
*SENIN,
Pagi ini Frayza harus ekstra berhati-hati dengan bekas luka operasinya. Ia memilih baju terusan yang longgar dibagian perut sampai pinggul. Hal ini demi percepatan proses penyembuhan lukanya.
Sopir sudah berdiri didepan pintu studio kamar miliknya. Pagi ini ia membawakan bekal berisi nasi dan lauk pauk. Ada segel khas milik Alexander, ini artinya kiriman. Frayza menerimanya dengan senang hati, karena ia juga tidak sempat sarapan. Didalam mobil ia menikmati sarapannya dan menelan obat resep dokter.
“Selamat bekerja Nona,” sopir membukakan pintu.
“Terimakasih, kau boleh pergi sekarang.”
“Baik.” Dia berdiri tegap tak bergeming.
“Kau boleh kembali ke kastil, atau jalan-jalan. Aku akan seharian disini, tidak kemana-mana.”
“Maaf Nona, ini adalah perintah tuan kecil. Dia menahan pasportku jika aku lengah sedikitpun.”
“Apa? Maksutmu Jade mengancammu begitu?”
“Benar,” mengangguk jika itu perintah Jade.
“Haissshh anak itu aneh-aneh saja, dia sedang mengerjaimu. Kembalilah ketika aku sudah pulang bekerja. Dan aku memberimu waktu untuk bersantai.” Frayza sedikit membungkuk sambil berbisik. Sopir itu tersenyum, ia mendapatkan waktu santainya juga.
Dari kejauhan ada seseorang yang memotret kedekatan Frayza dengan sopir pribadinya. Kali ini bukan Jade yang merental taksi. Bukan juga Hikashi tentunya, karena pria ini tengah sibuk mengaudit perusahaan yang ia modali.
Hikashi sekarang manjadi pemain dan pialanh saham. Beberapa perusahaannya sudah masuk pasar global sahamnya. Ia ingin pensiun lebih dini. Karena bekerja untuk menghasilkan banyak uang sangat melelahkan. Ia ingin uang bekerja untuk dirinya. Oleh karena itu Hikashi butuh orang-orang kompeten dalam menjalankan roda bisnisnya.
“Karena Nathalie sedang cuti sakit, maka jabatannya aku serahkan kepada Kenzo. Kau bersedia bukan?”
Para jajaran dewan perusahaan serta petinggi grup menatapa Kenzo yang terpaku kaget.
“Sa-saya?” Kenzo tidak yakin karena jabatannya Nathalie sangat vital.
“Apa kau menolak gaji besar?” titah Hikashi menggoyangkan kursi komisarisnya.
“Ba-baiklahh~.” Ikuti saja rencana Hikashi. Bagaimanapun juga Kenzo adalah orang lama dilingkupi Hikashi.
Selesai merombak jajaran direksi, Hikashi memutuskan untuk pergi kerumah sakit dimana Nathalie dirawat. Matsumoto langsung mengabari Nathalie yang berada disana. Sontak Nathalie memanggil tukang rias. Agar wajahnya segar dan menarik. Tak ketinggalan juga ia menata rambutnya yang sudah beberapa hari tidak keramas dan lepek sekarang Nathalie sudah menjelma menjadi wanita cantik. Walaupun lehernya masih memakai penyangga.
__ADS_1
“Apa kau sedang bermain Sinetron Indonesia yang sampah itu?” cibir Matsumoto yang mengenyot permen lolipopnya.
“Tontonan apa itu, apakah itu sejenis operasi sabun?” Nathalie menebak saja.
“Tontonan perusak moral bangsa, dimana ceritanya memperebutkan suami orang yang memiliki harta banyak. Dan konspirasi gelap wanita penggoda dengan segala trik dan intrik busuknya!” ya Tuhannnnn, Matsumoto kau ini kenapa pedas sekali mulutmu ini hah. Sekate-kate saja kalau bicara, apakah kau ini menyindir Nathalie secara blak-blakan.
“Oh syukurlah, karena aku wanita terpandang dan berpendidikan. Aku memiliki karir yang bagus, gaji tinggi dan pacar yang sempurna.”
“Pffffttttt!” menyeringai ocehan Nathalie.
“Hai kau! Pria botak anak lolipop hentikan pelecehanmu itu. Aku sedang meninggikan diriku ini. William tidak salah memilih calon istri dan ibu bagi anak-anaknya hahahaha.” Tertawa bangga dengan kemenangannya.
“Jangan terlalu congkak, kau tertawa terlalu lebar. Awas otot lehermu putus karena terlalu heboh.” Matsumoto mencemooh Nathalie lagi.
“Dan ingatlah perkataanku tadi, ketika semuanya menjadi milikku. Kau orang pertama yang aku singkirkan, kemudian si setan kecil Jade. Dan bayi haram Seven!” ucapan Nathalie ini didengar langsung oleh Hikashi.
Rasanya ia ingin melakukan hal yang serupa terhadap Nathalie. Berhubung Nathalie masih berguna untuknya. Hikashi masuk dengan santai seolah tidak mendengarkan rencana Nathalie. Ia masuk ruangan dengan memberikan bunga segar. Nathalie berbunga-bunga pula tentunya.
“Apakah kau sudah membaik?”
“Sudah, aku merasa sangat sehat saat kau datang.”
“Aku siap, bahkan saat ini juga aku sangat siap!” Nathalie melirik Matsumoto seolah dia hendak dilamar Hikashi. Artinya ia semakin dekat menjadi Nyonya Alexander. Betapa bahagianya Nathalie saat ini. Wajahnya merona merah dan senyumnya merekah. Ia seperti kelopak bunga yang dibawa Hikashi.
Matsumoto berdiri dibelakang Hikashi duduk, sambil menyilangkan tangan dibelakang. Ia juga ingin menyimak langsung pengumuman penting apa yang akan Hikashi utarakan.
“Nathalie, aku berterimakasih kepadamu karena beberapa tahun ini kau sudah berada disampingku. Melewati masa-masa terberatku dan menjadi patner baikku. Karena aku sudah berpindah keyakinan agama. Aku tidak bisa lagi melanjutkan hubungan kita ke jenjang yang serius.”
“A-apa?!” Nathalie rasanya lemas seperti kapas.
“Yah, mungkin aku telat mengatakannya kepadamu. Sebenarnya aku sudah lama memikirkan hal ini. Aku pikir beberapa tahun ini kau bisa akrab dengan putraku Jade. Nyatanya kau gagal mendekatinya, putraku tidak menyukaimu. Dia lebih menyukai ibu kandungnya sendiri. Sekarang aku tidak bisa mempertimbangkan dirimu menjadi kekasihku.”
“Tapi berilah aku kesempatan lagi Tuan William,” ia berlutut.
“Menikahi pria duda harus bisa menjadi bagian keluarganya juga. Aku tidak bisa menjalani hubungan denganmu. Anakku saja tidak menyukaimu, betul tidak?”
“BETUL SEKALI!” Matsumoto menjulurkan lidahnya memprovokasi Nathalie.
__ADS_1
“DIAM KAU BOTAK KEPARAT!”
“Isssshh, Nathalie ucapanmu begitu kasar seperti orang tidak mengenyam pendidikan sopan santun.” Matsumoto mengibaskan telinganya.
“Nathalie, dalam keyakinan yang aku anut sekarang. Dilarang seorang lelaki dan wanita dewasa terlalu dekat tanpa ikatan sah.”
“Dijaman sekarang hal itu lumrah dan biasa Tuan William. Ayo kita resmikan saja status kita. Aku siap menikah secara resmi denganmu.”
“Bukan begitu konsepnya Nathalie, dengarkan aku dulu. Statusku belum sah secara hukum negara, aku harus menjalani sidang resmi. Aku dan mantan istriku belum menjalani sidang putusan cerai. Jadi aku tidak bisa menikahi siapapun, terlebih lagi. Sekarang mantan istriku mengalami amnesia. Aku tidak tega melihatnya sedih berpisah dariku.”
“KENAPA BEGITU!”
“Karena Tuan Hikashi tahu, mana ibu dan istri yang baik. Dan mana pelakor yang culas dan galak mata duitan sepertimu. Uhhhuuuuukkkk!” batuk bohongan.
“DIAM KAU BOTAK SIALANNNNN!”
“WANITA ULAR KEPALA 10, BEREKOR RUBAH, PEMAKAN HATI, PERONGRONG HARTANYA LELAKI!” lengkap sudah titel untuk Nathalie.
“Kapan giliranku bicara? Apa kalian manusia goa yang hidupnya penuh caci makian. Aku ini pria terhormat dan kalangan bangsawan keturunan kerajaan Jepang!” geram sendiri kan Hikashi mendengarkan perang adu mulut antara tangan kanan dan tangan setan.
“Aku tetap menolak idemu, nikahi aku. Tidak kau nikahipun aku mau, asal kita tetap bersama!” bersikeras agar mendapatkan jatah kedudukan disamping Hikashi.
“Maafkan aku, Nathalie kau harus kecewa lagi. Jabatanmu diperusahaan sudah ditempati orang lain. Aku sudah mentransfer gaji berikut ganti rugimu. Ini ada tiket pesawat perjalanan ke Bangkok yang bisa kau pakai kapan pun untuk pulang.”
“Aku mohonnn Tuan William, aku mohonnnnnnn.” Nathalie bercucuran airmata mengiba. Ia tak ingin dicampakkan Hikashi begitu saja. Susah payah ia mendapatkan perhatian Hikashi. Namun semuanya berantakan ketika mantan istrinya membawa anak mereka ke Inggris.
“Sebaiknya kau jangan mengganggu proses orang mau rujuk. Kau menjadi asisten pribadi Bos. Bukan menjadi istri Bos, sadarlah!” menepuk bahu Nathalie agar tegar.
Hikashi tidak ingin menambah dosanya lagi, ia ingat berapa banyak nyawa yang meregang karenanya. Ia tak ingin Nathalie menjadi Damora. Menjadi gelap mata karena ambisiusnya yang tinggi.
“Kembalilah kepada Ramon, katakan padanya untuk berhenti mencarikan pengganti. Kau lebih baik mencintai pria yang bisa menerimamu. Bukan aku, seorang pria beranak dua. Kau tidak akan kuat menjalani hubungan dengan pria yang sudah berumah tangga.”
Nasehat Hikashi ini ada baiknya dipatuhi Nathalie. Walaupun ia awalnya menjadi agen rahasia Ramon. Pada akhirnya ia jatuh cinta kepada target operasinya. Sayangnya, Nathalie terlalu arogan dan tidak bisa mengganti Frayza sebagai wanita. Dalam urusan karir ia lebih jago, tapi tidak untuk menjadi seorang ibu.
Hatinya sangat sakit, seolah harapan hidupnya sudah berakhir. Ia melihat punggung Hikashi untuk terkahir kalinya. Berharap punggung itu berbalik menyapanya lagi. Walaupun Hikashi tak bergeming saat Nathalie memanggil-manggil namanya. Sekarang Nathalie tahu, jika usahanya memiliki Hikashi percuma. Seorang pria akan mempertimbangkan hubungan ketahap selanjutnya bila anaknya mau.
Jade sangat membenci Nathalie, bahkan Jade ikut muak kepada Hikashi. Hal ini terjadi karena Nathalie semena-mena diperlakukan istimewa oleh Hikashi. Ia masih menagis meratapi perpisahan ini. Dandanannya sudah berantakan dan luntur. Beberapa kali ia menghubungi Hikashi. Tapi si botak sialan lagi yang mengangkatnya.
__ADS_1
Tiiiiiaaaarrr, ponsel dilempar ketembok. Pecah berkeping-keping berserakan di lantai. Nathalie menangis sejadi-jadinya meratapi keputusan Hikashi. Muncul beberapa skenario jahat untuk merusak hubungan Hikashi – Frayza. Tapi ia takut, nasibnya akan berakhir mati konyol. Nathalie benar-benar depresi berat saat itu juga. Ia bahkan mendapatkan suntikan penenang.