TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
HARAPAN YANG SIA-SIA


__ADS_3

“Pelan-pelan turunnya, awas lukamu belum sembuh total.”


“Ekhhh...” mengeram menahan lukanya.


Thomas hari ini berencana pergi keluar dari kamarnya. Ia ingin menunjukkan sesuatu benda berharga yang ia jaga. Didalam kotak pandoranya, “ Apa ini?”


“Jangan buka, ini kotak peninggalan Cha Kelvin.”


“Untukku?”


“Bukan.”


“Lalu untuk siapa?”


“Nyonya Alexander itu.” Kepalanya merunduk.


“Kak...” memegang pundak Thomas agar pria kembali menegakkan kepalanya.


“Aku tak sanggup menemuinya lagi.” Menyingkirkan tangan Yung Hee seraya memalingkan wajahnya.


“Baiklah, aku akan pergi menemuinya. Kakak disini baik-baik saja ya, nanti aku akan bilang kepada Ayah-ibu. Jika mau keluar urusan penting.”


“Hu’um.” Berbalik badannya, melihat foto keluarga yang terpajang didinding rumah.


Thomas tidak menyangka jika ia akhirnya bisa menyukai wanita lain. Ia pikir selama ini Yung Hee adalah gadis yang sempurna. Kelak jika tidak ada wanita yang dapat ia kencani. Maka ia akan menikahi adik angkatnya itu sendiri. Faktanya sekarang hatinya sangat sakit, tubuhnya juga merintih perih. Ia jatuh Cinta kepada Frayza Lee, dan harus dihajar habis-habisan oleh suaminya. Kenapa ia terlambat bertemu dengan Frayza, terkadang itulah perang dalam pikirannya.


“Kau benar, setiap lelaki pasti akan jatuh hati dan merasakan sakit hati dengan wanita yang sama. Tapi untuk memilikinya adalah hal tidak mungkin. Bahkan kau rela meregan nyawa untuknya. Cha Kelvin, seandainya kau dulu bercerita kepadaku. Pasti kita akan menjadi sekutu untuk merebutnya dari pria brutal itukan? Hehehehe.”


Thomas bicara sendiri dan tertawa mengasihani nasibnya yang sama tidak seberuntung adiknya. Dokter Kelvin, yang terlebih dahulu pergi meninggalkan urusan dunia.


Sementara itu, barisan pengawal tengah berjaga di Bandara. Yung Hee yang sudah bersemangat untuk mengetahui sosok Dah Yee. Ia berlari sangat kencang dan sampai terpeleset jatuh. Isi dari kotak itu keluar, rupanya ada benda bulat yang menggelinding dibawah kaki.


“Itu punyaku!”


“Ini.” Memberikannya kembali ke Yung Hee.


“Terimakasih.”


“Sama-sama.” Matsumoto berjalan lagi.


“Tuan!” teriakannya menghentikan langkah kaki pria yang sudah memiliki rambut yang cepak.


“Aku?” menunjuk hidungnya.

__ADS_1


“Aku perhatikan Anda begitu dekat dengan rombongan keluarga Alexander. Perkenalkan, aku adalah Cha Yung Hee. Adik dari mendiang Dokter Cha Kelvin.”


Degh! Dada Matsumoto berdegub kencang mendengar kalimat yang terlontar dari bibir manis gadis dihadapannya.


“Apa yang kau inginkan?”


“Ini adalah barang peninggalan mendiang Kak Kelvin ketika masih hidup. Bisakah aku memberikannta secara langsung kepada Nyonya Alexander?”


“Hemmmbb.” Memegang dagunya berpikir.


“Tuann...” memelas.


“Aku tidak bisa meloloskan keinginanmu, tapi aku bisa pastikan jika benda ini akan jadi masalah jika Tuan Alexander tahu.”


“Kenapa?”


“Beliau orang yang sangat pencemburu.” Bisik Matsumoti ditelinga gadis cantik dihadapannya.


Helena melihat Matsumoto begitu dekat dengan seorang wanita dihadapannya. Bahkan senyumnya yang mahal kini tersungging manis ketika berbicara. Hal itu tidak pernah ia dapatkan sekalipun selama pengejaran hatinya. Ia merasa sesak dan duduk kembali, disebelahnya ada Frayza yang membaca buku.


“Ck!” geramnya.


“Biarkan saja hehehe.”


“Dia bisa begitu manis dengan gadis muda itu!”


“Astagah!” Helena yang terkejut menutup mata dan mulutnya. Ia berjalan pergi dari pemandangan mesra suami-istri itu.


Buku Frayza jatuh karena tangannya mengalung erat dileher Hikashi. Keduanya berciuman begitu hangat diruanh tunggu. Anak sulungnya yang paham kondisi ini, langsung menutup mata adiknya. Agar tidak mencontoh adegan orang tuanya. Setelah selesai berciuman, Hikashi duduk disebelah istrinya. Dan memasukkan tangan kecil istrinya di lengannya. Kemudian kepala Frayza menyender manja, tangannya mengarahkan kamera. Mereka berdua mengabdikan kemesraan ini lewat swafoto.


Tak lama ponsel Hikashi berdering, ada panggilan masuk dari Takeshi yang mencari keberadaannya. Sekarang saatnya Matsumoto mencari celah mengecoh Bosnya.


“Nyonya sebaiknya membuka ini ketika berada di Toilet.”


“Apa ini?”


“Ssstttt... Dari Dokter Kelvin.”


“Oh baiklah,” meringkusnya cepat kedalam tasnya. Bisa jadi barang perkara baru kalo suaminya tahu.


+++++


AMERIKA SERIKAT,

__ADS_1


Sehari sebelum melamar Frayza, Dokter Kelvin sudah memantapkan dirinya. Ia berlatih sepanjang malam di Lab. Berbagai macam saran dan petunjuk melamar seorang wanita ia pelajari.


Aku tidak tahu entah sampai kapan jantungku ini berdetak. Setiap hembusan napasnya, adalah harapan untukku hidup. Melihatnya memiliki kesempatan hidup kembali. Adalah anugrah Tuhan yang harus aku perjuangkan.


“Frayza, maukah kau menerimaku?”


Ia kembali gagal mempertahankan mimik wajahnya. Lagi-lagi Frayza hanya termangu sambil tertawa melihat tingkah konyol ku. Bahkan ia berpikir kalau sedang menjadi patner main drama. Dasar wanita, kenapa tidak bisa peka terhadap perjuangan pria sih! Gumamku kala itu.


Sore ini aku mendandani diriku selevel dengan Hikashi, Bos sialan! Mengenakan perintilan yang harganya kurang ajar mahalnya. Berlagak mewah dan berkelas, padahal saldo tabunganku menjerit terkuras. Sengaja aku merubah diriku ini, dari keseharianku. Aku ingin Frayza bisa mempertimbangkan diriku ini. Bahwa aku bisa menjadi pria yang layak untuknya.


Sore ini aku menyewa sebuah meja di Restoran mahal. Aku menantinya datang kurang lebih satu jam berlalu. Aku sempat putus asa jika ia tidak datang karena sibuk. Tapi dia akhirnya datang, walaupun hanya sebentar. Kehadirannya sudah membuatku bahagia, ia hanya duduk sebentar. Mengambil air putih dimeja, dan panggilan dari Helena membawanya kabur dari acara lamaranku ini. Jika aku tahu akan begini, akan ku lamar Frayza dijalanan saja!


Pelayan membawa kue coklat stroberi kesukaannya. Aku merogoh isi bagian dalam kue itu, mengambil cincin bertahtakan berlian yang kebetulan sedang promo. Ku bersihkan dari bekas krim dan roti, lalu ku simpan kedalam saku jas. Pemain biola memainkan musik yang romantis, untuk suasana hatiku yang miria. Kuberikan beberapa lembar Dollar agar ia berhenti menggesek biolanya.


Sepanjang perjalanan kembali ke Apartemenku, langit Amerika menyilaukan kilatan cahaya. Sepertinya akan turun hujan lebat, malam ini adalah hal tersial yang pernah aku alami.


Belum selesai kemurunganku sebab lamaranku yang batal. Ada kabar jika mata-mata dari Matsumoto sudah mengendus keberadaanku. Karena akulah orang yang membawa kabur Frayza. Sudah barang tentu, mereka akan menyisirku sampai ke ubun-ubun gorilla.


Tak ingin keberadaanku diketahui oleh mata-mata suruhan Matsumoto. Aku meminta bantuan saingan cintaku, Ramon. Dia bersedia membantuku dan mengenalkan koleganya. Si tante Helena, wanita paruh baya yang berlagak ABG muda. Tak berselang lama, Ramkn sudah bisa mengatasi krisis ini. Membawa Frayza pergi dari jangkauanku. Padahal hatiku sangat merindukannya, cincin yang sudah aku siapkan menjadi obat sekaligus racun. Akhirnya tak perlu pikir panjang, baju yang sudah aku beli mahal-mahal. Ku hadiahkan untuk saudara tuaku, Thomas. Dia bilang ingin menikah, entah dengan siapa. Aku tidak peduli! Dan aku memutuskan untuk kembali ke Korea diam-diam. Terlalu sakit hatiku, melihat keadaan ini, lamaranku ditolak Frayza tanpa adanya pernyataan. Masih mending jamannya Ramon, ia sudah menyatakan walaupun akhirnya ditolak juga hahaha.


Aku mencintai Frayza, sampai rela menyerahkan sosok Dah Yee pada dirinya. Aku menyukainya saat datang padaku dalam keadaan terburuk. Hatiku tak pernah memberikan syarat kepadanya untuk kuberikan. Dia sudah merebut segalanya yang ada di jantungku. Bila akhirnya aku mati, ku harap ia terus hidup bahagia. Frayza, jika sehari saja Tuhan memberikan keajaiban. Aku ingin menjadi pria yang kau cintai, walaupun itu sudah mustahil tentunya.


Setibanya di Korea, aku bukannya bahagia berkumpul dengan keluargaku. Hatiku merasa tidak beres, ini rumahku tapi seperti tempat asing. Tubuhku disini, tapi akal sehatku tertinggal di Amerika. Eh bukan, tapi hidupku tak bernyawa saat jauh darinya. Sampai pada titik terendahku, aku beranikan diri membuat wasiat Cinta untuk Frayza. Semoga kelak, ia bisa membacanya dengan khidmat. Karena sebagai anak buah dari Bos besar. Aku takut jika ketahuan menyukai wanitanya. Malang betul nasibku ini hiks.


++++


Frayza menangis terisak didalam toilet pesawat. Ia sedih membaca surat wasiat dari Cha Kelvin. Cincin berlian yang sekarang berada dijari manisnya terpakai. Sebagai buah tangan terakhir dari Cha Kelvin, malaikat pelindungnya.


“Sayang, kau sedang apa didalam? Kenapa lama sekali!”


“Perutku sakiitt...”


“Biarkan aku masuk kedalam, aku ingin melihat keadaanmu!”


“Jangan.” Tahan Frayza daripada dalam toilet.


“Tapi aku khawatir Sayang!” menggedor pintu toilet.


“Sebentar lagi ya, sabar ya.”


“Tidak mau, buka pintunya. Biar aku ikut kedalam sana. Apa yang kau lakukan disana, aku ingin melihatnya!” desak Hikashi yang merengek.


“Aku tidak akan selesai jika kau diluar, kembali lah duduk di kursimu. Biar ku selesaikan urusanku di Toilet.”

__ADS_1


“Kau memilih aku rusak pintu ini, apa buka pintu Toilet ini!”


Dasar bayi tua, tidak bisakah ia memberi privasi untuk istrinya sekedar di Toilet saja. Yang benar saja, kenapa para pria semakin manja saja.


__ADS_2