TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
MANJA DAN INGIN DIPERHATIKAN LEBIH


__ADS_3

Hari pertama menjadi suami-istri pasangan ini mulai menjajaki kehidupan baru. Saat bangun tidur, tidak seperti biasanya Hikashi masih memakai baju tidur sibuk bekerja. Ditemani Patrick yang menyusun rapi berkas yang sudah ditandatangani.


“Kau sudah bangun?” menyapa Frayza yang masuk keruang kerja Hikashi.


Dia berjalan dengan menampilkan senyum manis untuk suaminya. “Sepagi ini sudah bekerja, jika capek akan aku pijat.” Menawarkan pelayanan kepada suaminya.


“Kemarilah,” Hikashi memerintahkan Frayza untuk mendekatinya. Pria itu menyambut dengan ciuman ditangan istrinya.” Cuph, apa kau marah karena semalam kita tidak melakukannya?” mengedipkan mata genitnya.


“Ck, kau ini ada Patrick.” Menggigit bibirnya tersipu malu.


“Anggap saja tidak ada, dia akan terbiasa dengan kondisi baru ini. Kemarilah dan temani aku bekerja,” menyodorkan pahanya. Frayza mengerti maksut Hikashi dan ia duduk dipangkuan suaminya. Hikashi benar-benar fokus bekerja dan meneliti setiap laporan yang masuk. Angka-angka berderet sudah di redenominasi jadi bisa dibayangkan berapa uang Frayza lihat pagi ini.


“Sayang, aku pikir rumor yang beredar di Istana mengenai dirimu itu salah.”


“Hhehehe, aku hanya mengecoh mereka supaya menganggapku bodoh. Ketika mendiang Ayahku masih hidup aku memiliki prestasi yang sempurna, sampai akhirnya aku kehilangan gelarku. Sejak saat itu aku malas melakukan apapun. Dan kau lihat, sekarang aku bisa memiliki apapun dari tanganku.”


“Aku bangga padamu muachhh.” Arti ciuman itu diartikan lain Hikashi, dia mengira pagi ini Frayza sedang sangat bergairah tinggi-tingginya.


“Sayang, kau sedang libido yang tinggi ya? Kalau begitu aku akan cepat-cepat menyelesaikan ini.” Hikashi mulai mempercepat pekerjaannya karena panik.


“Sssstttt bukan sayang, aku menciummu karena aku tulus mengatakannya. Bukan begitu,”


“Hah? Kau jangan begitu, aku tahu belum melaksanakan kewajiban kita. Biar pekerjaan ini ditunda dulu, aku harus melakukannya sekarang. Ayo kembali ke kamar kita!”


Mendudukan suaminya lagi “Sayang, bekerjalah dengan baik. Aku mau melihat Jade dulu, kau ini suka gelisah.”


“Baiklah, aku mencintaimu Fray!” pria itu tersenyum lagi.


Akhirnya Frayza meninggalkan ruangan kerja Hikashi, supaya suaminya tidak berpikir mesum lagi. Memang benar Frayza ingin, tapi dia tahu kondisinya sedang sulit. Jadi ia berencana pergi jalan pagi bersama Jade. Tampaknya Kenzo sudah mengganti baju Jade dan bersiap jalan pagi.


“Kalian mau pergi keluar?”


“Benar Nona, rutinitas pagi kami ialah anak Surya. Penikmat pagi dan udara segar.”


“Bolehkah aku ikut bergabung?”


“Tentu saja, kami tunggu di teras ya.”


Frayza semangat untuk ikut berolah raga ringan. Dia mencari baju cocok untuk dirinya, setelah ia menemukan baju yang warnanya sama dengan yang dikenakan Jade. Ia memakainya, “Kau mau kemana, aku sudah datang.” Peluk dari belakang Hikashi.

__ADS_1


“Sayangku, kau sudah selesai ya? Aku mau ikut Jade dan Kenzo olah raga santai. Kau mau ikut?”


“Mau, tapi setelah itu olah raga berat ya. Aku sudah kepengen Sayanggg,” sambil mendorong-dorongkan tubuhnya menyeruduk bokong Frayza.


“Hiiissshh kok begitu sih, ayo ganti bajumu.”


“Hemmmbb,”


Keduanya keluar bersamaan saling bergandengan tangan. Jalanan yang masih lengang ini jarang dilewati kendaraan. Kenzo mendorong kereta bayi, Jade asik mengenyot dot susu. Dan Matsumoto juga mengenyot permen loli. Pria botak itu sudah ada kemajuan memakai topi. Karena kepalanya tidak memiliki rambut, harus tetap hangat.


“Sayang, pemandangan disini seperti lukisan ya?”


“Hehehe,”


“Disini seolah waktu berjalan lambat,” Frayza merangkul tangan Hikashi.


“Apa kau suka?”


“Huum, suka sekali. Apalagi disini ada kau dan Jade.”


“Kita disini untuk berlibur Sayang, rumah kita sebenarnya ada di Inggris. Cepat atau lambat kita akan ke Inggris lagi menghadapi kenyataan. Aku bekerja lagi, kau menjadi istriku dan Jade masuk sekolah.”


“Patrick akan menjelaskan mu tentang aturannya. Kau sudah menjadi keluarga Alexander jadi dirimu juga akan belajar menjadi istri bangsawan.”


Frayza pikir setelah menikah dia bisa bangun siang, makan jajan dipinggir jalan, mengasuh bayi dan melayani suami. Ternyata dia salah terka, Hikashi sudah memiliki rencana jangka panjang yang tidak bisa dirubah.


Mereka tiba dan kembali ke kamar masing-masing, tampak pelayan dan Patrik sibuk mengemasi barang-barang dari dalam.


“Jangan hiraukan mereka, hari ini kita berkemas kembali ke Inggris. Ayo kita mandi dan bersiap,” Hikashi tak memberitahukan kenapa mendadak kembali ke Inggris. Padahal Frayza sangat betah di Swiss.


“Sayang,” mengusap dada bidang suaminya.


“Iya istriku Sayang, mau apa? Sekarang ya masih ada waktu kok, yuk.”


“Kasihan Pembaca yang lagi puasa, hehehehehe.”


“Wah iyayaya, ya sudah kita mandi bareng saja ya kalau begitu.”


Kamar mandi luas berwarna hitam dialunkan suara alam yang menyatu. Dalam dekapan hangat tangan suaminya kini menbasuh tubuhnya. Perlahan Hikashi memperoleh ciuman lembut dari bibir wanitanya.” Kenapa kau begitu agresif Sayang, apa kau dalam kesulitan. Katakan padaku, apa kau begitu ketakutan menjadi istriku?”

__ADS_1


“Sayangku Hikashi, aku dari orang biasa. Latar belakangku juga tidak bagus, aku takut dicemooh orang-orang. Kau begitu dihormati, sedangkan banyak wanita lain yang pantas untukmu. Aku merasa keliru berada disini.”


“Aku ingin merubah apa yang aku inginkan, mungkin kau akan kaget dengan semua perubahan ini yang begitu cepat. Aku sudah mempertimbangkan ini dengan masak-masak Fray. Sudah aku berikan Jade sebagai anak untukmu. Tinggal tugasmu menjadi istri dan ibu bagi Jade yang layak. Apa kau takut aku akan kecewa dan melampiaskan kepada wanita lain?”


“Sedikit,” tidak mengaku iya padahal memang ia tahu selir Hikashi itu memang banyak.


“Sejak kau menjadi wanita seutuhnya, aku sudah membuang selir-selirku. Sekarang aku hanya memiliki seorang wanita. Jika kelak suatu hari aku ketahuan menduakanmu. Ambil dan pilih saja pedang dan senapan yang kau hendaki. Pakai untuk membunuhku bila perlu.”


“Hemmmb,” memeluk tubuh suaminya dibawah guyuran air yang mengalir deras membasahi tubuh mereka berdua.


Dalam hati Hikashi, kekhawatiran ini sudah mutlak terjadi jika wanita mulai mencintai seutuhnya. Dirinya tak menampik bila hidupnya banyak dikelilingi wanita yang mempesona. Lelaki terkadang dibuat bertekuk lutut kepada wanita. Padahal mereka mengklaim dirinya lebih kuat.


Usai persiapan selesai, mereka meninggalkan Swiss menuju Inggris. Selama dalam perjalanan Frayza duduk disebelah Jade dan Kenzo. Sedangkan Hikashi masih sibuk bekerja ditemani Matsumoto dan Patrick. Mereka masih sibuk membahasa rancangan kerja dibeberapa Negara. Hikashi dalam waktu dekat ini akan berkunjung di beberapa Negara untuk urusan pekerjaan. Mengingat Inggris memiliki Negara persemakmuran bekas jajahan mereka.


*


*


*


Dokter kelvin berpisah dari rombongan untuk terbang ke Jepang. Penelitiannya tentang obat-obatan dan senjata kimia harus segera ia rampungkan dalam waktu dekat.


Beberapa waktu lalu Ramon mencarinya, dia sengaja mencari Dokter Kelvin perihal kepergiannya. Namun, Dokter Kelvin berasalan mencari tanaman langka untuk penelitiannya. Dia merahasiakan pernikahan Frayza, karena Dokter Kelvin tahu bila Ramon masih menaruh hati.


“Aku ingin menemui Fray, apakah kau tahu keberadaannya.”


“Aku berpisah dengannya di Thailand, lalu aku berkeliling mencari tanaman obat untuk penelitian di Laboratorium.”


“Oh begitu ya, ku harap kau tidak menyembunyikan sesuatu dariku. Mengingat kita adalah tim kerja dan sahabat.”


“Ramon, mencintai itu terkadang terlambat menyadari betapa pentingnya orang itu setelah pergi. Kehidupan Istana yang sudah mengikatmu akan mempersulit dirimu mencari pasangan hidup. Bila Frayza, menikah denganmu apa kau sudah berpikir bagaimana dia akan kesepian sepanjang waktu?”


“Setelah kontrak kerjaku habis, aku akan berhenti menjadi Pengawal Kerajaan dan menjalani hidup sederhana.”


“Jangan merencanakan masa depan, terkadang masa sekarang ialah masa lalu yang tak kau rencanakan. Berhentilah berharap pada yang masih rahasia.”


“Dokter Kelvin, entah kenapa kau begitu tak mendukungku kali ini.” Ucapan Ramon membuatnya merasa bersalah sudah menyembunyikan rahasia. Terlebih lagi dirinya menjadi salah satu saksi pernikahan.


“Aku usai berkeliling Negara, makanya pola pikirnya berubah hahahahahahaha.”

__ADS_1


Ramon tak menyukai jawaban Dokter Kelvin, kemudian menendang pintu sampai tertutup. Sikap kasar Ramon ini sudah biasa ketika maraha. Akhirnya Dokter Kelvin melanjutkan melukis gambar wanita berambut pendek. Bibirnya tebal, matanya sipit dengan kornea bulat seperti kucing. “Hemmmbb kenapa selaraku menjadi aneh begini ya. Padahal dulu aku membuat sketsa Frayza sangat anggun dan cantik, tapi energik. Sekarang tampilan energik dan tombi terkesan anak manja, hemmmm!” mengeluh sketsa gambar wanita agak aneh.


__ADS_2