TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
TAMATLAH SUDAH


__ADS_3

“Kenzo, cepat panggil dokter pribadi kemari. Aku merasa deman dan jahitannya robek!” Hikashi mengerang kesakitan mengeluhkan lengannya.


“Baik Tuan (Kenzo meletakkan Seven diayunan). Nona bisakah kau menjaga Tuan kecil, aku akan menghubungi dokter pribadi Tuan Hikashi.” Begitu perintah Kenzo kepadanya.


“Oh iyaya tentu saja,” Frayza panik apakah tadi pagi dia salah merawat luka Hikashi. Saat ini dia menggendong Seven sambil memperhatikan Hikashi yang merintih kesakitan.


“Hisssshhh aku tidak apa-apa Fray,” melirik matanya.


“Aku tahu kau pasti bertahan,” ia berjalan mendekati mantan suaminya.


Tangan mungil Seven diusapkannya kewajah sang ayah. “Aemmmbbbrrrrr,” kemudian bibir mungil bayi itu mencium ayahnya.


“Kemari Nak, kau pasti rindu Papa.” Tangannya menengadah.


“Jangan Tuan, nanti lukamu parah.”


“Berikan saja, dia ingin didekapanku. Apa kau cemburu pada putramu?”


“Tidak!” memberikan Seven kepangkuan Hikashi.


Mantan suaminya mengusap lembut kepala bayi yang tenang dipangkuan ayahnya. Gemas memegangi pipi ayahnya yang mulai tumbuh bulu halus. “Kau suka ya Nak, peganglah.” Titah Hikashi kepada Seven putranya.


Frayza bergumam dalam hati, “bagaimana bisa lelaki lembut seperti ini kulepaskan. Apa dia sedang bersandiriwara. Bukannya perasaan bayi itu lebih peka terhadap orang asing. Tapi kenapa Seven begitu lengket seperti tak ingin dipisahkan. Apakah dulunya aku yang berselingkuh begitu?” ia mulai bingung dengan otaknya.


“Tuan, Dokternya sudah tiba.” Hikashi memberikan Seven kepada Kenzo dan membisikkan sesuatu.


“Katakan kepadanya sekarang ya!” begitulan kalimat Hikashi kepada Kenzo.


Ia masuk kedalam kamarnya bersama Dokter pribadinya. Frayza yang khawatir itu berdoa agar luja Hikashi segera sembuh.


“Nona Frayza, Tuan Hikashi berpesan kepadaku untuk meminta anda meninggalkan kediaman ini. Dan putra anda akan tetap tinggal disini dalam asuhan ayahnya.”


“Kenapa hanya aku yang boleh pergi sedangkan Seven tidak boleh aku bawa?”


“Karena secara hukum Tuan Hikashi adalah ayah biologis dan resmi dari tuan kecil. Tunangan anda mencari anda saat ini, kurang dari 1 jam jika anda tidak muncul dihadapannya. Maka tunangan anda akan melaporkan ke Kepolisian.”


“Lalu bagaimana dengan tuanmu?”


“Disini ada dokter pribadi dan pelayan, anda tidak perlu khawatir.”


“Kapan aku boleh kemari?”


“Ketika saya menghubungi anda lewat ponsel baru ini, tinggal katakan posisi anda. Makan akan kami jemput.”


Frayza menerima ponsel baru, lalu keluar dari kondominium Hikashi. Ia pulang ke apartemennya.


“Kakak!” Julian membuka pintu terkejut.


“Aku pulang,” jawabnya lesu.


“Kak Fray?” Rose menyambutnya.


“Apa yang kalian lakukan disini?”


“Rose diusir oleh suaminya, Frank. Dan aku menampungnya disini.” Jelas Julian.


“Itu benar Kak, suamiku mengusirku dari rumah dan mengancamku. Dia menyandera anaku untuk ditukkk.” Julian mencubit pinggang Rose agar tidak meneruskan ocehannya.


“Apa?”


“Tidak apa-apa, kakak pasti lelah istirahatlah dulu.” Bujuk Julian agar masuk kedalam kamar


Tiba-tiba rencana jahat untuk menukar Frayza dengan Cecilia mereka rencanakan. Setelah dirasa cukup aman, Rose menelepon Frank dari luar. Ia meminta agar Frank datang membawa putrinya ke apartemen Julian. Frank tidak mau awalnya, karena Julian meyakinkan jika Frayza sudah ia kunci di kamar. Maka Frank langsung meluncur dengan gembira.


“Juliannn buka pintunya!!!” Frayza menggedor pintu berulang kali.


“Julian, apa kita tidak terlalu kejam kepada Kak Fray?”


“Ini untuk anak kita Rose, kita tidak boleh membiarkan anak kecil menjadi sasaran amarah Frank.”


“Tapi kalau kakakmu disiksa oleh Frank bagaimana?”


“Aku tidak tahu,” Julian sudah terlanjur mengumpankan Frayza.


Frayza mendengar percakapan adiknya itu dibalik pintu, ia menangis sejadi-jadinya. Kali ini ia akan ditukar dengan anaknya. Sedangkan dirinya tidak tahu akan jadi apa nasibnya ditangan suami Rose yang kejam itu.


“Kenapa Kenzo tidak menghubungiku, ku mohon Kenzl hubungi aku sekarang jugaaaa!!!” ia berharap mendapatkan pertolongan dari Hikashi bila Kenzo menghubunginya.


Dia ingin kabur lewat jendela tapi terlalu beresiko. Ketinggian gedung itu bisa membuatnya kehilangan nyawa bila gegabah.


“Dimana dia?” Frank datang dan membawa Cecilia.


“Dia ada di kamarnya, ini kuncinya.”Julian menyerahkan kunci kamar Frayza.


“Rose, kau bawa Cecilia pergi sejauh mungkin!” perintah Julian agar Cecilia tidak menjadi tahanan Frank.


“Cih, aku sudah tidak butuh mereka berdua lagi. Bagiku mereka adalah sampah, demikian juga kau!”


Brukkk, anak buah Frank memukul tengkuk Julian hingga pingsan. Rose lalu melarikan diri, dan Frank menahan anak buahnya agar membiarkan Rose pergi. “Biarkan tikus itu pergi, mereka akan berakhir dijalanan. Bawa calon nyonya kalian!” anak buah Frank membuka pintu dan membawa paksa Frayza.


“Sayang, aku pikir kau sudah tidak yayayaya. Kau sudah tiada untuk dirimu yang dulu, sekarang kau sudah lahir kembali. Kau akan menjadi milikku lagi, selamanya.”


“Tuan, kau salah orang. Aku tidak mengenalmu!” sanggah Frayza yang tidak ingat Frank.


“Ckckckc ssstttt, kita bicarakan ini pelan-pelan; Bawa calon nyonya kalian pergi sekarang!”


Dan tinggallah Julian yang tergeletak di Apartemen seorang diri. Andreas datang karena Rose menghubunginya.


“Julian, bangun! Bangunnn!” menyadarkan Julian yang masih pingsan.


“Ekhhh,” membuka matanya pelan.


“Dimana Frayza berada sekarang? Cepat katakan dimana!”


“Dia dibawa kabur oleh Frank, aku tidak tahu ia membawanya pergi.”

__ADS_1


“Sial, kau ini memang tidak berguna!” Andreas mencoba menghubungi Frank yang kebetulan masih bisa terhubung.


• Frank : Andreas, ada apa kau meneleponku?


• Andreas : Kau sedang ada dimana?


• Frank : Aku ada urusan pribadi yang tidak bisa ku sebutkan tempatnya.


• Andreas : Aku perlu tahu dimana kau sekarang, karena Franda sudah kembali ke Singapura. Semalam kami berbicara banyak. Apa kau tidak tertarik dengan mantan tunanganmu?


• Frank : Dimana alamatnya?


• Andreas : Aku akan membawanya kepadamu, asalkan kau beritahu keberadaanmu.


• Frank : Apa kau sedang berunding denganku?


• Andreas : Ini semua tergantung padamu jika Franda masih penting bagimu.


• Frank : Baiklah, kapan waktunya aku akan kesana!


• Andreas : Aku akan menjemputmu saja kalau begitu.


• Frank : Aku curiga kau sedang memburuku, kalau begitu aku batalkan.


• Andreas : The Royal Golden, aku tunggu kau di parkiran bawah tanah jam 9 malam.


• Frank : Tidak masalah.


Andreas mengatur siasat agar Franda mau diajak berkompromi dengannya. Franda menyanggupi keinginan Andreas karena ia juga masih ada dendam dengan Frank. Terlebih lagi, sekarang ini Frayza diculik Frank. Itu artinya nyawa Frayza bisa terancam dalam bahaya.


Jam 9 tepat Frank datang seorang diri diparkiran. Andreas yang pura-pura gugup mengajak Frank untuk bergegas menemukan Franda. Frank yang datang seorang diri itu langsung masuk perangkap Andreas begitu saja.


“Angkat kedua tanganmu!” Andreas lagi-lagi menodongkan pistol kekepala Frank.


“Sobat, apa kau sedang bermain pistol-pistolan denganku!” Frank membalikkan badannya dan mengambil balik pistol Andreas.


“Bedebah! Kau menjebakku!” giliran Andreas yang ditodong pistol.


“Dimana Franda?”


“Cih, sudah menculik wanitaku. Sekarang masih mau mencari mantan tunanganmu!”


“Jangan bicara ngawur biadab!”


“Kau menculik Frayza dan melukai adiknya, apakah belum puas kau membawa kabur wanitaku?”


“Wanitamu?”


“Yah, Frayza adalah wanitaku. Aku sudah bertunangan dengannya!” menunjukkan jari manisnya yang memakai cincin berukir nama Frayza.


“Tidak mungkin, Frayza itu milikku. Kenapa kau menikungku, kau tahu jika selama ini aku mencarinya. Kenapa kau mendahului aku hah!”


“Karena aku yang lebih tepat untuknya, untuk pria serakah sepertimu. Tidak akan pernah cukup seribu wanita!”


“Katakan dimana Franda sekarang, atau aku tembak kau!”


Frank meradang dan panas karena ucapan Andreas yang mengolok-olok dirinya. “Kau!” ucap Frank mmhendak menarik pelatuknya.


“Frank, dimana kau sembunyikan kakakku berada!” mengagungkan senjata juga kearah Frank.


“Waw... Waw... Waw... Iblis betina yang berubah menjadi malaikat akhirnya muncul. Apakabar pasangan iblisku, untuk apa kau bertobat hah!” mengarahkan pistol ke tubuh Franda.


Wanita itu gemetar karena ketakutan Frank mengarahkan pistol ke badannya. Dorrrrr... Tembakan itu dilepaskan, Frank terjatuh memejamkan matanya. Setelah bunyi tembakan itu ia tak ingat lagi apa yang terjadi. Sekarang ia berada di rumah sakit berada dikamar yang sama dengan Andreas.


Ternyata Andreas menjadikan tubuhnya sebagai tameng peluru untuk Franda. Pria itu tidur dalam keadaan tengkurap.


“Andreas, bangunlah Nak hiks hiks hiks.” Karen menangisi putranya yang mengalami luka tembak dipunggungnya..


“Bibi,” panggil Franda menyapa Karen.


“Kau sudah siuman?”


“Iya, maafkan aku sudah membuat putramu celaka.”


“Iya, ku harap dia cepar siuman karena mengeluarkan banyak darah.”


“Apakah pelaku penembakannya berhasil kabur?”


“Hembb,” menggelengkan kepalanya sedih.


“Jadi Frank bisa lolos lagi? Kenapa orang itu bernasib baik, kakakku sedang disandra ia. Hiks hiksss kak Fray, semoga kau baik-baik saja huhuhu.”


“Kau adiknya Frayza?”


“Iya benar Bibi, kakakku diculik Frank. Dia terobsesi dengan kakakku sekarang, sampai-sampai melakukan pertukaran sandra.”


“Ya Tuhan,” Karen terkejut.


Ternyata Frank yang berdarah dingin ini belum sepenuhnya sembuh. Kali ini Karen mengerahkan anak buahnya untuk melacak keberadaan Frank.


*


*


*


Kenzo yang mendapat kabar Franda berada dirumah sakit. Langsung mengkonfirmasi jika Frayza diculik oleh Frank lagi. Hikashi yanh masih berbalut perban di lengannya bangkit dan mengambil senjata tajam dan api. Ia mengerahkan anak buahnya juga untuk mencari keberadaan sinyal dari ponsel Frayza.


“Sudah terdeteksi Tuan, ada didermaga.”


“Lebih rinci lagi!”


“Kapal milik Frank bernama **** nomor ***.”


“Berani-beraninya ia mencari masalah denganku. Beritahu juga pihak Kepolisian bila kita telah menemukan titik koordinat ponsel milik sandra!”

__ADS_1


Frank yang ketakutan itu tidak berani memakai mobil, karena wajahnya sudah diedarkan sebagai buronan. Ia menggunakan transportasi umum, taksi. Tiba di dermaga, ia melihat kondisi sudah terpantau aman apa belum. Nampak anak buahnya berjaga di sekitar kapal miliknya.


“Bos,” ucap pengawalnya.


“Bagaimana dia?”


“Aman.” Jawabnya.


“Bagus, hihihi.” Frank masuk ke geladak kapal untuk melihat Frayza.


Wanita cantik itu tak berdaya tergeletak dilantai yang dingin. Frank berjalan mendekatinya perlahan menenteng pistol milik Andreas.


“Wanitaku, bangun!” pipinya ditepuk memakai pistol.


“Hemmmmbbbbbssss.” Frayza dibungkam mulutnya ketakutan.


“Aku tidak akan menyakitimu, asal kau mau menjadi wanitaku. Setuju?” Frayza menggelengkan kepalanya menolak.


“Bilang kau setuju atau aku bunuh kau kedua kalinya!”


“Hmmmbbbbbhhhh,” Frayza ber geleng-geleng tidak mau menerima tawaran Frank.


Dorrr.... Dorrrr.... Doorrrrr....dorrr... Suara tembakan bergemuruh menghujani kalal itu. Membuat anak buah Frank tumbang masuk kedalam air laut. Kaca kapal banyak yang pecah tertembus peluru nyasar.


Lewat pengeras suara Frank mengatakan akan membunuh sandra bila ia diserang. Dan akhirnya tembakan itu dihentikan.


“Lepaskan sandra itu!” desak Hikashi.


“Waw Tuan William yang terhormat, apakabar?” canda Frank yang memegangi tubuh Frayza.


“Jika kau mendekat aku tembak wanita ini, dan aku pastikan kita semua tidak akan ada yang memilikinya.”


“Jangan sakiti wanitaku! Frank, aku akan bersihkan kasusmu. Asal kau lepaskan wanitaku!”


“No no no no, tidak semudah itu Tuan besar. Aku menginginkan wanita ini, jika ada pria yang menginginkannya. Maka dengan ditangankulah dia harus mati!”


“Himmmmmphhh.” Frayza menangis memohon agar ia dilepaskan.


“Frank, lepaskan Frayza sekarang atau kau tau akibatnya!” Kali ini Hikashi benar-benar tak sabar.


“Selamat tinggal Frayza!” Frank melepaskan pelatuknya dan menembak Frayza.


Dorrrr... Suara tembakan dilepaskan Frank tidak mengenai Frayza. Karena Hikashi dengan cepat melepar pisau ninja dan melukai tangan Frank. Alhasil Frayza selamat dari timah panas. Byuuurrrr... Tubuhnya yang masih terlilit tali itu tercebur ke air. Hikashi langsung meloncat tanpa pikir panjang.


Dorrr.... Dorrr...dorrr... Tiga tembakan mendarat di tubuh Frank oleh Polisi. Frayza yanh melihat Hikashi tak bisa berenang berusaha keras melepaskan ikatannya di air. Tubuh Hikashi termakan arus hingga masuk kedalam air lebih dalam. Frayza mengambil napas dan menyelam lebih dalam lagi. Ia terus berenang kebawah dan berharap pria itu dapat ia raih secepatnya.


Ingatannya pernah melompat dari kapal pesiar. Dikejar pria berpakaian rapi dan anak buahnya, seperti kejadian yang pernah ia alami.


Gleeebbbb, Frayza menempelkan bibirnya untuk menyuplai oksigen kedalam paru-paru Hikashi lewat mulut. Ia berusaha sekuat tenaha membawa naik pria bertubuh tinggi besar ini kepermukaan.


“Fuaaahh...” para kru menolongnya dan mengangkat keduanya. Setelah mendapat cukup udara Frayza masuk kedalam geladak kapal dan mengambil tabung oksigen yang biasanya berada ditempat yang mudah dijangkau.


Hikashi yang mulai membiru wajahnya, segera diberikan pertolongan. Ia tekan dadanya berulang kali. Lalu menyuplai oksigen dari tabung, begitu trus sampai air itu keluar.


“Uhukkk uhukkk huekkk.” Hikashi mengeluarkan air dari mulutnya. Nyawanya berhasil selamat kali ini, karena ia tidak bisa berenang.


Mayat-mayat yang telah tumbang segera dievakuasi ke ambulan untuk diotopsi. Mayat Frank yang dimasukkan kedalam ambulans juga. Frayza melihat pria yang hendak melukainya sekarang sudah meregang nyawa.


“Nona, anda tidak boleh berkeliaran dengan baju yanh basah.” Seorang polisi memberikannya selimut.


Lalu helikopter datang membawa Hikashi untuk memperoleh perawatan lebih lanjut. Dia hanya menyaksikan mantan suaminya itu dibawa pergi ketempat yang aman. Sekarang dirinya dirawat dirumah sakit yang sama dengan Franda dan Andreas.


Kejadian semalam membuatnya merenung seorang diri. Tiba-tiba Dokter datang dan menemuinya.


“Apakah kau sedang memikirkan mantan suamimu apa mantan kekasihmu?” Suara Dokter Kelvin yang ia dengar begitu nyata. Ternyata benar, Dokter Kelvin datang dari Amerika.


“Dokter Kelvin,” Frayza memeluk Dokter Kelvin seolah ingin mengadu.


“Cup cup sudah, aku tahu kau mengalami hal yanh berat.”


Ia menyuntikkan serum dan menyuruh Frayza untuk tidur. Ingatannya mulai acak kembali, semuanya datang masuk ke memori otaknya.


“Hasssshhhh hasssshhhh...” ia terbangun dari tidurnya selama dua hari.


“Kak,” Franda memanggilnya.


“Franda, apa yang terjadi? Apakah Frank sudah mati?”


“Hiks hiks hiks... Sudah kak, pria jahat itu sudah mati hiks hiks... Terimakasih Tuhan kau telah mengembalikan ingatan kakaku huhuhu.” Memeluk erat kakaknya yang baru saja siuman.


“Franda, apakah kau sudah bertemu Dokter Kelvin?”


“Huum, dia sedang merawat Tuan William Hikashi.”


“Kenapa dia?”


“Kak, kau harus tabah...” Franda bercerita mengenai kondisi Hikashinyang buruk.


Mendengar cerita buruk itu, Frayza berlari keluar gedung rumah sakit. Menghadang taksi menuju rumah sakit Hikashi sekarang dirawat. Ia mencari tahu data pasien dan bergegas berlari mencari kamar tempat Hikashi dirawat.


Didepan sudah ada beberapa pengawal pribadi Hikashi yang berjaga. Dirinya memberanikan diri untuk masuk melihat kondisi Hikashi sekarang. Bertelanjang kaki dan masih mamakai baju pasien, rambutnya acak-acakan.


“Kenapa kau datang begini?” ia menyala Frayza sambil makan mie dan menonton pertandingan sepak bola.


“Hiks hiks hiks kau ini, kenapa membohongi aku kalau sekarat!” memukul punggung Hikashi.


“Hahaha hai... Hentikan ini, kau sedang melukai pasien VVIP.” Hikashi berhasil mengerjai Frayza lewat Franda sebelumnya.


“Kenapa kau membuatku khawatir tuan bodoh, kau tidak tahu kau kemari seperti orang gila hwaaaa!” Frayza menangis sekencang-kencangnya.


“Muuuuaachhh, stop!”


“Hiks.. Hiksss.” Manatap terpaku.


“Kisah ini sudah berakhir, mari kita hidup dengan baik.” Ajaknya.

__ADS_1


Dan pengawal menutup pintu pasien VVIP itu, membayar ongkos taksi. Dan melarang orang masuk dahulu karena didalam sedang terjadi reuni. Sekian, cerita hari ini ya. Tetap jaga kesehatan dan tunggu kisah menarik lainnya. Mohon maaf kalau Author banyak kesalahan dalam menulis cerita. Da-da.....


__ADS_2