TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
HIKASHI MASIH MENCINTAIKU


__ADS_3

Andreas meminta ijin kepada Frayza untuk menemui ibunya. Karena Nyonya Karen sudah diberi tahun oleh Andreas bila mulai sekarang Frayza dan Seven akan tinggal seatap.


“Oiya nanti jangan bukakan pintu untuk siapapun. Aku hanya sebentar mengambil barang dirumah orang tuaku, mengerti.”


“Iya hati-hati dijalan ya, salam untuk ayah dan ibumu.”


“Tentu Sayang, tinggallah disini dengan baik-baik. Jika kau perlu sesuatu katakan saja kepadaku.”


“Bibi Fang ingin pulang kerumahnya, apakah bisa memberinya tumpangan? Karena Bibi Fang tidak nyaman tidur ditempat orang lain.”


“Tentu; Mari Bibi Fang aku antar kai terlebih dahulu.”


Sebagai calon suami Frayza, Andreas cukup baik memperlakukan Bibi Fang yang hanya seorang wanita tua. Dia mengantar Bibi Fang sampai depan pintu rumahnya. Memastikan Bibi Fang dalam keadaan baik. Barulah Andreas menuju kediaman orang tuanya.


Usai mengabari Julian, Frayza menidurkan Seven dan ia merasa kantuk yang amat berat. Tiba-tiba lampu dihunian Andreas ini menjadi redup lalu padam. Tercium aroma yang menenangkan pikiran dan memberikan kedamaian.


*


*


*


Nyonya Karena dan Tuan Thomas sudah menunggu kedatangan putra semata wayangnya. Meminta pertanggungjawaban atas keputusan putranya itu.


“Andreas, Ayah pikir sebaiknya kalian tidak buru-buru untuk memutuskan tinggal bersama. Hubungan kalian masih dini, belum ada sebulan. Kau belum tahu siapa Frayza dan latar belakangnya. Ini adalah langkah yang terlalu berani.”


“Aku dan ayahmu keberatan jika kalian tinggal bersama. Terlebih lagi ada bayi yang harus diurus serius!”


“Ayah-Ibu tenanglah dulu, mengenai Seven calon anakku sudah ada pengasuh yang merawatnya. Selain itu, aku meminta Frayza untuk bekerja dulu dirumah. Agar bisa memantau bayinya dan belajar mengurus diriku.”


“Andreas, maksut kami adalah jika kalian tinggal bersama dan tiba-tiba Frayza ha-hamil lagi. Bagaimana dengan tumbuh kembang Seven?”


“Hohoho jadi ini yang membuat ayah dan ibu kepikiran. Aku tidur terpisah dengan Frayza, dalam waktu dekat ini kami ingin mengenal secara pribadi.”


“Ja-jaddii kau tidur terpisah?”


“Tentu saja, ibu dan ayah tidak perlu khawatirkan hal itu. Aku tahu mengatur jarak kelahiran anak jika kami menikah nanti. Jadi aku usahakan agar kalian tidak berpikir macam-macam terlebih dahulu.” Jawab Andreas dengan santai.


“Tidak bisa! Ayah tetap tidak percaya, kalian adalah pria dan wanita yang sudah dewasa. Terlebih lagi jika bersama untuk durasi waktu yang lama. Ayah tidak percaya kalau kalian bisa menahan gejolak birahi!”


“Suamiku, tenang dulu jangan asal menuduh begitu. Selama ini putra kita Andreas adalah pria yang bertanggungjawab bukan. Jadi kali ini kita berikan kepercayaan kepada mereka dulu. Bagaimana?” Karen menenangkan suaminya yang tak ingin putranya kebablasan nantinya.


“Ibu kau tenangkan dulu Ayah, aku akan mengambil barang yang tertinggal di kamarku.” Andreas menuju kamarnya.


Didalam kamar ini Andreas memiliki lemari rahasia yang berisi brangkas baja didalamnya. Dia menekan tombol dan sidik jarinya. Pintu brangkas itu terbuka dan benda yang dicarinya masih tersimpan rapi dalam kotak hitam. Sebuah pistol lengkap dengan peluru dan penyadap suara. Andreas mudah saja memiliki benda ini karena koneksi dari ibunya.

__ADS_1


“Andreas, bolehkah Ibu masuk kedalam Nak?” ternyata Karen menguntit putranya sampai dikamar.


Andreas menyembunyikannya pistol tersebut dipunggung. Serta kotaknya diletakkan diatas ranjang. “Ya, Bu sebentar.” Membuka kunci kamarnya.


“Ibu mau bicara hal serius kepadamu, ini mengenai calon adik iparmu. Meghan sebelumnya mengirimkan ini kepadaku. Karena ia kesal kau menolak menyetujui berkasnya. Jadi dia memohon kepada ibu agar mau membujukmu untuk menanda tangani surat somasi dan pengaduan.”


“Maaf Bu, untuk saat ini aku belum memberikan ijin sembarang. Karena kasus Julian dan Frank ini menyeret wanitaku. Jadi maafkan aku bila harus mengecewakanmu dan Meghan.”


“Ada masalah apa memangnya Frank dan calon adik iparmu?”


“Ibu berjanjilah kepadaku untuk tidak mengatakannya kepada Ayah.”


“Iya, Ibu berjanji.”


“Sebelumnya Rose mendatangiku dan memintaku untuk menuntut Julian yang ternyata ayah biologis Cecilia. Saat itu Frank bercerita kepadaku bahwa ia ingin memiliki anak lagi, namun Rose enggan hamil dengan alasan Cecilia masih kecil dan meniti karir. Selang beberapa waktu kemudian, tanpa sengaja Frank bertemu dengan Frayza. Takdir mereka akhirnya dipertemukan kembali, dan Frank sepertinya jatuh Cinta kepada tunanganku yang ia lihat terlebih dahulu. Akulah yang sebenarnya menikung Frank, karena aku juga jatuh hati kepada Frayza.”


“Astaga, memangnya Frank sudah gila apa mencintai wanita lain. Sedangkan dirinya masih memiliki istri sah.”


“Bukan semudah itu Bu, Frank beralasan kepadaku untuk memiliki anak laki-laki.”


“Lalu kalau dia menikahi wanita lain akan mendapatkan anak lelaki? Hoh jangan naif Frank, temanmu itu hanya membual alasan untuk mencari istri baru saja.”


“Aku rasa Frank sudah curiga jika Rose hanya memanfaatkan kekayaannya saja. Sebenarnya Frank mencintai Rose, tapi Frank kecewa saat ia membayar mata-mata dan membongkar rahasianya.”


“Lalu, apakah mereka akan bercerai?”


“Ya Tuhan kenapa Frank begitu kejam.”


“Juulian mengatakannya padaku semuanya tentang Frank. Oleh sebab itu, aku mengajak Frayza untuk tinggal bersamaku saja. Karena Frank dan anak buahnya pasti tidak akan mudah melepaskan mangsanya.”


“Jadi itu sebabnya kau mengambil pistol ini?”


“Sejak kapan ibu tahu aku memiliki senjata berapi?”


“Naluri seorang ibu dan polisi, apalagi yang bisa kau ragukan lagi?” selama ini dirinya sudah tahu jika putranya memiliki barang seperti itu. Dan ternyata benar, Andreas memiliki benda itu karena terdaftar dalam klub menembak.


“Aku harus pulang lebih awal, karena ini sudah lewat tengah malam. Aku khawatir bila terlalu lama diluar.”


“Andreas, apa kau mencintai Frayza dengan sungguh-sungguh?”


“Bu, tentu saja aku mencintainya. Seperti ayah mencintai ibu, tapi aku tetap mencintai ibu sebagai wanita pertama yang aku cintai.”


“Hehehe, bawalah ia untuk tinggal disini. Penjagaan dan pelayan lebih lengkap, akan sulit bila kau mengurusnya. Kau harus belajar perlahan-lahan.”


“Terimakasih Bu, besok aku akan memberitahukannya. Semoga saja ia mau.”

__ADS_1


Andreas membereskan isi brangkasnya, dan membawa pulang pistolnya. Ia melajukan mobilnya melewati jalan pintas. Tapi sayangnya ia terjebak pohon tumbang ada mobil yang bannya pecah dibelakang. Jadi sekarang Andreas terjebak dalam situasi yang sulit.


“Sial, aku bisa pulang terlambat kalau begini.” Para petugas sedang menyingkirkan pohon yang tumbang. Serta mobil derek yang memperbaiki ban mobil yang pecah.


Padahal awalnya cuaca cerah, kini hujan turun sangat lebat. Alhasil Andreas menunggu didalam mobil sambil menyalakan mesin penghangat. Evakuasi pohon tumbang ditunda sampai hujan reda.


*


*


*


Hujan turun dengan deras, membuat nyenyak tidur ibu dan anak. Keduanya sangat nyaman tidur di kamar yang disiapkan oleh Andreas. Sampai ia bangun ia merasa tubuhnya remuk seperti tertindih benda berat.


“Dimana Seven?” Frayza tak mendapati bayinya, ia menengok dibawah ranjang tidak ada. Lalu mencarinya di kamar mandi dan keluar kamar.


“Kau sudah bangun?” Bibi Fang sudah menggendong Seven yang usai mandi pagi.


“Hufftt jantungku mau copot ketika Seven tiada bersamaku saat aku bangun.” Mengurut dadanya.


“Leher dan bibirmu kenapa?”


“Kenapa Bi?” Frayza tidak tahu bila lehernya penuh bekas merah dan bibirnya berdarah.


“Apakah kau semalam sudah melakukannya dengan calon ayah Seven?”


“Apa maksut Bibi Fang, semalam Andreas bilang bila ia terjebak hujan dan pohon tumbang. Pagi ini dia langsung berangkat ke firmanya.”


“Lantas semalam kau tidur memukuli tubuhmu sendiri? Aneh-aneh saja kau ini Fray.” Ledek Bibi Fang.


Semalam saat lampu padam, ada beberapa orang membobol kata sandi pintu kediaman Andreas.


“Sudah bisa masuk,” ucap pembobol sandi pintu.


Beberapa orang berjaga mulai dari parkiran, lift hingga bagian vital gedung. Langkah kaki pria tinggi tegap yang aroma wanginya harum ini menyelinap masuk. Dia menyalakan lampu dari jam tangannya dan mendekati wanita yang tertidur pulas memeluk bayi.


“Apa kabar Sayang dan bayi kecilku, maafkan aku yang baru datang menemui kalian.” Ucap Hikashi menyapa dua orang penting dalam hatinya.


Karena sudah lama tak berjumpa, malam itu juga Hikashi melepaskan hasrat rindunya kepada Frayza. Disaat ia memperoleh kabar bahwa anak buahnya berhasil menghalau Andreas dijalan. Ia melancarkan aksinya mengabsen tubuh mantan istrinya. Ternyata Frayza menjaga dirinya dengan baik, hal ini diketahui dari rasanya yang masih utuh.


Usai melakukannya, Hikashi lantas memberikan tanda cintanya ditubuh Frayza. Ia juga melihat wajah Seven yang mirip dirinya dan Jade. Ia tersenyum melihat bayinya selamat dalam keadaan genting dahulu.


“Papa berjanji akan merebut kembali Mamamu, dan kau akan bersama Papa dan kakakmu Jade. Sabar dulu ya Sayang, Papa akan membawa pergi kalian ketempat yang seharusnya.” Itulah ucapan Hikashi ketika berpamitan dengan putra keduanya.


Jadi malam ini, Hikashi datang dan menyelinap seperti saat dulu kala. Ia mencintai Frayza dengan kebencian yang besar. Namun, setelah menemui langsung wanitanya dan melihat buah cintanya. Semuanya lulus dan melebur menjadi satu, bahkan Hikashi mencopot paksa cincin pertunangan milik Andreas di jari manis Frayza. Ia belum rela mantan istrinya terikat oleh pria manapun.

__ADS_1


#Heheheh ada yang marah ya karena Andreas sudah bertunangan dengan Frayza. Sama, Author balikin lagi tuh Hikashi biar pada senang lagi. Selamat membaca dan tulis komentar terbaikmu.


__ADS_2