TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
HIKASHI MULAI AKTIF LAGI YA,


__ADS_3

Karena Hikashi kehilangan keperjakaannya yang selama ini jaga. Akhirnya dia berniat menemui Frayza untuk bertanggungjawab. Tapi sayangnya gadis itu tidak ada di kostel, hanya Dokter Kelvin seorang yang sedang tidur sambil menonton drama Korea. Dia lantas pergi mencari Frayza ke sebuah mini market, ternyata Frayza sedang mondar-mandir didepan mesin penarik uang otomatis.


“Tuhan.... Beri aku uang ...” komat-kamit baca mantra didepan mesin penarik uang.


“Tuhan mana mau memberimu uang cuma-cuma? Setidaknya kau harus bekerja untuk menghasilkan uang.” Hikashi dengan dandanan ala Alexs menyapa Frayza.


“Kkkkkaaaauuu! Sejak kapan berada disini, kau bukannya sudah melancong pergi?” Frayza ketakutan melihat Alexs Hikashi yang berdiri santai didepannya.


“Hehehehe kaget ya, sama aku juga kaget. Awalnya aku mau kembali ke Negara asalku, tapi aku merasa kau sudah mencuri sesuatu yang berhaga dari tubuhku ini. Dan jiwaku menuntunku kepadamu, mengatakan bahwa. Kau harus menjadi pacarku!”


“Hai tunggu-tunggu, aku tahu kita sedang mengalami hal yang aneh. Mungkin kita sedang salah paham, Alexs jangan buru-buru menjalin hubungan denganku. Aku perempuan tidak baik, sebelumnya minta maaf. Jadi tolong lupakan kejadian waktu itu.”


“Kau membuangku?”


“Kau bukan kucing, seharusnya kau tahu aturan main dalam berhubungan antara pria dan wanita yang normal. Aku minta maaf kalau kau sudah merasa aku rugikan, tapi jujur. Sebenarnya aku wanita yang menghindari masalah tapi terjerumus dalam masalah.”


“Aku tidak peduli ocehanmu itu, yang aku tuntut darimu adalah. Jika aku mati, maka arwahku akan menghantuimu.”


“Alexs, bicaramu mulai melantur. Aku permisi dulu.”


Frayza mengakhiri perbincangan dengan Hikashi, saat Frayza pergi tak sengaja kartu Frayza jatuh. Kemudian Hikashi memungutnya, dan mengejarnya cepat.


“Kau, ada yang tertinggal.”


“Jangan menggangguku lagi Alexs, hemmmmmbbb.” Setelah berhasil merengkuh tubuh Frayza. Bibir Hikashi menyecap lisan gadis yang ia kejar-kejar seperti seperti kelinci buruan. Di tempat yang kebetulan sepi disebuah gang inilah mereka berciuman dari ganas penuh penolakan menjadi lembut kasih sayang.


Tangan Hikashi mengeluarkan liontin milik Matsumoto untuk menghipno terapi. Dia menjulurkan tepat diwajah Frayza yang sudah terpejam menikmati hangat bibir Hikashi. Pria ini sebenarnya tidak kehilangan ingatan sedikitpun mengenai Frayza sejak awal. Dia hanya berusaha menghapus, tapi hanya sejenak dan ingatan tentang semua hal kembali lagi.


“Sekarang perhatikan baik-baik liontin ini, dan ingatlah Hikashi. Dia tidak jahat, menolongmu dan melindungi. Pria itu sudah jatuh hati kepadamu, jangan lari lagi darinya. Belajarlah untuk mencintainya mulai sekarang.” Hikashi melepaskan kumis dan rambut palsunya.


Wajah tampan dan aura bangsawan Hikashi sekejap kembali lagi menjadi utuh. Frayza membuka matanya pelan-pelan pria yang sudah mengembalikan utuh memori Hikashi.


“Tuan Muda,” konyolnya lagi Frayza memanggil Hikashi dengan sebutan Tuan Muda, seperti majikan dengan pengawal.


“Heh gadis bodoh, aku kan calon pacarmu kenapa tidak memanggil namaku?”


“Aku gadis yang buruk, tidak pantas untukmu.” Frayza mengatakan penuh putus asa mengenai jati dirinya yang sudah hancur.


Matsumoto menjemput Hikashi yang bersama Frayza. Dia sempat curiga bila Hikashi orang yang kebal terhadap Hipnoterapi. Dan ternyata dugaannya benar, sekarang dia mengetahui bila liontinnya diambil oleh Hikashi diam-diam.


“Tuan Muda dan Nona Frayza, silahkan masuk kedalam mobil. Malam sudah larut, tidak baik untuk kesehatan.” Menyerahkan selimut hangat untuk Hikashi. Namun Hikashi menyelimutkannya pada Frayza yang tertunduk lesu.


“Ikutlah bersamaku, aku bisa ceritakan kisah kita sambil mengulang hal di kamar kostel kemaren.”


“KAU!!!” teriak Frayza spontan yang malu.


“Pfffffttttt, Nona kami semua sudah tahu. Selamat ya, hihihihi.” Kekeh Matsumoto menahan tawa.


“Jadi Ketua dan kalian sudah tahu?”


“Iyalah, kan aku menceritakan hubungan kita saat hujan deras, diiringi petir dan kau menjerit awh awh isshhhh sakitttt tahannn.” Hikashi menirukan desahan Frayza.

__ADS_1


“Tuan Muda, kau begitu memalukan!”


“Hai, kenapa harus malu? Ayolah saat itu kau begitu emmmbbb... “ Frayza membekap mulut Hikashi yang tak berhenti menceritakan detil mereka bercumbu didepan pengawalnya.


“Nona, percuma kau menutup mulut Tuan Hikashi. Jelas-jelas kami mendengarnya dari balik pintu. Sampai-sampai musik favoritku habis aku dengarkan hehehe.”


“Sudah, kalau malu tutupi saja mukamu itu didalam bajuku ini. Mereka pasti akan menertawakanmu karena kau menjerit begitu keras bukan. Makanya kalau mau jadi pacarku, mereka akan berhenti meledekmu. Sekarang kau tahu kan, pilihannya pilih aku jadi pacarmu atau aku pilih kamu jadi pacarku hehehehe.” Hikashi semakin menekan Frayza supaya setuju berpacaran.


“Apa-apaan ini, aku sudah bertunangan dengan Ramon. Ini cincinnya!”


Namanya juga Hikashi, pantang menyerah atau kalah. Ketika Frayza menunjukkan jari manisnya yang dilingkari cincin. Ditariklah cincin dari Ramon lalu dibuangnya jauh-jauh.


“Kau lihat, sekarang jarimu sudah tidak terikat lagi. Mau kan jadi pacar Frank, tunangan Ramon ataupun istri orang lain. Kalau jodohmu itu aku ya aku! Perkara kau banyak pria yang menyukai itu resiko jadi wanita cantik.”


“Tapi aku ada lagi, saingan yang kuat.” Frayza mengeluarkan kartu Asnya terakhir.


“Orang konyol itu?” menunjuk Dokter Kelvin yang mengupil di jendela.


“Ya Tuhann kenapa saat genting seperti ini dia malah bersikap konyol sih, Dokter Kelvin kau pria yang payah.” Umpat Frayza.


“Atau kau mau mengerjaiku lagi dengan menggoda Matsumoto yang botak itu?” Hikashi menunjuk Matsumoto yang berdiri disebelahnya.


“Benar-benar Tuan muda yang licik sihhhhh,” Frayza dengan nada rendah dan gregetan.


“Hai Dokter Kelvin, aku mau membawa gadis ini ke Inggris. Apa kau tidak keberatan?”


“Oh bawa saja Tuan Muda.” Dengan entengnya Dokter Kelvin mengiyakan.


“Baiklah kalau begitu, ayo calon pacarku. Kita ke Inggris secepatnya, aku ingin memperkenalkanmu secara resmi.”


Hikashi tanpa canggung-canggung lagi membopong Frayza dengan enteng dipundaknya. Dokter Kelvin secara sukarela menyerahkan Frayza ke Hikashi karena dirinya bukan lawan imbang untuk Hikashi. Mungkin nasib Frayza ditangan Hikashi tak seberat saat bersama dirinya dan Ramon.


“Maafkan aku, Frayza. Selama ini Tuan Muda sudah banyak berkorban untukmu agar bisa dimilikinya. Aku tidak bisa membiarkan Pangeran mengidap kelainan jiwa selamanya.”


Dihari yang sama, Dokter Kelvin memberesi barang-barangnya dan pergi kembali lagi ke Jepang. Sekarang ia bisa dengan tenang meninggalkan Frayza. Bila ada masalah terjadi timbul terutama dari Franda. Pasti Hikashi sudah tahu jalan keluarnya harus bagamana.


*


*


*


Hotel yang mereka tempati sudah Franda dan Julian tinggalkan. Julian kembali karena ada tawaran kerja di Tiongkok. Sedangkan Franda ingin mengadu kepada orang tuanya perihal Hikashi William. Hal ini disambut gembira dengam Hikashi bersama ehmmmm, calon pacar barunya.


“Cepat sedikit jalanmu! Sejak kapan kau menjadi siput, biasanya menjadi macan betina. Oh salah, ikan Gobi yang lincah, iya kecebong katak yang gesit set sat set.”


Sambil memasang wajah cemburutnya, Frayza tak mau melihat Hikashi yang terus mengejek dirinya. “Dasar, seenaknya mengatai aku.” Gumam Frayza kesal.


“Tuan muda, saya ada sedikit saran.”


“Apa saranmu? Jangan yang merugikan aku ya, karena aku sudah keluar modal besar buat dia hehehe.” Sepertinya matsumoto membisikkan rencana baru untuk dikerjakan.

__ADS_1


“Apa yang kalian perbuat!” Frayza panik.


“Hehehehe... “ Hikashi berjalan mendekati Frayza. Dan tangannya mulai meraih pinggul gadis itu, sehingga dia terangkat.


“Turunkan aku, turunkan aku!”


“Nona Fray, jika kau ingin diturunkan Tuan Muda lebih baik meminta dengan sopan.”


“Haaaa kenapa harus aku?”


“Cepat lakukan atau nanti kita menjadi viral hehehe.”


“Ck, benar-benar ya keterlaluan ya kalian ini mengerjaiku. Baik aku akan lakukan keinginan kalian, meminta dengam sopan. Tuan Muda, kau kuat di luar tapi lemah diranjang!” Frayza mengeraskan suaranya dengan lantang. Orang-orang yang mendengar kalimat baru saja itu terus menggunjing Hikashi seolah mencemooh.


“Hai! Kenapa kau melawanku!” Hikashi naik pitam dan matanya merah.


“Salah sendiri menbuatku kesal, kenapa tidak terima? Yasudah terimakasih kalau begitu huh!”


“Matsumoto! Kau harus aku hukum, sekarang wanitaku membangkan karena ulahmu!”


“Haduuuhhhh celaka ini celakaaaaaaa, maaf Tuan muda ini kesalahan tekhnis; Nona Fray, ayo bilang yang lembut.”


“Hemmmbb lembut dan lembek diatas ranjang!” mulai lagi memancing amarah Hikashi lagi dengan mengatai yang aneh-aneh.


Benar-benar menguras kesabaran dan dipermalukan, Hikashi meringkus Frayza dengan cepat dari parkiran Hotel. Hukuman yang akan diterima Frayza ini tidak jauh dari pembuktian bahwa Hikashi bukan lembek dan lemah. Tapi kuat, tangguh dan perkaya.


“Ahhh...ampunnn Tuan Mudaaa...kapokk yakin sudaaahhhhhh ahhh ahhh ahhh!” menepi dipinggir ranjang yang masih bergoyang.


“Seenaknya saja bilang aku lemah, kau yang lemah seperti kain basah! Ah ah ah ah hemmmbbb...” terua mengejar tubuh Frayza yang berusaha meloloskan diri dari hukuman yang tengah berlangsung.


“Pinggulku sakit, seperti mau rontok tulangnya uhhh uhhh uhhh issshhhh ashhh.”


“Kau ini semakin mendesah bukannya kesakitan tapi keenakan kan, dasar nakal. Pintar sekali memancing hawa nafsuku, ayo ganti posisi. Nakalnya bilang begitu di parkiran, kau pikir aku tidak bisa memuaskanmu seperti kekuatan 3 pria sekaligus. Ayo, geser ketengah jangan menepi-menepi trus!”


Memang dasarnya Hikashi yang mulai doyan apa memang hasrat lama yang terpendam. Melakukan hubungan badan layaknya manusia normal sangat mengasyikkan dan benar-benar menyenangkan. Ada perasaan bahagia dalam dirinya. Melebihi tim sepakbola mencetak gol dan menang lotre.


“Hemmmmmbbbbbnn ahhhhh,” Bibir Frayza meracau merasakan kenikmatan yang terjadi berkali-kali.


Nampak pipi Hikashi memerah melihat ekspresi wajah Frayza yang terpuaskan olehnya. “Kau ya, benar-benar nakal, sudah tahu kalau aku pintar diranjang pakai acara melecehkan. Sekarang lihat dirimu, merem melek keenakan xixixixi.” Hikashi mengejek balik Frayza.


Dan akhirnya mereka saling bertumpu dalam balutan selimut yang basah. Hikashi menyuruh anak buahnya untuk segera menyiapkan penerbangan ke Inggris. Dan Matsumoto diperintahkan ke Malaysia untuk misi lain. Setelah itu Hikashi tidak mendekap wanitanya yang mungkin pingsan. Dirinya mandi bersihkan diri, lalu bekerja kembali. Sesekali mengecek Frayza apakah sudah bangun mencari dirinya minta tambahan hukuman apa gaya lain yang hendak ia ajarkan lagi. Intinya Hikashi pantang rugi, mangsa sudah terjerat tak akan bisa lepas lagi.


......****AUTHOR****......


......Halo sobat Vitaminers ( cieee sok-sokan panggil pembacanya Vitaminers) mon maaph yak Abang Vitamin A baru setor asupan bab cupipa-cupipinya Tuan Hikashi dengan Frayza. Ayo dong bantu Abang Vote dan komen, ingat jangan pelit hahahaha canda. Abang akam buat alurnya diluar ekspetasi, jadi bagi yang baperwan dan baperwati diharap banyak-banyak baca berulang-ulang bab yang kagak paham. Macam materi pelajaran aja kek anak sekolah, asekkk. Yawdah Abang mau lanjut ngetik-ngetik bab baru lagi. Terimakasihhhh sudah membaca....


...


...


...

__ADS_1


__ADS_2