TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
TAK BISA BERBUAT TANPAMU


__ADS_3

√ LANJUTAN,


“Baiklah Rose, ku sarankan agar kau istirahat saja.”


“Lalu siapa yang akan memberitahukan Julian tentang penculikan Franda ini?”


“Apa kau masih sanggup melakukannya? Kepalamu belum kering jahitannya.” Frayza mengkhawatirkan keadaan Rose yang masih trauma ringan.


“Aku ingin Julian lekas kembali ke Singapura, agar dia memiliki kesempatan hidup yang lebih baik. Dia disini sangat memprihatinkan keadaanya.”


“Baiklah, tapi aku antar kau ke tempatnya Julian kalau begitu. Tunggulah disini, aku akan selesaikan pembayaran administrasinya.”


Usai melunasi biaya pengobatan Rose, Frayza berjalan membeli minuman ringan. Dia berpikir sejenak, usahanya untuk kabur dari masa lalu sepenuhnya tidak bisa. Masih ada keluarga yang terlunta-lunta. Sekarang Franda diculik Matsumoto, dirinya harus mencari cara agar Frank bisa menyelamatkan adik kandungnya. Tapi bagaimana bisa dia melakukan itu, wajahnya kini sudah berubah.


“Fray, bagian mana yang sakit katakan padaku!” Ramon menarik bahu Frayza lalu memeluk erat.


“Ra-ramon... Cepat sekali kau datang kemari. Apakah kau membawa mobil?”


“Iya, aku membawa mobil. Ayo aku gendong atau dibopong saja?” wajah Ramon panik ketika dia tahu Frayza berada di Rumah Sakit dan minta dijemput pakai mobil.


“Bukan aku, tapi Rose.”


“Rose? Siapa Rose?”


“Kau lupa? Dia wanita yang mengajak ku bicara waktu di Bogor dulu.”


“Aku lupa, tidak penting aku mencari tahunya. Ayo kita pulang, apa ada yang belum selesai?”


“Sudah, semuanya sudah selesai. Tinggal antar Rose ke tempat Julian tinggal.”


“Huuuuuuuummmmmbbb,”menarik nafas dengan berat karena Frayza masih ingin bertemu Julian lagi.


“Adikku Franda diculik orang yang ciri-cirinya mirip Matsumoto. Dan aku lacak ternyata benar, dia Ketua Matsumoto dan Kenzo. Apa kau akhir-akhir ini merasa ada yang mengikutimu?”


“Aku mana sempat memikirkan hal itu, yang ada dikepalaku adalah kita harus segera pergi dari Negara ini secepatnya!”


“Ramon, kau sedang tidak merahasiakan sesuatu hal kepadaku bukan?”


“Apa? Rahasia apa?” Ramon tidak menahu rahasia apa yang dimaksut Frayza. Dia tidak mau lagi terlibat dengan Matsumoto yang pernah mencelakai hidup Frayza sebelumnya.


Di selalu percekcokan mereka berdua, datanglah Rose untuk melerai keduanya. “Kak, lebih baik kita segera menemui Julian. Aku sudah mendapatkan ide untuk masalah ini. Pertama-tama, temukan aku dengan Julian. Lalu aku menceritakan tentang kejadian yang menimpaku saat ini. Dan aku yakinkan kepada Julian kalau hukum disini sangat lambat dan lemah. Jadi aku akan berusaha membujuknya untuk kembali ke Singapura untuk bantuan koneksi ayahnya. Serta bantuan kepada Frank juga, karena Franda masih resmi status tunangannya Frank. Bagaimana?”


“Jadi aku tidak perlu turun tangan kan?”


“Itu ide bagus, aku suka. Ayo kita ketempat adikmu dan menyelesaikan masalah ini juga.” Ramon bersemangat karena dia tak ingin Frayza berlama-lama dikubangan masa lalu. Terlebih lagi nama Frank disebut juga.


Frayza dan Ramon bersabar menunggu Rose yang menemui Julian. Mereka berharap agar Julian mau menuruti perkataan Rose dan bersedia kembali ke Singapura.


“Jika kau berat untuk meninggalkan Bali, setidaknya kau harus ingat. Franda adalah kakakmu satu-satunya. Jika kau tak khwatir tentang keberadaannya, minimal pikirkan orang tuamu yang akan sedih kehilangan Franda. Dan Tuan Frank, dia juga harus tahu tentang penculikan yang dialami Nona Franda. Ayolah Julian, kita pergi kembali ke Singapura. Jika kau ingin menetap disini silahkan, tapi beritahukan dulu keluargamu. Jangan sampai terjadi penyesalan berikutnya.”


“Baiklah, kau atur saja kapan kita berangkat. Tapi aku mau menemui Nimas sebelum pergi. Aku ingin melihat bayinya untuk terakhir kalinya.”


“Juliaaannn...” Rose menekankan jika hal itu tidak mungkin terjadi.


Dibantu oleh Rose, akhirnya Julian mengemasi barang-barangnya. Dan tak perlu lama, Ramon memesankan tiket untuk keduanya agar segera mengambil penerbangan yang lebih awal. Baik Ramon dan Frayza yang terus mengikuti mereka dari belakang, ternyata ada pengawal Matsumoto yang masih mengikuti Ramon dengan diam-diam.

__ADS_1


Tibalah Julian dan Rose di Bandara I Gusti Ngurah Rai, mereka bersiap masuk kabin pesawat. Frayza melihat adiknya sudah pasrah bersama Rose. “Semoga kau selamat sampai tujuan,” ucap lirih Frayza mengiringi kepergian adiknya.


“Sudaaahh, ayo kita liburan juga kalau kau mau. Nanti Franda akan selamat kok, jangan khawatir.”


“Iya, aku tahu itu. Frank akan melakukan apa saja demi Franda, seperti sebelumnya. Aku bisa rasakan itu, Frank sangat mencintai Franda lebih daripada aku.” Frayza menampakkan mendung gelap diwajahnya.


“Semua sudah berakhir, kau adalah bagian hidupku sekarang.” Ramon merangkul Frayza dan mengajaknya pulang ke Villa mereka.


Setibanya di Villa, Ramon kaget. Karena pintu dijebol, bahkan berantakan seolah usai dijarah orang.


“Kita kemalingan?”


“Sebentar aku cek barang-barang berharga kita kalau ada yang hilang, kau masuk kembali ke dalam mobil.”


Ramon masuk kedalam kamarnya, dan semuanya berantakan. Lampu rumah yang padam kini menyala terang benderang. Prokkk... Prokkk... Prokkk... Suara tepuk tangan dari seorang pria berkepala plontos muncul. Beserta anak buahnya yang usai mengacak-acak Villanya.


“Ketua Matsumoto?”


“Hallo, apakabar Ramon. Masih ingat denganku? Kenapa tidak membalas pesan surelku? Apa kau terlalu sibuk dengan Nona ini hhhaaa?”


“Embbbb... Embbbb...”Frayza sudah diikat, serta mulutnya diplester.


“Lepaskan dia!” perintah Ramon.


“O’oooooo tidak semudah itu Ramon, pertama kau harus menuruti semua kamuanku. Setuju?”


“Tidak sudi!”


“Kau mau, aku serahkan wanitamu ini kepada Tuan Hikashi agar dia disiksa seperti selir-selirnya?” Frayza menggelengkan kepalanya berontak.


“Selain mengencani wanita cantik ini, dimana keberadaan saudara perempuannya Fred?”


“Maksudmu gadis yang kabur pada malam itu?”


“Iya, dia pasti tahu dimana keberadaan Fred. Oleh karena itu aku membuntutimu, tapi sayang. Ternyata kau sudah memiliki wanita lain yanh jauh lebih cantik. Tuan Hikashi pasti senang karena dia akan memiliki mainan yang menarik.”


“Jangan ganggu dia, mengenai gadis yang kabur dulu itu aku tidak tahu. Soal Fred, dia mengalami malpraktek saat uji coba cangkok kornea mata di Bangkok. Aku sudah putus dengan saudara perempuannya, jadi kau bisa mencarinya sendiri.” Ramon mengarang cerita agar Matsumoto melepaskan Frayza.


“Bawa gadis ini ke Villa Tuan Hikashi. Biar menjadi jaminan kalau untuk Ramon membawa Fred.”


“Tidak bisa, ini namanya melanggar hak asasi. Dia adalah wanitaku, jadi aku yanh berhak membawanya kemanapun aku pergi. Aku sudah ada hubungan apapun dengan Fred. Jika kau mau mencarinya, cari saja sendiri jangan libatkan aku.”


“Kau berani membantahku!” membanting puntung rokoknya karena kesal.


Ramon di pukuli oleh anak buah Matsumoto dengan pentungan bisbol. Dia tidak boleh melawan, jika tak ingin Frayza terluka. Hingga akhirnya Frayza dibawa Matsumoto untuk dibawa ke Villa peristirahatan Hikashi. Frayza yang dimasukkan kedalam sel tahanan yang gelap dan pengap. Tangan dan kakinya diikat tali. Dia sendirian dan kedinginan. Sementara Franda mendapatkan hal yang berbanding terbalik darinya. Dia setiap hari mendapatkan barang-barang mewah dan berharga selama dalam tahanan. Hikashi memperlakukan Franda seperti Putri lantaran dia ingin tahu selera wanita idaman Fred. Sampai akhirnya Matsumoto datang dan menanyainya tentang Fred.


“Apa, kau bilang baru saja ‘Fred’?”


“Iya dimana sekarang Fred berada? Kalian sudah berkencan dan kau membelanjakan uangnya untuk foya-foya bukan?”


“Apa kencan? Foya-foya? Siapa itu Fred?”


“Jangan pura-pura tidak tahu, Fred adalah salah satu agen kami yang sedang dicari Tuan muda kami. Ini fotonya.”


(Tidak mungkin, lelaki ini seperti perempuan. Wajahnya sangat familiar dengan seseorang yang tidak asing bagiku.) Franda memperhatikan foto Fred yang diperlihatkan oleh Matsumoto. Akhirnya Franda berpura-pura tahu dimana Fred berada. Asal dia dipertemukan oleh Hikashi. Syarat yang diajukan Franda ini disetujui Hikashi, karena inilah jawaban yang ditunggu-tunggu.

__ADS_1


Diruangan ini, Hikashi usai menyiksa selirnya lagi. Franda yang merinding dengan keganasan sikap Hikashi ini bergidik ngeri. Takut hal buruk akan menimpa dirinya kelak.


“Tuan Muda, wanita ini mau mengatakan hal mengenai Fred.”


“Perkenalkan, namaku adalah Franda. Sebelumnya aku mau mengajukan pertanyaan, apa hubunganmu dengan Fred? “


“Hubungan?” kelah Hikashi.


“Orangmu bilang aku kekasih Fred, lantas apa kaitannya dirimu dengan Fred. Bukankah Fred itu seorang pria, apa elok seorang lelaki mengejar pria?”


“Tutup mulutmu! Aku tidak minta komentarmu, sekarang tunjukkan dimana Fred berada atau pedang ini menghujam jantungmu!” Hikashi mencekik leher Franda hingga merah cap jari tangannya.


Saat Franda mulai lemas tak mampu bernapas, Kenzo datang dengan tergopoh-gopoh melaporkan kalau tawanan wanita meloloskan diri dari sel tahanan.


“Biar saya saja yang tangani ini Tuan, lanjutkan saja introgasinya.” Matsumoto mengambil alih pengejaran.


“Cepat Ketua, mereka larinya ke hutan belakang Villa.” Ucap Kenzo menekam perutnya yang sakit dan wajahnya sudah babar belur.


Para pengawal yang berpencar mencari keberadaan Frayza yang berhasil lolos dalam sel. Mereka mengerahkan anjing pelacak untuk mencium aroma. Namun sayang, baju yang dikenakan Frayza ia lucuti. Sepertinya dia memakai baju pengawal yang ia lumpuhkan.


“Wanita itu, sebenarnya siapaaaahhhh!” Matsumoto meremas baju Frayza yang tergeletak ditanah.


“Dia diselamatkan oleh seseorang berpakaian ninja Ketua.”


“Apa? Ninja? Apakah dia mata-mata dari Pangeran Hiroshi?” Matsumoto berpikir jika ini adalah sabotase.


“Cepat laporkan ini kepada Tuan Muda Hikashi, bahwa Ramon adalah sekutu Pangeran Hikashi!” Matsumoto menyimpulkan jika Ramon adalah salah satu antek rival Hikashi.


*


*


*


#SEBELUMNYA,


Ketika Frayza dijebloskan kedalam sel, Kenzo yang kasihan terhadap nasib tahanan wanita itu datang hendak membawakan selimut.


“Kenzooo!!!” wanita asing yang tahu namanya. Dia terperanjat kaget mendengar panggilan itu.


“Tolong aku, keluarkan aku dari sini. Aku mohon, aku tidak memiliki hubungan spesial dengan Ramon. Dia teman baikku yang kebetulan ada hubungan pekerjaan.”


“Apa kau tahu Fred?”


“Iya, aku tahu Fred. Aku sangat kenal Fred. Pandanglah mataku ini! “ wajah mereka saling beradu tatap.


Dalam tatapan matanya, Kenzo melihat kejujuran dari wanita yang malang ini. Kali ini dia berbelot dan membuka gembok sel. Dia rela menghajar dirinya sendiri agar babak belur.


“Cepat pergi ke hutan, disana ada Ramon yang sudah menunggumu. Jangan lupa buang baju ini agar mengecohkan pengejaranmu. Katakan pada Ramon, hutang Budi suatu saat akan ku tagih.”


“Kenzo, kau teman baikku.” Kalimat yang sama persis diucapkan Fred ketika menerima kebaikan Kenzo.


Kenzo melihat gadis itu lari keluar tahanan, hatinya ingin tidak percaya dengan hal yang baru saja ia lakukan. Dengan langkah tergopoh-gopoh dia menemui Hikashi yang sedang berbicara dengan Franda.


-----MAAF TELAT YA, AUTHOR LAGI BANYAK KERJAAN. TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA.

__ADS_1


__ADS_2