hingga aku masih diberi kepercayaan untuk mendapatkan mahkota yang begitu berharga dalam hidupku, aku berjanji akan selalu menjagamu dan membahagiakan kamu." Batin Seyn sambil mengusap lembut pukul kepala istrinya.


Dengan pelan pelan untuk tidak bersuara dan tidak membuat istrinya terbangun, Seyn segara bangkit dari posisinya dengan rasa remuk pada anggota badannya seperti habis kerja rodi dan bertempur di area. Lalu, ia langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri agar rasa sakitnya berkurang.


Setelah selesai mandi, Seyn segera mengenakan pakaiannya. Lalu menyisiri rambutnya yang sedikit basah. Tanpa Seyn sadari, bahwa saat dirinya menyisiri rambutnya ada sang istri yang tengah memperhatikannya.


Seyn dapat menangkap pandangan istrinya dari pantulan cermin yang ada didepannya, Seyn tersenyum lebar saat mendapati sang istri yang baru saja bangun dari tidurnya. Kemudian, ia langsung menoleh kebelakang dan menatap istrinya dengan lekat.


"Aku lapar. Tapi, semua badanku terasa remuk karena ulahmu yang liar itu." Ucap Neyla sambil menunjuk pada suaminya ke arah yang ia tunjuk, lalu Seyn mengikuti arah sang istri yang ditunjukkannya. Seketika, Seyn mengernyitkan dahinya.


"Hem ... jangan aneh aneh, apakah badan kamu sakit semua? kalaupun ia, ayo aku bantu kamu untuk segera mandi. Berendam lah dengan air hangat, supaya badanmu terasa mendingan. Otot otot yang tegang karena secara tiba tiba membuat seluruh anggota badannya terasa remuk tidak karuan." Ucap Seyn mengingatkan.


"Kamu tidak sakit? percayalah, kamu pasti sudah pernah melakukannya. Jadi, rasa sakit pun tidak lagi kamu rasakan." Jawab Neyla dengan menunjukkan muka masamnya.


Seyn yang mendengar ucapan dari sang istri, ia hanya menelan ludahnya kasar dan menetap serius pada sang istri.


Neyla yang mendapati tatapan suaminya yang terbilang serius itu, nyali Neyla langsung menciut begitu saja.

__ADS_1


Seyn langsung merangkul dan memeluk istrinya dengan erat. Lalu, sebisa mungkin ia menjelaskannya pada sang istri dengan jujur. Ia tidak ingin akan ada kesalahpahaman yang tidak diketahuinya.


"Aku jelaskan padamu, aku hanya menjadi jebakan mantan istriku Reina. Aku hanya diperalatnya, Sebenarnya Reina adalah istri dari paman Jordana. Jadi, percayalah denganku. Bukti rekaman di hotel yang pernah ia sewa untuk menjebakku, sudah aku dapatkan buktinya dan sudah aku serahkan saat menjebloskannya pada polisi. Jika kamu tidak percaya, tanyakan saja semuanya pada keluarga kamu termasuk Papa kamu yang ikut andil dalam menyelidiki semuanya." Ucap Seyn menjelaskan panjang lebar pada istrinya.


Disaat itu juga, Neyla mendongakkan pandangannya dan menatap suaminya dengan lekat. Sedikitpun tidak ia dapati kebohongan lewat kedua mata suaminya.


"Sekarang, aku percaya dengan kamu. Maafkan aku, jika aku sudah menuduhmu yang bukan bukan. Terimakasih ya, sayang. Kamu sudah menjelaskannya dengan detail, hingga tidak ada lagi yang aku curigai." Jawab Neyla, kemudian tersenyum mengembang. Lalu dengan cepat, Neyla meng*ecup bibir milik suaminya.


"Sudah berani ya, sekarang ini. Hem ... sangat bagus. Sini, aku bisikan ditelingamu. Terima kasih ya, sayang. Kamu sudah memberiku hal yang sangat berharga untukku, yaitu mahkota yang berhargamu. Aku berjanji, aku akan selalu menjagamu dan akan terus berusaha membahagiakan kamu dengan caraku sendiri. Aku tidak akan pernah membiarkan kamu terluka karena aku, maupun orang lain. Aku sangat mencintaimu, sungguh untuk selamanya." Ucap Seyn dengan lirih didekat telinga sang istri, sedangkan Neyla sendiri masih dapat menangkap ucapan dari suaminya itu meski dengan suaranya yang lirih.


"Keburu siang, ayo aku bantu kamu ke kamar mandi. Aku akan menggendongmu, jangan khawatir." Ucap Seyn sambil membenarkan selimut yang menggulung istrinya itu sampai ke bagian da*danya.


"Tapi ... aku bisa berjalan sendiri." Ujar Neyla yang masih terasa gugup didepan suaminya.


"Hem ... baiklah, jika kamu menginginkannya untuk masuk ke kamar mandi tanpa bantuanku. Tapi ada syaratnya, mau?" ucap Seyn sedikit mengerjai istrinya itu.


"Syarat? syarat apaan, sayang?" tanya Neyla dengan tatapannya yang serius.


Seyn pun tersenyum puas saat melihat ekspresi sang istri yang begitu menggemaskan.


"Syaratnya mudah sangat mudah, sayang. Lepas saja selimutnya, maka aku tidak akan menggendongmu." Jawab Seyn, sedangkan Neyla hanya menatapnya dengan tatapan yang tajam sambil menelan ludahnya kasar.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang, Seyn langsung menggendong sang istri sampai didalam kamar mandi.


__ADS_2