TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
MUSTAHIL UNTUK MENCINTAI WANITA LAIN


__ADS_3

Hikashi masih enggan menemui Frayza, dia memilih berdiri didepan pintu. Sampai datang Matsumoto membisikkan berita yang membulatkan bola matanya.


“Titip Frayza, aku akan menemuinya sendiri.”


“Tuan mudaaa,” Matsumoto tak rela melepas Hikashi seorang diri.


“Untuk berjaga-jaga, berikan pistolmu padaku.” Hikashi merogoh sarung pistol Matsumoto.


Pergilah Hikashi seorang diri, kali ini dia ingin menyelesaikan masalahnya sampai tuntas. Kejadian yang menimpa Frayza ini adalah peringatan yang harus ia ladeni. Ayako sudah menunggu Hikashi di Apartemen miliknya. Wanita itu menyambut kedatangan Hikashi dengan alat-alat siksaan. Ayako menyeringai ketika Hikashi masuk kedalam.


“Pangeranku,” dia menyembah Hikashi.


“Bangkitlah!” Ayako berdiri.


“Siksalah aku, kau sudah lama meninggalkanku. Bahkan kau masih meladeni Aiko, seharusnya kau mencariku ketika sakit bukan?”


“Kau cemburu? Bodoh.”


“Ya, tentu aku tidak boleh cemburu. Karena aku adalah selirmu, bukan cintamu!”


“Sudah selesai berkelitnya?”


“Belum!”


“Lanjutkan kalau begitu,”


“Siapa Frayza itu, bukankah kau tidak akan mencintai wanita seperti itu! Bahkan kau bersikap lembut kepadanya, apa kau lupa Pangeran. Akulah wanita yang menyembuhkan penyakitmu! Aku yang berhak memilikimu!”


“Tapi kau wanita jelmaan iblis, kejam!”


“Hahahaha aku kejam? Inilah wujud Cinta hai Pengarena Hikashi. Lihatlah tubuhku ini, bekas luka ini adalah lukisan cintamu!” Ayako membuka jubahnya, tampak guratan luka dikulit mulusnya.


Hikashi menelan salivanya melihat bekas itu, sekejam itukah dirinya dulu. Sepertinya Hikashi sudah lupa bila ia pernah menyiksa Ayako.


“Aku datang untuk membayar hutangku ini, jangan kau sakiti lagi tubuhmu dan wanita lain. Jangan mencariku setelah hari ini.”


Setelah Matsumoto menceritakan kepada Frayza, bila suaminya pergi menemui selirnya. Frayza khawatir dengan Hikashi bila terjadi sesuatu yang buruk. Ditempat tersebut sudah terparkir mobil Hikashi masih hidup mesinnya, dengan lampu yang menyala. Duooorrr... Kedatangan Frayza sudah disambut suara tembakan.


“Hikashi!” Frayza mulai takut karena ada suara tembakan.


“Nona, cepat kita susul Tuan Muda!” Matsumoto khawatir.


Mereka datang dan berhamburan masuk ke Apartemen Ayako. Mereka mendobrak pintu Apartemen tersebut hingga jebol. “Hikasssshiiiii,” teriak Frayza mendapati suaminya sudah mendapat tembakan ditubuhnya.


“Sssaaaayaaang hukkk hukkkk,” keluar darah dari mulut Hikashi.


“Tidak Hikashiii, tidakkk.” Frayza menutup bagian yang tertembus peluru. Agar darah itu berhenti mengusur.


Sambil menggelengkan kepalanya, Hikashi mengatakan dengan terbata-bata. Kepalanya sudah berada dipangkuan Frayza yang menangis. “Sssaaayyyaaangg, jika aku mati jangan menikah lagi. Jagalah Jade dengan baik hukksss huksss.”

__ADS_1


“Tidak Hikashi, kau tidak boleh mati dahulu. Aku tidak mengijinkannya, bertahanlah Suamiku.”


Namun Hikashi sudah memejamkan matanya dipangkuan Frayza. Pria itu sudah lemah dengan kondisinya, karena penuh luka dan tembakan peluru. Frayza melihat Ayako memegang pistol ditangannya. Darahnya mendidih melihat wanita yang sadis tersebut. Disekililingnya banyak terdapat alat untuk menyiksa yang sudah selesai dipakai.


“Ketua Matsumoto, aku serahkan Suamiku kepadamu. Bawa dia pergi dari sini, tolong tinggalkan aku disini.”


“Tapi Nona,” ia menolaknya.


“Lakukan saja perintahku, jika kau membiarkan Hikashi begini dia bisa mati.”


“Baik-baikkk Nona,” Matsumoto membawa Hikashi pergi dan bergegas membawanya ke rumah sakit.


Sekarang Frayza harus menghadapi wanita yang angkuh dan berbadan lebih jangkung darinya. “Jadi kau wanita yang sudah melukai Suamiku?”


“Hahahaha, memangnya kau siapa gadis kerdil!”


“Aku tidak kerdil, jangan mengatai aku ya!” melempar barang kearah Ayako.


Pranngg, berhasil Ayako tepis barang tersebut agar tidak bisa mengenai tubuhnya. Ayako mengangkat tanganya mengacungkan pistolnya. “Boom, hahaha.” Ejek Ayako.


“Dasar wanita gila!”


Kali ini Ayako melayangkan pukulannya ke wajah Frayza. Dan dengan gesit Frayza melenggang ngeles. Dia berhasil mengelabuhi Ayako, kemudian Ayako mengangkat pistolnya lagi. Kaki Frayza menendang tangan Ayako, hingga pistol itu terlempar jauh. “Hohoho, ternyata si pendek bisa bela diri ya. Aku suka.” Ayako merenggangkan lehernya dan mengepalkan tangannya.


Mereka adu bela diri, Frayza yang kalah gesturnya mundur terus dan menghindari serangan Ayako. “Ayo, lawan aku pendek!”


“Huhhh... Huhhh.. Berhenti mengejekku!” melayangkan tendangan kakinya ke wajah Ayako.


“Bangkitlah!”


“Ayo bermain dengan pedang,”


“Pedang?” Frayza menganggap jika Ayako ingin berduel sampai titik darah penghabisan. Ayako melemparkan pedangnya, dan sekarang Ayako memakai dua pedang. Dengan memakai satu pedang ditangannya. Frayza berusaha dengan keras untuk menjaga pertahanannya. Ayako terus menyerang dengan penuh tenaganya. Slinng, satu pedang Ayako melayang. Sekarang dia memiliki satu pedang ditangannya. Frayza sudah kepayahan melawan Ayako. Tiba-tiba dia teringat Hikashi yang mengajarinya bermain pedang. Ia melayangkan ayunan pedangnya dengan lembut. Jika lawan menyerang sekuat tenaga, jangan dilawan. Frayza menarik pedangnya kemudian mengembalikan lagi serangan Ayako. Sampai akhirnya pedangnya Ayako patah, dan Frayza menusuk tangan Ayako. Jleb! Pedan itu melukai tangan Ayako. “Ini untuk Suamiku,”


“Aaaaaggggghhhh sakitttt,” Ayako meronta kesakitan tangannya terluka.


“Jangan muncul lag dihadapanku, kali ini nyawamu aku ampuni!”


“Hahahaha sombong sekali kau, pasti Pangeran Hikashi melatihmu bermain pedang ya. Asal kau tahu, dia sendiri yang melukai tubuhnya sendiri. Bukan diriku!”


“Jangan bohong, aku lihat kau memegang pistol. Dan dia tertembak karenamu.”


“Aku menolak menembaknya, lalu kami berebut pistol. Tanpa sengaja dirinya berhasil meraih pelatuk dan tertembak. Semua luka yang ia terima adalah hutang dimasa lalunya. Awalnya aku memintanya untuk menyiksaku, tapi dia malah menolaknya mentah-mentah.”


“Ayako, cintamu kepada Hikashi adalah racun jahat. Cintailah Hikashi dengan cara yang baik, jangan berikan pengaruh buruk. Jika kau menginginkan Hikashi, jadilah wanita yang baik-baik. Aku minta maaf bila Suamiku sudah membuatmu terobsesi. Ayo aku bantu obati lukamu.”


“Munafik, pergi kau. Jangan merasa menang karena sudah melukai tanganku.”


“Aku bukan musuhmu, ayo aku bantu obati lukamu. Bukan begini caranya manusia hidup dan mencintai.” Frayza membopong Ayako sambil berjalan.

__ADS_1


“Kenapa wanita bodoh sepertimu disukai Hikashi-ku?”


“Obati dulu lukamu ini, jangan sampai infeksi. Terserah kau bilang apa, tapi pertumpahan darah hanya akan memunculkan dendam baru. Aku sudah selesai, sebaiknya kau menyerahkan diri ke Polisi. Sebelum Matsumoto mengerahkan para Yakuza!”


“Aku tidak takut mati, karena Hikashi-ku sudah tidak tertarik padaku.”


“Selain Hikashi, Takehsi masih bisa mempertimbangkanmu. Jangan mengelak lagi, faktanya Hikashi telah kau manfaatkan juga kan. Rela menjadi selirnya hanya untuk menarik perhatiannya. Tapi kau lihat, dia sama sekali tidak tertarik padamu.”


“Hahahah,” Ayako menertawakan perkataan Frayza baru saja yang benar.


“Kedepan, jika kau masih menggangguku lagi. Pedangku akan menghujam jantungmu dengan tanganku.”


“Nantikan saja kehadiranku. “


Ayako duduk tersungkur sambil menangis. Dirinya sedih sudah kehilangan tempat di hidup Hikashi. Usahanya percuma, sekarang Hikashi sudah memiliki wanita yang melindunginya. Bahkan dirinya yang disanjung-sanjung terkalahkan wanita yang menurutnya dibawah standarnya.


*


*


*


Frayza pergi mengendari mobil Hikashi, ia melaju ke Rumah Sakit. Dimana Matsumoto membawanya memperoleh pertolongan. Setelah tiba di Rumah Sakit, operasi sudah selesai dengan selamt. Baju Frayza ada bekas bercak darah, dia berlari menghampiri Matsumoto.


“Nona, Tuan Hikashi sudah melewati masa krisisnya.”


“Terimaksih Ketua Matsumoto,” Frayza masuk kedalam kamar pasien.


Disana terbaring Hikashi, yang sudah menungg Frayza. “Aku pikir kau tidak akan kembali lagi sayang hiks hiks.”


Tanpa banyak bicara, Frayza menangis mendekati suaminya. “Bodoh, mana mungkin aku mati konyol.” Menciumi tangan Hikashi.


“Sayang, mendekatlah. Tolong peluk aku.” Hikashi meminta.


“Bodoh, kenapa kau bodoh sekali mencelakai dirimu sendiri. Jangan lakukan itu lagi!” bentak Frayza kepada suaminya.


“Hiks...hiksss... Aku tidak bisa melihatmu terluka. Maafkan aku, sudah menyeretmu dibagian masa laluku.”


“Kita adalah suami-istri, jangan ada yang ditutupi. Jangan bertindak sendirian tanpa pertimbangan dariku. Emang kau mau aku jadi janda?”


“Haiii, jadi kau memang siap menjadi jada?” Hikashi menjadi posesif lagi.


“Itu jika kau mati, makanya jangan ceroboh. Jika kau mati dan aku menjadi janda. Apa kau pikir tidak banyak pria yang mengantri?”


“Hai pendek, kau itu tidak cantik. Jangan terlalu bangga! Aku hanya khawatir kau menjadi janda, kemudian menghamburkan uangku dan menelantarkan Jade. Enak saja, sekarang aku tidak akan membiarkanmu menjadi janda!”


“Kau tahu, betapa takutnya aku melihatmu tertembak. Jangan ulangi lagi hiks hiks hiks...” memeluk Hikashi erat-erat.


Mereka cekcok dan berbaikan lagi, “Ketua, sepertinya Tuan Muda Dan Nona Frayza sudah baikan ya.”

__ADS_1


“Bukan urusannya jomblo, berjaga saja. Jangan menguping pembicaraan orang berkeluarga.” Padahal hatinya Matsumoto juga ngenes, umurnya sudah tua tapi jodohnya tak kunjung tiba.


__ADS_2