TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
SUDAH TIBA SAATNYA UNTUK MENERIMA KARMA


__ADS_3

Kenzo merasa kesal dengan kejadian siang tadi. Siapa wanita misterius itu yang sudah mengacaukan jalannya sidang dakwaan Simon.


“Tunggu sebentar, kenapa kalian mencopoti badan motor ini?”


“Pemiliknya menyuruh kami memperbaiki keadaan motor ini. Maaf Tuan, kami harus melanjutkan pekerjaan kami.” Tekhnisi motor sedang mengevakuasi motor yang usai dipakai Frayza.


Kenzo menaruh curiga dengan motor tersebut yang warnanya sama hitam dan. Tidak salah lagi, bekas ban pada motor ini. Ada goresan benda yang teramat dalam seperti peluru. Pasti pemilik motor ini adalah wanita yang hadir di persidangan.


“Emb, aku sangat tertarik untuk memperbaiki kendaraanku ditempat kalian. Bolehkan aku meminta nomon telepon kalian?”


“Oh silahkan Tuan, ini kartu nama Bengkel kami.” Menyerahkan kartu nama.


Kenzo mendapatkan titik cerah dari rasa penasarannya. Dan malam itu juga dia bergegas membuat laporan perkerjaan dan dikirim ke Matsumoto. Setelah usai pekerjaannya, Kenzo pergi ke Bengkel tersebut. Sebelumnya dia memecahkan kaca mobilnya terlebih dahulu untuk mendapatkan perbaikan disana dan memperoleh informasi pemiliki motor tersebut.


Didalam kamar mandi Frayza membersihkan dirinya. Rentetan peristiwa yang membahayakan nyawanya. Dia berpikir keras, kenapa Simon masih memiliki kemampuan untuk melarikan diri. Sedangkan uang dirumahnya sudah Frayza gasak habis. Pasti Simon memiliki rahasia lain yang belum ia ketahui.


“Fray, apa kau didalam.” Panggil Ramon.


“I-iya, sebentar lagi aku selesai mandi kok.”


Ketika Frayza pergi, Ramon mendapati baju anti peluru Frayza tidak dipakai. Sedangkan peristiwa mobil tahanan terbalik menghantam mobil pengangkut gas meledak. Ramon tahu jika Simon menjadi target operasi Frayza. Karena beritanya sudah memenuhi kanal berita.


“Ada apa?” Frayza berjalan sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


“Kenapa tidak pakai baju anti peluru, kau pikir dirimu hebat!”


“Awalnya aku hanya datang saja.”


“Lalu ban pecah itu ulah siapa?”


“Aku yang menembaknya, tapi mobil yang oleng dari arah lain itu bukan suruhanku.”


“Jangan berbohong padaku Fray!”


“Tidak, aku jujur ishh.” Meringis kesakitan.


“Kau kenapa?” Ramon melihat darah mengalir dari bahu Frayza.


“Aku hanya ter...” Frayza terkulai lemah dan pingsan.


Ramon membopongnya diatas ranjang. Dan menutup luka bekas yang mengucurkan darah.


“Hanya luka kecil kok, jangan khawatir hehehe.”


“Walaupun tidak terkena tembakan, tapi hal ini sangat mungkin terjadi. Untung saja meleset, jika kena peluru bisa habis kau jadi buronan.”

__ADS_1


“Ramon, ijinkan aku menghabisi Simon. Kumohon,”


“Maaf Fray, aku tidak ijinkan dirimu melakukan tindakan keji itu. Kau harus percayakan hukum Negara ini berlaku. Aku mohon jangan kotori tanganmu, karena menghilangkan nyawa adalah hutang.”


“Hiks... Hihiksss tapi dia sudah tega membunuh Ayahku huhuhu.”


Ramon memeluk Frayza yang masih belum ikhlas kehilangan ayahnya. “Fray, inilah perasaan yang selama ini aku rasakan sejak Digna pergi. Jika saja Digna masih hidup, mungkin dia akan memusuhimu seperti Franda. Dan Damora yang melakukan semua cara untuk meraih tujuannya. Tapi apa yang ia dapatkan? Kehancuran dan kekecewaan, karena Tuhan tidak menghendakinya.” Ramon terus menenangkan Frayza agar tidak berpikir membunuh jiwa orang berdosa.


Ramon mengajari cara dasar memberatkan hukuman seorang terdakwa kasus pembunuhan. Beberapa trik manipulatif digunakan untuk menjebak target, termasuk menyadap komunikasinya. Bahkan Ramon melakukan penyamaran agar bisa menaruh alat perekam dirumah Simon dan butik Barbara. Setiap saat mereka mendapatkan bukti-bukti baru tentang keterlibatan Frank. Peran Frank disini sebagai penyedia jasa dan menyokong dana. Barbara sebagai jaminan hidup agar Frank mau melakukan apapun. Sebagai imbalannya yaitu Franda harus berhasil membawa anaknya Jade. Rencananya Jade akan dijadikan sandra, untuk menguras harta Hikashi.


“Oh jadi target mereka adalah Tuan muda Hikashi, suamimu. “


“Malah aku kabur kemari, pasti sekarang Franda nekat ke Inggris untuk mengambil alih hak asuh atas Jade. Sekarang posisinya Hikashi di Jepang, apa yanh harus aku lakukan kalau begitu.”


“Begini Fray, sekarang kita berdua berada di Singapura. Dan Hikashi berada di Jepang, kita bisa minta tolong Dokter Kelvin untuk mencari tahu keberadaan dan keadaan Tuan Hikashi. Setelah urusan kita beres menjebloskan ke Penjara Simon dan Frank, barulah kita menarik simpati Franda kembali kemari.”


“Kalau dia berhasil membawa Jade bagaimana? Dia masih bayi dan kecil, pasti Franda akan memakai cara apapun untuk menarik simpatinya.”


“Aku akan minta Dokter Kelvin membuat salinan data tes DNA jade agar identik kalian berdua. Dan kalian memiliki bukti sah pernikahan. Jadi Franda akan sulit dipercayai oleh publik jika ibu kandung Jade adalah dirinya.”


“Aku mengerti, kalau begitu kita harus bergerak cepat mencari tahu dimana posisi Frank sekarang. Aku akan mengunduh isi perjanjian dan kontrak Perusahaan Frank. Kalau tidak salah ada di email Matsumoto, sebentar aku sudah meretasnya. Sekarang tinggal kita cetak, dan memasukkan point-point yang sudah dilanggar oleh Frank. Lalu kita membuat laporan lagi yang menyatakan Frank terlibat tindak kriminal atas penganiayaan dan menyebabkan aku keguguran dan meninggal di Batam.”


“Benar sekali, dengan demikian Frank akan dikenakan pasal berlapis-lapis. Dokter Kelvin masih menyimpan arsipmu bukan?”


“Aku harap Frank dan Simon bisa betah dipenjara, alibi kita ada pada Barbara. Dengan membuat Barbara berontak, maka tindakan penyelengan kekuasaan Simon dapat terbongkar.”


“Ahhha aku ingat, Ibuku kan memiliki hubungan gelap dengan Ayahku. Dia hamil diluar nikah, tapi menikahi pria lain. Dengan kata lain kita harus merusak Citra Ibuku agar dia tertekan. Kemuadian dia juga terlibat penjualan rahim Franda untuk memuluskan karis politik Simon, memperkaya dirinya sendiri dan karir adikku sendiri Julian.”


“Tepat seperti dugaanku, malam ini kita kumpulkan materi. Setelah semuanya cukup, kita kumpulkan semua bukti dan data yang ada. Kau tidak boleh ceroboh lagi Fray. Selama ada aku, jangan pernah kotori tanganmu. Terlebih lagi kau seorang wanita, kehidupan ini seperti menuai benih yang kita tanam.”


Frayza merasa terbantu dengan bantuan Ramon. Kini mereka terus menggali lebih banyak materi untuk diperdalam lagi.


*


*


*


Kenzo memasang alat penyadap lewat dinding apartemen yang ia dapatkan alamatnya dari Bengkel. Dia sangat mengenal suara orang yang berada didalam sana ialah bukan pemain baru lagi. Apalgi nama yang disebut sangat familiar sekali. Sebelum Ramon dan Frayza mendapatkan dokumen penting itu. Kenzo sudah menghubungi Matsumoto agar bergerak lebih cepat dari rencana rahasia Ramon.


*


*


*

__ADS_1


---- JEPANG ----


Hatinya sudah riang gembira, karena saldonya sudah gendut lagi. Dokter kelvin berjalan sambil bergoyang mendengarkan musik. Kesenangannya berhenti saat ada petugas Bandara menghadangnya. Dia digelandang dikantor untuk diintrogasi, namun sebelum melakukan introgasi. Tiba-tiba Matsumoto datang dan membawanya ke Istana.


“Lama tidak berjumpa kawan, ku lihat dirimu sedang sibuk berkeliling dunia ya?” salam Matsumoto mengagetkan Dokter Kelvin.


“Hai, hallo juga hihihi.” Balasannya gagu dan takut.


“Bawa dia!” perintah anak buahnya membawa Dokter Kelvin pergi. Selanjutnya untuk dipertemukan kepada orang yang paling dirugikan.


Matanya ditutup kain, dia diapit pengawalan yang sangat ketat. Entah dibawa kemana dirinya tak tahu.


“Tuan muda, kucing yang membawa kabur sudah kami tangkap.”


Hikashi menjentikkan jemarinya, dan artinya biarkan Dokter Kelvin memberikan penjelasannya.


“Ampuni aku, Tuan Muda.” Dia berlutut dan memohon ampunan kepada Hikashi.


Slang... Matsumoto menghunuskan pedangnya dileher Dokter Kelvin. “Cepat katakan!”


“Kejadiannya begini Tuan muda yang sebenarnya...........(menceritakan)“ Hikashi mendengarkan cerita lengkap pelariannya Frayza.


“Tuan muda, sebenarnya Kenzo juga mendapatkan rekaman suara mirip suara Nona Frayza dan Ramon. Silahkan dengarkan,” Hikashi mendengarkan perbincangan tersebut, dan bibirnya tersenyum.


Matsumoto sangat bahagia akhirnya Hikashi memberikan respon tanda-tanda baik. Rekaman itu ia dengarkan berulang kali, setelah itu tanpa sebab ia membantingnya hingga hancur. Ini adalah reaksi orang cemburu, ketika wanita yang amat ia sukai bersama pria lain.


“Tuan muda, tahan emosi dulu ya. Ramon sudah seperti Kakak bagi Nona, jangan berpikiran yang aneh-aneh dulu ya.” Menenangkan emosi Hikashi.


Dokter Kelvin yang tanggap kondisi, langsung menyuntikkan obat penenang agar Hikashi tidak berontak. Beginilah penderitaan Hikashi sejak kejadian yang memilukan. Ia gila tak bisa menerima kenyataan bila Frayza telah tiada dalam penculikan. Hatinya yang kini terluka batin, sangat terlihat jelas dari tubuhnya yang tak terawat.


“Selama aku pergi, kau bertindak sebagai penanggung jawab Tuan Hikashi.”


“Hah tidak salah?” Dokter Kelvin tidak mau.


“Ini sebagai hukuman karena kau berkhianat dari Tuan Hikashi!” kembali menghunuskan pedang untuk mengancam Dokter Kelvin.


“Iyaya baik, aku mengerti.” Sepakat sudah merawat Hikashi.


Hikashi benar-benar adalah sisi gelap kehidupan pria yang dipuja-puja wanita. Yang didambakan kaum pria, tapi penderitaannya sama sekali tidak akan ada yang mau menggantinya.


“Kalian semua, harus berada diposisi kalian masing-masing. Paling lambat 1 minggu kalian diberi waktu untuk membawa mereka semua kemari, mengerti!”


Dokter Kelvin mengintip dari jendela saat Matsumoto memimpin pasukannya. Ponselnya sudah disita, bahkan paspornya juga. Sekarang dia tak ada bedanya dengan Hikashi. Dirinya tak bisa memberitahukan rencana ini kepada Ramon. Bahwa Frayza akan segera dijemput paksa kembali. Matsumoto sangat kesal dengan cara Frayza yang memalsukan kematiannya dari Hikashi. Hingga berdampak buruk.


“Andaikan Tuan Hikashi mencintai orang yang tepat, pasti Dunia tidak serepot ini!” keluh Matsumoto mengenuot permen loli.

__ADS_1


__ADS_2