TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
PUTUS ASA KU


__ADS_3

Sejak pagi Frayza sudah mendandani suaminya agar terlihat baik. Bertemu petinggi negara yang akan ia temui bersama sepupunya, Takeshi. Keduanya mengadakan pertemuan penting, yang membahas hubungan kedua negara yang kadang tidak harmonis bak rumah tangga. Sebagai negara bekas jajahan Jepang, Korea Selatan termasuk negara yang pertumbuhannya sangat cepat dan pesat. Bahkan harus diakui Jepang sekarang ketar-ketir tersalip oleh Negara semenanjung ini. Oleh sebab itu, keberadaan Hikashi sangat dibutuhkan menggantikan tugas Hiroshi. Yang tengah sibuk mempersiapkan pernikahannya.


Pertemuan dan beberapa jamuan Hikashi lakukan dengan baik. Banyak perdebatan dan salah paham, karena kedua belah pihak belum menemukan kata sepakat. Mereka harus menyelaraskan pikiran dan visi-misi kedepannya. Semua tenaga dan pikirannya tercurah dan fokus pada tugas yang diembannya sekarang. Hikashi bisa melupakan sejenak sifat posesif terhadap istrinya. Frayza bisa santai menemani Jade periksa kesehatan di Rumah sakit. Bersama Bibi Fang yang tak jauh dari Seven tentunya.


“Kondisi Jade sudah semakin membaik, kondisi hatinya juga sudah normal kembali.”


“Alhamdulillah aku senang mendengarnya.”


“Apa itu tadi? “


“Oh itu, aku dan suamiku sekarang muslim. Jadi kalimat itu ucapan rasa syukur atas kesembuhan Jade.”


“Begitu ya, aku tidak tahu. Karena aku sendiri seorang Atheis yang tidak percaya Tuhan.” Sepertinya Dokter Thomas kepikiran tentang konsep agama dalam hidup.


“Kalau begitu, Jade sudah bisa diajak berkeliling liburan kan?”


“Tentu saja.”


“Terimakasih Dokter Thomas, atas bantuanmu sudah menyembuhkan kedua putraku.”


“Tidak masalah, sudah menjadi tugasku. Aku menyukai anak kecil, karena mengingatkanku pada adikku yang sudah tiada.”


“Maaf, aku tidak tahu.”


“Dia baru meninggal, hampir 1½ tahun kepergiannya. Adikku adalah anak yang sangat mengesankan dalam segala hal. Sejak kecil kami hidup terpisah, karena dia pintar maka sebuah organisasi besar merekrutnya. Ia mendapatkan beasiswa di luar negeri untuk mengembangkan kemampuannya. Hahaha kenapa aku jadi cerita begini yah, maaf sudah membual didepan Anda Nyonya.”


“Tidak apa, Dokter juga manusia yang memiliki keluarga. Rasa sakit itu pasti ada jika salah satu orang tercinta pergi. Aku juga kehilangan malaikat pelindungku. Dialah yang memberiku hidup, setelah berulang kali percobaan pembunuhan menimpaku.”


Kreteeeg, kepalan tangan dokter Thomas mengeras. Ototnya menjadi tegang karena menahan energi besar dalam tubuhnya. Namun ia sekuat tenaga menyimpan emosinya agar tidak meledak.


*


*


*


MALAM HARI,


Sejak sore hari, Frayza pamit kepada Bibi Fang untuk mencari obat di Apotek. Namun, obat tersebut sudah habis atau kosong stoknya. Bahkan obat yang diresepkan itu terbilang spesifik harus dipesan terlebih dahulu. Itu adalah obat untuk memberikan efek penenang bagi orang yang menderita trauma. Jade terkadang susah tidur, ia kadang takut bila bermimpi buruk lagi.


Diluar turun salju lebat, suhu sangat dingin. Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, tapi Frayza belum kembali. Didepan perapian, Hikashi duduku dengan gelisah. Karena dilaporkan terjadi badai salju malam ini. Pemerintah setempat menghimbau warganya agar tidak berada di tempat berbahaya. Hikashi ingin keluar mencari keberadaan istrinya. Namun ia tidak bisa melakukannya, kedua putranya pasti akan kecewa dan berpikir. Bila ibunya mengalami hal buruk, oleh sebab itu Hikashi yang sudah pulang dari lawatannya. Memilih menunggu Frayza kembali, sambil berharap tidak terjadi hal buruk.


Tap... Tap... Tap... Suara langkah kaki yang pelan berjalan. Hikashi lalu bangkit, dan melihat siapa yang baru saja datang tengah malam begini.


“Tuan Hikashi?”


“Haish, aku pikir Frayza!” ia kecewa yang muncul adalah Matsumoto dan Helena.


“Tuan William, apa kabarnya. Senang bertemu denganmu kembali.” Sekedar basa-basi.

__ADS_1


“Kau ajaklah dia ke kamar, kalian pasti capek usai melakukan perjalanan jauh.”


“Baik, tapi nanti saya akan menemui anda kembali Tuan setelah membereskan barang saya.”


“He’em, ada beberapa hal yang ingin aku bahas denganmu.”


Saat ini Hikashi hanya butuh sosok yang bisa menenangkan dirinya. Hatinya sudah tidak merasakan bagian tubuhnya ada yang hilang. Entah karuan kemana istrinya pergi hingga kini belum kembali. Dari keterangan Bibi Fang, Frayza pergi dengan seorang sopir. Tapi ponselnya tidak bisa dihubungi karena sinyal sedang buruk. Sedangkan ponsel milik Sopir yang dihubungi mengatakan bahwa bannya bocor diperjalanan. Jadi terpaksa Frayza melanjutkan pencarian obat untuk Jade naik taksi. Inilah yang membuat Hikashi kebingungan dengan istrinya. Ia tak bisa berpikir tenang, bila terjadi sesuatu hal buruk.


Padahal yang terjadi sebenarnya, Frayza ketika naik taksi. Ada sebuah mobil yang menghadangnya. Seorang pria memakai baju serba hitam, dan memakai kacamata turun. Ia menyuruh Sopir taksi itu membuka pintu penumpang. Dan memberikan upah beberapa sebagai ganti tarif argo. Frayza dipaksa keluar, karena pria itu mengaku pacarnya. Jadi si Sopir itu berpikir kalau pertengkaran biasa antara sepasang kekasih.


Setelah membuka kacamatanya, ternyata pria misterius itu adalah Dokter Thomas. Kenapa ia begitu kebetulan berada disini, dan dari mana ia tahu bahwa Frayza sedang dalam kesusahan? lali kenapa ia begitu kasar memasukkan Frayza kedalam mobilnya. Sekarang Dokter Thomas mengajak ke sebuah bangunan yang memancarkan aura mistis. Suasana kesedihan begitu kuat yang dapat ia rasakan. Betapa ia terkejut dirinya, dimana ia berada sekarang.


“Bukankah ini tempat penyimpanan abu jenazah?


Dokter Thomas hanya diam, ia berjalan didepan Frayza tanpa merespon sedikitpun. Sampai pada akhirnya ia berhenti disebuah deretan lemari tinggi. Betapa terkejutnya, bila disana tempat penyimpanan abu jenazah Dokter Kelvin. Ia mundur ketakutan seperti melihat hantu. Barulah ia menyadari jika ada kesaman dari Dokter Kelvin pada diri Dokter Thomas.


“Tadi kau bilang apa dia?”


“Apa... Apa ini?” ia tampak gugup tak siap.


“Kau bilang dia Malaikat penjagamu? Naif sekali, jika aku tahu kau wanita yang menyebabkan adikku meninggal. Tidak akan sudi aku menyelamatkan anak-anakmu!” sekarang amarah yang tertahan tertumpah semua.


“Jadi kaaauu, kakak Dokter Kelvin?”


“Benar!” gertaknya.


Frayza sangat ketakutan melihat sorot mata yang memerah. Ia ingin kabur namun, kakinya tak mampu bergerak. Dibelakang sudah ada kedua orang tua yang berjalan mendekatinya. Sambil menatap wajah Frayza dalam-dalam.


“Apa dia yang sudah merubah wajahmu?” giliran ayahnya yang bicara.


“Hu’um.” Mengangguk cepat.


“Putriku hiks hiks hiks.” Peluk keduanya.


Frayza tidak mengerti, kenapa kedua orang tua ini memeluk dirinya sambil menyebut ‘Putriku’. Karena kedua orang tua ini adalah ayah-ibu dari sahabat sekaligus rekan kerjanya dulu. Frayza ikut larut dalam suasana haru itu. Setelah pertemuan kedua ini, maka Dokter Thomas mengakui semuanya. Bahwa ia ke Jepang karena mendapatkan undangan khusus dari pihak Kerajaan. Menjadi Dokter staff ahli disana. Jadi ia bertugas untuk menjadi dokter pribadi keluarga istana.


“Dulu, Cha Kelvin ingin memiliki seorang adik perempuan yang manis. Karena ia sering dijahili Cha Thomas, kakaknya.” Kenang ibunya didepan foto mendiang Dokter Kelvin.


“Dan keinginannya tidak pernah terwujud, karena usia istriku sudah tua. Jadi kami memutuskan untuk mengadopsi anak perempuan dari panti asuhan. Karena gadis perempuan yang datang kerumah kami tidak memiliki paras yang cantik. Sikapnya menjadi dingin dan kasar. Setiap hari ia mengabaikan Cha Yunghee, Putri angkat kami.”


“Dan Cha Yunghee akhirnya menjadi dekat denganku. Maaf, aku tadi sempat membentakku. Karena aku pikir jika awalnya kaulah penyebab kematian adikku.”


“Bukan aku penyebab ia tiada. Tapi dia sendiri berada di kejadian itu tanpa sepengetahuanku.”


“Kami mengerti Dahyee,” celetuk ibunya Dokter Kelvin.


“Dahyee? Namaku Frayza Lee, bukan Dahyee.”


“Dahyee adalah nama wanita dambaan Kelvin ketika masih hidup. Ia mengikuti kelas melukis dan animasi gambar. Dan ini dia, ia membuat beberapa sketsa.”

__ADS_1


Ternyata wajah Frayza ini terinspirasi dari kayalan tingkat tinggi Dokter Kelvin yang disempurnakan dari waktu ke waktu. Ayahnya mengeluarkan buku gambar milik Dokter Kelvin, dan memperlihatkannya kepada Frayza. Lembar demi lembar wanita dalam gambar itu menjadi lebih mirip dengan dirinya sekarang.


“Walaupun sikap Kelvin kepada Yunhee tidak baik. Tapi ia tidak menyerah, karena ternyata Yunhee yang tumbuh menjadi gadis remaja. Sudah timbul benih Cinta kepada lawan jenis. Dan setiap malam, aku menjadi teman curhat Yunhee. Aku memberikan saran untuk berdandanlah seperti wanita dalam buku lukisan Kelvin. Dan Yunhee dengan polosnya mengikuti saranku.” Thomas bicara.


“Tapi tindakan Yunhee ini tidak menyenangkan Kelvin. Bahkan ia memaki Yunhee karena lancang. Ia mendapati buku hariannya dimeja belajar Yunhee. Setelah raib dari rak buku dikamarnya. Kelvin menjadi semakin benci dengan keberadaan Yun-hee dirumah. Ia jarang pulang, dan lebih sering tidur di apartemen sewaan.” Ibu Cha bicara.


“Lalu apa yang dilakukan Dokter Kelvin selanjutnya?” Frayza penasaran.


“Ia tidak akan kembali kerumah kami, sampai menemukan Dah-Yee nya. Dan sekarang ia sudah berhasil menciptakan Dah-Yee nya yang sebenarnya.”


“Tapi wajahku ini hasil operasi plastik.”


“Aku tahu, Cha Kelvin pernah berkata kepadaku. Yun-hee tidak akan pernah menjadi Cha Dah yee. Karena wanita yang ia sukai, ialah wanita yang terlahir kembali untuk meraih kemenangan. Bukan wanita yang merebut paksa keadaan, untuk memperoleh kemenangan.” Thomas memingat slogan Kelvin kala masih hidup.


“Dan akhirnya, ia menemukanmu. Ia berhasil membuat Dah Yee sebenarnya sudah hidup. Kau sangat nyata hiks hiks hiks.”


“Kenapa Bibi tidak bilang saja saat bertemu dengan ku di Bandara. Kenapa mesti berbohong?”


“Karena aku takut dengab pria tinggi disebelahmu. Ia terus marah-marah dan mengomel.”


“Hehehe ia memang begitu Bibi-Paman.”


“Bisakah kita bertemu kembali lagi? Melihatmu, sepertinya kerinduanku kepada Kelvin sedikit terobati?” ibunya mengajukan permintaan.


“Aku mohon.” Thomas meminta juga.


“Jangan memaksanya, ia masih bingung.” Menenangkan istrinya yang terharu sedih.


“Baiklah, lain kali kita akan bertemu lagi Bibi. Karena ini sudah larut, aku harus kembali. Keluargaku pasti khawatir, dan ponselku sudah habis batrenya.”


“Baiklah, aku harap dalam waktu dekat ini kau bisa menemuiku lagi. Bolehkah aku memanggilmu Dah Yee?”


“Silahkan Bibi, anggap saja aku adalah Dah yee”


“Terimaksih,” memeluk Frayza penuh rasa rindu.


Sebenarnya Dokter Thomas yang merencanakan ini. Ia sengaja membuat resep obat yang sulit. Agar Frayza kebingungan, dan benar rencananya berhasil. Ia ingin menunjukkan bila berusaha keras, terkadang hasilnya sia-sia. Semua keluarga Dokter Kelvin tahu, bila sosok Dah Yee adalah wanita idaman Dokter Kelvin. Bisa jadi, Dah Yee adalah Cinta sejati Dokter Kelvin. Yang sosoknya ia ciptakan sendiri sebagai bahan imajinasi. Eh tahunya, ia jatuh Cinta sendiri dengan karyanya.


Usai pertemuan dengan keluarga Dokter Kelvin. Frayza ingin membalas Budi baik sosok yang menolongnya itu. Hingga akhirnya tewas dengan mengenaskan. Tak lain juga sebagai bentuk kecintaan Dokter Kelvin kepada sosok Dah Yee dalam diri Frayza.


Dokter Thomas mengantar Frayza sampai didepan gerbang. Ia juga memberikan obat-obatan yang masuk dalam resepnya tadi. Frayza hanya mengangguk, sebagai ungkapan terimakasihnya. Penjaga pintu gerbang yang melihat Frayza berada diluar. Langsung membuka pintu, mempersilahkan masuk kedalam. Tangannya membeku kedinginan, wajahnya sudah kaku karena beku. Ia berjalan dengan kaki yang bergetar karena salju tebal.


Krieett... Suara pintu utama terbuka, Matsumoto yang tengah bicara dengan Hikashi didepan perapian langsung terperanjat. Karena sosok yang datang ialah Frayza. Sekarang sudah pukul 2 pagi, selama itulah Frayza berada diluaran. Tubuhnya yang sudah kedinginan, serta kejadian tentang Dokter Kelvin membuat kepalanya berpikir berat. Hingga akhirnya ia ambruk, tubuhnya ditangkap oleh Hikashi. Belum sempat memarahi Frayza, sekarang ia mendapati istrinya pingsan setelah kembali.


“Kau berikan obat ini kepada Bibi Fang. Aku akan urusa istriku dulu!” perintah Hikashi.


“Baik Tuan.”


Didalam kamar Hikashi mencopot seluruh pakaian Frayza. Ia ingin melihat, bagian tubuh istrinya. Ia memeriksa dengan teliti setiap inchi kulit istrinya. Tidak ada bekas luka atau pelecehan. Ia belum bisa tenang, karena istrinya sekarang tak sadarkan diri. Bahkan mengalami demam tinggi. Didekap erat tubuh wanita yang ia cintai ini. Beberapa kali juga Hikashi menciumi tangan istrinya yang beku. Ia sangat-sangat tak rela bila ada orang yang sudah menyentuh istrinya ini. Lalu pengawal di gerbang menyerahkan catatan plat mobil yang membawa pulang Frayza tadi. Hikashi akan menangkap pemilik mobil itu, dan mencari informasi. Melihat kondisi istrinya yang sakit, dirinya merasakan berlipat-lipat sakit pada dirinya. Ia begitu mencintai istrinya yang terbaring ini. Tak sedetikpun ia memalingkan wajahnya, bahkan Hikashi rela tak memejamkan matanya. Karena ia takut Frayza akan hilang dari pandangannya.

__ADS_1


“Sayang, jika kau tidak kembali lagi kepadaku. Maka aku lebih baik menembak jantungku agar berhenti berdetak. Aku lebih memilih mati, bila tanpamu hiks hiks.”


Mendekap erat istrinya yang masih belum sadarkan diri, Hikashi merasa berat untuk meninggalkan Frayza lagi. Jadi lawatan selanjutnya, Takeshi didampingi oleh Matsumoto. Sebagai wakil kepercayaan Hikashi, yang kebetulan sudah tiba di Korea.


__ADS_2