TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
HATIKU SUDAH LULUH LANTAH


__ADS_3

KAMAR RAWAT PASIEN,


Mengetahui putranya mengalami kejadian nahas. Ia langsung memeriksa kondisinya, sangat memprihatinkan.


“Sebenarnya apa yang sudah kau perbuat, sehingga karir dan badanmu ikut hancur?”


“Tidak ada, aku hanya bertindak salah.”


“Tapi karir doktermu hancur dalam sekejap, Thomas.”


“Aku akan mencoba peruntunganku dibidang lain.”


“Mudah sekali kau berkata begitu! Susah payah keluarga kita berada di posisi keturunan dokter. Hanya karena tindakan bodohmu semuanya selesai!”


“Ayah, jangan marahi Kakak.”


“Yung Hee, jangan membelanya. Pria ini tidak pantas jadi panutanmu!”


“Ayah, Kak Thomas pasti menyesalinya. Sekarang kita harus cari pelaku pemukulan ini.”


“Siapa pelakunya?”


“Tidak penting!”


“Katakan siapa anak bodoh! Kau mau membuat malu Ayahmu ini hah! “ memukuli bahu Thomas.


“Ayah, hentikan. Kakak sedang sakit, kau menyakitinya.”


“Keluarlah Yung Hee, lanjutkan pekerjaanmu. Biar aku beri pelajaran anak bodoh ini.”


“Ayah, aku mohon berhentilah menyiksaku. Badanku sakit semua!”


Perawat lain masuk mencari Dokter Cha. “Dokter Cha, orang tua pasien dari Jepang mencari Anda.”


“Siapa?”


“Tuan Hikashi.” Mata Thomas melotot.


“Baik, aku segera pergi. Dan kau Thomas, urusan kita belum selesai!”


“Berarti dia disini?”


“Siapa Kak?”


“Hikashi!” mengepalkan tangannya.


“Apa yang kau lakukan Kak! Kembali berbaring, kau tidak boleh gegabah!”


“Kenapa kau berlebihan begitu?” ayahnya penasaran.


“Aku akan membuat perhitungan dengan pria itu, dialah yang sudah menghancurkan karirku!”


“Jadi orang yang namanya Hikashi itu yang membuatmu babak belur ya Kak?”


“Yung Hee...” potong ayahnya.


“Ayah, dialah yang sudah menghancurkan karirku. Aku menjadi begini karena dia!”


“Baiklah, kalau begitu aku akan menyakan langsung kepadanya sekalian. Tetaplah disini bersama Yung Hee.”


“Iya Kak, jika pria itu menghajarmu lagi bisa repot. Lagipula aku disini akan merawatmu.”


“Apa kau lupa jika sedang magang disini. Kembali bekerja sampai selesai waktunya pulang. Aku bisa menjaga diriku dengan baik.” Thomas masuk kedalam selimut, memejamkan mata.


*


*


*


Tok... Tok.. Perawat meminta ijin untuk masuk, pintu akhirnya dibuka. Hikashi keluar bersama Jade, sedangkan Frayza berada didekat Seven. Dokter Cha sendiri yang memeriksanya.


“Bagaimana kondisi putraku Paman Dokter?”


“Dah Yee putramu kondisinya sudah membaik, hanya perlu istrihat semalam. Serta perhatikan pola makannya, maka putramu akan lekas sembuh.”


“Terimakasih Paman Dokter Cha.”


“Hahaha Dah Yee, panggil saja aku Ayah.”


“Hohoho Paman sedang bercanda.”


“Aku serius, daripada memanggilku Paman Dokter. Panjang sekali bukan hahaha.”


“Aku harus meminta ijin Suamiku kalau begitu.”


“Oh iya aku lupa jika wanita yang sudah berkeluarga. Huft!”


“Apa ada masalah Paman?”


“Ada hal yang ingin aku bicarakan tentang hal serius bersama suami mu. Tapi sepertinya waktunya tidak tepat.”


“Katakan saja secepatnya?”


“Ini mengenai Dokter Thomas, ia masuk ke Rumah Sakit babak belur.”


“Astaga.” Kaget.


“Oleh sebab itu aku ingin membahasnya bersama-sama. Biar semuanya jelas, tidak memihak.”


“Aku turut prihatin atas yang menimpa Dokter Thomas kalau begitu. “


“Sebenarnya aku ingin membuat laporan kriminal. Tapi aku tahu, semua hal tidak boleh dikerjakan secara gegabah.”


“Apakah Dokter Thomas dirawat disini juga?”


“Iya.”


“Setelah putraku minum obat, aku akan menjenguknya.”


“MENJENGUK SIAPA!” nada tinggi.


“Dokter Thomas masuk rumah sakit dihajar orang.”


“ITU KARENA ORANG TUANYA TIDAJ BECUS MENDIDIK PUTRANYA!”

__ADS_1


“Ssssttt...”


“MASIH UNTUNG ADA RUMAH SAKIT YANG MENAMPUNGNYA!”


“Hufttt... “ Dokter Cha menghembuskan napasnya pelan.


“PERBUATANNYA SANGAT TIDAK, BAHKAN AKU JIJIK MELIHATMU DISINI!”


“Ya Tuhan, Papa...” sedih mendengarnya.


“Tidak Seven, Papa mu sedang mengatai orang.” Menutup telinga anaknya.


“KAU WANITA RENDAHAN!” keluar dan membanting pintu.


“Tabiatnya sangat luar biasa berkarakter ckckckc, tapi sayangnya itu buruk.” Penilaian Dokter Cha.


“Maafkan Suamiku, dia sedang salah paham. Saat Dokter Thomas membawaku sampai larut.”


“Waktu di tempat penyimpanan abu jenasah Kelvin ya?”


“Iya, dia sangat marah padaku.”


“Pantas saja, ia menghajar Thomas hingga babak belur begitu. Apakah kau sudah mencoba menjelaskannya?”


“Hmmmbh, sulit.” Menggelengkan kepalanya.


“Sebaiknya aku ikut campur masalah ini. Ku lihat Tuan Hikashi orang yang pendendam.”


“Aku tidak tahu sebenarnya yang terjadi, kenapa Suamiku sampai bertindak jauh seperti itu.”


“Mungkin ada perkataan Thomas yang sudah menyinggungnya. Karena Tuan Hikashi tidak mengalami bekas luka apapun.”


“Apakah Dokter Thomas mengalami luka parah?”


“Beberapa giginya patah, serta bibirnya robek akibat pukulan keras.”


“Mengerikan sekali.”


“Aku akan mengajaknya keruangan Thomas dirawat untuk meminta keterangan yang akurat. Jika semua orang yang terlibat tidak memberikan kesaksiannya, aku curiga saling berebut kebenaran.


“Aku setuju.” Ucap Frayza.


Setelah meminum obat, Bibi Fang menemani Seven. Sedangkan Jade pulang bersama Matsumoto kembali ke Hotel. Namun, Andreas tidak mengundurkan diri. Ia tetap menjadi kuasa hukum Frayza yang akan mendampinginya.


“Ayah, Dah Yee dan Pangeran Hikashi?” Absen satu per satu tamu memasuki ruangan pasien.


“Aku membawanya kemari untuk berdiskusi. Ini akan lebih adil menurut Ayah. Menghadirkan orang yang bersangkutan langsung. Jelaskan kepadaku, kenapa kau sampai dihajar babak belur oleh Tuan Hikashi?”


“Aku, aku sebenarnya.”


“Jangan takut Dokter Thomas, jika kau diposisi yang benar.”


“CK,”


“Jawab dengan benar! “


“Maafkan aku, Nyonya Frayza. Aku sudah menfitnahmu memiliki hubungan spesial.”


“Apa katamu!” Frayza kaget.


“Katakan dengan jelas Thomas!”


“Dasar nakal, Ayah tidak pernah mengajarimu menjadi Dokter tak beretika!”


“Maafkan aku, Ayah, Nonya Frayza dan Tuan Hikashi terutama.”


“CIH!”


“Lanjutkan ceritamu kenapa kau sampai babak belur!”


“Saat Tuan Hikashi mendatangiku, aku sengaja memprovokasinya agar hubungan keduanya berantakan. Aku mengatakn jika berduaan dengan Nyonya Frayza yang...”


Plakkk!!! Sebuah tamparan mendarat dipipi Thomas. Tangan berkeriput itu memberikan peringatan kepada putranya. “Merendahkan sekali tindakanmu!”


“Ayah, kenapa kau menamparku?”


“Aku sangat menyesal memiliki anak yang rendahan sepertimu!”


“Tapi aku juga disini korban kekerasan oleh dia!” menunjuk Hikashi.


“Kau pantas mendapatkannya. Jika ibumu tahu, anaknya menistakan wanita dia pasti mengusirmu!”


“RASAKAN!”


“Aku melakukannya karena iri dengan Kelvin, dia bisa mendapatkan apa yang ia mau.”


“APA MAKSUDMU?” menarik kerah leher Thomas.


“Sejak kecil Kelvin lebih unggul dariku, dia mendapatkan segalanya lebih mudah daripada aku. Awalnya aku ingin membuang atau merusak Dah Yee-nya Kelvin. Setelah aku mendalami karakter Nyonya Frayza, aku jatuh hati padanya. Dan berniat merusak rumah tangga kalian.” Tangan Hikashi melemas, menurunkan tangannya.


“Kenapa kau begitu jahat, Ayah dan Ibu tidak pernah membedakan kasih sayang diantara kalian berdua. Kau lebih banyak tinggal bersama kami. Jadi wajar jika kami perhatian kepada Kelvin.”


“Aku juga butuh kasih sayang Ayah!”


“Kau serakah!”


“Ayah...” Dokter Cha keluar dari ruangan rawat pasien. Ia muak mendengar pengakuan Thomas.


“KENAPA KAU MENFITNAH ISTRIKU!”


“Karena aku suka, apa yang disukai Kelvin. Aku menyukainya juga!”


“KEPARAT!” tangannya mengayun diudara.


“Hentikan!” teriak Yung Hee.


“Yung Hee?” Thomas malu dipergoki dalam keadaan hendak dihajar lagi.


“Lepaskan tanganmu Penjahat!”


“SIAPA KAU, BERANINYA IKUT CAMPUR!”


“Dia adalah Kakakku! Jadi kau Keparat yang sudah menghajar Kakakku ya! Keterlaluan... Keterlaluan!” memukul-mukulkan tasnya.


“HAI BETINA, APA YANG KAU LAKUKAN! “

__ADS_1


“Kau pikir dirimu hebat hah, masih berani main tangan dengan orang yang lemah. Kemari, aku beri kau pelajaran!” pukul terus, sampai tidak ada perlawanan.


“BERHENTI!” bentak Hikashi marah.


Yung Hee menghentikan aksinya memukulinya, ia tertegun dibentak seorang pria. Tinggi dan tegap perawakannya. Karena suara ribut yang dihasilkan ini menimbulkan kegaduhan. Maka perawat dibantu keamanan membawa Hikashi dan Yung Hee di post keamanan. Mereka berdua di sidang ditempat, dan membuat surat pernyataan.


Sambil menolehkan tanda tangannya, Yung Hee mengutuk Hikashi. Tanpa mempedulikan keberadaan Yung Hee, Hikashi membuang mukanya. Sampai akhirnya Andreas datang sebagai penjamin Hikashi.


“Sekarang kau sudah bebas.”


“Aku tidak butuh bantuanmu, uangnya akan ditransfer secepatnya!”


“ckckckck.” Menggelengkan kepalanya heran.


“Hai Pengacara tampan, hallo.” Kajut Yung Hee.


“Eh iya, ada masalah kah?”


“Hehehe tidak ada masalah lagi. Bolehkah aku bertanya-tanya sedikiiit saja?”


“Hmmm soal apa?”


“Mengenai pria monsters itu, hihihi.”


“Oh beliau adalah suami dari klienku, dia sedang aku pantau karena berbuat kekerasan.”


“Ya Tuhan pria itu?” menutup mulutnya memakai jarinya.


“Iya, seperti itulah kronoliginya aku berada disini. Permisi.”


“Pengacara! Apakah aku boleh minta nomor ponselmu? Aku ingin mengajakmu minum kopi!” teriak Yung Hee.


“Hehehehe.” Melempar senyum.


“Pria itu mirip sekali dengan mendiang Kakakku. Tapi sayangnya, aku sudah mencintai Kak Thomas seumur hidupku.”


Usai kejadian di kamar Dokter Thomas, Hikashi merasa bersalah. Ia mencari keberadaan Frayza dimana pun. Saking curiganya, ia kembali masuk di kamar rawat Thomas. “Mana aku tahu!” begitu teriaknya. Hikashi mencarinya lagi, kali ini ia yakin kalau Frayza dikamar Seven. Namun ia harus kecewa, karena Bibi Fang yang berjaga disana.


“Slruuupp ahh...”


“Kau benar-benar kelaparan ya?”


“Iya, aku sudah tenang sekarang.”


“Perut kenyang memang membuat pikiran tenang. Aku sudah bawakan baju ganti dan perlengkapan mandimu. Setelah ini aku kembali ke Hotel dan tidur.”


“Kenapa tidak minta jemput Matsumoto?”


“Mulai sekarang, aku tidak akan berhubungan dengan Botak itu lagi. Dia melacak barang belanjaanku, lalu menyalinnya menjadi hutang pribadi ckckck.”


“Benarkah!”


“Kau lihat wajahku yang kusut memikirkan tagihan hutangku ini?”


“Mereka memang mengerikan, sampai belanjaan saja bisa dipilah mana milikku. Dan mana punyamu, mereka sangat teliti.”


“Itulah sebabnya Suamimu kaya, jadi tidak heran kalau Matsumoto memiliki rumah mewah di Jepang huhuhu.” Menelungkupkan kepalanya di meja.


Tiba-tiba tangan Frayza ditarik oleh Hikashi yang sudah menemukannya. “Aku mau bicara!” tapi tangan Frayza menariknya, menolak.


“Tuan William?”


“Aku mau bicara!” mengabaikan Helena.


“Huh!” memalingkan kepalanya.


“Aku suami mu!”


“Hih!” memutar kembali kepalanya.


“Tuan William.” Helena menyapa lagi, tapi dicuekin.


“Sial, kau mau aku main kasar hah!”


“Huh!” membelakangi Hikashi.


“Helena, bayar makanannya Frayza dulu. Besok Matsumoto akan menemuimu!” nah giliran gini baru deh merespon Helena yang menyapa sedaru tadi.


“Kau mau apa, turunkan aku! “ memukuli punggung Hikashi.


Tanpa memperdulikan orang-orang yang makan di kantin. Hikashi menggendong Frayza dibahunya seperti karung.


“Maafkan aku!” langsung memeluk Frayza erat.


“Hikashi.” Ia tertegun mendengarnya.


“Maafkan aku, maaf.” Ia mengatakannya lagi.


“Aku, aku tidak berselingkuh.” Ucapnya lirih.


“Sekarang ceritakan padaku, kenapa kau tidak bilang jika Dokter Cha adalah ayah Dokter Thomas.” Kadua tangannya memegangi pundak Frayza.


Keduanya berbicara diruagan yang sepi dan tenang. Frayza menjelaskan jika Thomas adalah Kakak kandung Dokter Kelvin. Seluruh keluarganya tahu, jika Dokter Kelvin berambisi mewujudkan sosok Dah Yee yang sekarang ada pada dirinya. Walaupun keluarga Cha mengangkat anak perempuan sebagai adik, seperti keinginan Kelvin waktu masih kecil. Tapi sayangnya, Dah Yee-nya Kelvin sekarang menjadi istrinya Hikashi. Orang yang merekrutnya bekerja di organisasi bioteknologi.


“Dia bilang kau sudah melakukan hal yang tidak senonoh pada malam itu. Jadi aku marah, dan rasanya ingin mengakhirimu.”


“Seharusnya kau bertanya baik-baik kepadaku.”


“Aku sudah gelap mata. Maafkan aku.”


“Hikashi, aku tidak bisa memaafkanmu.”


“Ja-jadi kau serius kali ini? Berarti kedatangan Andreas sebagai pengacaramu itu...”


“Hu’um.”


“Fray... Ya Alloh.... Aku menyesalll. Aku bahkan menunggumu saat hujan salju turun. Aku menantimu didepan pintu gerbang, mengkhawatirkan dirimu Sayang. Bahkan aku rela menunda penerbangan ke Jepang.”


“Hikashi, setelah urusanmu selesai disini. Bawalah anak-anak kembali ke Jepang. Aku mau menenangkan pikiran dan menata hatiku yang sudah kau koyak.”


“SAYANGKU...”


Kali memelaslah kau Hikashi, istrimu sudah habis sabarnya sama kelakuanmu.


“Katakan kepada Jade dan Seven, aku akan menyusul pulang kalau urusanku sudah berea semuanya.”

__ADS_1


Hatinya Hikashi sepertinya sudah terpotong-potong menjadi beberapa bagian. Matanya tiba-tiba berkaca-kaca melihat istrinya berjalan pergi. Lidahnya kelu tak mampu bersuara. Rasanya ia sudah terbuang disebuah kubangan lumpur yang hina. Harapannya sirna seketika kala Frayza mengisyaratkan sebuah pertanda buruk untuk dirinya. Ia rela kehilangan segalanya, namun jika Frayza memutuskan hilang dari sisinya. Lebih baik Hikashi, mengakhiri hidupnya saja. Ia tak akan sanggup lagi menghadapi dunianya lagi. Bisa jadi, nanti ia akan kambuh, menyiksa wanita lagi. Selama beberapa hari ini perang batin berkecamuk dipikirannya.


“Ti-tidakkk!” teriakannya menggema diruangan besar. Suaranya memantul sehingga menggaung diseluruh ruangan. Ia duduk dilantai, memukuki kepalanya. Sesekali ia memaki dirinya sendiri yang sudah jahat sekali. Menyesali perbuatannya, sekarang Hikashi tela berlutut dikaki Frayza. Jika perlu ia rela mencium kaki istrinya. Hanya Frayza yang ia cintai didunia ini, tiada yang lain. Bagaimana jadinya Hikashi tanpa belahan jiwanya. Hikashi menangis tanpa suara, hanya lelehan air mata yang mengucur deras. Semoga Frayza mengurungkan niatnya, dan kembali kepelukannya lagi. Nasib baik, kapan datang kepada dirinya.


__ADS_2