Suamiku Anak Yang Terbuang

Suamiku Anak Yang Terbuang
#BONUS CHAPTER 13


__ADS_3

Semua tengah menunggunya, Kazza maupun yang lainnya tengah mondar mandir kesana kemari sambil menunggu.


Tidak lama kemudian, sosok yang menjadi tersangka kini mulai terlihat. Hanya saja, jalannya yang terus menunduk dan sama sekali tidak berani untuk menunjukkan wajahnya.


Kazza, Vella, dan kedua orang tuanya maupun Gio dan Zacky tengah tercengang ketika melihat sosok yang menjadi tersangka adalah seorang perempuan yang terlihat cantik dan tidak memiliki kekurangan apapun. Hanya saja, sifat dan tingkahnya yang sangat buruk.


Langkahnya pun semakin dekat, hingga kini tepat didepan Kazza dan Vella maupun yang lainnya. Perempuan tersebut masih dengan menunduk, dan tidak berani menunjukkan batang hidungnya.


Gio akhirnya meminta petugas untuk mendongakkan pandangan perempuan yang ada dihadapannya itu agar terlihat jelas siapa pelakunya.


Dalam hitungan detik, perempuan cantik yang menjadi tersangka itu langsung mendongakkan pandangannya.


JEDDUARR!!


Seketika, semua yang melihatnya tercengang dan membelalakan kedua bola matanya masing masing.


"Sera ..." ucap semuanya dengan kaget.


Seketika, Kazza semakin geram melihatnya. Tatapannya kini semakin tajam, setajam mata elang yang siap menerkam musuhnya. Begitu juga dengan Vella, dirinya benar benar tidak menyangkanya. Jika Sera berani nekad melakukan pada dirinya.


Tidak hanya itu, Zacky pun ikut merasa tidak percaya melihatnya. Seseorang yang dikenalnya dengan baik, kini rupanya tengah dibutakan dengan rasa cinta yang tidak dapat untuk dimilikinya.


Kazza langsung mendekatinya, ia benar benar kecewa atas perbuatan Sera yang sangat keji. Bahkan jika terlambat sedikit saja, Vella akan kehilangan segalanya. Kehormatannya, harga dirinya, dan tentunya bisa mengakibatkan depresi akut.


"Diletakkan dimana otak kamu itu, hah! sampai sampai kamu tega mau membuat Vella harus kehilangan segalanya. Asal kamu tahu, Vella adalah adik Gio. Putri dari keluarga Gantara, ingat! itu. Sekali kamu berurusan dengan keluarga Gantara, habislah hidupmu di penjara." Ucap Kazza dengan sorot matanya yang tajam.


JEDDUARR!!!


Serasa seperti tersambar petir, ketika mendengar ucapan Kazza yang tengah menyebut nama Gantara.

__ADS_1


Penyesalan, tinggal lah penyesalan. Semua tidak dapat diubahnya seperti semula, Sera menunduk malu. Bahkan, ia tidak dapat berucap sepatah katapun. Ucapan kata maaf pun tidak sanggup untuk diucapkannya, ia merasa malu. Bahkan, ia sendiri bingung untuk menyesalinya.


"Kazza, maafkan aku." Ucapan kata maaf pun akhirnya lolos begitu saja dimulut Sera.


Namun sayangnya, semuanya tidak ada lagi dihadapannya. Sera tertunduk dan menjatuhkan badannya dilantai.


"Kazza, maafkan aku. Andai saja aku tahu Vella adalah adiknya Gio, aku pasti tidak akan menyelakainya." Ucap Sera penuh penyesalan, namun suaminya tidak ada artinya.


Hukum tetaplah hukum, tidak dapat diperjual belikan. Mau tidak mau, Sera tetap harus mempertanggung jawabkan atas semua perbuatannya.


Saat mau masuk kedalam jeruji besi, tiba tiba Sera dikagetkan oleh sosok yang tengah membesuknya.


"Sera," suara yang tidak asing tengah memanggilnya. Sera pun akhirnya menoleh kearah sumber suara.


"Papa." Seru Sera memanggilnya, sang ayah pun mendekatinya.


"Kamu itu benar benar sudah gila karena cinta. Gara gara kecerobohan kamu itu, sekarang kamu harus berada di balik jeruji besi. Kamu itu tidak jauh beda dengan Merry, selalu ceroboh dan gagal." Ucap sang ayah yang ikutan geram.


"Gara gara ulah kamu, Papa jatuh miskin. Da*sar! anak tidak tahu diri, terima sendiri akibatnya." Ucap sang ayah, kemudian segera pergi begitu saja.


Hancur, semakin hancur perasaan Sera. Satupun, tidak ada yang berpihak padanya. Walaupun itu sebuah nasehat, sama sekali tidak ia dapatkan.


Petugas pun akhirnya mengantarkannya kembali untuk masuk kedalam tahanan, Sera kembali berkumpul dengan yang lainnya.


Sedangkan dalam perjalanan pulang, tiba tiba Kazza mendapatkan pesan untuk segera pulang.


"Paman, sepertinya saya harus segera pulang. Dikarenakan, ada sesuatu yang penting untuk diselesaikan. Dan kamu Vella, jaga diri kamu baik baik. Aku pasti akan mendatangi rumah kamu bersama kedua orang tuaku, untuk sekarang aku harus segera pulang." Ucap Kazza. Sedangkan Vella hanya mengangguk, ia masih terasa malu dikarenakan ada kedua orang tuanya yang satu mobil dengannya.


"Tidak apa apa jika masih ada yang perlu diselesaikan, semoga cepat selesai masalahnya." Jawab tuan Raska.

__ADS_1


Akhirnya, pak supir segera mengantarkan Kazza ke suatu tempat yang dimana supir tuan Tirta tengah menunggu Kazza.


Tidak memakan waktu yang cukup lama, akhirnya pak supir menepikan mobil yang dikendarainya dipinggir jalan, tepatnya di taman yang sesuai pesan dari supir tuan Tirta.


"Kazza, hati hati dijalan. Salam buat kedua orang tuamu." Ucap tuan Raska.


"Iya Paman, nanti akan Kazza sampaikan. Kalau begitu, Kazza pamit pulang. Oh iya Vell, aku pulang. " Jawab Kazza, kemudian ia segera turun.


Setelah bayangan mobil yang dinaiki Vella bersama kedua orang tuanya tidak lagi terlihat, Kazza langsung masuk kedalam mobilnya. Dan rupanya, didalam mobil sudah ada ayahnya sendiri serta Zayen dan juga tuan Alfan serta tuan Ganan.


"Loh, kok semua ada didalam mobil?" tanya Kazza seperti mimpi dan tidak percaya.


"Sudahlah, ayo masuk." Perintah dari ayahnya, Kazza pun hanya mengangguk dan segera masuk.


"Memangnya kita ini mau kemana? tidak ada yang mau menikah lagi, 'kan?" tanya Kazza dengan pertanyaan yang sangat konyol.


"Kamu suka, gitu? kalau Papa kamu menikah lagi." Ledek tuan Ganan pada keponakannya, Kazza yang mendengarnya pun tertawa kecil.


"Paman, bisa saja. Mana bisa Papa menikah lagi, yang ada akan dikhitan tiga kali." Jawab Kazza dengan konyol, tanpa ia sadari ada sang ayah disebelahnya.


"Hem." Tuan Tirta hanya dehem.


"Sudah, sudah. Sekarang kita fokus pada tujuan kita." Ucap tuan Alfan menengahi, ia tidak ingin waktunya terbuang sia sia.


"Ah iya, hampir saja lupa. Memangnya ada masalah apa sih, Paman. Kenapa meminta Kazza untuk ikut bersama kalian?" tanya Kazza yang teringat pesan dari ayahnya untuk dimintai menyelesaikan masalah.


"Hari ini adalah pembebasan tuan Jordana, alias paman Dana. Setelah selama menjalani masa tahanannya. Papaku, paman Ganan, dan juga Papa mertuaku, berniat untuk membebaskan paman Dana. Dikarenakan, paman Dana sudah banyak perubahan yang positif. Jadi, tidak ada salahnya jika paman Dana mengakhiri masa tahanannya." Jawab Zayen menimpali dan menjelaskannya.


"Oooh, begitu. Aku kira ada masalah baru, rupanya paman Dana." Ucap Kazza yang baru mengerti maksud pesan dari ayahnya.

__ADS_1


"Papa, paman Ganan, paman Alfan, kalian orang tua yang sangat hebat. Kazza benar benar bangga, persahabatan tetap persahabatan. Hukum, tetaplah hukum. Semoga, Kazza bisa menirunya." Ucap Kazza kembali, ia benar benar tidak pernah menyangkanya. Jika persahabatan sangat berarti, dan tetap menerimanya kembali. Meski perbuatan kejinya tengah mengotori arti sebuah persahabatan.


__ADS_2