
“Jade bayi yang menggemaskan ya,” menaruh di ranjang bayi.
“Mungkin Jade senang karena dekat dengan Ayah yang mencintainya.”
“Tuan Hikashi?”
“Iya, tidak peduli anak itu lahir lewat rahim siapapun. Asal di hati ini ada belas kasih yang tulus mencintainya sebagai titipan. Maka anak itu akan paham, jika dia disayangi sepenuh kasih. Tidakkah Jade ini sangat menggemaskan Nona.”
“Iya, kau merawat Jade dengan baik. Terimaksih Kenzo sudah banyak membantuku disini. Entah apa jadinya bila tidak ada Jade disini. Mungkin aku akan kesepian, dan pasti kabur lagi hehehe.”
“Nona, berhentilah berulah konyol lagi. Tuan muda menyediakan rumah, anak dan segenap hatinya. Kenapa kau masih saja mempersulit dirinya? Perhatikan kehidupan tetangga kita, banyak yang tidak dikaruniai anak. Bahkan ada sepasang pasangan yang sejenis mengadopsi anak. Nona seharusnya bersyukur, Jade adalah darah daging Tuan Hikashi. Bukankah menyenangkan mengasuh anak yang masih memiliki ikatan darah?”
“Kau benar Kenzo, aku memang tidak bisa melahirkan anak. Oleh karena itu Tuan Hikashi membeli rahim orang lain untuk memberikan keturunan. Hatiku memang dibutakan cemburu, sejujurnya aku terenyuh Tuan Hikashi berbuat sejauh ini.”
“Itulah sebabnya Ketua Matsumoto tidak mau berkencan dengan wanita. Mereka selalu mempersulit urusan hati, dan logikanya macet saat dihadapkan pada kenyataan hidup. Tidak ada masalah tanpa solusi, Nona.”
“Aku mulai sayang kepada Jade, ternyata kau benar. Mencintai tanpa syarat ialah tingkatan tertinggi.”
Kenzo menasehati Frayza agar dirinya melunakkan hatinya dan berhenti mengungkit-ungkit ibu biologis Jade. Patrick melaporkan kemajuan ini kepada Hikashi yang menuju kembali ke Villa. Kemungkinan tiba dirumah tengah malam, saat semuanya sudah terlelap tidur. Frayza saat ini seperti gusar tak bisa tidur, dia bolak-balik menengok Jade yang masih tidur bersama Kenzo dikamarnya.
“Nona,” sapa Patrick dari belakang mengagetkannya.
“Ah.. Astaga kau mengagetkanku.” Mengusap jantungnya yang berdegup kencang.
“Apakah anda perlu sesuatu? “
“Aku mengecek Jade, apakah dia bangun atau tidak.”
“Silahkan kembali ke kamar lagi, Tuan muda sudah menunggu anda.”
Ternyata Hikashi tengah mandi dikamar mandi. Sembari menunggu Hikashi keluar, Frayza mengurai satu persatu kain yang menempel ditubuhnya.
“Untuk apa kau mempersembahkan tubuhmu?” Hikashi ketus melihat Frayza bersujud dilantai.
“Hukum aku, Tuan Muda.” Hikashi tersenyum kecil, ternyata ego wanita ini sudah turun dan mengakui kesalahannya.
Kini giliran Hikashi untuk mengtes ketulusan Frayza. “Hemm... Baiklah jika itu kemauanmu, sepertinya tanganku sudah sembuh. Ambil pedang ini, ayo kita berdua sampai mati.” Melemparkan pedang dihadapan Frayza.
“Berduel?” menyentuh pedang yang berkilauan warna emas.
“Bukankah kau pengawal dan guru bela diri, ayo tunjukkan kemampuanmu? Selama ini kau membangkang dan meremehkanku. Pasti bakat bermain pedangmu sudah tinggi. Sekarang, ayo lawan aku!” menghunuskan pedang ke wajah Frayza. Gadis itu tak takut ketika pedang berwarna hitam menyentuk kelitnya.
__ADS_1
“Baik, saya terima tantangan duelnya.”
Sling... Klak... Tak... Begitulah suara serangan pedang dari Frayza yang maju melawan Hikashi. Dengan satu tangan dibelakang, ia memegang pedang dengan tangan kiri dengan terampil. Frayza terus menghujamkan pedang dengan kekuatan kedua tangan selalu kalah menyentuh Hikashi.
“Ayo seorang terus, sampai kau bisa!” pria itu seolah mengejek Frayza dan mengatainya payah permainan pedangmu.
“Haiiisss hhhaaaaaattt...” terus menyerang dengen mengagungkan pedangnya. Namun Hikashi sudah bisa membaca arah permainan Frayza. Sekali ayunan pedangnya berhasil melemparkan pedang warna emas yang dipakai Frayza terbang. Sekarang Frayza mengakui bila Hikashi benar, dirinya tak sebanding dengan Hikashi kemampuannya.
“Menjadi wanita dari seorang pria berpendidikan dan bermartabat harus tahu, bila aku sudah menempatkanmu diposisi yang terbaik. Jika kau menggunakan amarah dan kebencian dihati, sebagus apapun pedang ditanganmu. Hanya akan menjadi ranting rapuh!”
Perkataan Hikashi ini menyadarkan dirinya bahwa mengendalikan diri dengan logika jauh lebih baik daripa menuruti kata hati. “Apa kau sekarang mengerti Sayang?”
“Hu’um,” mendongakkan wajahnya dan bersimpuh dilantai.
“Mulai sekarang dan seterusnya, aku adalah pemimpin dirimu. Jadi apa yang tidak kau ketahui, sebaiknya kau percayakan padaku. Aku tidak akan mengecewakan dirimu, karena kau tempatnya ada disini ( menunjuk hatinya). Jujur aku sangat kecewa dan terluka, aku bisa saja memotong lidahmu saat kau berontak dan melawanku. Jangan ulangi lagi, jika kau masih ingin berada dihatiku.” Merentangkan kedua tangannya untuk menyambut Frayza. Gadis itu beranjak dan masuk kedalam pelukan Hikashi. Pintu kamar ditutup kembali oleh Patrick, karena ia mendengar suara berisik.
“Apakah terjadi pertumpahan darah?”
“Semuanya sudah membaik Ketua Matsumoto, anda pasti lelah silahkan istirahat kembali.”
“Tapi aku khawatir dengan keadaan didalam.”
“Mereka akan terbangun dengan wajah yang gembira dan merona. Hanya pasangan sejati yang seperti itu, bertengkar dan berbaikan hehehe.”
*
*
*
Mereka berdua berjanji akan saling berkomunikasi lebih baik kedepannya. Sekarang yanh menjadi prioritas bagi Hikashi dan Frayza ialah meresmikan status mereka. Agar Jade menjadi anggota keluarga mereka yang resmi dan tidak dapat diganggu gugat kedepannya. Frayza menyutujui dengan rencana Hikashi, karena jade masih memiliki hubungan darah dengannya. Ia pun berjanji akan menjadi ibu yang baik.
“Bisakah kau mengambil kotak dalam jasku?” Frayza mengambil kotak di saku jas Hikashi.
“Ini,” menyerahkan kepada Hikashi.
“Ini adalah cincin yang aku siapkan sejak dulu, sudah aku modifikasi bentuknya agar menjadi lebih klasik. Coba pasang dijarimu, aku ingin lihat.”
Frayza memasangkannya dan sedikit longgar, “ masih sisa banyak hahahaha.” Pekiknya lucu.
“Heehh aku lupa kalau kau wanita Asia, ukuranmu jauh lebih lebih ckckckc.” Menaruh tangan dikening.
__ADS_1
“Sayang, aku bisa memakainya di jari telunjuk. Lihatlah, muat bukan hehehe.”
“Kau ini, ada saja idenya untuk mengakalinya. Jadi kapan kau berencana ke Paris?”
“Paris?”
“Membeli gaun pernikahan lah, aku ingin kita menikah secepatnya!”
Hikashinkaget ketika Frayza naik keatas pangkuannya,”Ssstttt besok kita akan menikah di Kantor catatan sipil.”
“Tapi gaunnya?”
“Pakai saja setelan jas seperti biasanya hehehe.”
“Waw keren, fuiittt fuiitttt.” Bersiul.
Karena keterbatasan waktu yang ada, serta jadwal pekerjaan Hikashi yang padat. Akhirnya disepakati mereka menikah di Kantor Catatan sipil. Hal ini dilakukan agar status Jade di keluarga Alexander menjadi resmi.
“Sayang, apakah aku terlalu pelit untuk ukuran suami? Aku bisa memberikanmu pernikahan yang mewah dan megah. Bukan seperti ini,” kesal Hikashi menghentakkan kakinya.
“Kita bisa lakukan lain waktu saja, aku ingin menjadi milikmu seutuhnya bersama Jade.”
“Sayang, entah apa jadinya rasa maluku jika media tahu seorang Bangsawang Inggris dan masih keturunan Kerajaan Jepang menikah sesederhana ini hiks.” Hikashi masih mempermasalahkan pernikahannya yang sangat biasa saja.
“Yang penting mempelai wanitanya aku bukan hehehe.”
“Eheemm,” dari belakang ada orang berdehem. Matsumoto menggandeng Kenzo yang mengenakan setelan sewarna. Dan Patrick menggendong Jade. Dokter Kelvin juga turut hadir sebagai saksi. Mereka semua turut hadir mengantar calom pengantin.
“Sayang, kita tunda dulu ya jangan sekarang. Aku menikahimu tanpa pesta, itu sangat tragis.”
“Aku ingin kau perkenalkan kepada orang-orang, bahwa aku adalah istri yang layak untukmu. Yang penting status hukum kita kuat, soal pesta bisa kita adakan menyusul; Benar tidak Patrick?”
“Saya sependapat dengan Nona Frayza. Akan lebih baik jika Nona Frayza dikenalkan ketika sudah memiliki perbekalan yang cukup. Jika diadakan pesta besar-besaran, tamu akan mempertanyakan jati dirinya, latar belakang dan kemampuannya.”
“Baiklah, aku menurut kepada kalian. Tapi ingat, kau harus benar-benar membuktikan kelayakanmu. Karena kau menginginkan pernikahan sederhana ini.”
“Tapi kau kan yang meminta menikah secepatnya bukan sayang, benar tidak?”
“Benarrrr,” jawab pendukung Frayza.
“Baiklah sayang, aku beri batas waktu kau untuk belajar tata cara menjadi istri yang luar biasa. Semoga kau tidak mengeluh ya hehehe.”
__ADS_1
Sebenarnya Hikashi bisa saja mengalah dengan kemauan Frayza, tapi karena keadaan yang mendesak maka pernikahan di kantor catatan sipil di Swiss. Mereka bisa menjadi pasangan yang resmi. Kebahagian terpancar dari rona bahagia Frayza, akhirnya dia dapat menaklukan pria dingin. Dengan sikap pantang menyerahnya mengejar Cinta pertamanya, kini Hikashi berhasil menikahi Frayza. Dia akhirnya memiliki istri dan anak. Begitupun Matsumoto si pengawal setianya, dia sudah berbehagia dengan Kenzo. Anak buah yang dirisaknya menjadi primadona dalam hidupnya. Dan ada satu lagi, si jomblo abadi Dokter Kelvin. Yang ternyata diam-diam menciptakan tokoh wanita imajinasi yang sangat cantik namun rapuh. Kali ini dia menyimpan rapat sketsa wajah wanita dalam buku hariannya. Bahkan sampai dibuatkan gembok segala. Patrick menggendong bayi Jade yang turut menghadiri pernikahan orang tuanya. Dialah pelita dan sumber kebahagiaan di keluarga Alexander. Semoga pernikahan Frayza dan Hikashi ini selalu kokoh dan kuat.