Suamiku Anak Yang Terbuang

Suamiku Anak Yang Terbuang
Kedatangan seseorang


__ADS_3

Kini kembali sepi sejak Viko dan ibu Marna kembali pulang, tinggal lah Afna dan Zayen didalam rumah.


Afna masih berdiri diambang pintu, sedangkan Zayen berdiri di belakangnya. Detak jantung Afna kembali tidak teratur, pikirannya pun tidak karuan.


"Ayo, masuk. Jangan lupa kunci pintunya, takut ada orang masuk begitu saja." Perintah Zayen, kemudian membalikkan badannya. Namun, sebelum membalikkan badan, kedua mata Zayen tertuju pada mobil yang memasuki pekarangan rumahnya. Dengan sigap, Zayen melakukan aksinya.


"Diam," perintah Zayen pada istrinya. Zayen pun langsung menggendong sang istri, agar kesembuhan sang istri tidak diketahui siapapun dulu.


"Kenapa kamu menggendongku, sayang ..." tanya Afna, dengan reflek Afna langsung membungkam mulutnya seperti biasa. Dirinya kembali memanggil suaminya dengan sebutan sayang, membuatnya berubah menjadi kikuk.


Tanpa perduli siapa yang datang, Zayen dengan lembut menc*ium bibir milik istrinya dengan lembut.


Sedangkan seseorang yang baru saja keluar dari mobil, seketika itu juga darahnya mendidih dan rahangnya pun ikut mengeras. Sorot matanya pun berubah menjadi tajam, bahkan mata elang kalah tajamnya saat melihat Afna sedang dalam gendongan suaminya. Ditambah lagi sedang berciu*man begitu mesra, membuatnya semakin geram. Hingga kedua tangannya mengepal kuat, dan nafasnya terasa panas dan dada terasa sesak.


"Kurangi bicara, dan perbanyak diam." bisik Zayen pada sbg istri setelah mengambil kesempatan emas. Kemudian kembali melihat siapa yang tengah datang dikala menjelang sore.


"Kak Seyn ...." panggil Zayen yang masih menggendong istrinya. Afna yang mendengar suaminya memanggil nama Seyn pun kaget begitu saja, kedua matanya pun terbelalak saat melihat mantan kekasih nya tiba tiba sudah berada dihadapannya. Dan sorot matanya pun terlihat sangat tajam, dan terlihat menyimpan emosi yang sengaja menahannya.


Seyn pun menghampiri Zayen yang masih menggendong istrinya, yang tidak lain adalah mantab kekasihnya.


"Bolehkah aku masuk,"


"Tentu saja, silahkan masuk kak Seyn. Masuklah, dan silahkan duduk. Tunggu sebentar, aku akan mengantarkan istriku didalam kamar." Jawab Zayen, kemudian segera mengantarkan istrinya sampai didalam kamar.


Setelah berada di kamar, Zayen menurunkan istrinya dengan pelan. Dan disaat itu juga, Zayen kembali mengambil kesempatan emasnya. Mau tidak mau, Afna pasrah dengan apa yang suaminya lakukan.


"Jangan keluar, jika pun ingin keluar pakailah tongkat penyanggamu. Kamu akan aku izinkan untuk berjalan hanya berada didalam rumah, aku tidak mengizinkan kamu untuk keluar tanpa tongkat penyangga. Apakah kamu mengerti? dan apakah kamu mau menuruti permintaanku ini? jawablah."

__ADS_1


"Iya, aku akan menuruti apa pun yang kamu inginkan."


"Isrirahatlah, aku mau menemui kak Seyn." Perintah Zayen, kemudian segera keluar dari kamarnya dan menutupnya kembali.


Zayen kembali ke ruang tamu untuk menemui sang kakak yang tiba tiba datang begitu saja, membuat Zayen merasa kesal tengah mengganggu waktu istirahatnya. Sedangkan malamnya, Zayen harus berangkat bekerja.


Begitu juga dengan Seyn masih terlihat murka saat melihat Zayen sedang bermesraan dengan mantan kekasihnya diambang pintu terlihat sangat jelas.


"Kak Seyn, ada perlu apa datang kemari."


"Ada perlu yang sangat penting tentunya, apakah nanti malam kamu sibuk?"


"Tentu saja, aku ada kepentingan diluar. Kenapa? ingin kembali bergabung?"


"Tidak butuh untuk bergabung dengan kamu, aku sudah memiliki chanel sendiri. Untuk apa aku bergabung dengan kamu, percuma. Asal kamu tahu saja, kamu dan anak buah kamu yang lainnya siap siap saja. Kamu tahu kan, maksud aku. Sekarang kamu tinggal pilih, ikut bergabung denganku atau.. kamu akan berpisah dengan istrimu." Jawab Seyn dengan penuh ancaman, sedangkan Zayen sudah mulai mengerti apa yang akan dilakukan oleh kakaknya.


"Tidak, sebenarnya aku datang kemari hanya untuk menyampaikan pesan dari papa. Bahwa besok malam paman akan mengadakan acara pertemuan keluarga, dan memintamu untuk datang."


"Baiklah, aku akan datang."


"Aku pulang," ucapnya singkat dan langsung bangkit dari tempat duduknya dan segera keluar dari rumah sang adik.


Setelah Seyn pergi pulang, Zayen segera mengunci kembali pintu rumahnya. Zayen membuang nafasnya kasar, dan langsung kembali masuk kedalam kamar.


Sesampainya didalam kamar, dilihatnya sang istri yang sedang mengambil pakaian santainya didalam lemari baju.


"Kamu sedang apa?" tanya Zayen yang tiba tiba mengagetkan istrinya yang sedang fokus didepan lemari baju. Afna segera menoleh kebelakang, dilihatnya sang suami yang memulai melepaskan pakaiannya. Dan hanya tersisa celana kolor yang menempel pada badannya.

__ADS_1


Afna langsung menutup kedua matanya, dirinya tidak ingin pikirannya jadi kotor. Zayen pun langsung mendekati istrinya yang sedang menutup kedua matanya.


"Aku ini suami kamu, kenapa kamu menutupi kedua mata kamu. Hemm!"


"Aku hanya malu, itu saja."


"Malu, kata kamu. Apa kamu lupa dengan tingkah kamu tadi pagi di rumah kedua orang tua kamu? kamu pun begitu ...." ucap Zayen tiba tiba mulutnya dibungkam oleh Afna yang terasa malu jika Zayen mengucapkannya.


"Jangan kamu teruskan, aku terbawa suasana karenamu. Kamu yang memulai, jangan lagi dibahas." Jawab Afna yang merasa malu saat teringat hal yang menurutnya memalukan, meski sebenarnya tidak. Zayen hanya tersenyum saat istrinya terlihat salah tingkah.


"Kalau begitu, cepatlah mandi. Malam ini aku akan mengajakmu untuk menikmati angin malam ditempat yang berbeda."


"Kemana?" tanya Afna antusias.


"Namanya bukan kejutan, kalau aku memberitahumu. Sekarang cepatlah, jangan banyak bicara. Apa kamu lupa dengan ucapanku tadi, kurangi berbicara dan perbanyak diam." Jawab Zayen yang kemudian bersandar diatas tempat tidur sambil menunggu istrinya mandi.


"Sama saja, ujungnya tidak boleh banyak bicara." Ucapnya dengan memasang muka masamnya.


"Nah! itu kamu tahu, maka cepetan mandi. Agar kamu tidak lagi menahan rasa penasaran."


"Iya iya ...."


"Bagus!" Ucap Zayen sambil fokus pandangannya dengan layar ponselnya.


"Das*ar suami pelit! giliran ponsel saja punyaku yang hitam putih, giliran punya dia yang android laptop saja ada tiga." Gerutu Afna sambil sambil berkomat kamit dan dengan langkah kakinya dibuat terlihat kesal. Sedangkan Zayen yang melihatnya hanya tersenyum lebar saat melihat ekspresi istrinya yang begitu menggemaskan.


Didalam kamar mandi, Afna mulai sibuk menanggalkan pakaiannya satu per satu. Setelah itu mulai berendam dengan air hangat dan dengan aroma sabun yang semerbak wanginya, hingga tercium oleh indra penciuman suaminya yang sedang sibuk dengan ponselnya.

__ADS_1


Zayen pun tergoda dengan aroma sabun yang bersliweran dihidungnya, membuat pikiran kotor Zayen terpanggil. Tanpa pikir panjang, Zayen langsung bangkit dari tempat tidur dan segera menuju didalam kamar mandi. Zayen pun tersenyum puas saat pintu kamar mandi terbuka lebar.


__ADS_2