TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
MILIKKU YANG PALING BERHARGA


__ADS_3

“Sakiittt, bayikuuu...”


“Tidak Sayang, kau dan bayi kita akan selamat.” Hikashi tak kuasa menahan air matanya. Ia melihat dara keluar dari celah kaki istrinya. “Cepat lakukan mobilnya atau ku tembak kepalamu!” menendang langi kursi kemudi.


“Hiks... Hiksss Sayang, maafkan aku hiks hiks.”


“Jangan bahas itu sekarang Frayza! Itu tidak penting!” membentak istrinya yang masih memohon ampunan.


Hikashi mendorong bangsar hingga berhenti didepan pintu gawat darurat. Dirinya kacau dan berantakan, suasanan hatinya berkecamuk. “Aku akan menanganinya, ketika Ramon kembali ke Thailand. Aku segera kemari, ternyata benar firasatku.” Ucap dokter Kelvin getir.


“Aku mohon selamatkan keduanya,” Hikashi memasang wajah memelas.


“Sekarang Tuan muda sudah mengerti bukan rasanya takut. Seperti inilah yang aku rasakan saat tahu dia hamil.”


“Jadi kau sudah tahu sejak awal.”


“Kita bahas nanti, aku akan menolongnya dahulu.”


“Kelvin, terimakasih.”


“Ucapkan nanti saja, sekarang minta maafmu lebih perlu.” Jawab ketua Kelvin.


*


*


*


Dipenjara bawah tanah Matsumoto menemui Franda, dia mengantarkan makanan. “Sekarang Nona Frayza dalam keadaan koma, dia mengalami pendarahan.”


Menjatuhkan rotinya,” Apa?” Franda terkejut.


“Iya, kejadiannya begitu cepat. Makanlah makananmu, akan ku ceritakan pelan-pelan kronologinya.”


Franda memungut roti yang terjatuh dan membuang bagian tertempel pasir. Sembari ia mendengarkan cerita Matsumoto yang menyedihkan itu, kini Franda ingin berlari dan memohon ampun kepada kakaknya. Salah satunya mungkin Frayza kaget melihat keberadaanya sekarang.


“Bisakah aku menemuinya?”


“Apa kau gila, sekarang Tuan Hikashi mengamuk. Ia bisa saja menekan tombolnya dan membakar lehermu. Sudah aku katakan berulang kali. Kalau kau akan menyesali perbuatanmu dimasa lalu.”


“Aku benar-benar sudah sadar betul perbuatanku salah Ketua Matsumoto. Aku sadar betul kalau kedua tanganku ini kotor.”


“Masih untung kau hidup, jika Jade tidak lahir dari rahimmu. Bukan Tuan Hikshiks, akulah yang akan menghabisi nyawamu.”


“Ketua Matsumoto, kenapa kau bisa berkata demikian? Kau tidak terlibat dalam masalah kami.”


“Tentu saja aku terlibat, kau itukan wanita bodoh yang bermodal paras cantik. Otak dan hatimu saja tidak berfungsi sebagaimana Tuhan memberikan anugrah itu. Kau itu, wanita boneka yang kapan saja bisa dibuang oleh pria manapun ketika bosan.”


“Menyakitkan sekali ucapanmu Ketua Matsumoto.”


“Setidaknya tindakanku tidak sebrjat dirimu yang akan membakar saudaranya sendiri.”


“Hiks... Hiksss.... Hiksss Kak Frayyyyyyyyyy maafkan akuuuuuu!!” teriak Franda menggema diseluruh sel tahanan.


“Renungkan saja ucapanku, karena kebenaran akan seperti celaan bagi orang munafik.” Mengenyot permen lolipopnya dan pergi meninggalkan Franda.


*


*

__ADS_1


*


Setelah menjalani tes dan siuman Frayza dinyatakan sehat. Hanya beberapa hari ini dilarang melakukan aktivitas dahulu.


“Kau sudah bangun, cuph.” Hikashi meyapa wanitanya dengan mencium tangan.


“Hemmmb,” mengedipkan mata seraya mengiyakan.


“Minum dulu, tenggorokanmy pasti kering.” Ia membantu istrinya untuk minum.


Frayza meraba perutnya, dan masih buncit asli. “Aku pikir akan kehilangan dirinya Sayang.”


“Tuhan sudah mempercayaimu, dia sudah memberikan titipannya untuk kita.” Mengusap punggung istrinya.


“Maafkan aku yang pergi kabur dari Villa.”


“Ssssttttttt... Sudah cukup. Aku tidak mau dengar.”Hikashi sudah kepalang pusing menerima alasan Frayza.


“Aku ketakutan melihat Franda, ingatanku bahwa ia menculit dan mau membakarku kembali. Aku trauma berat Suamiku hiks hiks hiks...” ia memasukkan kepalanya didada Hikashi.


“Hhhaaa jadi bukan karena kau cemburu aku membawanya ke Villa kita?”


“Cemburu apanya, aku takut dia menyusup dan melakukannya lagi. Aku sangat ketakutan kala dia melakukan kejahatan kepadaku. Dan bagaimana dengan Jade, apa ia berusaha mengambil anak kita juga?”


“Fray, apa tadi Dokter Kelvin salah anestesi? Kenapa bicaramy melantur begini?” mendongakkan kepala Frayza.


“Franda kan ibunya Jade, jadi dia punya bila mengambil putranya.”


“Hak apa, dia hanya kubeli rahimnya untuk menggantikanmu. Saat itu kan kau divonis tidak bisa hamil Istriku Sayangggg.”


“Apa? Kau memanggilku ‘Istriku Sayang’ apa telingaku ini juga salah dengar ya.” Mengorek telinganya.


“Cih, kau ini benar-benar ah.” Membalikkan badannya dan kesal.


“Apalah sesukamu saja, jangan peluk-peluk. Lagi iritasi ringan sama pelukan.” Tolak Hikashi melepaskan pelukan Frayza.


“Oh jadi begini ya, oke deh kalau begitu; Hai Nak, iya kau yang ada didalam perutku ini. Lihatlah Papamu itu, dia mengabaikan Mama.”


Tak berpikir lama, Hikashi naik ke bangsar dan bergegas mencium bibir Frayza. “Emmmuuaaah, begini kan kalau istri cerewet!” menghukum Frayza dengan ciuman kilat.


“Kau,” memegangi bibirnya yang basah.


“emmuaaaahhh,” lagi-lagi Hikashi mencium bibir Frayza lebih dalam lagi.


Tatapan Frayza kosong seolah ini ciuman pertamanya. “ Tolong beritahu aku kalau ini alam bawah sadar.”


“Apa perlu aku sambangi Anak kita sekarang,” membuka kancing bajunya dan mengendorkan ikat pinggang.


Ceklek, pintu terbuka dan terjadilah pemandangan yang dilarang di Rumah Sakit. “Eh eh eh kalian mau apa, tidak boleh tidak boleh. Lekas pake bajumu lagi, suster suruh pria hidung belang ini keluar kamar pasien. Beri dia obat tidur dosis tinggi, biar tidak mengganggu proses penyembuhan pasienku.”


“Hehehe Dokter Kelvin, kalau iri bila saja sama Bos.” Ditertawakan perawat yang datang bersamanya.


“Nah Susternya saja cerdas kok kamu yang sewot.” Mengancingkan lagi kemejanya.


“Dasar mesum, istri lagi sakit masih saja napsuaaan.”


“Gerah ya gerahhhhh!” alasan Hikashi yang dibuat-buat.


“Kalau mau dingin ya mampirlah dihatiku ini, noh dingin noh.” Menyodorkan dadanya pada Hikashi.

__ADS_1


“Hai Dokter Kelvin, akibat dicuekin sikapnya makanya hatimu dingin kan?”


“Gak juga tuh, kan aku emang sibuk. Sibuk diperdaya dengan tugas-tugasmu, demi kemari aku harus memaketkan ikan-ikan koleksiku! “


“Kalau mati beli lagi, aku yang bayar. Kau sudah menyelamatkan Istri dan bayiku.” Jawab enteng Hikashi mencomot buah anggur.


“Janji ya, kalau terjadi musibah dengan ikanku. Beliin!”


“Ehheeemmmbbb.” Perawat berdehem untuk melerai perdebatan.


“Kerja yang betul, kau dibayar mahal.” Perintah Hikashi.


“Iya Pangeran Hikashi, hamba tahu diri sekarang dipekerjakan olehmu yang murah hati.” Memakai stetoskop untuk memeriksa denyut nadi.


Semuanya normal dan baik-baik saja, Hikashi bisa sedikit tenang. “Nona Frayza, jika suamimu hendak menerkammu. Suruh lihat perutmu ini ya, biar tidak main brutal sekiranya 1bulan hehehe.”


Pletakkk, Hikashi melempar buah anggur tepat di pipi Dokter Kelvin.” Sembarangan kalau ngomong, nanti malam sudah bisa kan tengok bayinya?”


“Jiaaaaaaaaatttttt, jangan keterlaluan kenapa. Ini istrimu sedang sakit usai pendarahannya masih mikir begituan. Hah, Perawat usir orang ini keluar. Bisa gila aku menanganinya.”


“Maaf Dokter Kolvin, beliau kan pemilik Rumah Sakit ini. Anda lupa ya, itu fotonya ada dikalender tahunan.” Menunjuk kalender dimeja nakas.


Komat-kamit mulutnya menyerapahi Hikashi. Tatapan matanya seperti ibu mertua yang buay perhitungan dengan menantu nakalnya.


“Jangan nglunjak ya, aku ini Bosmu!”


“Nona Frayza, lindungi akuuuu.” Bergelayut dilengan Frayza memohon perlindungan.


“Singkirkan dirimu ini dari tubuh Istriku, masih ada wanita lajang berkeliaran. Jangan ganggu punya orang!” menjewer Dokter Kelvin yang menyulut cemburu Hikashi.


“Hahahahahaha, kalian ini lucu sekali hahaha.” Pekik Frayza tertawa lepas.


Setelah drama didalam ruangan selesai, Hikashi dan Dokter Kelvin bicara serius lagi.


“Jadi tidak ada cara lain?”


“Hmmmmb,” menggelengkan kepalanya.


“Awalnya aku memakai Franda sebagai tameng, karena Frayza sedang hamil. Kau tahu sendirikan, keselamatannya jauh lebih berharga.”


“Wanita sulit mengerti ketika pria melindunginya. Itulah sebabnya aku selalu berpikir ribuan kali jika mengajaknya berkencan. Takut kalau salah paham dan berakhir bubar.”


“Kau kan memang laku, mana ada wanita yang mau pria gila kerja.”


“Pangeran Hikashi, jangan nyerang mental!”


“Hehehe (menepuk pundak Dokter Kelvin) terlepas dari cacianmu, aku memaafkannya. Terimakasih sudah menyelamatkan milikku yang berharga.”


“Frayza adalah hasil karyaku dibidang medis. Tolong dijaga dia, selayaknya ku persembahkan karya seniku yang paling berharga.”


“Aku janji dengan segenap seluruh jiwa dan ragaku.”


“Iya janji ya janji, tapi itunya tuh tahan dulu tidak sambangan nengok banyi. Baru saja ku saksikan sendiri kalau sudah mau melakukannya. Tahan dulu Bos, biar sembuh dulu.”


“Heheheh urusan ranjang bukan ahlimu,” menjentikkan jemarinya.


“Benar-benar pria badung, kalau bukan Bosku sudah kulumat habissss habisssss hiss.” Menggigiti lengan tangannya secara bergantian.


****

__ADS_1


***Hai hallo semua, Author Vitamin baru sempat menyapa kalian ya. Terimaksih banyak-banyak atas Cinta kalian terhadap karya-karyaku. Dan setelah beberapa hari mempertimbangkan. Author belum bisa nyiapin Novel baru untuk menggantikan kisah Frayza dan Hikashi. Author masih mikir tema Novel yang baru bergenre komedi atau peperangan gitulah ya. Ketik komentar kalian dan like nya ya.


Salam sayang dari Vitamin A untuk semua Pembacaku yang tercinta.😘😘😘


__ADS_2