
Beberapa saat setelah siaran berita ini, Frayza mengajak bicara Julian mengenai dirinya yang dituduh mencuri uang dari brangkas.
“Aku berencana kabur bersamamu, dengan menggunakan uang ini.”
“Uang sebanyak ini separuh gaji kotor gaji ayahmu, bagaimana bisa dia memiliki uang kontan sebesar ini.”
“Ayahku memiliki calon besan yang berpengaruh. Jabatannya pula tidak main-main sebagai Walikota. Dan dia juga sudah didapuk menjadi petinggi Partai pengusungnya untuk maju sebagai anggota parlemen.”
Percakapan Frayza dan Julian ini tak sengaja didengarkan Matsumoto yang tengah berjemur di balkon. Dia merekap percakapan dua orang ini, dan memutuskan untuk membantu Frayza dari tuduhan kotor.
“Kalau aku boleh saram saja, namamu bisa kembali bersih. Tapi, dengam syarat kita libatkan orang kejaksaan untuk memeriksa keuangan Simon. Uang yang dibawa Julian ini bisa kita gunakan sebagai barang bukti. Kita bisa menyelidiki kegiatan ilegal ayahmu. Tapi, jika kau mau bekerja sama dengan kami.”
“Apa aku anak ini yang tidak berbakti, melihat orang tuaku menuai hal yang kalian tuduhkan. Bisa saja keluarga kami kaya karena bisnis yang dikelola.” Tentang Julian.
“Kau terlalu naif Julian, tidak semua orang di dunia ini sebaik tampilan luarnya.” Ucap matsumoto.
“Yang dikatakan Ketua Matsumoto itu benar, aku sebenarnya tidak mau percaya bila ayahmu hendak menodaiku.” Memperlihatkan lebam dilengan.
Matan Matsumoto meloto melihat luka warna ungu pekat di kulit Frayza. Dengan wajah geramnya dia mendekati Julian.
“Jadi ini yang kau bilang ayah yang baik, hendak menodai wanita yang lemah. Dasar pria payah, pantas saja kau diperbudak wanita.” Matsumoto mencengkeram kerah baju Julian.
Pertikaian sengit itu dilerai Frayza, karena kedua lelaki ini memiliki ego dan tenaga yang kuat. Akhirnya Frayza terpelanting jatuh didepan pintu. Beruntunglah ada Kenzo yang datang bersama Franda.
“Nona, kau jatuh mana yang sakit?” membantu Frayza berdiri.
“Cepat lerai mereka berdua, aku bisa berdiri sendiri.” Frayza menundukkan wajahnya ketika menyadari tamu yang dibawa Kenzo itu adalah Franda.
Memang benar Franda beradu muka dengan frayza, dia mengacuhkan Frayza kemudian duduk. Frayza ikut kenzo yang sudah melerai Matsumoto-Kenzo.
“Dia sudah tiba, Ketua.” Ucap Kenzo sambil menahan tubuh Matsumoto.
“Awas kau, aku akan membuat perhitungam denganmu!” Matsumoto membuat kecaman.
“Siapa takut!” lawan Julian.
“Ssstttt, sudah jangan hentikan. Kita sudah ditolong oleh mereka, jaga sikapmu. Ini tempat mereka, diluar ada Franda.” Frayza memberitahukan bila Franda datang.
“Sebaiknya kalian berdua tidak muncul dulu karena ini urusan Ketua Matsumoto.” Kenzo memperingatkan keduanya. Dan mereka berdua bersedia menunggu sampai selesai urusan.
Ketua Matsumoto memakai baju formal untuk menemui Franda dan membawa maps dokumen. Sembari menoleh Julian dan Frayza di ruangan yang terpisah dari Franda berada saat ini. Kenzo berjalan mengikuti Matsumoto yang akan menemui Franda.
“Kau mengklaim ini adalah mobilmu, padahal disini tertera kau membeli mobil warna hitam. Dan seri yang beda, cuma merknya saja yang sama. Dan sekarang mobil kau kembalikan dalam keadaan rusak.” Mobil yang dimaksut Matsumoto adalah hadiah dari Hikashi untuk Frayza, namun saat di Resepsionis terjadi kesalahan. Franda mengambil kunci mobil mewah, bukan kunci mobilnya sendiri.
“Aku tidak tahu jika mobil itu rusak, lagipula bukan aku yang merusaknya. Jadi sekarang apa masalahnya?”
__ADS_1
“Jelas ini menjadi maslaah bagi kami Nona, kau sudah tahu membeli mobil tapi kenapa kau mengambil kunci mobil milik orang lain? Apa kau sengaja?” Kenzo ikut geram pada Franda.
“Kau jaga bicaramu, aku ini adalah artis juga putri seorang Walikota. Jika kau masih mau tinggal disini baiklah kepadaku!”
“Kau putri Simon Xi Huang” tanya Matsumoto.
“Iya,benar.” Dengan mengibaskan rambutnya.
“Bagus, adikmu berada disini. Jadi kalian bisa saling bertanggungjawab atas kerusakan mobil dari Tuan muda kami!”
“Apa yang adikku lakukan disini?” Franda kaget.
Dan muncullah Julian dengan menenteng tas berisi uang hasil curiannya.
“Kak, jika benar mobil yang sudah aku rusak itu bukan milikku. Sebaiknya kita gunakan ini untuk memperbaikinya, karena mereka jugalah yang sudah menyelamatkanku dari kejaran anak buah Ayah.”
“Apa mereka merisakmu? Lalu dengan bodohnya kau diperdaya mereka?”
“Tidak Kak, apa yang aku ucapkan adalah hal yanh sebenarnya. Aku telah ditolonh mereka dari kejaran anak buah Ayah. Sebenarnya aku memergoki Ayah yang hendak menodai gadis dirumah. Lalu aku menguncinya dari luar. Dan menggasak uang dari brangkas. Sekarang ini berita yang beredar adalah rekayasa Ayah saja.”
“Kau dengar sendiri, Adikmu sudah mengakuinya. Biaya reparasi mobil ini sangat mahal karena harus mengganti beberapa ornamen khusus. Dan Tuan muda kami sedang baik hati, asal kau mau bekerjasama maka semuanya akan menjadi baik.”
“Katakan padaku, apa yang kalian inginkan.”
“Baiklah, biar Asistenku yang akan menjelaskannya. Dia juga yang akan mendampingi kalian untuk melakukan permintaan kami.!
“Benar, dia akan bersama kalian.” Matsumoto mengiyakannya.
“Karena kalian menyepelekan aku, maka bersikaplah dengan baik kepadaku. Hal yanh harus kalian lakukan ialah temui ayah kalian untuk meralat berita palsu bila gadis itu bukan pencuri uang sebenarnya. Bujuk ayah kalian untuk mencabut laporan Polisi tentang pencurian.”
“Hanya itu? Lalu apa keuntungan yang aku dapat?”
“Seluruh biaya perbaikan mobil akan kami tanggung dan mobil itu akan menjadi milik adikmu. Dan kau bisa meminta mobil yang sesuai keinginanmu asal kau bisa membuat nama baik gadis yang dituduh itu menjadi baik?”
“Hohohoho... Aku tidak tertarik dengan mobil, anggap saja aku memiliki kartu permintaan yang kapan saja bisa aku pakai.” Franda menolak hadia mobil yang dijanjikan.
“Baiklah, nanti akan saya sampaikan kepada Tuan muda kami.”
“Walaupun laporan sudah dicabut, tapo Ayahku tidak akan melepaskan gadis itu. Sebagai jaminan keselamatannya, aku mau menawarkan kerjasama. Aku ingin kalian membantuku menyudahi pertunanganku dengan Frank. Bagaimana?”
“Kenapa kau mau berpisah dari kak Frank?” Julian tak percaya Franda ingin berpisah dari Frank.
“Julian, ini masalah pribadiku. Aku tidak bisa ceritakan hal ini kepadamu untuk saat ini. Jika mereka bisa menolongmu dari kejaran Ayah. Aku pikir mereka pula bisa menolongku dari amarah Frank.” Franda meyakinkan pada Julian bahwa ia ingin menyudahi hubungan asmaranya dengan Frank.
“Baik jika itu tuntutan kalian, kami akan pembahasannya dengan Tuan muda kami yang sekarang berada di Inggris. Dan sekarang kau bisa membawa adikmu pergi dari sini, dan uangnya bisa kau tinggal disini sebagai barang jaminan.” Kenzo meminta tas berisi uang yang ditenteng Julian.
__ADS_1
Setelah kakak beradik itu pergi, muncullah Frayza yang sedari tadi bersembunyi. Dia mendengar semua topik masalah yang kini terjadi menjadi rumit. Sampai begitu jauh Hikashi menjaga dirinya. Mungkin dia tidak pernah diperlakukan dengan baik oleh Frank sebelumnya. Tapi, kenapa Franda ingin menyudahi hubungan mereka. Bukankah dulu dia yanh dicampakkan oleh Frank, tapi kenapa Franda ingin sekali pisah?
*
*
*
#JULIAN,
“Kak, jelaskan padaku kenapa kau ingin berpisah dengan Kak Frank. Apa kurangnya dia kepadamu? Bahkan. Dia memilihmu daripada kak Frayza!”
“Diam kau Julian!” bentak Franda.
“Baik, jika itu maumu. Aku memang tidak tahu masalahmu, setidaknya beritahu aku apa yang membuatmu berubah?”
Dari luar Frayza mendengarkan perbincangan Franda dan Julian melalui alat penyadap yang ditempelkan dibaju Julian. Dia menyimak dengan baik perselisihan Franda dan Julian.
“Kau mau tahu kenapa aku ingin pisah dari Frank? Karena aku tidak sudah dibanding-bandingkan dengan Kak Frayza yang sudah mati itu. Frank selalu bilang, Frayza bisa begini dan begitu. Sedangkan aku sibuk menjadi selebriti di dunia hiburan. Dan yang lebih menyakitkan lagi, dia selalu mencemoohmu karena payah.”
“Iya, aku memang payah dan itu benar adanya. Akulah yang sudah membuatnya bangkrut di Bali.”
“Aku tidak tahu kenapa Kak Frayza bisa hidup bersama monster yang kasae seperti Frank. Didepan orang-orang dia lelaki hebat dan setia. Tapi dibelakangku dia bersama Ayah kerap berlibur dengan wanita-wanita. Jadi aku tidak kaget lagi katika teman wanita diperlakukan tidak senonoh oleh Ayah. Hati siapa yang tidak hancur meliha kenyataan ini Julian.”
“Ternyata Ayah dan Kak Frank adalah orang yang tidak suci.”
Kecewa dengan tingkah ayahnya yang seenaknya bersama calon iparnya. Julian berencana menemui ayahnya seorang diri, namun hal itu ditangguhkan oleh Franda. Dia setuju mengikuti arahan dari Matsumoto.
*
*
*
“Aku pikir, setelah kematianku Frank bahagia bersama Franda. Adikku dan mantan kekasihku, ternyata tak bisa kubayangkan jika kedepan seperti ini.” Frayza berjalan tertatih meninggalkan Apatermen Franda.
Dirinya menenangkan diri dipinggir kolam renang. Melihat riak kecil air kolam yang jernih. Pandangannya kosong, seperti kolam yang berisi air saja.
“Tuan muda sedang menjalani pengobatan penyakit mentalnya di Inggris. Mungkin kegilaannya terhadapmu bisa berubah ketika dia sudah sembuh. Aku lega, jika sebenarnya kau seorang perempuan. Aku sempat takut ketika tahu dia naksir lelaki, padahal dia sangat membenci wanita. Bukankah ini kutukan sekaligus karma untuknya?” Matsumoto membeberkan hal yang ia ketahui kepada Frayza.
“Ketua Matsumoto?”
“Aku sudah tahu semuanya Fred, hiduplah sebagai wanita. Selama ini aku belajar hipnotis untuknya, tetapi dia sulit untuk diobati. Tidakkah kau ingin menyapa Tuan Muda?”
“Memang apa yang terjadi padanya?”
__ADS_1
“Ketika dia menjalani pengobatan mental, memori yang buruk akan terhapus. Jadi mungkin dia akan melupakanmu pernah ada. Hal ini dia sampaikan kepadaku sebelum bertolak ke Inggris. Dia ingin aku menjagamu dengan baik. Karena peluang dia sembuh yaitu menghapus kenangan buruk dalam hidupnya. Kau pernah membuatnya depresi atas kematian paslumu. Sebenarnya dia sangat tulus mencintaimu, dia melakukan segalanya untukmu. Tapi mungkin kau memiliki alasan lain, sehingga pengorbanannya kau anggap hal yang wajar dilakukan.”
Perkataan Matsumoto menjadi beban lagi bagi Frayza. Dia mulai merangkai kenangan kala masih bersama Hikashi. Melewati masa-masa sulit dan berat. Dia hanya fokus kepada adik-adiknya. Bahkan dia rela bersiteru sengan Ramon sahabat baiknya. Hanya untuk menjaga adiknya yang sudah dewasa. Ditepian kolam renang inilah Frayza menangis menyalahkan dirinya yang belum bisa beranjak dari masa lalu.