TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
KARMA DAN HUKUMAN


__ADS_3

“Bawa pria ini pergi dan kembalikan ke Negara asalanya.” Perintah Barbara kepada orang bayarannya. Mereka menyekap Adam yang sudah pingsan kedalam peti ikan.


Frayza sempat melihat kapal nelayan yang bersimpangan dengan kapal pesiar. Dia sedikit heran. Dengam nelayan yang wajahnya ketus dan dingin. Serta bajunya yang aneh, mungkin beda Negara beda pula tradisinya. Anak buah Matsumoto mendatanginya bila sudah saatnya menghadiri jamuan pesta.


“Tuan Muda berjanji akan menemukan ayah anda Nona. Tapi anda harus segera bersiap untuk hadir ke pesta.”


“Aku masih mau mencari ayahku lagi, katakan kepada Hikashi.” Frayza berlari ke dalam kamarnya dan mengirim pesan bantuan.


Brakkk (pintu kamar Frayza dibanting Barbara) “Dasar wanita bodoh, apa yang kau lakukan disini?”


“Bibi kenapa kau lancang masuk kamarku tanpa ijin?”


“Seharusnya kau sadar diri, ini bukan tempatmu jadi kau harus pergi!”


“Bibi, apa kau sedang tidak sehat. Kita sedang berada diatas lautan, bukan daratan. Bagaimana bisa aku pergi?”


“Maksutku adalah pergi dan lihat kelakuan pria yang kau anggap malaikat itu di kamar putriku!”


“Hikashi?”


“Iya, Hikashi William. Dia sudah bosan denganmu, sekarang dia bersama putriku!”


“Lalu aku harus bagaimana?”


“Apa kau tidak sadar bahwa William hanya menjadikanmu budak?”


“Tahu, aku sadar jika hanya mempermainkanku.”


“Lantas kenapa kau masih bersamanya. Apa kau mencintainya?”


“Siapapun bisa jatuh hati dengan William Hikashi, Bibi. Hubunganku dengan Tuan William Hikashi hanya sebuah kerjasama.”


“Jadi kau tidak menyukainya?”


“Sama sekali tidak!” jawab tegas Frayza.


Franda mengeraskan suara percakapan Barbara dengan Frayza. Ternyata selama ini dirinya sudah salah menaruh hati. Setelah semua hal yang ia lakukan tak kunjung membuat wanita itu luluh. Dirinya bahkan terlihat bodoh seperti budak cinta yang mengabdi pada majikan.


“Jadi William, sebagai pria yang bermatabat kau sudah tahu kalau akulah yang mencintaimu dengan tulus. Akhirnya kau bisa melihat fakta yang sebenarnya. Frayza hanya memanfaatkanmu saja. Wanita ular itu tidak pernah memandangmu, baginya kau sampah!” Franda meracuni otak Hikashi yang sudah tak bisa berpikir jernih.


“Cukup! Jangan teruskan!” menutup kedua daun telinganya.


“Ssssshhhh...ada aku jangan khawatir. Aku tidak akan mengkhianatimu. Jadi kau mau kan melakukannya denganku?”


“Apa kau yakin masih suci?”


“Iya, aku masih suci dan Frank tidak pernah melakukannya. Oleh karena itu, tolong lakukan ini padaku.” Manarik benang yang mengait di baju tidurnya. Franda mulai berjalan gemulai berlenggak-lenggok membawa segelas anggur. Hikashi menengguknya dan meraih tubuh franda dalam keadaan mabuk.


Saat keduanya melakukan penyatuan, Barbara mendorong Frayza untuk melihat langsung adegan penuh gairah itu. Keduanya sangat bersemangat dalam melakukannya. Hikashi melihat Frayza yang sudah mencengkeram tangan. Gadis itu melihat dengan tatapan kosong. Hikashi semakin menjadi-jadi memuaskan Franda yang sudah melayang-layang di surga duniawi.


Sampai akhirnya Frayza merasa tak layak melihatnya. Dia pergi keluar kamar Franda dan berganti pakaian secepatnya. Dia memasangkan perlengkapan pertahanan diri ditubuhnya. Frayza berencana pergi dari Hikashi selamanya. Baginya semua pria sama saja, pandai berdusta terhadap banyak wanita. Tapi saat Frayza hendak melarikan diri, Matsumoto sudah menangkapnya. Hal ini sudah diketahui Hikashi tentang tabiat Frayza yang suka kabur-kaburan.


“Maaf Nona, anda tidak diperkenalkan meninggalkan kapal ini oleh Tuan Muda Hikashi.”


“Untuk apa dia menahanku?”


“Karena Tuan Muda Hikashi akan mengumumkan hal penting malam ini.”


“Tidak penting bagiku, Ketua Matsumoto jangan halangi aku!”


Terjadi perkelahian didalam kamar Frayza. Ramon muncul karena dia mendapat pesan darurat dari Frayza. Mereka kini berkelahi melawan anak buah Matsumoto. Kegaduhan terjadi karena baku hantam tak terhelakan, mereka tidak ada yang berani menyerang Frayza. Jika sampai Frayza terluka maka mereka akan dihukum Hikashi.


*


*


*

__ADS_1


Kesadaran Hikashi kembali kala pengaruh obat perangsang yang Franda campurkan dalam anggur. Dia menyadari sudah melakukan hal yang salah. Rencana Franda berhasil kala Frayza terhasut melihat adegan panasnya. Sekarang ia pura-pura tertidur agar Hikashi tidak melabraknya.


“Apa yang baru saja aku lakukan, kenapa aku bisa melakukan hal bodoh ini. Assshhh, sialan!” memegangi kepalanya yang pusing.


Hikashi memakai bajunya kembali dan keluar kamar Franda. Dia berpapasan dengan Barbara yang sengaja berjalan berlawanan.


“Aku tadi melihat Nona Frayza menangis ketika keluar dari kamar putriku Franda? Apakah dia tersinggung?”


“Apa maksudmu?” Hikashi menyadari bahwa yanh melihatnya adalah Frayza bukan khayalannya.


“Entahlah, yang jelas dia keluar dengan perasaan sangat hancur.”


“Jika kalian terlibat, aku pastikan akan membuat perhitungan dengan keluarga kalian!” ancam Hikashi kepada Barbara.


Sekarang ini Franda sudah berhasil merusak hubungan Hikashi. Artinya dia memiliki kesempatan jalan mulus. Barbara mendapati putrinya yanh terbaring di ranjang sangat senang. Akhirnya Hikashi melakukan pembenihan secara alami. Yaitu dengan berhubungan secara biologis.


“Cepat kita lihat pertunjukan selanjutnya! “ Barbara mengajak Franda menyaksikan pertengkaran hebat.


“Benarkah?” Franda antusias.


Keduanya bergegas kekamar Frayza, ternyata Ramon berhasil melumpuhkan kekuatan Matsumoto dan anak buahnya. Mereka kini berlari mencari jalan keluar. Dan keberadaan mereka sudah dikepung oleh pasukan pengamanan Hikashi. Keduanya terpojok dan menemui jalan buntu.


“Ayo kita meloncat!” Ajak Ramon.


“Apa tidak ada cara lain selain menceburkan diri ke laut?”


“Kau takut dingin apa tidak bisa berenang?”


“Suhunya dingin sekali, aku belum mencopot gaunku juga.”


“Tidak ada waktu, kita sudah dikepung!” Ramon naik ke besi pagar pembatas.


Hikashi datang menyuruh anak buahnya menahan tembakan. Dia melihat Frayza sudah terpojok.


“Menyerahlah, kau bisa mati jika meloncat!” mengulurkan tangannya.


“Jadi kau ingin menunjukkan siapa dirimu sebenarnya? Terimakasih Tuan Hikashi atas semuanya, aku akan melenyapkan diriku dari hadapanmu!”


“Aku tidak peduli berapa kali kau terhina, cukup maafkan kesalahnku kali ini saja. Aku melakukannya karena terpaksa, kau pasti ingin mendengar penjelasanku kan?”


“Tidak!!! Aku tidak pernah mencintaimu apalagi menyukaimu. Semua yang aku lakukan hanya untuk membalas budimu.”


“Jadi benar, kau hanya mempermainkanku? Jawab Frayza!”


“Iya, aku ingin kabur darimu. Dan kali ini kau kalah!”


“Apa kau ingin bermain petak umpet denganku?” Sorot tajam dari mata seorang pria penuh keputus-asaan.


“Tangkap aku, Bos!” tantang gadis yang berdiri di pembatas besi kapal.


Byurrrrrrr, gadis itu membenamkan tubuhnya kedalam aliran sungai yang dingin. Malam hari adalah waktu yang sulit bermain petak umpat. Gadis ini benar-benar gila, sudah tak waras. Berani-beraninya dia memilih terjun bebas kedalam air.


(KEMBALI KE BAB 1)


*


*


*



Setelah tragedi diatas kapal pesiar dulu, Hikashi tidak pernah mengunjungi Franda. Dia tinggal di Kastil menyendiri, tak seorangpun boleh mendatanginya.



“Hhhaaaaahhhh...hahhhh...hahaaa.” napas Hikashi tersengal-sengal.

__ADS_1



“Tuan muda mimpi buruk lagi ya?” Patrick datang membawa nampang berisi sarapan dan obat.



“Sudah berapa lama?”



“Hampir setahun Tuan Muda. Apakah anda tidak ingin melihat bayi anda?”



“Rapat apa yang harus aku pelajari?” Hikashi tak menggubris perihal anaknya.



“Tuan Muda, sekarang anda sudah menjadi ayah.”



Prang... Nampang itu tertuang isinya berserakan. Hikashi murka bila diingatkan tentang bayinya dan Franda. Dia merusak perabotan dengan pedang emas menjadi berkeping-keping. Patrick menyuruh pelayan lainnya keluar agar tidak mengenai sabetan pedang.



“Tuan muda, tidak baik menolak kenyataan. Sekarang bayi lucu sudah lahir ke dunia.”



“Patrick!” mengunuskan pedang dileher Patrick.



“Gluk (menelan ludah) Iya Tuan Muda.”



“Jangan ingatkan lagi, berikan apa yang aku minta!”



Sudah berbulan-bulan Hikashi hidup bergantung pada obat penenang dan obat tidur. Dirinya menjadi tempramental dan sulit dikendalikan. Saat Franda melahirkan saja dia tidak bersedia hadir dirumah sakit. Bayi yang lahir prematur ini harus dirawat intensif. Franda tidak diijinkan menemui bayinya, hanya ASInya saja yang diperlukan.



“Setelah bayi itu tidak membutuhkan ASI. Buang wanita itu!”



“Tidakkah itu kejam?”



“Dia milikku, bukan milikmu!”



Matsumoto datang membawa laporan kerja dan akan menemani Hikashi untuk berangkat rapat. Patrick yanh menjadi kepala pengurus rumah tangga prihatin terhadap Hikashi yang kejam. Sedetikpun dirinya tak mau melihat bayi yang dilahirkan Franda. Bahkan ia tidak mau mendengar tangis dan tawa bayi itu. Dan alhasil Franda tinggal di sebuah apartemen bersama bayinya.



“Ibu, aku sudah tidak tahan dikurung disini. Aku bisa gila Bu.” Rengek Franda pada ibunya lewat telepon.



Setiap hari Franda menghabiskan waktunya didalam Apartemen mewah. Dia tidak diijinkam keluar oleh Hikashi. Ada pengawal dan pengamanan yang super ketat. Jika Franda diketahui melanggar aturan, maka hukumannya denda uang 10x lipat dari isi perjanjian. Kondisi kejiwaan Franda mulai terganggu karena bayinya. Dia mulai mudah marah dan bosan. Tubuhnya mulai rusak karena proses hamil dan melahirkan. Wajah cantiknya tak lagi terpancar, sekarang ia lebih tua dari usia sebenarnya. Selama ini dia memakai alat komunikasi yang dibatasi. Juga sudah dipasangi alat penyadap, jadi semua tingkah pongah Franda terekam.

__ADS_1



Franda memang melahirkan anak Hikashi. Tapi dia bagaikan ikan dalam kaca, tak bebas. Ia pikir dulu rencananya bisa membawanya naik ke pelaminan. Tapi yang terjadi, dia menjadi tawanan yang menyedihkan. Karirnya redup dan depresi akibat beban pikiran yang bertumpu. Bahkan keluarganya dicekal untuk masuk Inggris. Ini sebagai wujud hukuman karena telah menjebak Hikashi. Sekarang Barbara makan hati setiap waktu bila membayangkan kondisi Franda.


__ADS_2