
Perjalanan kembali seharusnya menjadi lebih cepat ketika berangkat. Hikashi beberpa kali melihat Dokter mengecek keadaan Xirion di kandang besinya.
“Kenapa dia?”
“Sepertinya ia mengalami mabuk perjalanan, jadi ia tidak mau makan Tuan.”
“Jika singa itu mati, kau harus keluar dari pesawatku ini!”
“Eee...” berpikir.
“Tuan Hikashi, ada telepon masuk dari Nyonya.”
Dengan begini Dokter tidak lagi merasa tertekan dengan ocehan Hikashi. Selama perjalanan ini Hikashi banyak membuatnya setres. Bahkan ia banyak menghabiskan waktunya bersama si singa betina. Baru kali ini ia menghabiskan waktunya bersama hewan buas.
“Sebegitu berharganya ya hewan ini?”
“Hewan ini satu-satunya harapan putranya untuk hidup.”
“Kenapa bisa begitu?”
“Putra kedua Alexander menyayangi hewan ini sepenuh hati. Ketika liburan keluarga berakhir, Tuan Hikashi William melepaskan hewan ini ke alam liar. Dan keduanya patah hati karena kasih sayang mereka terhalang restu orang tua.” Eh kok kayak kisah Cinta anak manusia yak ini kesannya Matsumoto ngomongnya. Hemmb aneh-aneh saja nich si botak sadness.
Dokter hewan ini seorang wanita keturunan Inggris – Afrika. Ia memiliki perpaduan yang epik pada kulitnya. Matanya biru seperti ayahnya dan tubuhnya mungil ramping seperti gadis Afrika umumnya.
“Rambutnya kenapa bisa campuran kribo dan lurus pada ujungnya?”
“Aku meluruskannya, karena rambutnya iku gen ibuku kribo.”
“Jadi ini rambut palsu ya?” menarik rambut Seina untuk memastikannya.
“Awh sakit!”
Plakk... Spontan saja Seina memukul tangan Matsutmo. Ia hanya penasaran kenapa wanita suka merubah ciptaan yang sebenarnya. Ia memperhatikan dengan seksama pangkal kriting rambut Seina.
“Pfffttttt hihihihi.”
“Kenapa? Apa kau menemukan hal lucu?”
“Rambutmu itu mengingatkanku pada sesuatu hahahaha.”
“Hanya karena aku mengecatnya warna pirang jadi kau ingat seseorang?”
“Hahahahaha bukan, tapi pangkal rambutnya itu yang mulai kriting dan hitam. Seperti.... Seperti hahahaha.”
“Seperti apa!” mengelus pangkal rambutnya yang mulai tumbuh rambut aslinya kriting.
“Ah tidak, aku takut kau tersinggung dengan ucapanku hahahaha.”
“Dengar! Sebelumnya aku pernah mendengar lelucon ini ketika kuliah di Inggris.”
“Memang ada orang seperti itu?”
Brak! Kedua tangan Seina menahan di dinding kabin pesawat. Ditengahnya berdiri Matsumoto yang masih bersikap santai.
“Seluruh dunia bahkan tahu jika rambut asliku ini mirik bulu ketiak!”
“Pfffttt...”
“Kenapa, benar ya jawabanku?”
Sambil menurunkan tangan Seina, Matsumoto membisikkan kalimat hingga membuat mata Seina terbelalak.
“Aku mencukurnya sebulan sekali, jadi mungkin bisa menjadi referensiku kalau ingin ganti model hihihihi.”
“Sialan kau botak!”
Didalam bagasi pesawat ini Matsumoto mendapat hiburan kecil. Ternyata Dokter hewan yang dibawa jauh-jauh dari Afrika begitu lucu.
“Sedang mengecek Untamu tuan Muslimin?”
“Iya, Tuan Hikashi.”
__ADS_1
“Ternyata kau sama liciknya membawa anak unta untuk dipelihara. Hufttt...” mendengus bosan.
“Tuan Hikashi, bolehkah aku mengabarkan sesuatu?”
“Jika tentang pekerjaan jangan dulu, aku sudah serahkan kepada Kenzo.”
“Ini mengenai undangan pertunangan resmi Pangeran Hiroshi yang dibatalkan.”
“Apakah karena baju yang dipesan pada Frayza yang membuatnya ditunda?”
“Bukan.” Menggelengkan kepalanya.
“Yang Mulia Raja sedang sakit keras. Kono ceritanya akan diterbangkan ke Jerman untuk pengobatan lanjutan.”
“Dan yang menjadi masalah apa?”
“Soal wasiat.”
“Hiroshi mau naik tahta begitu?”
“Bukan, beberapa waktu lalu Pangeran Hiroshi gagal melakukan diplomasi. Sehingga kerugian Negara membengkak. Saat ini pemerintah sedang getol mengajukan pinjaman pada Bank Dunia. Sepertinya terjadi korupsi di badan pemerintahan.”
“Aku tidak menaruh minat di bidang politik. Jika memang Hiroshi butuh bantuanku, ia pasti datang padaku bukan?”
“Ini permintaan Yang Mulia Raja, kemarin mengirim perwakilannya ke kantor anda. Dan jika gagal membujuk anda kemungkinan besar mereka akan menemui Nyonya.”
“Sial, kenapa mereka terus mengusik hidupku. Apakah pegawai mereka tidak ada yang becus bekerja.” Mengepalkan tangannya geram.
“Semoga mereka tidak menemui istri anda di Rumah Sakit. Itu yang aku pikirkan sekarang.”
“Awas saja kalau mereka berani mengganggu wanitaku!”
Hanya orang tertentu saja yang tahu kelemahan Hikashi bukan pada anaknya. Tapi istrinya, jika saja dia tidak mengadukan dirinya kepada Tuhan dalam doa. Mungkin ia akan masa bodoh, karena bagi Hikashi, ketika istrinya sudah mengadu kepada Tuhannya. Artinya ia dalam keadaan celaka besar, karena sudah melukai hati istrinya. Wanita yanh telah memberikan keturunan kepadanya.
Sementara itu Frayza mendapat tamu dari istana. Ia mendapat perhatian dengan didatangkannya Dokter terapi anak terbaik dari Amerika. Cukup membantu untuk kesembuhan Seven. Anak itu mulai bisa membuka mata dan bicara pelan. Ketika memasukkan makanan tidak usah melalui selang lagi. Walaupun dalam bentuk bubur kasar, tapi Seven sudah bisa makan dengan baik. Frayza juga bisa menyuapi putranya ketika makan.
“Mama...”
“Iya Seven, kau mau apa?”
“Seven, ayahmu seorang pemimpin perusahaan besar. Jiwa kepemimpinannya tegas dan disiplin, sedangkan Dokter Thomas orang yang bekerja dibidang ini. Apa kau lupa siapa yang memakaikan popok terbalik waktu kecil?”
“Hihihi Papa.” Terkikik mengingat masa Indah itu.
“Dan kau tahu, siapa yang memberimu susunya Jade kepadamu?”
“Papa juga hihihi.”
“Yang memandikanmu di panci saat embermu bocor siapa?”
“Hahaha Papa.” Semakin terpingkal dengan kekonyolan Hikashi.
“Dan orang yang menyuapimu mie ramen dengan sedotan pengganti sumpit siapa lagi kalau bukan Papamu?”
“Hahaha Papa sangat payah Mama, dia selalu menemukan cara untukku.”
“Papa mu sangat mencintaimu Seven, selama setahun ia rela mengurus kita. Dia bahkan tidak berkerja dan merawat kita. Itu adalah hal terbaik yang bisa dilakukan seorang William Alexander. Kau adalah anak yang beruntung memiliki ayah sepertinya. Nanti kalau pulang, kau sapa Papa mu?”
“Ehhhemmb, aku sudah pulang.” Bertender di pintu.
“Papa!” teriak Seven.
“Hikashi?” saut Frayza.
“Aku sudah pulang, membawa Xirion kemari.” Memeluk kedua orang yang amat dirindukannya.
“Benarkah?”
“Iya, lihatlah keluar jendela.” Menganggukkan kepalanya ke arah jendela.
“Jangan membohongi anakmu, kau ke Afrika datang lebih awal. Mana mungkin membawa singa mudah masuk negara ini?”
__ADS_1
“Aku tidak kuat kalian bersedih, jadi aku membawa pesawat sendiri untuk mengangkutnya.”
“Jadi kau serius membawa Xirion kemari?”
“Iya, lihatlah dia sekarang ada di truk menunggu Seven menyapanya.”
Dari jendela Seven dipondong Hikashi melihat truk besar mengangkut singa gurun pasir itu. Mereka lalu turun dan melihat lebih dekat lagi. Orang-orang menjadi heboh dan ingin mendekat. Tapi para keamanan dan pengawal dikerahkan untuk berikade.
“Roaaaarrrgghhh.”
“Papa itu Xirion!” antusias.
“Kau boleh menyapa Seven, dia sekarang milikmu lagi.”
“Terimaksih Hikashi, kau ayah yang hebat hiks hiks hiks.” Ucap Frayza penuh haru.
“Ini untukmu juga Istriku, aku tidak bisa menjadi egois untuk keluarga kecilku. Muaachh.”
“Papa, apakah Xirion menikah dengan unta?”
“Iya, kenapa ada unta disini?”
“Itu milik Matsumoto, dia membawa unta kemari untuk dipelihara.”
“Aneh.”
“Wah Paman Matsumoo membawa untanya juga? Keren!”
“Dia nebeng pesawat milik Papa,jadi yang keren itu Papa.”
“Iya Papa keren, hehehe.”
Akhirnya ayah dan anak itu kembali akur dan berdamai. Karena kondisi Seven yang semakin membaik. Ia sudah diijinkam untuk rawat jalan. Dan Xirion dipelihara di kebun binatang untuk dilakukan observasi. Hal ini memudahkan untuk proses pemulihan Xirion.
Setiap sore, Hikashi membawa Seven bermain ke kebun binatang melihat Xirion. Setelah selesai memberi makan, mereka menjemput Frayza bekerja di Butik. Hal ini berlangsung sampai Seven dinyatakan sehat. Bahkan Seven seperti anak emas dikeluarga Alexander. Seluruh perhatian dan waktu tercurah untuk putra bungsu. Dan Jade, cemburu karena hal ini.
“Setelah aku lulus ujian sekolah dasar, aku ingin terbang ke Inggris.”
“Kenapa begitu?”
“Papa dan Mama tidak sayang kepadaku lagi mereka lebih peduli kepada Seven!”
“Kau tahu Jade, sebelum kau beranjak dewasa. Seorang anak tetap membutuhkan orang tua. Mereka akan dididik dan dibina hingga layak hidup baik. Seperti anak unta ini, dia tidak memiliki orang tua. Untuk bertahan hidup, ia harus ada yang memeliharanya.”
“Tapi lihatlah Seven, Papa tidak pernah menggendongku seperti itu cih.”
“Seven masih lemah Jade, dia sakit.”
“Dan perhatikan Mama, dia membuatkan kue coklat dan baju khsusus untuk Seven. Sedangkan aku?”
“Kau cepat tumbuh Jade, jadi percuma membuatkan baju khusus untukmu. Pasti sebentar lagi tidak muat dan berubah ukuran.”
“Paman Matsumoto, apa karena Papa menggajimu lantas kau membela mereka?”
“Aku? Aku hanya mengatakan realitanya daja Jade. Kau sedang cemburu dengan adikmu. Waktu kau kecil,kedua orang tuamu memperlakukanmu seperti berlian.”
“Sekarang aku tak ada bedanga dari batu kerikil !”
“Jade, semua anak akan diprioritaskan. Mungkin seluruh Cinta dan kasih sayang Tuan Hikashi tertuju kepada Seven. Tapi kau kan ada aku dan Bibi Fang, bukan?”
“Aku ingin dimanja seperti Seven!”
“Kau sudah besar Jade, sebentar lagi kau akan mengenal dunia barumu.”
“Tapi aku mau perhatian Mama dan Papa untukku juga!”
“Bersabarlah sebentar Jade, jika Seven sudah sembuh. Semuanya akan kembali normal lagi. Percayalah padaku, oke?”
“Tidak oke!”
“Oke, pembicaraan ini selesai. Kau yang menang, aku mau memberi makan untaku dulu dikandang.”
__ADS_1
“Kau selalu berbicara dengan unta, jangan-jangan kau membicarakanku di belakang?”
“Jade, mana mungkin aku bocor. Aku hanya berkeluh kesah, kapan. Gadis idamanku datang, itu saja hehehe.” Menggaruk kepalanya yang tidak gatal alias salah tingkah.