
Kenzo langsung kembali ke Villa Ramon lagi, setelah mendapat kabar Ramon berada disana.
“Apa ada barang yang hilang?”
“Tidak ada, mereka hanya membawa kabur Fray.”
“Wanita itu ya?”
“Kau sudah mengenalnya?”
“Aku yang melepaskannya dari sel tahanan Villa Tuan muda Hikashi. Tatapan matanya seperti orang yang tidak asing bagiku, oleh karena itu aku membantunya kabur.”
“Suatu saat aku akan bayar hutang budiku ini.”
“Satu-satunya orang yang bisa menolong kita sekarang adalah Tuan Muda Hikashi. Ayo kita temui dan ceritakan hal ini?”
“Bukannya Tuan Muda Hikashi sedang berkabung karena Fred mati?”
“Dia tidak mau menerima kenyataan saja, tapi kita belum mencoba bukan untuk meminta pertolongan kepadanya.”
Ramon menyetujui usulan Kenzo, karena anak buah Hikashi yang banyak dan tentu saja bisa diandalkan mencari keberadaan Frayza.
*
*
*
Disebuah ruangan kerja, Frayza bertemu dengan James secara langsung. Keduanya bertatap muka dan dan bernegosiasi.
“Jadi kamu wanitanya Ramon ya?”
“Aku rekan kerjanya bukan wanitanya!” bantah Frayza.
“Waw, galak sekali wanita ini. Selain cantik kau juga tidak mudah untuk diajak berdiskusi.”
__ADS_1
“Jika sudah menilai kepribadianku, sekarang giliranku.”
“Well, aku tidak suka dikomentari seorang wanita. Apalagi wanita yanh bermain komputer dan memata-matai orang lain. Aku yakin kau pasti seorang peretas, penipu dan kriminal.”
“Yah itu pekerjaanku, sudah puas?”
“Aku suka kejujuranmu yang singkat dan jelas.”
“Katakan saja apa keinginanmu, jangan membuang waktuku disini!”
“Tunggu sebentar, ada seseorang yang tertarik dengan pekerjaanmu. Orang ini adalah patner kerjaku, dia ingin bertanya-tanya denganmu. Semoga kau tidak keberatan beramah-tamah dengannya.”
Kali ini perasaan Frayza mulai tak enak dan jantungnya berdetak lebih kuat dari biasanya. Dia merasa ketakutan dengan sosok yang penasaran terhadapnya. Dengan pengawal yang mengirimnya, dia muncul paling belakang. Perlahan menaikkan wajahnya dan terlihat jelas jika itu adalah Frank.
“Mustahil,” Frayza ingin rasanya menghilang dari situasi ini karena dia dipertemukan lagi dengan mantan kekasihnya yang kejam dan berdarah dingin.
“Selamat datang Tuan Frank, ini tamu kita yang tinggal di Villa Tuan Ramon. Orang yang menjual Ruko milik adik iparmu Julian.”
“Oh, ternyata Ramon memiliki selera yang bagus. Wanita dengan darah campuran, dan terampil dalam mengakses data milik orang.” Puji frank yang melihat Frayza dalam wujud baru.
“Kenapa Ramon membeli aset Julian?”
“Aku tidak kenal Julian dan tidak tahu beli asetnya!”
“Jangan bohong, kau bersama Ramon dan tinggal bersamanya. Mustahil jika kau tidak tahu, padahal James mengatakan kau orang yang sering dihubungi Ramon?”
“Aku hanya tinggal bersama bukan sebagai pasangannya yang tahu seluruh kegiatannya. Jika kau hendak mengorek informasi, salah besar jika aku yang kau tanyain. Lebih baik kau tanyakan hal itu kepada Ramon saja!”
“Ckckckc pedas sekali mulutmu ini, sangat luar biasa. Bisa kau jelaskan kenapa kau memata-matai keluarga tunanganku? Apa kau terlibat dalam kasus penculikannya?”
“Bukan hanya tunanganmu yang diculik, melainkan aku juga diculik. Tapi na’asnya, aku tinggal di sell tahanan yang gelap. Selebihnya, tunanganmu sangat bahagia diculik hehehehe.”
“Jangan menertawakan aku, dia adalah wanita yang baik. Tidak licik sepertimu ini, menyadap, memata-matai dan menipu orang lain. Akan aku buat kekasihmu Ramon membayar mahal kepadaku.”
“Semahal apapun itu, tulis di cek. Nanti aku suruh orangnya untuk menebusnya!”
__ADS_1
“Aku sudah memiliki banyak uang, apakah aku bisa menghargai yang penting selain itu didunia ini? Ayolah Nona, jangan sebercanda ini denganku. Kau memang cantik, tapi nasibmi tidak lebih baik! Jadi saranku, katakan dimana Ramon menyimpan surat Ruko yang aslinya?”
Akhirnya Frank tahu jika surat dokumen yang dibawa James itu palsu. Sedangkan James sudah terlanjur mengeluarkan banyak uang. Sampai pada akhirnya, pengawal Frank membisikkan informasi ditelinganya. Dia pergi keluar bersama James. Ternyata mereka tengah mengatur siasat untuk menjebak Ramon. Kesempatan ini digunakan Frayza untuk kabur dari sekapan James. Saat seluruh pengawal mulai mengantuk dimalam yang larut. Frayza kabur lewat plafond atap yang terbuat dari kayu. Dia berhasil kabur lewat atap genteng bagunan rumah bergaya belanja ini. Frayza berlari dengan kencang, berpatokan pada rasi bintang sebagai kompas alam.
*
*
*
#HIKASHI,
Pria yang tengah bersedih ini hanya duduk dan sesekali mengeluarkan nafas panjangannya. Dia melihat Ramon dan Kenzo berlutut didepannya. Hikashi enggan memberikan respon terhadap keinginan Ramon yang menceritakan temannya hilang diculik.
“Gadis itu sedang berada di daerah Ubut, barusaja anak buahku dijalanan memberikan informasi.” Hikashi memberikan titik terang tentang keberadaan Frayza.
Dibantu Hikashi pula lah Ramon menuju tempat Jamen dan Frank berada. Dan Kenzo berada di lokasi yang lain bersama Hikashi. Mereka berhenti dipinggir jalan, menunggu aba-aba dari Hikashi untuk bergerak.
Ramon dibantu pengawal Hikashi berhasil menerobos markas Frank dan James. Terjadilan pertarungan yang sengit, kala itu. Pihak Ramon kalah banyak personil. Karena pasukan lawan jauh lebih banyak. Pada akhirnya Ramon terpukul mundur dan kabur.
Didalam mobil, Hikashi memejamkan matanya dan jari telunjuknya dijentikkan seperti detak irama jarum jam.
“Tuan muda, ada wanita berlari di depan sana!” Kenzo melihat wanita sudah lari tergopoh-gopoh dengan kaki telanjang.
“Cepat hampiri dia, ada banyak preman mengejarnya!” perintah Hikashi kepada Kenzo yang mengemudi.
Dan ternyata gadis itu adalah Frayza yang dikejar para bandit Frank. Gadis itu sudah mulai kehabisan tenaga, dan telapak kakinya robek tergores batu jalan aspal.
“Wanita, cepat masuk mobil!” komando Kenzo pada Frayza.
Dia mengangguk dan melemparkan tubuhnya masuk ke mobil. Seperti kejadian dulu, tubuhnya berada diatas pangkuan Hikashi. Kedua pasang mata yang pernah melihat kini dipertemukan kembali. Kenzo mati-matian mengerahkan kemampuan menyetirnya. Dia menjadi pembalap dadakan, tak tahu kalau dua penumpang di bangku belakang ini saling berpelukan. Mereka dilempari batu dan tembakan pistol yang bertubi-tubi. Hikashi merengkuh tubuh Frayza yang sudah masuk kedalam pelukan Hikashi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Waw... Akhirnya bisa napas lega ya yang penasaran dengan alur ceritanya, Author mau ucapin terimaksih banyak nih buat yang sudah Tap hati dan komentar. Semoga pembacaku semangat dan tidak bosan dengan alur cerita ini, sampai ketemu lagi di bab selanjutnya. Selamat membaca. 😊😊😊
__ADS_1