TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
KENZO, KAU TEMAN BAIKKU


__ADS_3

#LANJUTAN,


“Frayza, kau pulang naik taksi saja ya. Maaf tidak bisa mengantarkanmu pulang, nanti aku hubungi kamu lagi setelah urusannya selesai. Sampai jumpa.” Julian menutup pintu Taksi yang dipesankan untuk Frayza.


Didalam mobil taksi, frayza menyempatkan menoleh kebelakang. Julian dijemput mobil sedan hitam oleh seorang sopir. Mungkin itu mobil dinas milik ayahnya. Jika memang Julian tinggal dirumah lamanya, lantas untuk apa dia kembali ke Singapura bila tidak tinggal bersama? Frayza berpikir keras mencari tahu alasan Julian. Akhirnya dia menyuruh taksi itu putar balik menuju rumah lamanya. Dia ingin mencari tahu tentang isi kamar pribadinya.


Disebuah gang yang sepi dekat rumahnya, Frayza memakai masker dan mengikat rambutnya. Dimemanjat pagar dan berhasil masuk kedalam rumah. Dia mencongkel jendela kamarnya yang memang sudah rusak dan tidak diperbaiki. Setelah berhasil masuk dikamarnya, dia menyalakan jam tangannya yang memiliki senter lampu untuk penerangan. Dia berjalan senyap tak bersuara, didinding kamarnya poster dan tempelan pelajaran sudah tidak ada. Foto-foto pribadinya juga sudah raib dan hilang ntah dimana. Hanya tersisa ranjang tanpa sprei, dia duduki ranjangnya yang penuh cerita hidupnya. Kursi dan meja belajar kayu miliknya masih utuh, hanya tersisa beberapa buku yang tertata rapi di rak. Dia membuka lembaran demi lembaran halaman yang pernah ia baca. Ada beberapa coretan diatasnya. Frayza ingat betapa dia ingin menjadi seorang Dokter. Namun, semuanya harus pupus dan usai. Takdir hidupnya tak semulus impiannya waktu masih muda. Kamar yang sudah lama ia tinggalkan dan kini usang. Baju-bajunya dilemari pakaiannya sudah tidak ada bersisa sedikitpun, sepertinya keluarganya sudah menghapus Frayza. Seperti tidak pernah terlahir di dunia.


Brakkkkk!!! Pintu terdobrak paksa, kegaduhan terjadi saat ada suara orang menerobos masuk. “Cepat masukan dia didalam kamar. Biar mati membusuk didalam sana!” suara Franda memerintahkan.


“Baik Nona,” jawab orang suruhannya.


Frayza panik ketika lubang kunci kamarnya terdengar dibuka, dia segera menelusup dikolong ranjangnya bersembunyi. Dilemparkannya sesosok tubuh yang terikat dan kepalanya dibungkus kain. Kemudian pintu ditutup kembali dan dikunci.


“Untuk malam ini kalian berjaga-jaga kalau dia sadar. Pastikan tidak ada jejak yang tertinggal disini!” Franda pergi setelah memberikan perintah.


Kemudian penjaga diluar itu mulai membereskan bekas darah yang tercecer dilantai. Mereka sepertinya kelelahan usai menyekap orang yang ditinggalkan dikamarnya saat ini. Frayza penasaran dengan orang yang diculik ini siapa? Apakah Julian adiknya yang sudah merusak mobil mewah Franda. Tapi ini keterlaluan bila sudah menyekap dan menyakiti adiknya. Walaupun kerusakan yang ditimbulkan menimbulkan kerugian yang banyak pula. Akhirnya Frayza menunggu pengawal yang berjaga itu terlelal tidur. Dia memastikan pengawal yang tidur itu sampai terdengar suara dengkuran yang saling bersahutan. Akhirnya Frayza keluar dari kolong tempat tidur dan mengeluarkan dua buah bola kamper gas bius. Dia melemparkannya lewat lubang ventilasi udara. Bola gas itu memuai dan menimbulkan efek bius. Lalu Frayza memulai aksinya dengan membuka penutup kepala orang itu.


“Damora!” wajah orang yang tidak asing bagi Frayza.


Diluar ada Kenzo yang mengawasi Frayza, dia segera meminta kiriman bantuan karena ada Kenzo melihat ada beberapa orang asing yang mencurigakan membawa masuk koper besar. Dan Frayza sudah hampir 4 jam tidak keluar dari rumah.


“Cepatlah kalian datang, jika Nona Fray tidak keluar maka nyawaku yang jadi taruhannya.” Kenzo panik berada didalam mobil berharap bantuan segera datang.


Didalam kamar Frayza sedang menganalisa luka di tubuh Damora. Dia tidak bisa menyadarkan Damora yang terkulai lemas. Frayza ingat dia membawa susu pisang di kantongnya. Dia meminumkan air susu itu agar Damora bisa lekas sadar. Setelah dikira cukup membasahi kerongkongan Damora, Frayza meninggalkan kamera kecil ditempat yang aman. Setelah semuanya beres dia keluar dari jendela dan menutupnya kembali. Kenzo yang yang sudah panik didalam mobil akhirnya melihat Frayza melompat dari pagar. Diasegera menginjak gas mobilnya merapat di Frayza berada.


“Cepat naik!” suruh Kenzo agar Frayza bergegas masuk.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang lagi, Frayza masuk dan ditolong Kenzo. Karena dari belakang ada mobil yang datang. Mobil sedan yang sama dipakai untuk menjemput Julian. Karena plat nomor kendaraannya sama. Frayza mengaktifkan ponselnya untuk mendapatkan informasi rekaman ditempat kejadian. Sedangkan Kenzo terus melajukan mobilnya membawa Frayza kembali ke Kondominium.


“Haiiisssss... nona, kenapa kau keterlaluan datang kerumah itu sendirian dan ada beberapa preman yang mencurigakan masuk kedalam sana. Kau tahu aku sangat khawatir denganmu.”


“Maafkan aku, tapi terimakasih atas tumpangannya.”


“Nona, tidakkah kau mau tahu kenapa aku melakukan ini?”


“Kau adalah orang suruhan Ketua Matsumoto. Jadi wajar jika kau mengikutiku, dulu kalian jugalah yang menculikku ketika di Bali.”


“Baiklah kalau kau paham, tidakkah kau ingin tahu kenapa aku berbuat demikian andai bukan karena suruhan mereka?”


“Katakan apa?”


“Kau mengingatkanku kepada sahabat baikku. Tapi sayangnya dia tewas dimeja operasi.”


Akhirnya Kenzo ditinggal sendirian di Kondominium miliknya yang sebelahan dengan yang ditinggali Frayza. Setelah Frayza masuk Kondominium, dia mengaktifkan ponselnya yang terhubung dengan kamera perekam yang dia ditinggalkan. Yang datang dengan mobil sedan ialah ayahnya, bukan Julian. Ternyata Franda meminta bantuan ayahnya untuk meringkus Damora. Gadis itu ternyata disekap ketika melakukan negosiasi disebuah Hotel. Namun, Franda lebih pintar dari Damora. Dia meminta bantuan ayahnya untuk menyelidiki siapa Damora. Setelah diperiksa ternyata Damora memiliki catatan gelap. Frayza sangat fokus dengan temuan fakta yang diperolehnya. Setelah cukup menyalin dan menyimpannya dalam bentuk file lain. Frayza mandi dan minum susu, kemudian dia tidur. Ketika dia mulai terlelap dalam tidurnya. Dia merasakan hangat menyelimutinya, rasanya sangat menenangkan. Usai kejadian yang buruk terjadi, dalam tidurnya ini ia merasakan kedamaian dan rasa aman. Tubuhnya seolah dipeluk malaikat yang mengobati seluruh lukanya. Dia mampu merasakan kehangatan tangan membelai kepala dan berujung menyatu menggenggam jemari tangannya. Kepalanya seolah berbantalkan lengan kekar yang kuat. Rasanya berbeda dengan bantalnya, dan matanya terbuka merasakan ada hembusan nafas yang terasa lewat daun telinganya.


“Sssssttttt...” mulut Hikashi mengerucut agar Frayza diam dan melanjutkan tidurnya lagi.


Hikashi memeluk Frayza yang berada dalam dekapannya langsung. Dia begitu menenangkan Frayza yang terbuai dan tertidur lagi dalam buaian Hikashi. Pria berhati dingin dan kejam itu nekat terbang dar Bali, ketika Kenzo meminta pertolongan. Awalnya Matsutomo yang akan ke Singapura, namun Hikashi yang nekat terbang. Pria itu takut terjadi hal buruk dengan calon pacarnya.


“Tidak masalah jika Damora yang terluka, asalkan kau selamat dan utuh artinya aku masih ada harapan hidup esok hari.” Ucap hikashi sambil memeluk Frayza erat.


Frayza yang sudah dialam tidurnya yang damai tidak bisa merespon apapun kalimat yang Hikashi ucapkan. Saat ini tubuhnya remuk redam, saat terjadi kecelakaan dia mengalami luka benturan di pundak kanan. Hikashi sudah menempelkan plester pereda nyeri otot dipundak Frayza ketika masih tertidur. Kenzo sudah menjalankan tugasnya dengan baik selama ini.


Pagi telah tiba, Hikashi merasa lapar perutnya. Pola makannya berantakan karena pekerjaanya banyak dan padat. Dia menyuruh Kenzo belanja isi kulkas dan dapur. Dan mereka berdua mulai memasak di dapur. Keduanya banyak menghabiskan bahan makanan, karena olahan makanan mereka gagal.

__ADS_1


“Jika kau tidak bisa masak, setidaknya kau bisa benar mengikuti petunjuk!”


“Tuan muda, saya selama ini memasak air saja. Itupun membuat kopi, kalau memasak saya tidak bisa.”


“Kalau kau hanya bisa buat kopi, jangan pernah makan nasi. Apa kau ini hidup untuk kopi, kopu dan kopi? Kau ini lelaki, harus bisa memasaka dan melayani dengan baik. Dasar bocah tidak berguna, mengurus perut sendiri saja tidak mampu. Bagaimana ada wanita yang mau denganmu!” sebenarnya Hikashi sedang memarahi dirinya sendiri lewat Kenzo yang payah.


“Kita pesan makanan jadi saja bagaiamana Tuan Muda?”


“Kalau buat saran tu yang benar, kau pikir uangku tidak cukup apa? Aku mau mengolah makanan dari tanganku yang mengagumkan ini sendiri. Urus yang benar sampah-sampahmu ini, jangan mengotori tempat tinggal calon pacarku. Kalau kau mau jorok sana masuk Sekolah kebersihan!” Kenzo menjadi bahan kekesalan Hikashi, mungkin setres yang dirasakan Matsumoto tidak seberapa yang dialami Kenzo.


Dan sarapan yang berhasil mereka buat ialah susu hangat saja. Bahan yang dibeli dan disediakan tidak dapat mereka olah dengan baik. Frayza bangun mendapati tempatnya berantakan dan kacau. Kenzo memunguti sampai dilantai sendirian.


“Kenapa kau bisa masuk kemari?”


“Cepat sarapan dan abaikan saja aku, setelah aku membuang sampah ini. Kau tidak akan melihatku berkeliaran disini hehehe.” Kenzo tampak sungkan dipergoki Frayza yang baru saja bangun tidur.


Dia mencicipi susu diatas meja yang sebagai sarapannya. Wajahnya masam merasakan rasa susu didalam gelas.


“Hiiiiaaaaaaakkkk paittt.” Ternyata Hikashi merebus susu sampai gosong.


“Apa? Tidak enak ya?” pria itu muncul dan mencicip susu buatannya.


“Rasanya pait, tapi kau ini siapa?” tanya Frayza.


“Aku? Setelah kau merasakan tubuhku dan kau mendengus didadaku masih bertanya aku ini siapa? Hai kau wanita, iya kau wanita yang sudah meniduriku. Perhatikan baik-baik wajah pria yang sudah kau manfaatkan tubuhnya ini!” Hikashi mulai mengomel seperti ibu-ibu arisan.


Omelan dipagi hari ini membuat kedamaian tidurnya terusik dan rusak. Frayza benar-benar dalam masalah dan harus mencari cara gar Hikashi berhenti mengomel-ngomel tidak jelas. Biasanya kalau Mentok begini, hanya Matsumoto yang bisa mengatasi masalah tanpa salah hahahaha.

__ADS_1


__ADS_2