TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
JADE X KENZO


__ADS_3

Patrick ikut berada di kamar Seven, ia merekam. Kebersamaan ibu dan anaknyanh melepas rindu seharian. Bibi Fang bisa beristirahat dan makan. Frayza menyuapi Seven yang begitu lahap menyantap bubur dan beberapa potongan sayur.


“Nona, makan malamlah disini. Kami akan menyiapkan hidangan untuk anda.”


“Aaa... Aku sudah makan sebelum datang kemari Patrick. Jadi perutku sangat kenyang. Oiya besok pagi aku akan datang kemari, maaf ya malam-malam begini aku bertamu.”


“Tidak apa-apa Nona, aku akan membukakan pintu rumah ini kapan pun kau ingin datang.” Matanya berkaca-kaca.


“Apakah kayu yang tadi aku bawa sudah kau bakar?”


“Sudah Nona, kayu itu aku bakar.”


“Syukurlah, tadi q bertemu anak kecil yang Malang hendak dirampok.”


“Ouwh jadi anda berusaha menghilangkan barang bukti ya?”


“Iya hahaha, tadi aku sudah memukul beberapa pria dengan brutal. Padahal aku kan seorang ibu rumah tangga saja.”


“Nona, kau adalah wanita hebat. Dulu kau...” Tiba-tiba seorang pelayan datang masuk membisikkan ditelinganya. “Nona Frayza, saya mau mengurus hal penting. Maaf saya tidak bisa menemani anda.”


“Tidak apa-apa Patrick, lagipula disini juga ada Bibi Fang menemaniku. Pergilah,”


Pelayan mengatakan bila perwakilan sekolah Jade datang. Karena tuan rumahnya belum ada, jadi Patrick selaku penanggungjawab menemuinya.


Setelah berhasil menidurkan Seven, Frayza meminta pamit undur diri. Karena sudah hampir larut malam, dan sepertinya Frayza harus mencari tempat menginap lagi. Dan ia memesan kamar hotel yang murah sedapatnya. Karena uangnya juga semakin menipis.


Atas rekomendasi si sopir pribadi yang mengantarnya. Frayza sampai disebuah motel murah untuk tidur malam ini. Letaknya yang berada di pinggiran kota yang sepi. Namun tak apa, esok hari sopir itu akan menjemputnya lagi lebih awal. Dan berjanji akan mencarikan hunian yang cocok untuk dirinya nanti.


*


*


*

__ADS_1


KENZO,


Pria ini merasa tertekan dengan bocah kecil yang duduk dikursi penumpang. Anak kecil ini duduk menyilangkan kakinya.


“Tuan kecil, maafkan ketidak sopanku tadi.”


“Tidak sudi!” jawab Jade angkuh.


“Tuan kecil, aku tidak tahu jika kau sudah sebesar ini.”


“Tidak butuh apresiasimu!” jawab Jade ketus.


“Tuan kecil, maafkan aku yang tidak mengenalimu sama sekali.” Kenzo kikuk.


“Tidak butuh pengenalanmu!”


Semua bujukan Kenzo menjadi percuma didepan bocah kecil ini. Ia menyetir mobil dengan keadaan yang depresi. Bagaimana tidak, dia adalah Jade Ryu Alexander. Anak yang pernah ia rawat sejak bayi di Swiss. Kenapa begitu ketus dan angkuh pada dirinya. Oh ayolah Jade, kau ini keterlaluan sekali terhadap pria yang sudah berumur.


“Kau, kenapa selalu dekat dengan Mamaku!”


“Apakah Mamaku dulu seorang atlit bela diri atau preman?”


“Haiii anak kecil! Kami bukan preman atau atlit, kami adalah agen rahasia yang menjaga keamanan orang penting!”


“Hai, kau berani bicara bernada tinggi kepadaku? Apa kau lupa aku ini siapa!” Kenapa malah lebih galakan Jade daripada Kenzo ya, aneh.


“Iya, maafkan saya yang sudah bicara tinggi kepadamu Tuan Kecil.” Sialan, rasanya Kenzo ingin berkata kasar pada bocah sombong ini.


“Mulai sekarang kau menjadi pembisikku, dan jaga sikapmu kepada Mamaku. Sangat menyakitkan mata melihatmu sok akrab dengan Mamahku. Ingatlah posisimu itu siapa, jangan sampai aku menulisnya di kepalamu!” Jade, mulutmu kepada oedas sekali Nak. Dimana kau belajar kata-kasar seperti ini hah.


“Kami hanya berteman, jadi wajar kalau akrab. Lagipula Nona Frayza tidak keberatan dengan sikapku. Kenapa kau permasalahkan hal itu!”


Dugh! Menendang kursi Kenzo, sama seperti yang dilakukan ayahnya ketika kesal. “Apa perlu kubuat kau patuh hah! Ini Inggris bukan hutan Rimba!” lagi-lagi Jade memprotes sikap Kenzo yang diuji kesabarannya.

__ADS_1


“Tuan kecil, apakah kau tahu dibokongmu ada tahi lalatnya.” Kenzo mencari kelemahan Jade agar menurut padanya.


“Apa kau bilang, kau cabul sekali!”


“Hahaha itu benar, karena sejak bayi. Akulah yang mengurusmu dan mengganti popokmu. Juga akulah yang memakaikan bando pink saat kita bermain boneka barbie hahaha.”


“Kurang ajar sekali kau mendadaniku seperti banci!” Jade mengernyitkan dahinya. Kali ini ia dibuat mati kutu dengan aib yang dibuat Kenzo. Rasanya ia ingin memutar waktu kembali lagi. Dan tidak sudi diasuh oleh Kenzo keparat.


Sepanjang perjalanan ini Kenzo bisa bersiul penuh kemenangan. Bagaimana tidak, ia akhirnya bisa membuat bocah arogan kecil berhenti menghardiknya.


Turun dari mobil, Jade langsung menendang pintu mobil Kenzo dengan keras. Ia membuang dasinya, dan tidak menyapa pelayan yang menyambutnya. Kenzo tertawa puas sudah mengalahkan lawan kecilnya ini.


“Jade, ada yang mau aku tanyakan kepadamu.”


“Tidak sekarang Patrick, aku sedang muak! Panaskan burger ini, aku mau memakannya. Dan satu hal lagi, katakan kepada pria yang baru bersamaku itu. Untuk menjadi sopir pribadiku, aku ingin dia menjadi bulan-bulananku!”


“Baiklah Jade,” Patrick baru saja mau menanyakan perihal sekolahnya. Namun perkenalannya dengan Kenzo tidak berjalan dengan lancar dan baik. Sekarang Patrick menemui Kenzo yang masih di teras utama. Ia meneliti cat mobilnya bila ada yang lecet.


“Sekertaris Kenzo, apakah kau membuat suasana hati Jade buruk?”


“Tidak, kami hanya dua orang pria yang mencoba mengulas kenangan masa lalu. Mungkin ekspresinya tidak begitu baik saat aku katakan rahasia terbesarnya hahahaha.” Berbisik ditelinga Patrick.


“Jangan membuat masalah dengan bocah itu, sekarang ia sedang temperamen. Padahal ada hal penting yang mau aku sampaikan kepadanya.”


“Hahaha anak itu terlalu dimanja olehmu, makanya dia tidak mudah diatur; Oiya, dimana Nona Frayza?”


“Sopir sudah membawanya ke sebuah penginapan. Besok dia akan dijemput lagi kemari.”


“Ah sial, kenapa kau tak menyarankan tinggal ditempatku saja. Kau tahu tidak, setiap kali dia pergi pasti dikejar masalah. Berikan alamat penginapannya sekarang!”


“Tidak perlu, aku sudah mengerahkan pengawal disana. Ia sudah mematikan lampu kamar tidurnya, sebaiknya anda pulang. Ini sudah larut malam dan aku mau menutup gerbang utama.”


“Oh baiklah, tidak majikan- tidak pelayannya semuanya mengherankan. Baiklah aku akan pergi dari sini, daa selamat malam.”

__ADS_1


Malam ini Kenzo berhasil membuat Jade berlama-lama dikamar mandi. Bocah kecil itu mandi dan menggosok bokongnya. Ia ingin menghapus tai lalat di bokongnya. Tapi sepertinya gagal, sampai akhirnya bokongnya menjadi merah akibat kerasnya iya menggosok spons mandi.


“Kurang ajarrrrr!!!” Teriak Jade dari dalam kamar mandi. “Awas kau, akan aku buat menyesal seumur hidup karena sudah membongkar aibku!!!” Bocah kecil itu mengutuk keras Kenzo, yang tahu rahasia terdalamnya.


__ADS_2