Suamiku Anak Yang Terbuang

Suamiku Anak Yang Terbuang
#BONUS CHAPTER 7


__ADS_3

Ketika sudah cukup mengobrol dengan sang ibu, Kazza segera bangkit dari posisi duduknya dan kembali masuk kedalam kamarnya.


Saat sampai didalam kamar, terdengar suara ponselnya yang tengah mengagetkannya. Kazza segera meraih ponselnya dan menerima panggilan dengan nomor yang tidak ia kenali.


"Halo, ini siapa?" tanya Kazza penasaran.


"Aku Sera, Za. Kebetulan, tadi aku bertemu dengan saudara kembar kamu, Afna. Kemudian, aku meminta nomor kamu. Soalnya nomor kamu yang dulu tidak bisa aku hubungi." Jawab Sera berusaha untuk mendekati Kazza.


"Oh, iya. Nomor aku dulu bermasalah, jadi aku mengganti nomor baru. Ngomong ngomong ada perlu apa kamu menelfonku?" ucap Kazza dan bertanya.


"Besok kita berangkat bareng, ya? aku tidak percaya diri untuk datang sendirian. Afna juga katanya tidak bisa datang. Jadi, kamu mau 'kan? berangkat denganku." Ajak Sera penuh harap.


Mau tidak mau, Kazza menurutinya. Selain tetangga rumah, Sera juga teman sekolahnya dulu.


"Iya, tapi aku tidak bisa menjemputmu. Kamu datang saja ke rumahku, aku tunggu sampai jam delapan pagi. Jika kamu telat, aku tinggal." Jawab Kazza yang tidak menyukai sesuatu menunggu.


"Siap, aku akan tepat waktu datang ke rumah kamu. Kalau begitu, aku mau istirahat. Selamat malam, Kazza. Sampai bertemu besok pagi," ucap Sera penuh percaya diri.


"Iya." Jawab Kazza singkat, lalu segera ia matikan ponselnya. Setelah itu, Kazza meletakkan ponselnya dan segera mandi.


Sedangkan di kediaman keluarga Zayen, kini Afna sedang disibukkan dengan aktivitasnya bersama keluarga kecilnya. Kebersamaan yang begitu terasa sangat bahagia, ditambah lagi dengan adanya sang buah hati. Kehidupannya terasa sempurna kebahagiaannya.


"Sayang, besok di hotel baru milik kita akan di adakan acara reuni bersama teman teman sekolah. Apakah aku diizinkan untuk datang? jika kamu mengizinkanku, maka aku akan mengajak kamu dan Zicko ikut di acara reuni alumni tahun xxx." Ucap Afna sambil bersandar pada dada bidang suaminya dengan manja diatas tempat tidur.


Zayen pun langsung mengecup pipi sebelah kanan milik sang istri, hingga membuat pipi Afna berubah menjadi merah merona.


"Tentu saja, aku tidak pernah melarangmu. Asalkan itu ada aku disampingmu, maka aku mengizinkanmu." Jawab Zayen sambil memeluk istrinya dengan erat.


Afna pun langsung menoleh pada suaminya, lalu membenarkan posisi duduknya dan menatapnya dengan lekat.


"Terima kasih ya, sayang. Aku tidak akan pernah pergi tanpa mendapatkan izin darimu, dan aku lebih memilih untuk berdiam diri di rumah." Ucap Afna, kemudian mengecup pipi sebelah kiri milik suaminya dengan lembut.

__ADS_1


Saat bermesraan, tiba tiba keduanya dikagetkan dengan suara dari ponselnya. Dengan sigap, Zayen langsung meraih ponselnya yang tidak jauh dari hadapannya.


"Kak Kazza, ada apa?" tanya Zayen.


"Afna, ada?" jawabnya bertanya balik.


"Ooh, Afna. Sebentar, jangan ditutup." Jawab Zayen, kemudian menyerahkan ponselnya pada sang istri.


"Halo, kak Kazza. Ada perlu apa, kak Kazza menghubungiku?" sapa Afna, dan bertanya pada saudara kembarnya itu.


"Apakah besok kamu akan datang disebuah acara reuni?" ucap Kazza balik bertanya.


"Aku tidak janji, Kak. Bisa datang, dan juga tidak bisa datang. Lihat dulu kondisinya, kak. Memangnya ada apa, kak?" jawabnya dan bertanya.


"Tidak ada apa apa, jika kamu mau datang ke acara reuni, kamu bisa titipkan Zicko pada Mama. Tadi Mama tiba tiba memberikan pesan pada kakak, katanya sudah merindukan Zicko." Ucap sang kakak menjelaskan.


"Iya kak, nanti aku bicarakan dengan suamiku. Jika Zicko diizinkan tempat Mama, maka aku akan mengantarkan Zicko ke rumah." Jawab Afna.


"Ya sudah kalau begitu, kakak mau istirahat." Terangnya, kemudian segera menutup sambungan telfonnya.


"Apa katanya?" tanya sang suami.


"Kata kak Kazza, jika mau menghadiri acara reunian disuruh mengantarkan Zicko ke rumah mama." Jawab Afna, kemudian ia segera bangkit dari posisinya. Lalu, ia mengurai rambutnya dan menyisirinya kembali.


"Kirain ada apa, jika memang itu pesan dari mama, apa boleh buat. Kita tidak bisa menolaknya, mungkin saja mama kesepian." Ucap Zayen mencoba menebaknya, Afna sendiri hanya mengangguk mengerti.


Sedangkan di kediaman keluarga Gantara, Vella yang sedari sibuk dengan menguji kemampuannya yang sudah lama tidak ia pelajari kembali. Apa lagi kalau bukan latihan bela dirinya yang sudah sekian lamanya tidak pernah diuji cobanya. Hingga tidak terasa sampai langit pun terlihat gelap, Vella pun masih terus dan terus melatih dirinya sendiri.


Karena sudah merasa lelah, Vella segera menghentikan latihannya. Kemudian, segera ia meninggalkan tempat tersebut dan kenal masik ke kamarnya. Lalu, Vella segera membersihkan diri dengan cara berendam dengan air hangat. Berharap, otot ototnya tidak lagi kaku.


Setelah selasai melakukan ritual mandinya, Vella segera mengenakan baju tidurnya dan ia langsung merebahkan badannya diatas tempat tidur sambil menatap langit langit kamarnya. Tidak lama kemudian, kedua mata Vella terpejam dan tidur dengan nyenyak tanpa ada kegelisahan yang menghantuinya.

__ADS_1


*****


Pagi yang cerah seperti hari sebelumnya, Kazza maupun Vella sedang sibuk dengan persiapannya masing masing untuk menghadiri acara reuni di tempat yang sama. Hanya saja, Vella menemani teman akrabnya atas izin dari sang kakak. Sedangkan Kazza, bagian dari alumni yang diadakannya reuni bersama teman teman dahulunya ketika mengenakan seragam abu abu.


Saat berdiri di depan cermin, tiba tiba Kazza merasa berat untuk berangkat ke acara reuni di hotel milik Zayen. Namun, mau tidak mau tetap untuk hadir di acara tersebut.


"Berangkat tidak, ya? rasanya malas banget untuk menghadiri acara reunian bersama teman yang lainnya. Pasti ujung ujungnya hanya pamer pasangan, aku mau pamer apaan? pacar? tunangan? istri? sama sekali tidak ada yang aku miliki." Ucapnya lirih didepan cermin.


Tok tok tok.


Suara ketukan pintu tengah membuyarkan lamunan Kazza di depan cermin. Kazza sendiri segera membuka pintunya.


Ceklek.


Dengan pelan, Kazza membuka pintunya. Dan dilihatnya seorang pelayan laki laki tengah berdiri di depannya.


"Ada apa, pak?" tanya Kazza penasaran.


"Maaf, Tuan. Di ruang tamu ada sesorang perempuan sedang menunggu Tuan, namanya Nona Sera." Jawabnya.


"Apa! Sera sudah datang?" tanya Kazza serasa tidak percaya. Segera ia memperhatikan jarum jam pada angka yang menurutnya masih terlalu


pagi, pikirnya.


Kazza hanya menggelengkan kepalanya, kemudian mengacak acak rambutnya ketika mendapati Sera yang sudah datang ke rumahnya diwaktu yang masih terbilang sangat kepagian.


Tanpa pikir panjang, Kazza langsung merapihkan penampilannya. Kemudian, segera ia keluar dari kamarnya. Dengan langkah yang terburu buru, Kazza menapaki anak tangga yang hampir saja terjatuh. Sedangkan bapak pelayan tadi segera kembali ketempat kerjanya.


Hei readers setia ... otot sudah update loh, update kisah Zicko dewasa. Penasaran? ayo kita mampir sejenak. Judul novel barunya, yaitu?


"PERNIKAHAN BAYARAN"

__ADS_1


Cerita ini penuh teka teki untuk diungkap kebenarannya, tentunya tidak kalah serunya dengan novel "Suamiku Anak Yang Terbuang" loh...



__ADS_2