TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
KEMBALI KE KELUARGA


__ADS_3

**Eitsss... Sebelum baca, Authornim yang pemalas ini butuh perhatian dari Pembaca yang Budiman. Klik hati, jempol dan komentar ya, biar Author bisa menyapa Pembaca ku yang unyu-unyu im***ut* 😁.


#LANJUTAN,


“DIMANA DIA!” teriak Hikashi tak mendapati Frayza.


“Aku menyuruhnya pergi, pergi sejauh mungkin.”


“Sial!”


“Hikashi William, sadarlah. Tidak ada wanita yang bisa menyembuhkan traumamu. Sebaiknya kau terus hidup seperti dahulu, dingin dan tak berperasaan. Kau ini sudah kacau!”


“TUTUP MULUTMU! KENZO, GELEDAH SELURUH WILAYAH INI. TEMUKAN DIA DALAM KEADAAN APAPUN!”


Damora berhasil meyakinkan Hikashi untuk berada bersamanya. Kenzo bersama agen lainnya sibuk menyisir seluruh wilayah sekitar Rumah Sakit. Ditempat lain ada yang mereka lupakan, yaitu tempat parkir. Frayza menahan sakit kepalanya akibat benturan keras.


“Hap, kau tak apa?”


“Kepalaku berarti, terimakasih.” Hilang kesadaran.


Pria yang menangkap Frayza kini membawanya ke dalam mobil. Hingga kesadaran Frayza pulih, matanya mulai terbuka.


“Kau sudah sadar?”


“A...” Frayza gagu.


“Benar, tadi aku yang menolongmu saat kau pingsan di parkiran. Perkenalkan Namaku Simon Xi Huang.” Nama lengkap ayah Frayza.


“Terimakasih Tuan Simon,” matanya berkaca-kaca menatap kembali ayahnya.


“Apa urusanmu kemari?”


“Aku, aku kabur dari Rumah sakit karena tidak memiliki uang untuk membayar biaya pengobatan.”


“Dan kau tinggal dimana?”


“Aku tidak memiliki apapun lagi, awalnya aku dari Indonesia. Kemari untuk mencari pekerjaan tapi aku ditipu serta surat-surat penting lainnya raib.”


“Hemmbb, kasihan sekali. Dan luka ini apakah perbuatan mereka?”


“Hu’um,” mengangguk.


“Baiklah kalau begitu, aku lihat kau anak yang baik. Siapa namamu?”


“Namaku Fray-Frayza, Tuan.”


Hati Simon bergetar kala gadis muda itu menampakkan wajahnya yang cantik. Serta bola matanya yang berbinar-binar seperti berlian. Hati Simon bergidik dan tergelitik dengan keberadaan gadis didepan matanya. Seolah dia langsung jatuh dengan seseorang yang sudah lama ia nantikan. Perasaan ini yang mengubah pemikirannya untuk mengacuhkan gadis ini. Tapi dia berinisiatif untuk membawanya pulang saja kerumah.


“Siapa dia? Katakan, apakah dia selingkuhanmu hah!” teriak keras istrinya murka.


“Frayza, kau bisa menempati kamar tamu. Ada disana, aku mau bicara terlebih dahulu dengan istriku.” Bujuk Simon.


Ketika Frayza berjalan, ibunya memandang sinis dirinya yang berjalan melewatinya.


“Kau sudah berani berselingkuh secara terang-terangan terhadapku!”


Suara gaduh ini mengganggu Julian yanh sedang bermain basket di halaman samping rumah.


“Bu, ada apakah ini? Kenapa harus teriak-teriak, bising ditelinga.” Menjewer telinganya sendiri.


“Julian, kau harus lihat wanita yang sekarang di kamar tamu. Wanita itu adalah selingkuhan ayahmu!”


“Ayah,apa yang dikatakan ibu itu benar?”


“Dengarkan ayah bicara dulu Julian, begini ceritanya. Waktu ayah selesai periksa di Rumah Sakit, ada gadis berdiri dibelakang mobil ayah. Dia pingsan dan ayah menolongnya.”


“Seharusnya ayah membawanya ke Rumah Sakit, bukan di rumah kita kan?”


“Gadis itu korban penipuan penyedia jasa lowongan pekerjaan. Bahkan surat dan dokumenpun ia tak punya, semuanya raib.”


“Bohong, pasti wanita itu mengincar ayah; Ibu, ayo kita lihat seperti apa wujud wanita penggoda itu!” mengajak ibunya ke kamar tamu.


Istri dan Julian menerobos masuk kamar tamu. Dan emosi mereka sudah diubun-ubun kepala untuk melabrak wanita yang diduga selingkuhan ayahnya.


“Hai wanita!” teriak Julian.

__ADS_1


Plakk-plaaakkk (tamparan keras dikedua pipi Frayza).


“Oh tidak, ibu aku kenal dia.” Julian lalu menyadari bahwa gadis ini ia kenal.


“Oh jadi kau mau ikut-ikutan membela ayahmu ya?”


“Aku mengenalnya Bu, dia adalah Frayza temannya Rose dari Indonesia.”


“Apa? Temannya Rose?” mundur selangkah kakinya.


“Aku sudah bilang kalau kami tidak ada hubungan. Aku murni ingin menolongnya, sekarang kau ikut denganku!” Simon menarik baju istrinya yanh terperangah.


Kini Julian mengompres pipi Frayza dengan air hangat. Julian sangat senang, gadis yanh datang dirumahnya adalah Frayza. Benih perasaan Julian yang pernah mati, kini tumbuh ketika dia bertemu Frayza.


“Apakah aku sedang bermimpi kau berada di rumahku?” sambil mengompres pipi Frayza.


“Issshhh ahhhh, perih.” Meringis kesakitan.


“Ada apa dengan kepalamu?” tanya Julian lagi.


“Aku mengalami peristiwa buruk, dan ayahmu lah yang menolongku. Tapi parahnya lagi, aku dituduh yang bukan-bukan oleh ibumu.”


“Maafkan ibuku, dia memang temperamental akhir-akhir ini. Dia mengalami hal buruk sebelum kau datang. Makanya dia begitu terhadapmu.”


“Jadi benar ayahmu berselingkuh?”


“Hemmbb, kau pasti lapar. Ayo kita pergi keluar untuk makan bersama. Ada banyak hal yang ingin aku ceritakan kepadamu.”


“Julian, aku disini adalah tamu ayahmu. Jangan menambah kecurigaan Ibumu bila kau terlalu baik padaku.”


“Baiklah kalau begitu, aku akan bersamamu disini.”


“Hai... Aku sudah baik-baik saja. Secepatnya aku akan pergi dari rumahmu ini. Aku bukan selingkuhan ayahmu, dia menolongku ketika berada di parkiran.”


“Frayza,” panggil Julian lembut.


“Apa?”


“Itu sebenarnya nama seseorang yang pernah ada di keluarga kami. Tapi dia sudah pergi untuk selamanya, heeemmmmb.” Menarik napas panjang.


“Aku dan suamiku memutuskan kau boleh tinggal disini selama 3 hari saja. Dan mengenai tuduhanky kau sebagai selingkuhannya Simon, aku minta maaf!” keluar kamar dengan angkuh.


Julian terkekeh melihat ibunya yang tidak dewasa sama sekali.


“Kau ini, nakal sekali. Ibu sendiri ditertawakan seperti itu.”


“Jarang-jarang dia meminta maaf kepada orang asing. Itu hal yang sangat lucu.”


“Julian, aku tahu senyumanmu itu palsu.” Lalu Julian berhenti tersenyum.


“Kenapa bisa begitu?”


“Jangan memaksakan sifat ibumu itu, jika sudah wataknya seperti itu. Makan bukan hal lucu atau perlu ditertawakan lagi. Sebenarnya kau ingin mengecohku dengan seringai senyumanmu. Aku tahu kau sedang menjaga harga diri keluargamu yang tempramental itu. Jika dia membenciku, itu hal wajar karena aku orang asing bagi siapapun.”


“Fray, maafkan aku ya. Aku berusaha agar kau tidak dendam kepada ibuku. Memang ibuku orang yang gegabah, dan sebanarnya sifatnya kurang begitu baik. Terimakasih sudah memahamiku.”


Malam harinya Frayza tak bisa tidur, dia mencoba menghubungi Ramon. Tetapi nomornya sudah tidak aktif, lalu mencari Dokter Kelvim untuk menceritakan kejadian yang akhir-akhir ini menimpanya. Namun, belum ada balasan dari Dokter Kelvin. Akhirnya Frayza tidur, namun tak bisa nyenyak. Tubuhnya mulai tak biasa, dia merasa tak nyaman dan nyenyak. Ada hal yang hilang dari dirinya.


“Hikashi, mungkin hatiku sudah mati. Namun, tubuhku tak bisa jauh darimu.” Termangu merenung.


*


*


*


#RUMAH SAKIT,


Setelah dibujuk Damora, akhirnya Hikashi mau menemui Dokter Kejiwaan. Hikashi mulai konseling tentang traumatis masa kecilnya hingga dewasa seperti ini. Membenci wanita seperti musuh bebuyutannya. Kini, Hikashi mengalami perubahan mental karena dia jatuh Cinta pada Frad yang dipikirnya pria. Dan ternyata wanita tulen, Hikashi tak bisa menyalahkan Dokter Kelvin dalam hal ini. Karena Dokter Kelvin tidak pernah menyinggung jenis kelamin Fred yang sebenarnya. Dulu Hikashi pernah menemukan sketsa lukisan hitam putih pada buku harian Dokter Kelvin, lalu dia menyalin ulang dengan melukisnya.


Dan ketika lukisan itu sudah jadi, Hikashi mulai tertarik dengan Fred. Sehingga dia merubah bentuk fisiknya yang lama menjadi baru. Dia tidak ingin nasib Digna terulang kepada Fred. Damora pernah bersumpah akan menumpahkan darah sesiapapun wanita yang disukai Hikashi. Oleh karena itu, Hikashi takut menyukai wanita. Dan memantapkan diri menyukai pria, dan dialah Fred.


“Esok lusa aku akan ke Inggris untuk terapi lanjutan, kau mau ikut pulang tidak?”


“Iya, aku mau. Asal kau mau sembuh dari sakitmu aku berjanji akan menurutmu, Hikashi.” Ketika Damora hendak memeluk Hikashi, buru-buru ditepis.

__ADS_1


“Aku akan meminta Kenzo menghentikan pencarian dan mengurus kepulangan kita.”


Damora antusias, akhirnya Hikashi mau kembali ke Inggris dan mengobati penyakit mentalnya. Kenzo yang mendengar kabar kepulangan Hikashi, langsung menghentikan pencarian. Mereka mempersiapkan keberangkatan ke Inggris secepatnya.


“William, setibanya kita di Inggris kau akan sembuh. Disana kau akan ditangani Dokter yang lebih ahli.”


“Iya,” memejamkan matanya.


Mereka berdua sudah berada di pesawat bertolak ke Inggris. Damora bahagia, tak ada lagi saingan lagi dalam hidupnya. Baik itu Franda, maupun wanita misterius di Rumah sakit. Kemenangannya ialah kala Hikashi sudah bersamanya.


“Kalau dia saja bertolak ke Inggris, jadi untuk apa aku ditinggal di Singapura?” gerutu Kenzo di Bandara.


“Karena aku dan kau akan berpetualang disini.” Matsumoto menepuk pundak Kenzo dari belakang.


“Hah, tidaaakkkk. Ketua Matsumoto, kau seharusnya tidak disiniiiiiiiii.” Kenzo akan mengalami masa sulit bersama Matsumoto di Singapura.


Petualangan apa lagi yang hendak keduanya kerjakan disini? Pastinya Matsumoto tidak akan jadi bahan uring-uringan karena sikap posesif Hikashi.


“Bawakam tas dan koperku, hwaaaahh pegal sekali leherku.” Memijit lehernya dan berjalan pergi.


Kenzo mengambil tas dan menyeret koper milik Matsumoto. Dia tak menyangka, ternyata Hikashi pergi. Datanglah ketua Gengs yang menyebalkan Matsumoto. Dia kesal dan ingin marah, karena tak bisa tenang ketika menghadapai dua pria yang berkarakter aneh.


“Hai, cepat sedikit jangan lambat. Aku tidak suka punya agen yang malas gerak, kau mau rambutmu kubuat botak biar rajin sepertiku!”


“Tidak Ketua, maaf kalau saya lambat.” Kenzo menyalip Matsumoto dan bergegas membawa barang bawaan ke mobil.


Matsumoto memutuskan tinggal di Kondominium bekas Frayza tinggal, dia tidak mau tinggal bersama Kenzo. Dia berkata kalau lebih nyaman tanpa Kenzo. Tapi Kenzo harus hadir setiap kali dibutuhkan.


*


*


*


Pagi harinya, Frayza diajak sarapan bersama. Pagi ini Simon akan memberikan pernyataan yang mencengangkan.


“Frayza, aku dan istriku sudah memutuskan agar kau bekerja saja di Butik milik istriku.”


“Heleh, itukan karena aku tidak setuju dia bekerja di Firma hukum milikmu bukan. Aku kok mau dikibuli, tidak bisa lah.” Potong istrinya.


“Wah, selamat ya Fray.” Julian menyemangatinya.


“Terimakasih Tuan-Nyonya, saya akan bekerja dengan baik.” Frayza senang akhirnya dia bisa dekat lagi dengam ibunya, sebagai orang asing tentunya.


“Yahhh... Sama-sama, tapinkau tidak boleh nebeng denganku. Kau bisa naik kendaraan umum.”


“Bu, aku tidak masalah bila harus antar jemput Frayza. Aku kan tidak ada kegiatan juga; Frayza, kau tidak keberatan bukan?”


“Tidak, hehehe.” Balas Frayza.


“Aku sudah kenyang, mau berangkat ke Butik. Dan kau ingat, jangan telat datang ke Butik.”


Sikap ketus ibunya ini tak pernah hilang, selama ini dia hanya bersikap manis kepada Julian Dan Franda. Frayza sudah tidak kaget lagi, sejak dulu dirinya bukanlah anak yang beruntung.


“Julian, Ayah berikan uang jajan lebih. Kau bisa traktir Frayza beli es krim dihari pertamanya bekerja, apa kau tidak mau bekerja juga?”


“Aku tidak memiliki bakat selain di bidang olah raga Ayah, tapi terimaksih atas uang jajannya ya.” Julian mengambi beberapa lembar uang Dollar dimeja makan.


Dan akhirnya Frayza diantar oleh Julian memakai mobil hadiah dari Franda. Keduanya banyak bercerita tentang kriteria kekasih ideal menurut masing-masing. Dan akhirnya Julian menurunkan Frayza di depan Butik ibunya, dia tidak ikut turun. Katanya ada urusan penting, jadi dia segera pergi. Frayza tidak masalah, karena ini adalah butik Ibunya. Bukan milik orang asing, jadi dia mengambil sikap tenang dan percaya diri.


“Selamat pagi...” sapa Frayza yang baru masuk kedalam Butik.


Orang-orang yang berasa disana memelototinya heran. Kenapa ada gadis memakai sweater dan celana jins robek-robek masuk Butik. Sebenarnya keryawan sudah diberi tahu kalau akan ada tambahan karyawan baru. Dibagian gudang, yaitu Frayza.


“Apa Bos tidak tahu kalau wanita ini sangat cantik, kenapa ditempatkan bagian gudang?” pegawai mengajak bergunjing tentang hal Frayza yang baru datang.


“Iya, seharusnya dia itu berada di depan. Sayang sekali gadis cantik sepetinya di gudang.”


Kedua karyawan itu kasihn kepada Frayza, karena pekerjaan di gudang itu berat. Tanpa pikir panjang, akhirnya Frayza memulai pekerjaan ya digudang dengan merapikan benar. Lalu membersihkan kain perca sisa produksi. Mendata ulang barang-barang yang masih tersedia.


“Karyawan baru itu selain cantik juga ia sangat cekatan sekali ya. Aku gemas ingin memakaikannya baju seragam karyawan.”


“Iya, mana anaknya periang dan rajin. Nyonya Bos memang ya tidak bisa melihat potensi yang baik.”


“Kayak tidak paham sifat Bosmu itu saja, karyawan disini tidak boleh berdandan atau secantik Nona Frada bukan? Apalagi putrinya menjadi selebritis papan atas, sudah di angin bangunlah dia.”

__ADS_1


“Iya, macam kita ini daun kering saja. Coba perhatikan anak baru itu, selain rajin dan cekatan. Dia cantik alami bukan, uhh gadis itu membuatku iriii...” celotehan karyawan itu memuji Frayza yang tengah sibuk bekerja di gudang.


__ADS_2