
Hai Readers setia.. apa kabarnya nih? lama tak berjumpa lagi, semoga sehat semua ya... Aamiin
Author mau meneruskan kisah keseruan Zicko dimasa remajanya saat masuk ke bangku sekolah, seperti apa keseruannya? yuk, kita ikuti kisahnya.
Pagi-pagi sekali, Zicko yang sulit untuk diatur jam sekolah, ia selalu bermalas-malasan. Namun, tidak mengurangi nilainya di sekolah. Meski dapat dibilang anak banyak tingkah dan suka bikin onar, nilai dalam mata pelajaran selalu menjadi ranking.
Bahkan, ada ada saja akalnya. Mungkin sudah menurun dari sikap orang tuanya sendiri, terkenal berandalan, namun selalu menjadi pusat perhatian untuk kaum perempuan. Ya! siapa lagi kalau bukan Zayen Arganta.
Sudah berkali-kali asisten rumah mencoba untuk membangunkannya, tetap saja tidak ada respon sedikitpun. Bahkan, tidak ada sahutan dari dalam kamar.
Kali ini Tuan Zayen yang turun tangan untuk menghadapi putranya yang sangat bandel itu.
"Zicko! buka pintunya." Panggil Tuan Zayen yang sudah mulai geram dengan putranya sendiri.
Zicko sendiri yang berada di dalam kamar, justru tetap pulas tidurnya. Suara gebrakan pintu saja tidak dapat membangunkannya. Sungguh merepotkan, pikir Tuan Zayen.
Afnaya sebagai ibunya, hanya mengusap keningnya hingga ke ujung kepalanya tatkala sang suami yang masih menggedor pintu kamar putranya.
__ADS_1
"Anak itu, selalu saja membuat Papanya kesal." Gumamnya saat terdengar sang suami yang masih terus memanggil putranya berulang-ulang.
Kemudian, Istri dari Tuan Zayen langsung menuju ke kamar putranya. Hentakan dari anak tangga yang pertama hingga sampai di lantai depan kamar putranya, juga tidak mempan untuk membangunkan Zicko.
"Sini, biar aku aja yang membangunkan Zicko." Ucapnya yang akhirnya dengan ide yang terakhir.
Apalagi kalau bukan mengerjai putranya agar segera bangun dari tidurnya. Saat itu juga, bel pintu yang terhubung hingga di dalam kamar, sangat jelas dan mengagetkan untuk membangunkan orang tidur.
Benar saja, Zicko seperti mendengar sirine mobil ambulan di dalam kamarnya yang terdengar sangat jelas dan terus berbunyi, nyaring suaranya, juga sangat melengking hingga menusuk indra pendengarannya.
"Aih! Mama."
Dengan buru-buru, Zicko langsung membuka pintunya.
Tuan Zayen sendiri seperti dikagetkan saat Zicko membuka pintu kamarnya. Suara apa lagi kalau bukan suara sirine ambulan. Saat itu juga, Tuan Zayen langsung menoleh kearah istrinya.
"Kita tidak mempunyai cara lain selain ini, sayang." Ucap sang istri yang masih tetap dengan panggilan mesranya.
__ADS_1
Karena terlalu bising, langsung diputus suara sirine ambulan oleh istrinya Tuan Zayen, mendadak hening kembali.
Tuan Zayen mengusap dada bidangnya karena membangunkan putranya saja butuh suara sirine, benar-benar sangat keterlaluan, pikirnya.
"Kamu tidur atau pingsan, Zicko?" tanya Tuan Zayen menatap penuh geram kepada putranya yang benar-benar tengah menguji kesabaran sebagai orang tua.
Zicko bukannya langsung menjawab, justru malah nyengir kuda. Biasa, seorang Zicko yang selalu menganggap enteng dalam segala pertanyaan, sekalipun nasehat. Sungguh benar-benar tidak hanya menguji kesabaran, tetapi juga butuh waktu menghadapinya.
"Zicko capek banget, Pa. Semalam tuh, Zicko bergadang, ngantuk dah. Papa sama Mama kenapa sih, sempat sempatnya bangunin Zicko. Lagian hari ini kan, hari libur, gak sekolah juga. Dah deh, Mama sama Papa santai aja." Jawab Zicko dengan santainya, malah menasehati kedua orang tuanya.
Geram, kesal, pun menjadi satu rasanya. Tuan Zayen menggelengkan kepalanya. Sungguh butuh waktu yang lama untuk menghadapi sikap putranya.
"Kamu pikir, tadi malam itu adalah hari minggu? tuh lihat di kalender, baca dengan teliti, hari, tanggal, dan warna tanggalnya sekalian." Ucap Tuan Zayen yang langsung bergegas pergi dari hadapan putranya, dan diikuti oleh sang istri.
Sedangkan Zicko sendiri buru-buru untuk mengeceknya, takut jika ibunya hanya untuk mengerjai, pikirnya.
"Astaga! senin. Alamak. Duh! mana ini jadwal pertama masuk sekolah lagi, aih. Kalau gak berangkat, bisa mogok motorku. Mana boleh bawa motor, yang ada cuma diantar jemput. Enggak enggak enggak, aku harus cepat-cepat berangkat ke sekolah." Ucapnya saat melihat tanggal yang benar.
__ADS_1
Malu setelah mengetahui kalender itu sudah pasti. Zicko, Zicko.
Tidak ingin bertambah masalah di sekolah maupun dengan ayahnya, Zicko mulai memutar otaknya untuk mencari ide, yakni dengan selamat dan semua terlihat baik-baik saja.