TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
PANGERAN TAKESHI


__ADS_3

***JEPANG***


Rose sudah sibuk berdandan cantik untuk menyambut kedatangan Julian. Dia mengepang rambutnya dan mengenakan gaun pendek motif bunga-bunga. Dibantu Frayza merias wajahnya, Rose menjelma menjadi wanita yang anggun.


“Aku antar sampai sini ya, sebentar lagi dia akan turun dari kereta. Kau hanya perlu mengirimkan lokasimu.”


“Loh Kak Fray, memangnya kau mau kemana?”


“Maaf aku lupa bilang kalau aku ada urusan mendadak di Tokyo. Ada teman lama yang sudah menungguku saat ini. Aku berjanji kepadanya untuk membahas masa depan. Selamat bersenang-senang.” Frayza pergi bersama taksi yang ia tumpangi.


Sesuai perkataan Frayza tadi, Rose menunggu kedatangan kereta dari Bandara. Tak berselang lama kereta yang membawa Julian tiba. Dan mereka bertemu lagi dan saling bercengkrama. Julian sudah menjadi pria tampan dan menjaga penampilan.


“Dimana Fray? “ kepalanya clingak-clinguk.


“Dia pergi, bertemu dengan temannya membahas masa depan. Sepertinya dia akan menikah dalam waktu dekat ini.”


“Benarkah, berarti aku terlambat dong kalau begitu hehehe.” Julian cemburu dan sakit hati mendengar ucapan Rose baru saja. Sebenarnya yang menjadi alasan kuat ia datang ke Jepang tak lain ingin menindaklanjuti perasaannya.


Akhirnya Julian dan Rose mencari tempat menginap. Dan Julian mengusulkan untuk ke kebun bunga Sakura kapan-kapan saja. Dia ingin mengajak Rose pergi jalan santai di pusat perbelanjaan. Hal ini diamini oleh Rose, karena dirinya bisa bersama Julian lebih lama.


Disebuah Restoran ada pria memakai jas berwarna hitam tengah duduk menanti seseorang. Sembari ia menyecap kopi di cangkirnya.


“Maaf terlambat datang, tadi aku mengantar temanku di Stasiun.”


“20 menit terlewati.” Membaca jarum jam yang sudah ia habiskan menunggu.


“Jalanan macet heheheh, aku pesan dulu ya.”


“Fray, apa kay tidak berencana menikah?”


“Eh itu, sebenarnya aku kemari untuk membahas hal ini juga.”


“Apa kau belum yakin kepadaku?” tanya Ramon.


“Ramon, sejak dulu kita sudah sepakat untuk berpura-pura bukan. Diantara kita tidak boleh ada perasaan. Kita adalah tim kerja, tidak baik bila kita melibatkan perasaan.”

__ADS_1


“Apa kau masih menaruh hati kepada Frank?”


“Hah Frank lagi, sudah berapa lama aku melupakannya. Aku hanya ingin mengembalikan cincinmu dulu. Maafkan aku, sepertinya aku nyaman hidup sendiri.”


“Tiga hari lagi adalah peringatan hari mendiang Pangeran Naruhito. Ayah dari Pangeran Hikashi, artinya dia akan datang berziarah kemari. Pihak kerajaan sedang melakukan audisi pengawal baru untuk acara tersebut. Isi formulir ini dan ikuti tesnya.”


“Kenapa tiba-tiba kau memberitahuku?”


“Hanya Tuan Hikashilah yang mampu mencari keberadaan ayahmu. Karena dia pulalah yang menemukan ayahmu sebelumnya. Kau bisa masuk ke Istana dengan menjadi pegawai disana.”


“Ramon, terimakasih banyak.” Frayza tka menyangka bila Ramon masih peduli dengan kesulitannya.


Pertemuan mereka dilihat Julian yang sengaja berhenti kala melihat Frayza. Dirinya mengira bila Ramon yang memakai setelah jas tengah melamar Frayza. Namun, dugaanya salah besar. Sebenarnya Ramon dan Frayza hanya menjadi pasangan kekasih palsu. Agar Ramon bisa melindungi Frayza dan tinggal di Jepang.


“Julian, kenapa Rose tidak membawamu ke taman bunga Sakura?” Frayza memergoki Julian yang menunggunya keluar dari tempat pertemuannya dengan Ramon baru saja.


“Apakah pria yang sedang berada di kasir itu kekasihmu?” yang dimaksut adalah Ramon.


“Oh dia, aku hanya membahas pekerjaan.”


“Hai kau bersikaplah lebih sopan kepada wanita!” Ramon memelintir tangan Julian agar melepaskan tangan Frayza.


“Jangan ikut campur dengan urusanku, enyahlah kau dari hadapanku!” gertak Julian yang kesakitan.


“Aku tidak akan melepaskanmu bila belum bisa bersikap kasar. Kau harus menghargai wanita, apalagi dia,” Frayza melotot kepada Ramon agar tidak keceplosan bilang dirinya saudara tuanya.


Atas permintaan Frayza, Ramon melepaskan Julian. Dan kembali bertugas di Istana kerajaan. Bukannya tidak mengenali Julian lagi. Ramon percaya kalau Frayza bisa mejaga dirinya sendiri. Terlebih ada Rose yang baru keluar dari Toko baju wanita.


Usai ketiganya berkeliling kota Tokyo, akhirnya Frayza memutuskan untuk mengikuti audisi calon pengawal Istana. Sebagai ketua keamanan kerajaan, Ramon memiliki andil untuk menerima seleksi calon. Karena dia sudah mengenal baik bakat dan kemampuan Frayza. Akhirnya Frayza direkrut untuk menjaga Pangeran Takeshi. Diceritakan bahwa Pangeran Takeshi adalah kandidat terkuat menggantikan Raja. Karena dia anak sulung, sedangkan Pangeran Hiroshi adalah putra kedua. Pangeran Takehsi tidak pernah masuk lagi dalam pemberitaan atau terlihat saat upacara resmi kerajaan. Dia tinggal di villa dalam lingkungan Istana. Letaknya agak terpencil dan dikelilingi hutan dan danau buatan. Hobi Pangeran Takeshi ialah memancing dan melukis. Dulunya Pangeran Takeshi seorang penyuka balapan. Karena kecelakaan parah dan trauma. Mengharuskannya berada dikursi roda selama sisa hidupnya. Walaupun Pangeran Hiroshi saudara kandungnya, hubungan keduanya tidak akrab. Bisa dikatakan dingin dan saling menjauhi.


Dari gosip yang beredar dikalangan terbatas, ketika kecil Pangeran Takeshi ialah anak yang cerdas. Kepintarannya ini sering dimanfaatkan oleh Hikashi untuk menyontek PR dan mengerjakan tugas lainnya. Sejak dibangku sekolah, Pangeran Takeshi sudah banyak mengukir prestasi. Sedangkan Hikashi anak yang berada di rangking terbawah dikelasnya. Makanya Hikashi tidak punya teman kecuali Takeshi. Sikap peduli dan perhatian Takeshi kepada Hikashi ini memunculkan kecemburuan dari Hiroshi. Dimana sejak kematian kedua orang tuanya, Takeshi menjadi pelindung bagi Hikashi waktu kecil. Siapapun tidak boleh mengganggu Hikashi jika tidak ingin berurusan dengan Takeshi. Akhirnya, Takeshi dan Hikashi sering menghabiskan waktu bersama. Dan Hiroshi menjadi anak kesayangan ibunya, Permaisuri.


“Jadi kau harus mengingat semua riwayat hidup Pangeran Takeshi. Hai Frayza, kau dengar tidak wejanganku? “


“Iya, aku dengar Bibi Aciko.”

__ADS_1


“Bagus, kalau begitu kau harus memakai Yukata ini agar terbiasa.”


“Hah? “


“Kenapa? Jangan bilang kalau kau tidak bisa memakainya.”


“Aku bisa memakai celana dan jas, kenapa harus memakai Yukata. Ini jelas-jelas aneh buatku?”


“Kau sudah diterima bekerja di Istana, harus mau mengikuti aturan yang berlaku.”


Ternyata Pangeran Takeshi diam-diam mendengarkan Frayza dikerjai Bibi Aciko. Kepala kedisiplinan Istana yang ditugaskan untuk melatih Frayza. Takeshi terpingkal-pingkal karena Frayza kesulitan mengenakan baju tradisional ini. Dan akhirnya dibantu Bibi Achiko maka Yukata ini terpasang.


“Nah, kalau begitu kan Bagus.”


“Engapppp... Engappp huh hah.” Frayza kesusahan bernapas.


Sekali lagi, Pangeran Takeshi yang memerintahkan Bibi Achiko untuk mengerjai pengawal barunya. Atas perintah Takeshi pulalah beberapa pengawal baru termasuk Frayza harus memakai baju adat. Sisi lain Takeshi selain penyendiri, dia juga orang yang usil.


*


*


*


Seluruh penghuni Istana tengah bersiap untuk memberikan penghormatan mendiang Pengeran Naruhito. Tetapi Pengeran Takeshi enggan ikut latihan upacara itu. Dia memilih pergi ke festival bunga Sakura. Dan membaur dengan rakyat pada umumnya. Di taman inilah Julian dan Rose tengah menikmati bung Sakura yang mekar Indah. Karena sedang bertugas, Frayza tidak bergabung dengan orang yang dikenalnya. Dia sibuk menjadi pengawal keamanan Pangeran Takeshi.


“Aku sudah bosan disini, terlalu ramai pengunjung. Bagaimana kalau kita memancing?”


“Saya tidak mememancing ikan Pangeran. Saya biasanya beli dipasar, lebih praktis.”


“Kau ini suka mempermudah yang sulit. Ayo siapkan kemah dan memancing ikan.” Takeshi tampaknya ingin suasana yang tenang jauh dari kerumunan.


Mata Julian tak bisa lepas dari Frayza, dan Rose menyadari itu. Dia menebak bila Julian tidak tertarik pada dirinya. Selama beberapa hari ia menemani Julian tak pernah dia menatapa dalam seperti itu. Akhirnya Rose berinisiatif untuk mengajak Julian ke galeri seni. Dan Julian menolaknya, dia lebih memilih untuk berenang di Hotel. Saat dirinya hendak meletakkan ponselnya dan masuk kedalam kolam renang. Ibunya mengatakan bahwa Franda sudah bisa kembali ke Singapura. Hal ini tentu kabar baik, namun kabar buruknya. Bayi yanh dikandung Franda menjadi hak asuk sepenuhnya di tangan Hikashi.


Itu artinya, Franda akan kembali ke dunia hiburan yang pernah membesarkan namanya. Dan ini bisa menjadi batu loncatan Julian. Karena karirnya melejitnya pelan, tidak secepat Franda. Keinginan Rose untuk tinggal lebih lama di Jepang harus kandas. Karena Julian memilih untuk kembali ke Singapura lebih cepat. Dan Rose memotong masa cutinya untuk kembali bertugas ke Indonesia.

__ADS_1


__ADS_2