TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
TAKDIR CINTA ADALAH RAHASIA


__ADS_3

“Bartender beri aku bir!”


“Ck,” muka malas Takeshi melihat tamu yang duduk disebelahnya.


“Kenapa kau judes sekali? Apa ada masalah denganku?”


“Pesta ini untuk kalangan terbatas, bukan untuk kalangan penjilat.”


“Aku kemari sebagai staff dari Butik, tugasku mengantas baju Pangeran Hiroshi.”


“Omong kosong!” menenggak habis isi gelas sloki.


“Maaf Tuan, kita belum pernah bertemu. Kenapa sikap Anda sangat tidak ramah?”


“Untuk apa beramah tamah dengan Pencuri?”


“Pencuri? Kau bisa menggeledahku jika aku membawa sesuatu dari sini.”


“Tidak selamanya yang dicuri itu berbentuk barang.”


Yuki tidak paham ucapan Takeshi baru saja itu apa. Dia disini untuk menghilangkan setres yang menumpuk dikepalanya. Ia meminum beberapa teguk bir, dan memutuskan untuk pergi.


*

__ADS_1


*


*


Sepekan kemudian, Franda sudah memeriksa hasil tes kehamilannya. Kali ini hasilnya tetap sama, yaitu positip hamil. Dia tidak percaya sekaligus takut untuk mengumumkannya. Ia yakin betul jika janin ini adalah milik Andreas. Walaupun sekarang hatinya gamang jika Andreas siap mengetahui soal kehamilannya.


Ibu Andreas ditemui Franda di kediamannya dengan sangat ramah. Franda datang untuk menanyakan perihal Andreas. Apakah sudah pulang atau masih diluar negeri? Tapi jawaban dari ibu Andreas tidak memberikan jawaban yang memuaskan. Hasilnya, Franda mencoba menghubungi Meghan selaku rekan sekantor Andreas.


“Dia bilang mau cuti saja.”


“Apakah dia masih mengirimi mu pesan?”


“Tidak, Andreas hanya beberapa kali saja menghubungiku jika ada hal yang berkaitan dengn pekerjaan. Bisa ditanyakan ke asisten pribadinya. “


“Meghan... Mengenai hubunganmu dengan Julian bagaimana.”


“Meghan, aku minta maaf.”


“Sudah terlanjur menjadi hancur, untuk apa lagi dipertahankan. Aku sudah kehilangan calon bayi kami. Sekarang, aku tidak bisa menerimanya hadir dihidupku lagi. Kedepan, aku tak ingin dia mencariku.”


“Tapi Julian mencintaimu.”


“Jika ia mencintaiku, seharusnya ia berada saat aku tengah berjuang melawan kesakitan.”

__ADS_1


“Aku tidak tahu betapa sakitnya dirimu kala itu, tapi sebagai kakaknya. Aku meminta maafmu.”


“Pergilah Franda, aku mau melanjutkan pekerjaanku lagi. Jika Andreas menghubungi aku lagi, nanti ku sampaikan salammu untuknya.”


“Terimakasih.”


“Sama-sama.”


Seperti yang sebelumnya, Julian gagal naik ke pelaminan dengan Meghan. Rose menggunakan senjata pamungkasnya, anak. Agar rencana perceraiannya dapat dibatalkan. Saat ini Julian hanya menjadi suami untuk status saja. Rose mengendalikan hidup Julian dengan alasan tumbuh kembang anaknya. Walaupun hatinya ingin berontak dan pergi, tapi ia tak bisa bersikap arogan terhadap darah dagingnya sendiri. Akhirnya Julian hanya bisa mencintai Meghan dari kejauhan, seperti meraih Bintang dilangit. Walaupun kecil, tak akan mungkin bisa diraihnya lagi. Demikian juga Meghan, ia mencintai Julian dengan segenap jiwa raganya. Keadaan dan takdir yang belum memihak keduanya untuk bersama. Biarlah Cinta dan kenangan mereka berdua tetap hidup dan menjadi cerita sebelum menutup mata. Dan ketika bangun dari tidur, orang itu tak ada disampingnya saat membuka mata kembali. Cinta memang begitu menyakitkan bagi yang gagal. Tapi Indah, bagi yang bisa meraihnya dengan sukses.


“Sayang, nanti kau bekerja dijemput sopir ya. Ingat kau tidak boleh kemana-mana tanpa ijinku. Mengerti! “


“Iya Suamiku sayang, aku akan selalu dalam pantauanmu selalu.”


“Aku berangkat ke Inggris mengantar sulung kita ya, lekas hamil ketika aku kembali hihihi.”


“Nakal!”


“Biarin, muachh.”


“Selamat jalan Suamiku, lekas kembali ya.”


“Iya Istriku tercantik, jangan mau digodain pria nakal ya. Hubungi Matsumoto kalau ada brandalan.”

__ADS_1


“Jangan khawatir Sayang, cepatlah berangkat. Jade sudah tegang menunggumu hehehe.”


“Bye belahan jiwaku Frayza...”


__ADS_2