TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
RENCANA BURUK


__ADS_3

Sesuai pesanan James, Wayan harus menyediakan layanan plus+pkus untuk tamunya ini. Maklum James seorang yang audah berumur tapi masih berjiwa muda. Wayan mengantarkan Nimas menuju kamar James.


“Apa kau takut?”


“Emmbb tidak.” Jawab Nimas yakin.


“Jika dia tidaj memakai alat kontrasepsi jangan layani. Aku tidak ingin kau hamil.”


“Aku sudah berpengalaman dengan wisatawan asing. Aku bukan seorang amatiran yang kebobolan janin pelangganku.”


“Syukurlah kalau begitu,aku tidak perlu memusingkannya.” Wayan mengetuk pintu kamar James dan mempersilahkan masuk Nimas.


“Hufffttt...” Nimas mengekuarkan nafas panjangnya.


“Tenanglah,dia sangat royal.” Wayan menenangkan dengan iming-iming bayaran tinggi.


Setelah memperkenalkan Nimas kepada James, awalnya James menolak. Karena James lebih tertarik dengan Tantri yang memiliki kulit sawo matang, rambut hitam tebal serta memiliki kecantikan yang alami. Sedangkan Nimas sudah melakukan permak pada tubuhnya. Wajahnya pun sudah banyak berubah agar menjadi mirip boneka. Kulitnya yang putih karena pengaruh kimia pun membuat James enggan meliriknya. Selera bule memang berbanting kebalik dengan pria lokal.


“Where’s Tantri?”


“Tantri sakit Mister.”


Seolah James kecewa, namun apalah daya sudah ada Nimas yang siap melayaninya. Dan Wayan meninggalkan kamar James dengan harapan agar Nimas bisa memuaskan James seperti Tantri. Saat Wayan menuju lorong lain, dia melihat Tantri tengah kepayahan dan sempoyongan berjalan. Mungkin akibat kehamilan di usia mudanya.


“Awas, hati-hati.” Tubuh Tantri dipapah dari belakang.


“Anda?” Tantri tertegun yang menolongnya hampir jatuh ternyata Julian.


“Kau tampak tak sehat, sebaiknya kita ke klinik.”


“Embbb,” Tantri mulai berpikir bagaimana caranya agar kesempatan ini bisa ia gunakan untuk menggaet Julian.


Dari kejauhan Wayan geram melihat tingkah genit Julian yang memapah Tantri. Namun, dia tak bisa berbuat banyak. Karena Julian adalah tamu yang sudah menjanjikan imbalan bilan dia berhasil menemukan gelang Naga giok yang masih disimpan Tantri.


*


*


*


KLINIK,

__ADS_1


Saat Tantri menunggu diluar ruangan periksa, dia sedikit mendandani riasan wajahnya agar lebih menarik. Sedangkan Julian masih berada di dalam ruangan bersama Dokter untuk menerima informasi mengenai Tantri.


“Maaf menunggu lama, kita akan ke Apotek untuk menebus obatmu.”


“Jadi apa kata Dokter baru saja?”


“Dia hanya bilang kau kurang darah dan kecapekan. Oiya, bukannya seragammu ini kalau tidak salah pegawai di Villa dan Hotel tempatku menginap?”


“I-iya hehehe.”


“Oh jadi benar ya dugaanku, karena kau sakit apakah masih terus bekerja atau pulang?”


“Sebentar lagi aku pulang, tapi sebaiknya aku kembali ke Hotel karena masih ada tugas lagi.”


“Eeemmbbb begitu ya, baiklah.”


“Namaku Tantri?” mengajak berkenalan dengan Julian.


“Aku disini berwisata bukan bermukim, mungkin kita tidak akan bertemu lagi. Sampai jumpa.” Tantri merasa terhina karena ditolak secara halus oleh Julian yang tak ingin membalas jabatan tangannya.


Setelah membelikan obat untuk Tantri, Julian pergi memakai Taksi, dan Tantri kembali dengan mobil sewaan yang disediakan oleh pihak Hotel. Sepanjang perjalanan kembali ke Hotel, Tantri memikirkan rencana agar Julian tertarik dengannya. Saat baru saja turun dari mobil, Wayan langsung menggelandang Tantri di taman yang sepi.


“Ahhh sakit bodoh!”


“Apa maksutmu, apa kau tidak melihat aku sedang sakit.” Menunjukkan obat yang baru saja dia bawa.


“Apa ini?” Wayan meraih obat milik Tantri.


“Dialah yang menolongku ketika kepalaku sangat pusing. Dan dialah juga yang mengantarku ke Klinik dan menebus obat ini, lalu kau bagaimana bisa tahu kejadian yang baru aku alami?”


“Aku tidak sengaja melihatnya, sudah jangan berdebat lagi. Apa kau masih menyimpan gelang Naga gioknya?”


“Kenapa memang, toh sepertiny itu gelang murahan.”


“Aku mau pinjam sebentar, besok aku kembalikan.”


“Tidak mau!” tolak Tantri.


“Sepulanh kerja aku ingin menaksir berapa harganya di Toko Emas, setelah iti aku kembalikan kepadamu. Aku janji!”


“Tidak, aku tidak percaya kepadamu. Masa depan dan cintaku saja tega kau bohongi, apalagi benda ini. Sekalinya tidak ya tidak.”

__ADS_1


“Aku hanya meminjamnya untuk menaksir harganya tidak lebih, jika kau tidak percaya kau boleh ikut denganku.”


Sepasang kekasih ini sepakat untuk pergi menaksir harga gelang milik Julian.


“Ck, aku pikir harganya bisa sampai 10 juta. Ternyata hanya laku 1jutaan saja, kalau pakai surat harganya paling 2jutaan.”


“Mungkin pemilik Toko Emasnya bohong kali.”


“Tidak, kalau begitu aku minta kau kembalikan saja gelang itu kepada pemiliknya.”


“Memangnya tuan Julian menjanjikan berapa? Jika kau berhasil mengembalikan gelang ini?”


“Mungkin 5 juta, maka dari itu berikan kepadaku. Biar kita tetap untung.”


“Tidak bisa, aku akan menggunakan caraku. Bila kau mengembalikan secara Cuma-Cuma dengan imbalan 5 juta. Maka, aku akan memperoleh 50 juta darinya dengan caraku sendiri.”


“Apa yang kau rencanakan?” wayan mulai khawatir Tantri melakukan hal yang diluar perkiraan.


“Aku mulai tertarik dengan pria itu, mungkin aku bisa berpacaran dengannya.”


“Hahahahaha kau sedang bermimpi, dia bukan James. Kau tahu, hanya aku pria yang mau menerima hama bunting sepertimu Tantri. Kubur jauh-jauh harapanmu.”


“Jangan sepelekan aku jika kau tidak mau uang dari aku. Camkan baik-baik peringatnaku Wayan, aku bisa saja menjebloskanmu karena kasus perdagangan manusia, tindak asusila dan perbuatan tidak menyenangkan. Dan perutku ini adalah hasil pekerjaan kotormu!” anc Tantri kepada Wayan agar tidak merendahkan dirinya terus-menerus.


“Dasar perempuan licik!” kesal Wayan mengumpat Tantri.


*


*


*


Karena tahu calon kakak iparnya akan ke Bali, maka Julian menjemput Frank. Dan mengajaknya untuk menginap di tempat yang sama dengan dirinya.


“Hai Frank, bagaimana perjalananmu?”


“Sangat melelahkan, bagaimana kabarmu disini?”


“Yah beginilah, aku kesepian.”


“Hahahaha itu yang aku rasakan ketika pergi keluar negeri tanpa ditemani Franda.”

__ADS_1


Dalam hati Julian, dia sangat jengkel dengan Frank yang seolah melupakan siapa kekasihnya yang menderita. Demi memperoleh Franda, Frank tega menyakiti dan mencampakkan Frayza. Hingga matipun masih saja dicemooh karena keburukan yang dilontarkannya kepada Frayza. Walaupun Julian anak bungsu, tapi dirinya lebih dewasa daripada Frank.


__ADS_2