
Kazza dan Vella masih saling menatap satu sama lain dari jarak sedikit kejauhan.
"Vell, kita kesana yuk ..." ajak Zacky sambil menunjuk kesuatu tempat. Vella sendiri hanya bisa mengangguk, selain kesal juga memilih untuk menjauh dari pandangan yang seperti terbakar api cemburu.
Sedangkan Kazza sendiri menaruh kecurigaan pada Vella, secepat mungkin ia memerintahkan suruhannya untuk mengawasi Vella dan Zacky yang tengah menuju tempat yang akan dituju.
"Za, kita kesana yuk ... kita temui teman teman yang lainnya." Ajak Sera sambil menggandeng tangan milik Kazza. Dengan sigap, Kazza langsung menepis tangan milik Sera.
Sedangkan Sera sendiri menjadi geram, tatkala Kazza tengah menepis tangannya.
"Maaf Ra, kita tidak mempunyai hubungan apapun. Kita hanya sebagai teman, tidak lebih. Jadi, jangan bersikap berlebihan. Kalau kamu ingin menemui teman teman yang lainnya, silahkan. Aku masih ada urusan yang perlu aku selesaikan." Jawab Kazza sambil melepaskan tangan milik Sera.
"Tapi, Za ... semua bergandengan dengan pasangannya. Setidaknya kita berpura pura, agar kita tidak terlihat jomblo ngenes seperti ini." Ujar Sera mencoba merayu.
"Terserah kamu, tapi jangan memegang tanganku. Ingat, jangan mengatakan kita ada hubungan pada teman yang lainnya. Kamu hanya boleh mengikuti langkah kakiku, tapi tidak untuk mengakui memiliki hubungan." Jawab Kazza, sedangkan Sera hanya bisa nurut.
'Dari pada aku sendirian, apa kata teman yang lainnya. Bisa bisa aku menjadi bahan tertawaan mereka mereka. Setidaknya aku jalan bukan bersama orang rendahan, tapi bersama cowok yang super tajir melintir. Perempuan mana coba, yang tidak mau berjalan beriringan dengan seorang Kazza, yang kekayaannya tidak akan pernah habis.' Batin Sera dengan penuh rasa percaya dirinya.
Dengan langkah kakinya yang gesit, Kazza mencari sosok Vella yang tengah pergi bersama temannya sendiri yaitu Zacky.
'Dimana anak itu? sialan, kenapa aku bisa kehilangan jejaknya.' Batin Kazza berdecak kesal sambil celingukan mencari keberadaan Vella.
Disaat itu juga, kedua mata Sera tengah menangkap sosok Vella yang tengah duduk berdekatan dengan Zacky.
"Zacky? dengan perempuan sok kaya itu. Cih! Zacky, bisa bisanya pacaran dengan perempuan itu. Seperti tidak ada perempuan lain saja, menjijikan." Ucap Sera dengan lirih, namun ucapannya itu dapat ditangkap oleh pendengaran milik Kazza.
"Jaga mulut kamu, Ra. Tidak baik kamu bicara seperti itu, kendalikan omongan kamu itu." Ucap Kazza yang tiba tiba terasa kesal ketika mendengar celotehan dari Sera, ingin rasanya menampolnya. Namun, ia tidak ingin mengotori tangannya hanya karena celotehannya.
__ADS_1
"Iya Za, aku hanya geram saja. Kenapa juga aku harus bertemu dengannya, membuat mataku sepat melihatnya." Jawab Sera yang masih menunjukkan kebenciannya pada Vella.
'Ah, iya. Aku harus mengerjainya, aku harus membuatnya malu dan kapok. Lihat saja, aku akan mengerjainya habis habisan.' Batin Sera yang mulai merancang idenya itu.
Sedangkan Kazza memilih untuk duduk yang tidak jauh dari pandangannya dari Vella, kemudian ia meraih minuman yang dimana para pelayan hotel tengah membawa nampan yang ada minumannya sambil berjalan kesana kemari.
Vella sendiri merasa risih ketika kedua matanya mendapati beberapa orang yang kesana kemari sambil menggandeng pasangannya sambil memamerkan pasangannya masing masing.
"Hey, Zacky. Wah ... rupanya kamu sudah mempunyai pasangan nih, ngomong ngomong status istri atau pacar nih?" ledek salah satu teman Zacky.
"Hanya sebatas teman, kamu sendiri?" jawab Zacky dan bertanya balik.
"Ini istriku, aku baru saja menikah bulan kemarin." Jawabnya.
"Wah ... kamu menikah tidak undang undang, sudah lupa rupanya kamu ini denganku." Ucap Zacky sambil menyeruput minumannya.
"Aku menikahnya di luar daerah Zack. Terpaksa, tidak ada satupun teman kita yang aku undang. Eh! ngomong ngomong, buruan dipepet. Agar kamu segera menikah, sayang loh sama usiamu itu."
"Ah, sudah lah. Aku mau mengajak istriku untuk menemui teman teman yang lainnya."
"Cepetan digasak, Bro. Percuma dianggurin, nanti kamu menyesal loh." Bisiknya lirih didekat telinganya. Zacky yang mendapat bisikan dari temannya pun hanya menggelengkan kepalanya.
"Gile kamu, aku tidak akan melakukannya." Ucap Zacky, kemudian menyodorkan minumannya pada Vella yang terlihat dicuekin.
"Vell, diminum minumannya. Nanti tenggorokan kamu kering, bisa dehidrasi kamunya." Ucapnya.
BRUG!!
__ADS_1
"Aw!!" Vella pun teriak dengan reflek.
"Maaf, aku tidak sengaja." Ucap seseorang yang tengah menabrak Meja yang mengakibatkan gelas yang ada didepannya jatuh kebawah dan pecah.
"Kalau jalan itu hati hati, untung saja bajunya tidak basah. Kalau sampai kamu melukainya, aku patahkan kaki kamu itu." Ucap Zacky dengan sorot matanya yang tajam setajam mata elang yang siap menerkam musuhnya
Sedangkan Kazza sendiri terus memperhatikan Vella yang masih duduk bersebelahan dengan temannya itu. Begitu juga dengan Vella, tanpa disengaja ia tengah menoleh kearah Kazza yang sedang meneguk minumannya.
Kedua mata mereka berdua kembali bertemu dalam satu pandangan, seketika Vella langsung membuang muka dan kembali pada posisinya yang semula.
"Za, kamu kenapa melamun?" tanya Sera yang tiba tiba curiga pada Kazza yang terlihat sedang memperhatikan Vella yang tengah duduk tidak jauh dari pandangannya.
'Kenapa Kazza terus memandangi perempuan itu? jangan jangan ... Kazza menyukainya. Tidak, tidak akan aku biarkan Kazza menyukai perempuan sok kaya itu.' Batin Sera sambil menerka nerka dan mencari ide.
Sedangkan Vella sendiri sedang membenarkan posisi duduknya yang tengah mendapat gangguan dari seseorang yang tengah menabrak meja didepannya, hingga minumannya jatuh dan gelas pun ikut pecah dideket kakinya.
Tiba tiba, seorang pelayan tengah datang dan membawa satu gelas minuman untuk mengganti milik Vella yang jatuh karena meja yang tengah ditabrak oleh seseorang yang lewat.
"Permisi, ini sebagai gantinya dari seseorang yang tanpa sengaja menabrak meja kalian berdua." Ucap salah satu pelayan hotel sambil meletakkan gelas berisi minuman didepan Vella.
"Terima kasih," jawab Vella dan Zacky bersamaan.
"Makanya, buruan diminum. Nanti keburu jatuh lagi, gagal lagi kamu minumnya." Ucap Zacky.
"Eh, ngomong ngomong kenapa kamu mengajakku? kenapa kamu tidak mengajak pacar kamu sendiri? kenapa aku baru menyadarinya, ya. Lucu sekali, seperti dihipnotis saja aku ini." Tanya Vella yang baru tersadar jika dirinya begitu nurut untuk menemani Zacky diacara reuni bersama teman sekolahnya.
"Hem ... memangnya dari kemarin itu, pikiran kamu melancong kemana? kenapa sekarang kamu baru menyadarinya? lucu sekali." Jawabnya balik bertanya, keduanya pun tertawa lepas saat merasa lucu.
__ADS_1
Kazza sendiri merasa terbakar api cemburu, tatkala dirinya melihat Vella begitu menikmati tawanya bersama Zacky.
'Benarkah mereka berdua mempunyai hubungan spesial? terlihat dekat dan bahagia. Padahal sebelum aku dijodohkan dengannya, aku selalu mendapati senyumnya. Namun ketika perjodohan itu terjadi, aku tidak pernah mendapati senyumnya.' Batin Kazza yang terus memperhatikan Vella yang tengah asik bergurau bersama teman sekolahnya.