TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
AKU TAK INGIN KAU PERGI


__ADS_3

Selama Andreas dirawat di rumah sakit, Karen sering membawa Franda bersama. Alhasil, jika Karen berangkat bertugas Frandalah yang membesuknya.


“Apakah kau tidak memiliki pekerjaan?” Andreas menanyai Franda yang mengupas buah.


“Tentu saja, pada siang hari sampai malam aku bekerja. Jadi bibi Karen memintaku untuk menggantikannya disini. Oiya kau suka buah apel kan, ini.” Menyodorkan sepiring buah yang sudah terpotong-potong siap santap.


“Letakkan saja, aku mau membaca koran.” Andreas masih acuh terhadap Franda. Walaupun demikian, ia tidak menampik bila Franda gadis yang baik. Berbeda dengan tunangannya Frayza yang entah dimana kabarnya. Mungkin wanita itu sudah bahagia bersama mantan suaminya bersenang-senang. Begitulah pemikiran lelaki bodoh yang belum tahu fakta sebenarnya.


“Andreas, sepertinya aku harus berangkat kerja lebih awal. Aku tinggal dulu ya, maaf tidak bisa menemanimu.”


“Franda, hati-hati dijalan.” Pesan Andreas saat Franda mengalongkan tas.


Gadis itu mengibaskan rambutnya yang tergerai. Nampak lebih cantik dan menarik, “Andreas, lekas sembuh ya.”


Walaupun saat ini Frayza tak pernah sekalipun membesuknya. Sebenarnya keberadaan Franda sedikit mengisi kekosongan waktunya. Di rumah sakit ini, ia sendirian merenungkan sikapnya yang dingin kepada Franda. Hanya karena Frank bekas tunangannya, tidak menutup kemungkinan bila Franda memiliki watak yang sama juga.


Pelarian Julian dan Rose yang membawa balita ini akhirnya ditemukan anak buah Kenzo. Keduanya hendaj melarikan diri ke Malaysia, tapi sayangnya Putri mereka sakit keras. Terpaksa dirawat di sebuah klinik anak. Berkat bantuan Kenzo juga, sekarang Rose dan Julian akan dibawa kembali ke tempat tinggal Franda. Rencananya mereka tinggal di kondominium milik Franda agar tidak mengganggu Frayza lagi.


Usulan ini awalnya ditolak Franda, karena ia jengkel dengan Rose yang masih istri resminya Frank. Walaupun kisahnya dengan Frank sudah selesai. Tapi akibat tindakannya dulu bersama Frank membawa dampak buruk sekarang. Oleh sebab itu, Franda sering menghabiskan waktu menjaga Andreas di rumah sakit. Daripada haru bertemu dengan Rose di kediamannya.


Dengan memakai kendaraannya yang mahal. Franda memarkirkan mobilnya di depan butik milik Julian yang sekarang di kelola Frayza. Franda keluar dari mobil mewahnya itu, dengan pakaian yang cantik dan menenteng tas kulit buaya.


Dalam hati Frayza berdecak kagum melihat wanita yang turun dari mobil. Tak tahunya jika Franda adalah pegawai baru yang masuk siang dan pulang malam. Keduanya sama-sama masuk pintu butik, menjadi pusat perhatian orang yang tengah berada di sana. Franda memakai baju yang serba mahal sedangkan Frayza memakai setelan panjang dengan tas ransel dipunggung. Kedua wanita ini memiliki perbedaan karakter yang mencolok. Franda gaya mewah dan glamor, sedangkan Frayza dengan gaya kantoran yang lebih santai.


Frayza tentu saja menyapa ramah Franda yang ia pikir sebagai calon pembeli. “Silahkan masuk duluan,” Frayza mempersilahkan diri agar Franda masuk kedalam lebih dulu.


“Oh tidak Kak, aku hanya sebagai oegawai di butik ini. Sebaiknya Bosnya dulu hehehe.”


“Ha Bos? Siapa?” Frayza clingak-clinguk menoleh sekitar.


“Maksutku Julian, dia yang merekrutku untuk bekerja disini sebagai staff penjualan.”


“Oh aku pikir hehehehe, mari silahkan masuk.”


Setelah cukup berbasa-basi Frayza naik tangga menuju ruangan kerjanya. Sedangkan Franda ganti baju seperti pegawai biasa, namun aura bintang masih terpancar dari dalam dirinya. Franda me. Peroleh pelatihan dari karyawan lama bagaimana cara melayani pembeli dan mencarikan referensi jika dibutuhkan. Sekali lagi, Franda benar-benar mulai belajar melayani orang. Dulunya ia diperlakukan seperti Putri saar menjadi artis.


“Apakah pegawai baru itu mengalami kesulitan?”


“Tidak terlalu banyak Kak, hanya saja ia mengemukakan pendapatnya tentang rancangan barang di butik kita.”


“Benarkah? Bukannya itu bagus ya.” Frayza memuji sebaliknya.


“Apanya yang baik Kak, dia membandingkan dengan baju rancangan merk terkenal.”


“Seleranya bagus kok, tadi dia datang memakai baju rancangan Helena edisi terbatas. Dan turun dari mobil mewah juga warna merah. Sedangkan aku jalan kaki sampai sini turun dari Bis hahahaha.” Frayza meledek dirinya sendiri.


“Kak, rancanganmu yang terbagus dan ternyan saat dipakai. Dia hanya melihat merk lokal milik kita saja. Jadi dia belum tahu keunggulan produk kita bukan?”

__ADS_1


“Lupakan saja, sebaiknya kau istirahat siang dan beli makanan. Aku mau menyelesaikan baju ini dulu.”


“Tidak mau ikut kami Kak? Makan siang bersama-sama dengan yang lainnya.”


“Aku tidak bisa, baju ini harus segera dibuat polanya.” Frayza menolak ajakan karyawan butik untuk makan siang panas. Pesanan setelan jas yang sudah tertunda-tunda akibat kejadian penculikan. Frayza memilih bekerja dan tinggal sendirian di butik, setelah suasana sepi. Barulah ia turun kebawah untuk menggantikan jaga. Ia mengecek pakaian yang dikomentari oleh Franda. Kemudian ia mengambilnya dan memasukkan kedalam kantong berukuran besar. Ia menyembunyikan pakaian yang entah akan ia apakan nantinya.


Ketika satu per satu karyawan datang, termasuk Franda juga. Ia kembali naik ke atas dan mengerjakan polanga kembali.


“Kak, aku belum menyapamu sejak aku datang.” Franda membawa air putih dan sepotong kue untuk Frayza di nampan.


“Oh iya, kita belum berkenalan.” Dan Frayza tampaknya tak menaruh curiga kepada Franda yang sudah mencampur minuman itu dengan serum yang diberikan Kenzo.


Karena mereka sama-sama wanita dan sudah pernah memiliki pengalaman membesarkan anak. Frayza menceritakan jika ia akan datang ke butik agak siang. Setelah pengasuh bayinya datang. Barulah ia bisa berangkat bekerja. Franda sudah tahu jika Frayza melahirkan darah dagingnya sendiri. Oleh sebab itu, ia diutus oleh Kenzo untuk memata-matainya.


Keakraban Franda dan Frayza menjadi dekat dan mencair. Bahkan setiap hari Frayza dibawakan minuman dan camilan yang beganti-ganti. Sampai pada akhirnya Franda memberikan minuman terakhir yang sudah ia campur serum. Seeusai meminum ramuan itu, Frayza biasanya mengantuk dan tidur siang dikamarnya dulu. Dan Franda melaporkan keseharian Frayza selama dalam pantauannya.


Ketika menjelang butik tutup, Franda merapikan kondisi kerjanya. Dan Frayza sudah turun tangga akan pulang juga.


“Franda, apa yang kau katakan dengan sudah bekerja? Apakah kau bekerja di butik milik adikmu sendiri Julian?” Andreas dengan nada berat memergoki Franda yang ketangkap basah.


“Sssssttttt.” Franda sontak mendorong tubuh Andreas hingga mundur dan menekan bibir Andreas dengan jari telunjuknya.”Jangan keras-keras!” hardik Franda agar Andreas diam.


“Apa yang kau lakukan disini? Mana mungkin seorang Franda menjadi pegawai biasa. Kau dulunya seorang model dan artis, apa kau sedang mengasah kemampuan aktingmu?”


“Andreasss pelankan suaramu, aku disini bekerja karena Julian yang merekrutku!” nada rendah agar perbincangan mereka tak ada yang mendengar.


“Ada diatas!” Andreas keluar dari tempat Franda memojokkannya.


Tampak Frayza tengah duduk di sofa dan matanya ditutup oleh Andreas. “Apa ini?” mencoba menebak tangan siapa yang menutupi matanya.


“Taraaaaa,” Andreas muncul dihadapannya.


“Kau?” melihat Andreas yang muncul dari belakang dirinya.


“Aku sudah berusaha menghubungimu Fray. Tapi ponselmu tidak aktif, padahal aku sangat merindukanmu.” Langsung memeluk Frayza tanpa memperoleh ijin dulu.


“Maafkan aku, aku kehilangan ponselku dan mengalami hal buruk.”


“Hal buruk apa, kenapa kau tidak cerita?” Andreas terkejut mengetahui pengakuan tunangannya.


“Huh... Ceritanya panjang, aku tidak bisa berlama-lama disini. Bibi Fang sudah lewat jam kerjanya. Aku harus pulang, mencari bis sangat susah. Mengambil tasnya yang tergeletak diatas meja.


“Aku antar kau pulang, dan kita akan pesan makanan antar. Ayo!” Walaupun Andreas tidak marah karena dirinya tak berusaha memberikan perhatian. Untuk sementara ini Frayza menahan diri dulu.


Sepanjang perjalanan pulang, Andreas menceritakan bila ia selama ini dirawat dirumah sakit. Tapi Andreas tidak menceritakan detailnya kenapa, karena ia belum tahu kalau Frank sudah meninggal. Franda mengacuhkan cerita Andreas didalam mobil, tubuhnya menjadi panas dan kepalanya mengantuk berat. Tangan Andreas mengusap kepalanya dengan lembut mengetahui tunangannya tertidur.


Setibanya di Apartemen Frayza, Andreas langsung mengajak bermain Seven. Dan bibi Fang berpamitan pulang karena sudah larut.

__ADS_1


“Andreas, bisakah kau mengantarkan bibi Fang? Ini sudah larut dan aku sangat mengantuk sekali. Bukannya kau baru sembuh dari sakit, jaga kesehatanmu. Kita akan bertemu lagi,” Frayza mengusir halus Andreas yang menggendong Seven.


“Oh begitu ya Fray, baiklah aku akan pulang bersama bibi Fang.” Andreas menuruti perintah Frayza. Dia merasa ada yang aneh dengan tunangannya yang hampir seminggu ini tak ia jumpai.


Setelah Andreas pergi bersama bibi Fang, Frayza mendandani Seven dan mengajaknya keluar untuk jalan-jalan dipusat perbelanjaan naik taksi. Malam ini Frayza ingin berduaan dengan putranya. Hanya berdua saja, ia mengajak Seven membeli baju baru dan mainan. Frayza juga diam-diam membeli ponsel baru untuk dirinya sendiri.


Ketika hendak pulang ia melihat menara The Royal Golden yang menjulang tinggi. Ia meminta sopir taksi untuk membawanya kesana. Namun ia tidak diijinkan masuk ke unit yang ia sebutkan. Terpaksa Frayza menunggu di lobi utama.


Tak berapa lama Kenzo turun menemui Frayza di lobi.


“Tu-tuan Hikashi dimana?”


“Nona kau mencari Bosku?”Kenzo kaget karena Frayza tiba-tiba datang menemuinya mendadak. Terlebih lagi ia menggendong Seven dan membawa banyak barang belanjaan.


“Nona, maaf mmbuatmu kecewa karena Tuan Hikashi sudah berada di Inggris.”


“Ka-kkkkaaau bohong!” matanya mulai berkaca-kaca.


Kenzo mengulurkan sapu tangan dari jasnya untuk menyeka air mata Frayza. “Ketika anda sudah pulih kesehatannya, Tuan Hikashi segera bertolak ke Inggris. Apakah ada yang perlu aku sampaikan kepadanya?”


“Berikan ini kepadanya dan katakan padanya segera hubungi aku kalau begitu.” Wanita ini berjalan lemas menanggung kekecewaan yang amat besar. Ia hanya mengeratkan dekapannya terhadap bayinya yang masih melek.


Tampak Kenzo tengah berbicara lewat telepon dan mengawasi Frayza. Langkah kakinya begitu berat dan hatinya sangat terluka saat tahu Hikashi tak berpamitan dengannya. Bruuummmm, mobil hitam berhenti di sampingnya berjalan.


“Nona masuklah, udara malam tidak baik untukmu dan tuan kecil!” Kenzo turun dan membukakan pintu.


“Tidak perlu Kenzo, aku akan naik taksi saja. Didepan banyak kok taksi yang lewat, hehehe.” Frayza menyeka air matanya dan memaksa bibirnya tetap tersenyum.


Beberapa kali ajakan Kenzo ditolak oleh Frayza yang memilih pulang sendiri naik taksi. Frayza tidak mau Kenzo melihatnya menangisi kepergian Hikashi darinya. Itulah sebabnya ia ngotot ingin naik taksi.


“Nona ini perintahku terakhir, jika Tuan Hikashi tahu kau membahayakan putranya. Maka ia akan menarik hak asuh tuan muda Steven ke tangannya. Jadi naiklah kedalam mobilku, sekarang!”


Barulah Frayza menuruti perintah Kenzo yang mencatut nama Hikashi. Ia masuk kedalam mobil, dan Kenzo menaruh semua barang belanjaan Frayza kedalam bagasi mobil. Dan Kenzo mengantar pulang Frayza dan Seven kembali ke apartemennya.


Saat ini Hikashi berada di Inggris sedang berada di kantornya bersama Matsumoto. Ia mendengar kabar jika hari ini Frayza membawa Seven menemuinya atas inisiatif sendiri.


“Sepertinya akan ada yang berangkat di kakiku,” menggoyangkan gelas wine yang ia nikmati.


“Obatnya sudah habis, jadi kemungkinan besar efek dari reaksinya sudah bekerja Tuan.”


“Kerja yang bagus, katakan kepada Kenzo agar ia cepat menyelesaikan misinya. Aku tidak suka gerak lambat yang menyita waktuku!”


“Akan saya atur secepatnya Tuan Hikashi, saat ini posisi anda sudah tepat.”


“Heheheheh,” tersenyum sinis.


Hikashi memang ingin memberikan Frayza pelajaran penting dalam menjalin hubungan. Itu sebabnya ia melibatkan kembali Franda untuk menggoda Andreas. Dan menjauhkan Julian dan Rose dari Frayza. Karena kedua orang inilah penyulut api amarahnya Frank.

__ADS_1


__ADS_2