TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
KEPALAKU HAMPIR SAJA CELAKA!


__ADS_3

Sejak pagi hari Damora sudah pergi berkuda. Gadis itu dengan elegan menunggangi kuda berwarna putih, persis seperti didalam dongen saja. Gadis berambut pirang dan ber tubuhnya yang tinggi langsing proporsional. Mengundang decak kagum bagi siapapun yang melihat gerakannya mengendalikan kuda.


“Cantik sekali ya,” Kenzo tertegun menyandarkan dagu di pagar kayu pembatas.


“Kau lebih lapar mata daripada dahaga terik panas matahari?” Frayza membawakan minuman jus dalam kaleng.


“Slruuuuppp...ah... Segar rasanya hehehee, eh kau belum tahu ya kalau Tuan Hikashi menyekap gadis yang dibawa Ramon. Konon katanya seorang gadis Asia yang berambut panjang. Tapi sayang, dia bisa melarikan diri ketika hendak di hem-hem tuan muda.”


Pletakkk, kepala Kenzo dipukul dengan kaleng minuman.” Ku pikir kita membahas Nona Damora, ternyata kau membahas gadis lain. Kau kan tahu waktu itu aku cuti kerja, kerjaanku hanya makan dan tidur. Jangan ceritakan hal konyol, mungkin itu gadis pesanan tuan Hikashi seperti biasanya juga huh.”


“Tapi aneh saja, gadis itu bisa kabur dan membekap pelayan perempuan. Hebat sekali bukan?”


“Hai, apa kau tidak tahu jika bela diri itu sangat penting bagai wanita penghibur kelas atas. Selain untuk menjaga diri, ya untuk berjaga-jaga seperti situasi macam itu juga bisa. Makanya, kalau ada waktu. Ikutlah bersamaku menjemput mereka, kau pasti akan kaget dengan keahlian bela diri mereka.”


“Tidak ah, aku lebih tertarik kepada Nona Damora yang cantik dan berkelas. Untuk apa aku merubah pandanganku yang sudah bagus. Jelas-jelas ada wanita yang berbobot, kau ini aneh-aneh saja.”. Kenzo kembali menikmati Damora berkiling lintasan dengan kuda putih.


Karena sudah merasa bosan berdiri, kaki Frayza mulai kesemutan. Dan dia duduk dibawah pohon sakura yang sedang berbunga. Putik bunga yang berguguran ini seperti hujan bunga, Indah sekali. Jdarrttttt!!! Sebuah anak panah nyasar tepat diatas kepala Frayza. Dia lalu sigap karena situasi mendadak gawat. Dia mengambil pistol dari dalam saku jasnya. Dia berjongkok, bersembunyi dibali pohon sakura yang baru saja terpanah.


“Ah anak panahnya melesak ckckck, untung tidak melukai orang hemmmb.” Ucap seorang lelaki yang mengambil panas yang nyasar.


“Berhenti!” ujung pistol sudah berada di kepala lelaki yang mengambil anak panah.


“A-aku,” pria itu ketakutan karena pistol iti bisa saja meledakkan kepalanya.


“Siapa pelakunya?” tanya Frayza yang menodongkan pistol di kepalanya. Kreseeekkkk... Kressseeekk... Suara radio memanggil Frayza dari Kenzo “Hai Fred, kau ada dimana? Ayo kita bersiap pulang, Nona Damora sudah selesai berlatih. Kau ada dimana?” Ucap Kenzo dengan nada cepat.


“Aku segera kesana, ada sedikit gangguan disini. Tunggu 3 menit lagi?” ucap Frayza pada Kenzo lewat saluram radio, dan dia melihat tanda pengenal pada pria yang membawa anak panah. Dia ambil kartu identitas itu, kemudian memukul tengkuk kepalanya agar pingsan.


Dia menyimpan bukti identitas pria yang mengambil anak panah. Untuk dia periksa selanjutnya,” kurang ajar sekali, kalau kepalaku bocor kena anak panah ini bisa tamat. Dasar!” memukul kepala pria yang sudah pingsan.


*


*


*


Ketika Damora berganti pakaian, Frayza menemui Kenzo yang tengah berjaga.


“Kau darimana?”

__ADS_1


“Hampir saja dijemput ajal!” jawab ketus Frayza mengusap kepalanya.


“Serius?” Kenzo mengamati kepala Frayza.


“Ada orang yang bermain panahan, dan anak panahnya menyasar diatas kepalaku, bayangkan kalau 1cm meleset. Hiiiissshhh.” Frayza masih kesal dengan kejadian yang baru saja menimpanya.


Dari dalam kamar ganti, terdengar Damora menjerit “ Ularrrrr!!!” gadis itu dalam bahaya.


“Sial, kita sedang disabotase!”Frayza lantas sudah menyadari bahwa ada hal yang mencurigakan.


Dengan sekuat tenaga, Kenzo mendobrak pintu hingga terdobrak. Dan benar saja, Damora sudah naik diatas lemari ganti. Gadi itu mengernyit ketakutan. Dan Frayza mencari keberadaan ular yang membahayakan nyawa Damora.


*


*


*


Pria yang pingsan tadi terbangung, dan membenarkan kerah bajunya yang sedikit lusuh. Dia mengambil sapu tangan dan membungkus anak panah tersebut untuk dibawa kepada majikannya yang sudah menunggu. Sebuah tempat VVIP, seorang pria memakai baju berkuda dan busur panah diatas meja yang baru saja ia gunakan. Jari-jarinya meniti diatas gagang anak panah yang berjajar, jumlahnya 9 Batang. Dan yang 1 Batang dibawa pria yang ternyata bukan orang biasa. Dia seorang pengawal kemanan yang bekerja untuk Tuannya.


“Saya sudah mendapatkan sidik jarinya Tuan.” Berlutut mempersembahkan anak panah yang usai dipegang Frayza.


“Kerja Bagus,” memuji anak buahnya.


“Apa kau meragukan tanganku!” tangannya mencekik leher Abdi Setia ya.


“Ti-tidak Tuanku, ampuni saya Tuanku,” pria itu merintih kesakitan dengan cengkeraman tangan yang kuat.


Lalu, anak panah itu selanjutnya dimasukkan kedalam plastik. Dan meninggalkan tempat tersebut untuk pergi kesuatu tempat lain lagi.


Masih ditempat ganti baju Damora yang sedang mencari ular, Frayza membuka lebar-lebar biji matanya.


“Fred! Cari yang benar!!” teriak Kenzo dengan pistol yang sudah siap dibidikan pada ular.


“Kau pikir aku ini berjongkok sedang mencari uang koin jatuh, aku sedang mencari ularnya tahu.” Frayza menyibak tumpukan baju bekas Damora.


“Ah, itu ularnyaaaaa aku takuuttttt.” Damora memegang erat lengan Kenzo yang memegangi lemari. Tempat Damora berada diatasnya.


“Hah? Serius ini ukarnya Nona?” tanya Frayza.

__ADS_1


“Huum, tolong agen Fred bunuh ular itu. Aku takut hwaaaaa...” teriak Damora yang tak bisa menahan takut.


“Ya ampun, ini saja ribut sekali.” Memasukannya kedalam toples dengan tangan telanjang.


“Agen Fred, awas berbisa.”


“Pffffftttt...” Kenzo menahan gelak tawanya.


“Akakakaka, Nona ini makanan kami saat latihan pertahan hidup di hutan.” Frayza menunjukkan hasil temuannya dalam toples.


“Huuu---huweeeekkkk.” Damora muntah merasa perutnya mual membayangkan binatang menjijikan itu disantap manusia.


“Yah... Yahh... Jasku basah jiiiiii.” Kenzo kesiram muntahan dari mulut Damora.


“Ckckckckck,” Frayza menggeleng-gelengkan kepalanya kasihan kepada nasib Kenzo yang terguyur cairan dari dalam perut Damora.


“Eeerrrggghhhh,” Damora lemah seluruh isi perutnya telah keluar. Dan Kenzo sudah seperi tong pembuangan sampah saja.


Kemudian Damora membersihkan dirinya dan masuk kedalam mobil,bersiap untuk kembali ke kediaman Hikashi. Kenzo yang sudah bau muntahan Damora terpaksa mandi. Dan memakai kaos dalam yang masih selamat dari bau muntahan Damora.


“Kikikikiki... Kau sepeti preman jalanan.” Ledek Frayza pada Kenzo yang nampak kacau.


“Aku pikir wanita cantik itu isi perutnya tidak bau, ternyata aku salah.” Kenzo menggerutu.


Tiba-tiba Damora keluar dari mobil ketika dia melihat ada rombongan lain yang keluar dari tempat pacuan kuda ini. Gadi itu memanggil nama pria yang diikuti pengawalnya.


“Pangeran Hisroshi?” sontak teriakan Damora itu, membuat pria yang dipanggil namanya menghentikan langkah kakinya.


“Nona Damora, sedang berlatih berkuda disini. Dan sekarang menginap di kediaman sepupu anda, Tuan Hikashi.” Bisik pengawalnya.


“Owh,” jawab singkat Hiroshi.


Sepertinya akan bertambah lama Damora akan menghabiskan waktu untuk berbincang-bincang dengan Hiroshi. Keduanya tampak akrab sekali dalam bercengkrama. Frayza terus melihat jam tanganya yang terus berputar, dirinya takut dihukum oleh Ketua Matsumoto.


“Datanglah ke Istanaku, aku akan mengirimkan undangannya di kediaman sepupuku.” Sambil mencuri pandang kepada Kenzo dan Frayza yang berdiri tegap namum menunduk kepalanya. Mereka tahu, sekarang berhadapan dengan Putra Mahkota Kerajaan.


“Baiklah, apa Pangeran akan mengundang Pengeran Hikashi juga?”


“Tentu, dia adalah anggota Kerajaan juga kan. Sampai jumpa lain waktu,” tutup Hiroshi kepada Damora.

__ADS_1


“Aku akan menantikan undangan darimu Pangerannnn...” teriak Damora antusias sambil melambaikan tangannya.


Sikap manis Damora kepada Hiroshi ini sangat berbeda dengan Hikashi. Gadis itu lebih banyak tersenyum kepada Hiroshi, namun saat bertemu Hikashi wajahnya menjadi masam. Mungkin karena sikap Hikashi yang dingin dan tertutup. Berbeda dengan Hiroshi yang baik dan ramah, sikapnya yang hangat membuat Damora merasa tidak kesepian berada di Jepang.


__ADS_2