TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
AKU TERBAKAR CEMBURU


__ADS_3

Frayza berlari dan tak sengaja menabrak Dokter Kelvin yang sedang asik di taman.


“Frayza?” melihat frayza jatuh terjengkang.


“Awh, bantu aku bangkit!”


Dokter Kelvin membantu Frayza untuk berdiri tegap, kemudian menanyai kenapa bisa dirinya sampai ke Jepang. Frayza menjelaskan jika Kenzo yang menangkapnya kali ini.


“Lalu kau kemari untuk apa?”


“Apa maksutmu bicara untuk apa? Apa yang baru saja aku lihat itu benar adanya ya?” Frayza juga melihat kalau Hikashi dan Aiko berciuman bibir.


“Yah itututu muach-muach ah, memang apa lagi kalau bukan itu.”


“Aku sudah melihatnya jelas, aku kemari bukan untuk cemburu. Karena Hikashi berhak marah karena kebohonganmu.” Berjalan sambil mengibaskan bajunya yang kotor.


“Fray, kau datang kemari sendirian?”


“Iya, aku tidak tahu dimana Ramon berada sekarang. Dan kau kenapa mencari serangga dan kumbang bukannya bekerja.”


“Aku hanya mencari kesibukan saja kok, karena Putri Aiko lebih vital memegang kendali.”


“Oh jadi wanita yang bersama suamiku tadi bernama Putri Aiko ya, cantik sekali. Tapi sayang, agresif dan muraha!”


“Ssstttt, pelankan suaramu Bodoh!”


“Hiiiiiih, memang iya kan faktanya begitu.”


Pletak (Dokter Kelvin menyentik kening Frayza) “ Jangan menjelekkan anggota Kerajaan, mereka melakukan semaunya semua bebas tidak ada yang melarang. Lagipula, kenapa kau kemari. Padahal urusanmu di Singapura kan masih banyak. Jangan-jangan kau gagal ya?”


“Haihhh, hampir saja aku gagal. Dan sekarang aku harus kemari, entah apa yang bisa ku kerjakan bipa Hikashi saja sudah punya pengasuh. Hai adokter Kelvin, ajak aku bekerja denganmu?”

__ADS_1


“Kau ini tidak waras ya Fray?”


“Kenapa kau bilang seolah aku ini setres? Aku butuh uang, jadi wajar kalau aku mencari pekerjaan. Aku dengar kau kan menjadi Dokter, pasti kau butuh asisten pribadi mungkin.”


“Hai kemari kau tupai kecil, lihat aku baik-baik. Seorang Dokter Kelvin yang terhormat ini enggan memperkerjakan istri majikannya.”


“Apa kau pikir status istri yang aku sandang masih berguna, sedangkan suamiku saja sudah mengusirku.”


“Apa? Tidak mungkin, Pangeran Hikashi sangat menggilaimu. Itu tidak mungkin terjadi, kau hanya terlalu berperasaan saja. Mungkin dia bilang jangan pergi.”


Hikashi berteriak dari balkon karena mengawasi Dokter Kelvin dan Frayza yang berbicara.


“Suruh dia pergi, aku tidak mau melihatnya lagi!” seru Hikashi dari balkon. Setelah itu dia membanting pintu dan jendela tertutup.


“Dan sekarang kau percaya bukan, aku tidak merekayasanya.”


“Fray, bukannya aku tidak mau memihakmu. Hanya saja, aku sekarang bekerja di Istana dan menjadi ketua tim medis suamimu. Kalau aku membantumu, berarti aku membelotnya bukan. Maafkan aku, kali ini kau atur saja hidupmu. Aku hanya bisa membantu ini.” Memberikan kartu kredit.


“Fray! Woi Fray, tupai Fray yuhuuu... Woi tupai!” panggil Dokter Hikashi sambil mengejeknya.


“Ssssttttt!”


Dokter Kelvin kembali masuk kedalam ruangannya dan memulai mengawetkan serangga hasil buruannya. Dia tidak memberikan obat untuk Hikashi, karena tidak ada gejala yang mengkhawatirkan. Saking asiknya, Dokter Kelvin lupa kalau sekarang Hikashi menunggunya di Istananya.


“Pangeran Hikashi, aku mau pulang dulu ya. Besok aku akan datang kembali, cepatlah tidur. Muaaaccchh.” Mencium pipi Hikashi.


“Terimakasih sudah meluangkan waktunya, aku berhutang Budi padamu Aiko.”


“Tidak apa-apa, yang terpenting bagiku kau membutuhkanku sudah suatu kehormatan bagiku.” Memeluk Hikashi erar sebelum ia meninggalkan istana Hikashi.


“Aku sedang menunggu Dokter Kelvin, jadi kau bisa pulang tanpa harus aku antar bukan?”

__ADS_1


“Iya tidak apa-apa, aku mengerti kok. Sampai jumpa da-da.” Mengayunkan tangannya. Dan meninggalkan kediaman Hikashi.


Makanan yang disajikan Aiko diatas meja dibiarkan saja oleh Hikashi. Dia tidak menyentuhnya, walaupun perutnya sangat lapar.


“Kenapa kau lama sekali untuk datang kemari? Aku kan hanya menyuruhmu untuk makan-makanan ini, kenapa kau baru datang.” Yang datang dan diomeli Hikashi ialah Frayza yang membawa sepotong coklat.


“Aku minta maaf,” menyodorkan sebatang coklat sebagai bukti permintaan maafnya.


“Letakkan saja, aku tidak sudi memakannya.” Memalingkan wajahnya dan naik keatas ranjang. Dia menarik selimut kemudian membungkus tubuhnya didalamnya.


- Ayo Fray, datang kemari dan rayu aku. Cepat naik keatas ranjang dan peluk aku dari belakang. Usap-usap punggungku bilang kalau kau tak bisa hidup tanpaku. Ayo Fray, merangkaklah kepadaku dan bujuk aku supaya memaafkanmu. Aku tahu kau pasti paham kalau aku tidak bisa marah padamu.


Hikashi berharap jika Frayza melakukan sesuai keinginannya. Dia sangat senang Kenzo mampu menjalankan tugasnya membawa kembali istrinya. Hikashi sengaja memanasi Frayza dengan sengaja agar marah. Tapi eksoresi Frayza telat dan tidak peka. Sebenarnya lelaki manapun sangat menjunjung tinggi harga dirinya agar dihormati. Kali ini Hikashi sudah tersenyum-senyum didalam selimut.


“Pangeran Hikashi, sebelumnya aku mau minta maaf. Dan aku akan pergi dari Istana ini, karena kulihat kau sudah bahagia bersama Putri Aiko. Sampai jumpa,” Frayza berlari keluar ditelan kegelapan malam.


Hal yang tidak diharapkan Hikashi sebenarnya, Frayza memilih pergi darinya. Padahal dia hanya ingin bercanda dan mengetes saja. Dia melempar selimutnya dan meloncat berlari mengejar Frayza.


“Sayangggg, hemmmbbbb muaaaccchhh.” Hikashi meraih pinggang Frayza dan menggigit istrinya hingga berdarah.


“Nakal!”


“Minta maaflah dengan benar, jangan cuek kepadaku.”


“Bodoh ah,”


“Sayang, aku tidak akan melepaskanmu sampai kau menurut kepadaku! “


“Aku tidak mendengarnya, bibirmu sudah tidak diterima ramah lagi olehku. Sebaiknya kau minta doa agar hubunganmu dengan Putri Aiko berjalan mulus. Jangan pedulikan aku, urusan kita sudah selesai. Selamat malam Pangeran Hikashi.”


Potek sudah hatinya Hikashi, Frayza sudah marah besar. Bahkan menolak untuk berdiskusi soal kejadian di taman soal ciuman dengan Aiko itu bisa saja terjadi karena keadaan. Hikashi tidak ada niat apapun, dia juga sendiri kaget kenapa Aiko berani menciumnya.

__ADS_1


__ADS_2