Suamiku Anak Yang Terbuang

Suamiku Anak Yang Terbuang
#BONUS CHAPTER 20


__ADS_3

Acara pernikahan pun telah berlangsung dengan baik tanpa ada sesuatu yang menjadi penghalang, kebahagiaan yang tengah dirasakan oleh kedua keluarga besar Danuarta dan keluarga besar Gantara.


"Cucuku, Kazza. Selamat atas pernikahan kamu ya, Nak. Semoga pernikahan kalian berdua selalu diselimuti kebahagiaan dan semoga segera mendapat kabar bahagia. Maafkan Kakek dan Omma yang baru bisa datang. Percayalah, kakek dan Omma menyayangi kalian berdua." Ucap kakek Ferdi pada cucu kesayangannya.


"Terima kasih atas doanya dari Kakek dan juga Omma, maafkan Kazza yang belum bisa membuat keluarga bahagia." Jawab Kazza dan teringat akan kesalahan besarnya pada keluarganya sendiri, yaitu ketika dirinya dengan terang terangan memenjarakan adik iparnya dan membuat saudara kembarnya harus menerima akibat karena kesalahan dari dirinya sendiri.


"Sudah, lupakan. Dahulu, karena kamu masih belajar tentang kebenaran. Kakek tidak lagi mempermasalahkannya lagi, sekarang kamu pun sudah membuat keluarga bahagia. Dan kini, sudah saatnya kamu yang mendapatkan kebahagiaanmu. Kakek hanya berpesan, sayangilah istrimu sebagaimana kedua orang tuanya menyayanginya. Dan, didiklah dengan baik, jangan pernah kamu abaikan pasangan kamu. Jadikan pernikahan kamu itu hanya sekali seumur hidup, contoh lah seperti kakek buyut kamu dua duanya. Kakek buyut Danuarta dan kakek buyut Wilyam, yang kesetiannya sangat dijaga." Ucap sang kakek penuh pesan nasehat pada cucu kesayangannya.


"Baik Kek, Kazza akan mencontoh kesetiaan kakek pada Omma dan juga kakek buyut Kazza yang tetap setia pada pasangannya. Meski harus berjuang sendiri, tetap bisa melewatinya." Jawab Kazza meyakinkan, kakek Ferdi maupun omma Tiara tersenyum dan memeluk cucunya bergantian.


"Dan kamu, Nak Vella. Tidak hanya seorang istri yang harus dinasehati, suami pun begitu. Hanya saja, bukan untuk dinasehati, tetapi untuk diingatkan." Ucap Omma Tiara dan tersenyum, kemudian memeluknya.


"Iya sudah kalau begitu, Kakek dan Omma mau bersiap siap untuk pulang. Maafkan kakek dan Omma jika tidak bisa menginap, kakek mau pergi ke suatu tempat bersama keluarga dan teman teman kakek yang sudah tidak pernah berjumpa kesekian lamanya.


"Ucap sang kakek berpamitan," Kazza pun tidak dapat memaksakannya.


"Berarti sama kakek Angga, kakek Zio, kakek Galuh dan kakek Vino?" tanya Kazza mencoba menebaknya.


"Benar, sekali. Tidak hanya itu, masih ada kakek Miko dan kakek Doni yang profesinya sebagai Dokter." Jawab sang kakek.

__ADS_1


Setelah berpamitan, kini tinggal lah Kazza dan sang istri yang masih berada ditempat pelaminan.


Kini, para tamu undangan semakin berkurang. Sudah tidak lagi ramai seperti semula, Kazza maupun Vella sendiri sudah mulai merasakan lelah dan juga menginginkan istirahat.


Sebelum pulang ke keluarga Danuarta, tuan Raska Gantara serta anak laki lakinya dan sang istri menemui sepasang pengantin.


"Kazza," panggil sang ayah mertua kepada menantunya.


"Iya Pa, ada apa?" tanya Kazza.


"Papa dan Mama hanya ingin menyampaikan pesan ini untuk kamu, Papa berharap bahwa kamu adalah suami yang bertanggung jawab.


"Sekarang, Papa dan Mama sudah melepaskan tanggung jawab Vella dan menyerahkannya denganmu. Papa minta, sayangilah putri kesayang kami dengan tulus. Jika putri kami melakukan kesalahan, nasehatilah dengan baik. Jika memang kiranya tidak dapat untuk kamu nasehati, katakan pada Papa. Dan, jika kamu tidak lagi mencintainya, pulangkanlah dengan baik baik. Seperti Papa menyerahkan putri kami dengan baik, apapun itu keadaannya. Sekalipun keburukan yang ada pada putriku, kami siap menerimanya dengan hati yang lapang." Ucap tuan Raska pada menantunya dan memberi sebuah pesan yang menurutnya sangatlah penting.


"Kazza akan selalu mengingat pesan dari Papa, dan Kazza akan melakukan hal baik seperti yang Papa ucapkan." Jawab Kazza, tuan Raska pun mengangguk. Kini, tinggal lah Gio yang mendekati saudara iparnya.


"Kazza, Vella adalah bagian nafas keluarga Gantara. Aku percayakan semua pada kamu, sayangilah saudara perempuanku ini sebagaimana kami menyayanginya. Ingat, kami menyayangi bukan memanjakannya. Aku tidak membutuhkan kamu untuk memanjakannya, aku memintamu untuk menyayanginya. Berilah nasehat nasehat yang baik untuknya, jangan pernah kamu lelah untuk mendidiknya. Jika kamu tidak lagi menginginkannya sebagai istrimu, pulangkan lah sebagaimana kamu mengambilnya." Ucap Gio memberi pesan pada adik iparnya, Kazza pun terasa tersentuh hatinya akan semua pesan maupun nasehat yang ia terima.


"Iya Kak, aku tidak akan lupa akan pesan darimu. Aku akan melakukannya dengan baik, aku akan berusaha untuk menjadi seorang suami yang pantas disebut suami yang sesungguhnya. Terima kasih sudah mengingatkan aku dengan sebuah pesan." Jawab Kazza berusaha meyakinkannya.

__ADS_1


Setelah berhadapan dengan adik iparnya, kini Gio mendekati adik perempuan kesayangannya.


"Vella, mulai sekarang kamu bukan lagi dalam mode memiliki kebebasan untuk melakukan sesuatu sesuka kamu. Sekarang kamu sudah menjadi seorang istri, banyak kewajibanmu sebagai seorang istri. Ingat, taati suami kamu dan jangan pernah melukai perasaannya. Jadilah seorang istri yang taat pada suami, begitu juga dengan suami harus bisa mengayomi istri dan memberi nasehat nasehat yang baik." Ucap sang kakak pada adik perempuannya, kemudian menoleh kearah adik iparnya pada kalimat terakhirnya.


Vella maupun Kazza sama sama mengangguk dan tersenyum. Setelah itu, Gio berpamitan. Sedangkan tuan Raska dan sang istri menemui besannya untuk berpamitan. Gio pun mengikutinya dari belakang kedua orang tuanya.


Setelah acara pernikahan Vella dan Kazza selesai, kini semua tengah bersiap siap. Kazza maupun Vella segera mengganti pakaiannya serta menghapus make up nya.


Dirasa sudah tidak ada yang tertinggal, semua pulang ke rumah tujuan masing masing. Dalam perjalanan pulang, Vella menyandarkan dirinya pada suaminya. Keduanya kini benar benar merasakan kebahagiaan yang kian lama telah dinanti nantikan dengan kegengsiannya masing masing. Hingga sudah terlewat beberapa tahun tidak memiliki hubungan, kini telah dipersatukan kembali dalam ikatan pernikahan. Semua berakhir dengan kebahagiaan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.


Hubungan yang berawal sebagai asisten dan berujung dalam perjodohan, kemudian harus berpisah. Namun, jodoh berkata lain. Hingga pada akhirnya dipersatukan kembali dengan kebahagiaan.


Sedangkan didalam perjalanan menuju suatu tempat yang dijanjikan, kakek Ferdi maupun kakek Angga dan kakek Zio sama sama menuju ke suatu tempat yang sama.


Kebahagiaan yang tidak hanya dirasakan oleh sepasang pengantin, namun juga dirasakan oleh kakek Ferdi dan kakek Angga serta yang lainnya dalam ikatan persahabatan dan kekeluargaan. Suka duka telah dilewatinya hingga kembali bahagia sebagaimana yang diharapkannya.


Kebencian, dendam, yang pernah bersemi di hati yang tidak dapat dikuasi. Hingga menjadi ikatan yang bercerai berai, namun kesabaran dan usaha tidak menghianatinya.


Semua berhak untuk menggapai kebahagiaan, apapun itu. Namun, dibalik semua itu akan ada masanya serta ujiannya masing masing.

__ADS_1


__ADS_2