
Ialah Dokter Kelvin Canaro yang menangani Frayza. Pria berkamata dan berkulit putih mulus. Wajahnya ditumbuhi kumis dan jampang. Sehingga sosoknya lebih jantan dan garang. Dia berjalan ke dengan santai usai mengurus Frayza. Dan Ramon yang kebingungan mencari informasi mengenai pasien yang diantar oleh Ambulas.
“Kenapa masih berkeliaran disini? Apakah pacarmu mengalami gangguan?”
“Tidak, aku sedang mencari temanku yang dibawa oleh Ambulans. Dia mengalami terusi ditempat kerjanya. Rencananya, aku mau berpamitan sekaligus menengok keadaanya sebelum aku pergi.”
Dokter Kelvin membawa Ramon masuk ruangan Frayza dirawat. Sudah mengenakan baju pasien dan menutup kakinya dengan selimut.
“Ramon?” decak Frayza.
“Aku pikir kau mati *****!”
Ada perasaan takut bila kabar kematian Frayza itu benar adanya. Karena Ramon tak ingin sahabat barunya itu mengalami nasib naas.
“Kenapa dengan rambutmu?”
“Oh ini, aku sengaja memangkasnya agar lebih praktis saja hehehe.”
“Bohong! ; Dokter Kelvin, apakah dia mengidap penyakit yang sama dengan Digna?”
“Tidak, dia yang memintanya padaku secara khusus untuk memangkas habis rambutnya.” Jawab Kelvin.
__ADS_1
“Katakan padaku, apakah yang menimpamu ini rekayasa?”
“Hu’um,” Frayza mengangguk.
“Aku tidak mau tahu urusan kalian itu apa, tapi sebagai Dokter. Aku sarankan kalian menjauhi sumber masalah saja daripada membuat perhitungan.”
Kata-kata bijak Kelvin ini ditujukan kepada Ramon agar tidak mempengaruhi Frayza agar balas dendam. Awalnya Ramon tidak sepaham, sebahu, serangan, sekepala dan apalah pokoknya enggak cocok saja sama wejangan Dokter Kelvin.
“Ramon, kehidupanku sudah sulit sebelumnya karena berada di lingkaran api. Jadi aku berniat menyamar sebagai lelaki seterusnya.”
Bujukan Frayza itu ditolak Ramon, karena Ramon tidak ingin Frayza menyalahi kodratnya. Sesama wanita, Frayza tidak boleh menolak takdirnya. Tetap harus menjalani hidup sebagai perempuan apa adanya.
Dibantu Dokter Kelvin, perlahan-lahan Ramon mencerna omongan dari Frayza.
“Tapu aku tidak janji kalau jadi lelaki keenakan lalu ganti kelamin hehehe.”
“Jangan gila kau!” bentak Ramon.
“Kau takut tersaingi ya?” timpal Dokter Kelvin.
Uang yang didapat Ramon dari Frank adalah uang gaji dari Frayza. Kenapa Frayza bisa tahu, ya karena Frayza mengingat seri uangnya. Dalam cerita ini Frayza memiliki daya ingat yang kuat, sehingga dia menjadi anak cerdas dan pandai. Oleh karena itu, Frank rela melakukan apa saja. Karena baginya Frayza adalah aset yang berharga. Tapu sayangnya, Frayza hanya dimanfaatkan oleh Frank.
__ADS_1
“Ikutlah tinggal denganku?” ajak Ramon.
“Tinggal? Berdua?” celoteh Frayza.
“Ups.... Bukan bukan, maksutku ialah tinggalah di Apartemen dengan pacarku.”
“Oh kau mau menampungku? Ckckckc baik sekali, kalau pacarmu salah paham lalu cemburu kepadaku?”
“Iya, pacarku memang pencemburu. Itu setimpal karena dia cantik. Tidak sepertimu, rambut kau botaki. Norak!”
“Ayolah Ramon, jangan merajuk karena rambut yang terapangkas. Lebih baik kau pinjami Ku baju untuk ganti selama menjadi lelaki.”
Tak banyak yang bisa Dokter Kelvin sampaikan dari percakapan ini. Kecuali mengunci rapat bibirny yang basa dan kenyal.
“Mulai sekarang panggil namaku Fred.” Pinta Frayza kepada keduanya.
"Baiklah Fred.... " ledek Ramon.
"Baiklah Fred, perbanyaklah istirahat. Aku akan meninggalkan kalian untuk berbincang-bincang. Sampai jumpa."
"Dokter, terimakasih telah membantuku. tanpamu mungkin aku tidak hidup. namun jasadku sudah lenyap begitu saja." ucap Frayza pasrah.
__ADS_1