
√LANJUTAN,
“Ayolah Dokter Kelvin, aku hanya mimisan tidak mau mati.” Frayza menekankan bila kondisinya masih Bagus.
Tangan Dokter Kelvin memegangi kedua pundak Frayza seolah ingin mengutarakan isi hatinya. “Frayza, kau percaya padaku bukan? Jika kau percaya padaku, anggukan kepalamu dan dengarkan baik-baik nasehatku ini.”
Frayza tentu saja tertegun dengan penuturan Dokter Kelvin yang lebih serius saat ini. “Jangan menakutiku Dok, kau kan yang sudah mengubahku begini. Memang apa yang kau khawatirkan?”
“Jujurlah padaku, saat karangan bungan masuk diruang tunggu kau tidak mencium aromanya bukan?”
“Tentu saja tidak Dokter, saat itu aku berpikir keras siapa rivalku yang sudah melakukan plagiat karyaku. Memang ada apa dengan bunga itu?” Frayza ingat bila diruang tunggu Hikashi terdapat aneka macam kiriman kado dan karangan bunga. Hingga memenuhi ruangan.
Dokter Kelvin akhirnya mau buka suara tentang apa yang baru saja dia dengar. Ternyata Matsumoto tengah mencurigai kurir yang meletakkan karangan bunga. Seorang berperawakan kecil dan pendek, kulitnya sawo matang. Dia memakai rompi dan topi yang senada. Hanya saja wajahnya tertutup rambut panjang. “Ketua Matsumoto berkata jika ia melihat Ayako, wanita dari masa lalu Hikashi.”
Degh! Detak jantung Frayza seolah berdentum meledakkan sebuah emosi. Seorang wanita hadir dari masa lalu Hikashi.” Maksutmu wanitanya Hikashi?”
“Iya, dengan menyesal aku harus mengatakannya padamu mengenai persoalan ini. Mau tidak mau, suka tidak suka kenyataan pria memiliku banyak wanita disekitarnya. Dan hal itu mutlak dilakukan selama masih lajang. Dan wanita itu biasanya menjadi Selir yang melayani mereka.”
“Siapa Ayako sebenarnya, kenapa dia hadir lagi dikehidupan Hikashi sekarang?” rasa iri mulai mengusak keteguhan hati seorang istri yang mendapati rahasia suaminya.
“Ayako menaruh racun pada karangan bunga, dia menyemprotkan gas beracun yang merusak syaraf. Untunglah kau tidak menghirupnya langsung. Dan dibawa kemari, jika tidak mungkin sekarang aku sedang meratapi dirimu.” Sebegitu menakutkan kehadiran seorang Ayako. Dokter Kelvin berkata begini karena ia lebih dulu. Dan tahu segalanya daripada Frayza, hanya saja dia tidak rela bia Frayza terluka disisi Hikashi.
Dahulunya, Ayako adalah seorang Dayang istana yang paling tersohor karena kecerdasan dan kecantikannya. Sejak belia dia sudah masuk dilingkungan Istana. Jadi tidak asing lagi bagi dirinya untuk cepat beradaptasi. Para penghuni Istana mulai mengenalnya dengan baik. Sikap ramah dan tutur katanya yang lembut inilah yang membuatnya disebut-sebut sebagai Putri ke 2 . Setelah Putri Aiko yang menjadi calon tunangan Pangeran Mahkota. Yang masih diengku Hikashi kala itu, kedekatan Hikashi dan Aiko ini menimbulkan rasa iri dan dengki. Ternyata perasaan terpendam Ayako ini ada yang mengetahui. Ialah tak lain Ibunya sendiri, Bibi Aciko. Ayako lahir tanpa diketahui pasti siapa ayah biologisnya. Ada yanh mengatakan bila Bibi Aciko memperoleh jabatan utama pengurus Istana ini karena memiliki hubungan khusus dengan orang penting di Istana. Untuk menyembunyikan hasil hubungan gelapnya ini, Bibi Aciko mengakui Ayako sebagai anak dari saudaranya.
Lambat laun, para Pangeran Istana beranjak remaja. Ketampanan dan karisma mereka sudah mulai memancarkan auranya. Hiroshi yang cengeng, Takhesi yang pendiam dan Hikashi yang asik bermain pedang-pedangan. Saat itu Ayako mencoba mendekat Takhesi, kakak dari Pangeran Hiroshi. Karena Ayako terpesona dengan kedewasaan Takeshi. Mereka awalnya hanya teman bertukar pikiran. Lama kelamaan tumbuhlah rasa suka Takeshi kepada Ayako. Karena niat awalnya Ayako mendekati Hikashi, oleh karena itu dia memanfaatkan Takehsi. Ayako mulai menguasai dan tempramental, dia mulai menguasai hati dan pikiran Takehsi.
“Aku ingin bunga Dendolion, carikan pokoknya!”
“Mana mungkin Ada, inikan perkotaan. Yang benar saja ah,” kelit Takehsi saat Ayako menyuruh kepada Takehsi.
“Pokoknya carikan bunga ituuu! “ bentak kasar wanita yang hobi memakai baju serba hitam.
“Kenapa kau tidak bisa sabaran sih, tidakkah kau tahu kalau aku akan berkuda bersama Hikashi. Sekarang dia menuju kemari. Setidaknya aku akan menyuruh Pengawal untuk mencarikannya untukmu.” Takeshi memilih menunggu Hikashi.
Karena gelas putra mahkota saat itu belum resmi dicopot. Jadi Hikashi masih diperlakukan istimewa oleh kerajaan. Rombongan mobil yang mengiring Hikashi telah tiba, senyum dari bibir Ayako terkembang. Saat ini dia bergembira karena pujaan hatinya tiba.
“Pergi sekarang!” perintah Ayoko mendorong Takeshi maju.
“Iyaya, ck.” Menggerutu kesal.
Selama latihan berkuda, Ayoko terus memperhatikan Hikashi yang memiliki darah campuran Inggris -Jepang. Berbeda dengam Takeshi yang Jepang asli. Ayoko mengusap tengkuk lehernya dengan penuh gairah. Ia bahkan membayangkan hal yang tidak patut dilakukan. Imajinasinya ingi segera ia wujudkan segera, namun dia harua menyingkirkan Takeshi terlebih dahulu. Saat asik dengan fantasinya, Ayako kedatangan tamu tak diundang yang duduk disebelahnya. Gadis ini tak kalah cantik dan anggun, ialah Aiko. Yang menjadi calon istri masa depan putra mahkota.
Wajah iri Ayako menatap sinis Aiko yang memberikan semangat kepada Hikashi. “Pangeran Hikashi, semangat!!” itulah teriakan Aiko yang membuat telinga Ayako berdenging.
“Permisi Tuan Putri,” menyenggol meja agar isi gelasnya tumpah. Dan benar saja, air itu membasahai rok Aiko. Sontak para Pelayan membantunya mengeringkan. Dengan angkuh Ayako melenggang pergi ke kandang kuda. Dia berniat menunggu Hikashi disana. Harapannya terwujud, Hikashi datang menunggangi kuda.
“Pangeran Hikashi, salam hormatku.” Sapaannya diacuhkan oleh Hikashi.
Sampai Hikashi turun dari kudanya, Ayako terus menempeli Hikashi sembari menyodorkan handuk dan air putih.
__ADS_1
“Pangeran, biar ku elap keringatmu itu. Ini aku bawakan air putih, minumlah.”
Hikashi yang mendapati perlakuan Ayako ini risih. Karena jaraknya begitu dekat dengan dirinya sekarang. “Pengawal Matsumoto, singkirkan lalat ini!” perintah Hikashi yang sudah muak.
“Pangeran Hikashi, aku adalah Dayang istana. Sudah tugasku untuk melayanimu, ku mohon jangan salah paham padaku.” Diusir paksa oleh kawanan penjaga.
“Sepertinya kau salah majikan, Tuanmu tidak disini. Pangeran Hikashi tidak pernah memiliki Pelayan wanita. Pergi!”
Terusirlah Ayako dengan hina dihadapan Hikashi. Hal ini tidak membuat Ayako putus asa, mengandalkan kecantikannya. Ia sudah bisa mengatur Takeshi dibawah telunjuknya. “Sekarang, aku debu bagimu. Aku pastikan kelak, dirimu menganggapku berlian!” sumpah Ayako ketika Hikashi mengusirnya.
“Sepertinya Hikashi memiliki tempramen yang tidak baik ya, sampai-sampai pelayan wanita saja ia tidak mau.”
“Frayza, bukannya Hikashi memiliki penyakit mental. Dia trauma berat, masih untunh kepala Ayako masih menempel. Dulu, ketika ada yang berani menyinggung Hikashi sudah dibabat habis.”
“Maksutmu dibunuh?”
“Emmb tidak, lebih tepatnya mereka bunuh diri sendiri. Karena tidak kuat mengalami teror yang kejam.”
“Apakah Hikashi seperti itu?”
“Jangan tanyakan lagi, kau yang sudah merubahnya menjadi manusia. Sebelumnya dia adalah iblis, hisss kenapa aku menakutimu. Mungkin ada baiknya Tuhan tidak menitipkan benih dirahimmu. Sulit aku bayangkan.”
“Jangan begitu, setidaknya Suamiku sudah lebih berperikemanusiaan.”
“Sudahlah, kalau aku bicara banyak bisa-bisa kau akan pingsan.”
“Ada di ruangan kerjaku, aku akan kesana. Ingat, pikirkan masa depanmu. Semua orang bisa berubah, tapi sifat asli seseorang pasti akan tumbuh kembali.”
Frayza tak mengindahkan kalimat Dokter Kelvin baru saja. Dalam ingatannya, Ayako adalah wanita yang cantik dan tingginya semampai. Kulitnya putih bersih terbalut baku tertutup berwarna hitam. Wanita secantik Ayako seharusnya menjadi istri konglomerat, tapi kenapa dia masih mengincar Hikashi. Bahkan mengirim bunga beracun diruangan tunggunya. Ini seperi pecahan pazzel yang terberai.
*
*
*
MASA LALU,
Ketika Hikashi emosi dan marah, ia menyiksa binatang yang tak berdosa. Ia melepaskan hewan di hutan dan memburunya. Bahkan ikan di kolam tak luput dari amarahnya. Ia tak segan-segan membunuh binatang yang tak berdosa itu. Kesempatan inilah yang dimanfaatkan Ayako, dia memakai gelang hipnotis untuk menggoda Hikashi. Dia berhasil mencuci kesadaran Hikashi, Ayako mengucapkan mantra-mantra agar Hikashi menurutinya. Matsumoto yang hampir saja kecolongan berhasil menghentikan pengaruh Ayako.
“Apa yang telah kau perbuat?”
“Aku mengambil kotoran di rambut Pangeran Hikashi.”
“Kotoran?” Matsumoto mencurigai peringai Ayako.
“Ini (sehelai benang) lihatlah. “
“Pergilah jika urusanmu sudah selesai, tempatmu bukan disini.” Lagi-lagi Ayako terusir lagi dari sekitar Hikashi.
__ADS_1
Ketika Hikashi berbalik, tiba-tiba Ayako memberanikan diri bicara bahwa menyiksa binatang hingga mati tidak akan berimbas apapun. “Pakailah tubuhku ini untuk melampiaskan amarahmu. Jangan sakiti binatang lagi, jadikanlah aku Selirmu. Lakukan segalanya yang kau inginkan.”
Selama ini Hikashi yang dingin dan acuh sudah terperangkap oleh mantra Ayako. Tangannya meminta cambuk, dan mulai melancarkan aksinya. Hikashi memukuli Ayako, gadis itu merintih dan menjerit-jerit karena Hikashi menghajar tubuhnya. “Terimakasih Pangeran Hikashi, aku merasa sangat terhormat.” Lalu Ayako pingsan dibopong pergi.
Untuk pertama kalinya Hikashi merasa puasa. Karena dengan membayangkan wajah Bibinya yang kejam. Ia seolah sudah menyiksa Bibinya yang dianggap dalang kemalangan hidupnya.
“Hah, menyenangkan sekali.” Ucap Hikashi puas.
“Pangeran Hikashi, ini adalah kali terakhirnya.”
“Kenapa? Kau lihat, dia sendiri yang menawarkan dirinya untukku. Dan dirinyalah yang sukarela aku siksa, mulai besok datangkan wanita-wanita manjadi selirku. Bayar mereka dengan upah yang tinggi, mereka pasti mau melakukannya. Bahkan mati sekalipun mereka akan bahagia, seperti Selir tadi.”
“Pangeran Hikashi,” Matsumoto bergidik miris majikannya menjadi berdarah dingin.
Usai kejadian itu, Hikashi mulai melampiaskan amarahnya kepada selir-selirnya. Orientasinya semakin berubah, ia tidak memakai tangannya sendiri. Melainkan membiarkan selirnya berduel hingga terluka. “Pangeran Hikashi, ini yang terakhir kalinya ya. Saya mohon dengan kerendahan hati, jika karma itu berbalik.”
“KENAPA KAU SEKARANG TIDAK MEMIHAKKU! TIDAK ADA KARMA UNTUK ORANG YANG MENDERITA SEPERTIKU. AKU TIDAK AKAN MENGANGKAT DERAJAT WANITA SEPERI BIBI-KU!” ucapan Hikashi inilah yang menjadi titik balik karmanya, yaitu dipertemukan oleh Frayza.
Rumor jika Hikashi mulai memelihara selir tiba juga ditelinga Ayako yang masih terbaring sakit di bangsar. Bibi Aciko menyarankan agar ia jangan menemui Hikashi lagi. Karena dirinya dapat kehilangan nyawa. “Prioritasmu adalah menjadi istri Pangeran, bukan Selir!”
“Aku tetap mau menjadi Selir, sekalipun kau melarangku. Tapi aku sudah jatuh Cinta kepada Pangeran Hikashi!” Ayako menolak nasehat Bibi Aciko.
“Kau boleh bodoh, tapi mati konyol jangan!”
“Aku tidak peduli, jika menjadi Selir dan terluka habis-habisan bisa membuat Pangeran Hikashi membutuhkanku. Semuanya akan aku lakukan, aku tidak mau menjadi sepertimu wanita tua!”
“Kau jangan bodoh Ayako!”
“PERGIIIIIII, CEPAT PERGIII JANGAN GANGHU AKU!!!”
Sifat keras kepala Ayako inilah yang membuatnya harus kecewa, dia mendatangi Istana kediaman Hikashi. Ketika pintu gerbang dibuka, ada 2 wanita memakai jubah hitam keluar. Keduanya terkulai lemas seolah ingin pingsan. Baru saja dirinya sembuh dari luka tempo hari, ia menyodorkan diri kepada Hikashi. Kali ini ia melucuti pakaiannya, pikirnya Hikashi tergoda kemolekan tubuhnya.
“Jika kau mau mandi, carilah sungai atau danau di Istana Pangeran Takeshi. Pergi!”
“Pangeran Hikashi, kau boleh menyiksaku sepanjang hari. Asalkan kau putus dengan selir-selirmu.”
“Dengarkan aku baik-baik, kau bisa menghipnotisku. Tapi tidak akan membuatku tertarik dengan tampilanmu seperti ini, wanita sejenis rasmu ini adalah mahkluk yang paling aku hindari. Kau menjijikan!” menendang Ayako hingga tersungkur.
Gadis itu menangis bukan karena sikap kasar Hikashi, melainkan dirinya ditolak mentah-mentah. Selama ini Hikashi hanya memakai Selirnya sekali saja. Ayako tak pernah menyerah, bahkan ia rela menyamar dan mengubah penampilannya. Dan ia berhasil menyempurnakan penyamarannya itu. Walaupun dengan catatan tubuhnya terluka.
“Ini upahmu, ku harap kau gunakan akalmu daripada hatimu. Mencintai iblis sama juga menjadi budak. Jadilah manusia yang mulia, jangan merendahkan derajatmu seperti ini.”
“Ketua Matsumo, aku akan sembuh dengan cepat. Aku mohon, pakailah aku terus. Aku tidak bisa hidup tanpa Pangeran Hikashi.”
“Selir Ayako, kau yang membuat masalah ini menjadi rumit. Awalnya jika cintamu itu baik, pasti membawa dampak yang bijak. Sekarang kau merubah Pangeran Hikashi seberingas ini. Dan kau tahu, jika kau terus begini. Aku takut Pangeran Hikashi tidak akan mencintai wanita manapun. Jauhilah Pangeran Hikashi, dekati saja Pangeran Takeshi. Dia menaruh hati kepadamu, kau bisa menjadi istrinya. Jangan mempersulitku, kau tahu bagaimana sulitnya memperoleh selir. Aku harus melihat keluarganya menangis ketika mengantar pulang anak gadis mereka. Apakah kau tidak tahu dampak buruk dari perbuatanmu? Jika ada wanita yang bisa membuatnya jatuh Cinta, tidak peduli latar belakangnya. Pasti aku akan mencarinya, agar Pangeran kecilku tidak menjadi monster. Kau yang sudah menciptakan monster kejam dari malaikat yang suci!”
Matsumoto menghujani Ayako dengan lembaran uang, dirinya seperti mandi uang. Saking banyaknya tuh uang yang dilempar Matsumoto buat bayar si Ayako yang psikopat. Demi kebaikan mental Hikashi, Matsumoto menyarankan agar Hikashi pindah ke Inggris secepatnya. Karena penobatan Raja akan dilaksanakan. Dan posisinya sebagai putra mahkota juga akan dicopot. Hal ini sungguh sangat menyakitkan. Hikashi menuruti saran dari Matsumoto ini, karena dia tidak mau hidup menumpang.
Kepergian Hikashi ini dirahasiakan dari siapapun, sampai 5 tahun berlalu dari kepergiannya. Ayako masih belum bisa beralih dari hati dan pikirannya. Dirinya masih terobsesi dengan Hikashi, sampai harus dirawat di Rumah sakit jiwa. Hingga Bibi Aciko mengabarkan kedatangan Hikashi, dan Ayako memperoleh harapan hidup kembali. Tapi sayang, hati Ayako yang baru saja berkembang harus pupus. Hatinya iri kala Aiko merawat Hikashi dengan baik dan melakukan hal yang tidak senonoh. Dan yang membuat patah hati lagi Ayako melihat Hikashi bertekuk lutut dengan Frayza gadis yang diakuinya sebagai istri. Adegan demi adegan yang mereka lakukan tak luput dari pengawasannya. Sampai akhirnya kesempatan balas dendamnya terbuka lebar. Ia sengaja mengirim bunga beracun diruang ganti Hikashi, yang saat itu Frayza sedang berada disana. Senyum sinis penuh kemenangan. Karena satu persatu wanita yang mengelilingi Hikashi akan ia singkirkan.
__ADS_1