
Pagi ini Hikashi pergi bermain papan seluncur salju bersama kedua putranya. Atas bujukan dari istrinya, agar ia bersedia menemani anak-anaknya seharian. Awalnya Hikashi menolak, dan memilih membatalkan saja janji. Mengingat kondisi Frayza yang kembali kerumah dalam keadaan sakit. Setelah cukup alot meyakinkan Hikashi, dengan syarat seharian ini ia dirumah. Bila Frayza ketahuan pergi tanpa ijin dari Hikashi. Maka ia siap menerima segala konsekuensi buruknya.
Bibi Fang membawakan minuman hangat untuk Frayza. Didepan perapian ini ia menghangatkan badannya. Tubuhnya bagi lelah dan tidak ingin banyak bergerak. Helena yang melihat Frayza tampak sakit, langsung duduk disebelahnya.
“Apa kau sehat?”
“Tidak begitu, sejak kapan kau tiba?”
“Tengah malam, bersama Matsumoto.”
“Bagaimana perjalanan kalian? Romantis kah?”
“Huh, seperti bencana.”
“Kenapa memangnya?”
“Dia membuat masalah dengan Yuki, mengambil baju ganti yang mahal di Butik. Karena Yuki tidak sengaja menumpahkan air koperasi di kemejanya.”
“Oh, Matsumoto bisa sensitif juga ya.”
“Maksutnya?” merapatkan duduknya dekat Frayza.
“Dia mulai memakai hati, biasanya tinggal beli dan pergi. Kenapa harus mencari ribut dengan seorang wanita.”
Perkataan Frayza ini membuat dada Helena kembang kempis, napasnya ugal-ugalan. Tidak terpikir sebelumnya jika trik menarik lawan jenis yaitu dengan menjahilinya? Oh mungkin Helena tidak begitu paham tentang tabiat pria. Tapi mana mungkin Frayza asal bicara. Secara dirinyalah yang sudah mengenal lama Matsumoto. Helena adalah orang baru hadir, setidaknya perkataan Frayza bisa menjadi pertimbanganya juga. Mungkin Matsumoto ada minat pada Yuki. Gadis cantik yang masih polos.
Keduanya menikmati teh hangat didepan perapian, saling berdiam diri melihat api ditungku. Dikepala mereka memikirkan hal yang berbeda. Pikiran mereka saling berkecamuk entah kemana. Setelah selesai berdiskusi di dalam batin sendiri. Tiba-tiba ada topik yang menarik untuk dibicarakan.
“Apakah aku perlu mengungkapkan perasaan cintaku kepada Matsumoto?”
“Jangan dulu, tahan selagi bisa.”
“Kenapa? Apa kau berpikir cintaku akan ditolak.”
“Aku lebih suka menyebutnya introspeksi diri. Apakah benar itu perasaan Cinta, atau kagum sementara. Kadang hati mudah menipu perasaan seseorang. Bilangnya Cinta, tapi setelah beberapa bulan bosan.”
“Lalu apakah hanya sebatas rasa kagum saja?”
“Pastikan dulu bagaimana penjabaran perasaanmu kepadanya. Jangan buru-buru bilang Cinta. Karena ketika kita salah mengenali perasaan yang sebenarnya. Maka kita akan mudah berpaling ke lain hati, dan tanpa sadar sudah menyakiti orang lain juga.”
Lalu keduanya menikmati suasana hangat dalam ruangan. Helena sedikit paham tentang nasehat yang diberikan Frayza. Karena dirinya dulu sering jatuh ke pelukan pria yang salah. Sampai pada saat ini ia masih melajang, dan menganggap memiliki pasangan hidup itu tidak penting. Pandangan hidup Helena berubah ketika melihat Cinta Hikashi untuk Frayza. Seharian ini Frayza berada dirumah bersama Helena. Mereka pindah ke dapur sekedar untuk membuat makanan. Sambil membahas pekerjaan mereka, dan tak ketinggalan juga menggosip tentang isu terhangat akhir-akhir ini. Wanita jika sudah bersama dan cocok pasti tidak bisa berhenti bicara.
Sore telah tiba, saatnya menyiapkan diri untuk makan malam. Tubuhnya masih demam karena semalam ia berada diantara salju yang dingin. Didalam kamar mandi Frayza membasuh wajahnya. Merasakan wajah yang dikagumi banyak orang, andai saat ini ia masih memakai wajahnya dulu. Apakah Hikashi masih mencintainya? Jawabannya tentu tidak, pria dimanapun lebih dominan memilih ragawi. Sesempuran apapun wanita, pria pasti akan terkesima dengan wanita lain. Dan hal itu pernah terjadi, bahkan menjadi luka didalam hatinya.
Ketika selesai bermain ski es, tiba-tiba Matsumoto bersama Takeshi mengunjungi tempat tersebut. Wajah Jade dan Seven sedikit curiga kenapa orang yang sibuk bekerja menyusul ayah mereka. Ternyata Hikashi meminta Takeshi membawa pulang kedua putranya. Sedangkan Matsumoto pergi bersama Hikashi entah kemana. Dia memastikan kedua anaknya pergi terlebih dahulu bersama sepupunya untuk pulang. Lalu Hikashi bergegas ganti pakaian dibagasi belakang mobil yang sudah disiapkan oleh Matsumoto sebelumnya. Mereka berdua hendak menuju suatu tempat.
Malam telah tiba, kamar Frayza berantakan sepertinya telah terjadi perang mulut. Karena sejak pulang Hikashi langsung naik pitam. Dan mengunci pintu kamarnya, kebetulan Frayza sedang tiduran lagi.
“Semalam kau bersama brandal itukan!”
Tangan Frayza ditarik kasar hingga tubuhnya terangkat. Ia baru saja memejamkan matany, kini harus terbangun kaget.
“Kau kenapa pulang-pulang marah padaku?”
__ADS_1
“Katakan kenapa kau tega berkhianat padaku pergi dengan Thomas dokter cabul itu!”
“Aku mencari resep obat untuk Jade, dan kebetulan ia menemukanku dijalan. Ketika hendak naik taksi, karena mobil mengalami kerusakan ban.”
“BOHONG!” dorong Hikashi.
Tubuh Frayza terpental diatas ranjang, jantungnya berdegup kencang. Suaminya murka, dan menindih perutnya.
“BAGIAN MANA YANG DIA SENTUH!” tangan Hikashi sudah mencengkeram mulut Frayza hingga mengerucut.
“Dia tidakkk me-le-cehhkankuuuh.” Jawabnya kesusahan.
“Aku memberimu segala, tapi ini balasanmu menghianatiku! Tidakkah kau buta mata kepala dan batinmu. Jika kau sudah membuatku gila semalaman menunggumu hah! “
“Uhuukkk... Uhukkkk... “ leher Frayza tercekik erat susah bernapas.
“Kkkaaau tahu betapa sakitnya aku, melihatmu menghabiskan sepanjang malam bersama pria lain. Disaat anakmu dan aku memikirkanku! Serendah itu derajatmu menjadi wanita murahan hah!”
“hhhhukkkk... Lllleee-pess kan uhukkkk...” rengekan itu tidak dipedulikan.
“Jika kau mau bersama begundalmu itu, lebih baik kau mati ditanganku. Aku tidak rela kau menyelingkuhi aku!!! Dasar keparat!”
“Uhukkk uhukkk... Huhh huhh...” tersengal-sengal napasnya.
Hikashi sudah melepaskan cekikan dileher Frayza yang meninggalkan bekas merah. Wanita itu terkulai lemas dengan mata sayu terbuka menoleh ke kiri. Mungkin 1 menit lagi dia sudah tewas kehabisan darah. Samar-samar ia melihat Hikashi mengemasi barangnya dari lemari. Pria itu pergi keluar dan menendang pintu, hingga suaranya terdengar memecahkan keheningan.
Bibi Fang dan Helena yang bertemu di koridor melihat Hikashi yang keluar mengendarai mobil ngebut. Mereka menuju kamar Frayza yang terbuka. Alangkah terkejutnya jika tubuh Frayza sudah membiru dengan baju tidur yang sudah terkoyak. Lalu Bibi Fang menyelimuti supaya tidak kedinginan. Helena mencari Takeshi dan Matsumoto, yang kebetulan berlari ke kamar yang sama.
“Kau jaga Nyonya, aku mau mengejar Tuan Hikashi.”
“Hati-hati.” Pesan Helena.
“Titip Nyonya, jaga baik-baik.”
Kalimat ini membuat Helena sedih, Matsumoto rela mengejar pria yang sudah menyiksa istrinya. Traumanya kembali muncul melihat bekas merah dileher Frayza. Apakah semua pria menjadi binatang ketika tersulut amarah? Sekali lagi, Matsumoto itu lebih sabartemperamennya daripada Hikashi. Walaupun Matsumoto kasar, tapi hanya mulut saja. Sedangkan Hikashi, waw mengerikan sekali. Baik Helena dan Bibi Fang yang melihat kondisi Frayza. Keduanya menangis dan meratapi wanita Malang ini yang tak berkesudahan.
“Lihat, bahkan ia menangis tanpa suara. Airmatanya mengalir tanpa henti.”
“Pasti dia mengalami kekerasan herbal dan verbal, tidak akan aku biarkan pria jahat itu menyiksa dirinya lagi.”
“Aku tahu orang yang bisa menolong kita.”
“Siapa?”
“Tuan Andreas, mantan tunangan Frayza. Dia seorang pengacara pandai, kita bisa memakai jasanya untuk mengajukan tuntutan keadilan. Ini sudah keterlaluan, Frayza hampir terbunuh ditangan suami gilanya hiks hiks.” Bibi Fang yang mencintai Frayza seperti anaknya sendiri menciumi tangan Frayza yang depresi.
“Baiklah, kalau begitu aku yang akan menghubunginya. Semoga ia bisa datang membantu.”
“Hu’um.”
Entah sejak kapan lelehan air mata Bibi Fang sudah mengalir deras. Wanita tua ini sangat terpukul dengan keadaan Frayza.
“Apakah kalian busa keluar sebentar, Dokter Cha datang mau memeriksa Frayza sebentar.”
__ADS_1
“Aku tidak mau meninggalkan Frayza dalam keadaan begini.”
“Aku juga, sepupumu hampir saja membunuh sahabatku!” timpal Helena.
“Kalian percayalah padaku, aku semalam bertemu dengannya di tempat penyimpanan abu jenazah putraku.”
“Siapa putramu?” tanya Takeshi.
“Cha Kelvin, Dokter yang direkrut Organisasi rahasia. Ialah yang memberikan wajah Dah Yee pada Nona itu.”
Frayza menolah, suara Dokter pria tua yang tidak asing lagi. Ternyata Dokter Cha secara kebetulan adalah Dokter pribadi yang ditunjuk Takeshi. Frayza merespon perkataan Dokter Cha, bila benar ia mengenalnya. Akhirnya pemeriksaan ia disaksikan orang banyak, mengingat Hikashi akan marah besar bila istrinya diperiksa Dokter pria.
Setelah Frayza menerima obat penenang, emosinya sudah stabil. Dan duduk dikursi bersama yang lainnya juga. Tiba-tiba Dokter Cha menerima kabar bahwa Dokter Thomas masuk UGD. Karena mengalami cidera perkelahian. Namun keadaanya sudah ditangani oleh pihak medis. Semua yang mendengar kabar buruk itu saling melempar pandangan satu sama lain. Mereka pasti yakin penyebab ini ialah Hikashi. Karena tabiatnya sudah meledak ketika pulang kerumah. Sekarang Hikashi pergi, dikejar oleh Matsumoto yang pergi dengannya juga tadi.
--- FLASHBACK ON,
Disebuah Apartemen dikawasan elit, Hikashi dan Matsumoto turun dari mobil. Mereka sudah mendapatkan identitas mobil yang membawa pulang Frayza. Parahnya lagi, menurunkan Frayza hanya sampai depan pintu gerbang saja. Seperti membuang kucing, hal inilah yang membuat Hikashi murka. Wanitanya diperlakukan buruk, padahal dirinya melayani Frayza seperti Ratu. Padahal jika dijelaskan dengan baik-baik pasti Hikashi tidak akan melakukan perhitungan. Disinilah letak kesalahan Dokter Thomas, ia menuruti perintah Frayza agar diturunkan didepan pintu gerbang saja. Lalu Dokter Thomas memberikan obat yang sedianya sudah ia siapkan.
Memencet bel, dibuka dan tampak wajah Dokter Thomas. Kaki Hikashi langsung menendang dada Dokter Thomas hingga mundur membentur vas diatas meja. Hikashi melayangkan bogem mentah berulang kali tanpa memberi ampun. Matsumoto mencoba sekuat tenaga sembari membisikkan kalimat istighfar. Agar setan yang merasuki majikannya lekas keluar. Namun, usahanya sia-sia untuk melerai pergulatan ilegal ini. Setelah mendapatkan beberapa pukulan, Dokter Thomas menghindar dan membalas. Matsumoto berdiri dipojokan membaca ayat kursi agar setannya mau keluar dari tubuh Hikashi. Setelah keduanya capek berkelahi dan loyo. Mereka duduk bersender di tembok saling berhadapan dengan sorot mata permusuhan.
“Fuhh fuhh ...” meniupkan air dalam gelas dengan doa yang sudah ia bacakan. Kemudian diberikan kepada dia pria yang sudah capek berkelahi.
Hikashi membanting gelas dilantai, karena airnya sudah habis. Ia mengatakan jika, Dokter Thomas masuk daftar hitam negara-negara yang Hikashi pengaruhi. Serta jabatan Dokternya dicopot berikut gelar-gelarnya. Karir Dokter Thomas sudah tamat, karena ulahnya sendiri. Menjebak istri Hikashi, awalnya ia ingin mempermainkan Frayza saja. Karena ia juga penasaran kenapa Dokter Kelvin begitu mengistimewakan Frayza. Dengan memberikan wujud Dah Yee pada Frayza. Seharusnya Dah Yee menjadi kekasih Dokter Kelvin jika ia masih hidup. Sekali lagi kita ingatkan, lamaran Dokter Kelvin pernah ditolak Frayza. Dan Dokter Thomas tidak tahu itu, makanya ia yang sudah tertarik juga. Berambisi meneruskan perjuangan adiknya, alih-alih agar Frayza mau membayar hutang Budi. Karena jasa adiknya, kini sekarang karir dan hidupnya sudah hancur dalam sekejap ditangan Hikashi.
“Aku yang mendanai penelitian dan penemuan adikmu. Jadi semuanya adalah milikku, kau tidak boleh memilikinya.”
“Hahaha cuih!” meludah darah dari mulutnya.
“Brengsek! Apa maksutmu!”
“Kami menghabiskan malam yang Indah. Dan tak akan terlupakan, dengan memberikan obat untuk putramu.”
Bugh! Satu pukulan mendarat tepat di pipi kiri Dokter Thomas, hingga muncratan darah nyiprat ditembok.
“Tuan, kendalikan dirimu! Nyonya tidak mungkin menghianatimu!”
“Hahaha kacungmu bodoh, dia mencoba menipumu!”
Hikashi menoleh Matsumoto kebelakang, yang mengunci kedua tangannya. Hikashi tak bisa lagi menjulurkan kedua tangannya untuk menghajar Dokter Thomas lagi.
“LEPASKAN BODOH, BIAR AKU BUNUH KEPARAT INI. DIA TIDAK LAYAK UNTUK HIDUP! BIARKAN AKU CABUT NYAWANYA! MATSUMOTO DENGARKAN PERINTAHKU!”
“Tidak Tuan, jika kita membunuh manusia setan. Nanti dia akan menjadi setan lalu merekrut manusia untuk mengikuti jejaknya. Dia itu agen setan, spesialisasi bagian menghasut pasangan agar bercerai. Aku mohon Tuan Hikashi, kali ini tolong dengarkan aku. Selain mendengarkan suara Adzan, tolong dengarkan seruanku ini. Pria ini tidak akan menyentuh wanita yang lagu menstruasi!”
Eh kok Matsumoto tau pria tidak akan melakukan hubungan intim bila si wanita datang bulan? Ya jelaslah tahu, orang dia fans fanatik Dannis si Bintang film biru. Dari situlah ia mencari sumber referensi untuk menambah wawasannya.
Akhirnya Hikashi pergi meninggalkan Dokter Thomas yang hampir meninggoy babak belur. Baiknya lagi, Matsumoto menelepon Ambulans bila ada orang yang sekarat. Kali ini Dokter Thomas harus dirawat secara khusus, beberapa giginya copot.
Tahu-tahu Matsumoto mencari mobil yang membawa dirinya sudah raib. Ternyata Hikashi sudah pergi meninggalkan dirinya. Sekarang ia lontang-lantung sendirian sambil mengenyot permen loli. Sebentar lagi sopir datang menjemputnya. Matsumoto kali ini bisa main halus, dia tidak main kasar. Karena kukunya baru saja dipoles di salon. Sayang sekali kuku-kuku sehatnya jika dibuat baku hantam. Lebih baik digunakan untuk hal positif saja.
Disepanjang perjalanan, kepala Hikashi sudah dikuasai omongan Dokter Thomas yang memanas-manasi. Hati siapa yang bisa tenang bila mendengar ucapan tidak pantas. Setelah semalaman tidak pulang, tapi bersama pria lain. Ia cemburu, sangat ingin meledakkan balon hijau. Agar sekacau hatinya yang sudah tersakiti.
----FLASHBACK OFF,
__ADS_1