TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
USAI KEGADUHAN


__ADS_3

RUMAH SAKIT,


Setelah melakukan operasi lebih lanjut, Dokter Kelvin mendekati Frayza yang matanya terbungkus kain kassa.


“Ketika kau tersadae nanti, mungkin pengaruh obat biusnya akan berkurang. Jadi tahan ya rasa sakitnya.”


Grap.. (Menarik tangan Dokter Kelvin yang bisa dijangkaunya) “Dokter, aku masih trauma dengan kejadian malam itu. Aku takut sendirian?” pinta Frayza agar Dokter Kelvin mau tinggal menemaninya.


“Baiklah, tapi sebenarnya aku sangat mengantuk sekali. Dari Singapura aku bergegas kemari dan menyiapkan operasimu agar tepat waktu. Hoooaaaaammm...rasanya aku mau tidur.” Menerungkapkan kepalanya di ranjang pasien.


Terimakasih Dokter, sudah dua kali kau menyelamatkan hidupku lagi. Batin Frayza yang sudah tertolong oleh Dokter Kelvin. Dirinya bisa ikut terjaga bersama Dokter yang sudah menjadi malaikat baginya.


*


*


*


DAMORA,


Akhirnya dia selesai berdandan dengan anggun dan cantik, dirinya berlarian mencari pengawal yang berpatroli. Pelayang yang mengejarnya memperingatkan agar dirinya lebih waspada dengan hak tinggi sepatunya.


“Pengawal Kenzo,” memanggil Agen Kenzo yang tengah berpatroli seperti biasa.


“Nona Damora,” memberi salam kepada gadis bangsawan tersebut.


“Apakah Hikashi sudah bersiap untuk pergi ke jamuan pesta di Istana?”


“Mohon maaf Nona, tapi sepertinya anda akan berangkat seorang diri.”


“Kenapa?” gadis itu menampakkan mimik wajah kecewa.


“Tuan sudah bertolak ke Jerman, jika Nona siap berangkat maka akan diantar.”


“Tidak mungkin,” Damora pergi mencari kamar Hikashi.


Dia terperanjat melihat pembongkaran taman Labirin. Banyak tukang kontruksi sedang melakukan tata ulang taman yang sudah hancur.


“Kenapa taman yang Indah itu mendadak hancur?”


“Semalam terjadi insiden, oleh karena itu taman ini dibongkar.” Pelayan wanita yang bersamanya bercerita.


“Sayang sekali, taman yang begitu indah hancur. Apakah Hikashi akan membangunnya lagi?”

__ADS_1


“Tidak Nona, segera setelah Nona Damora kembali ke Inggris maka tuan Hikashi akan menjual rumah ini.”


“Apa!” Damora lebih kaget lagi.


Terlihat Matsumoto yang sibuk berbicara dengan Arsitek di bekas taman, dan Damora mendekatinya.


“Ketua pengawal, aku tidak tahu apa yang terjadi. Dari cerita pelayan ini ( menoleh pelayan wanita yang bersamanya) kalau Hikashi akan menjual rumah ini!” Damora marah karena dirinya tahu dari pelayan.


“Benar Nona, sebaiknya Nona Damora pergi ke jamuan undangan Istana. Kami sedang sibuk berbenah.”


Jawaban dari Matsumoto membuatnya tak puas. Damora menahan kegalauannya hingga sampai Istana dan menceritakan semuanya kepada Hiroshi. Dirinya tidak tahan, diabaikan oleh Hikashi sibuk dan sikapnya yang dingin.


Disela-sela jamuan makan, Damora memberanikan bertanya kepada Hiroshi.


“Pangeran Hisroshi, apakah sudah tahu berita kalau Hiroshi akan menjual rumahnya?”


“Bukannya pria lajang seperti Hisroshi sudah wajar menjual aset propertinya. Mungkin dia sedang butuh uang atau memiliki pandangan bisnis lain.”


“Bukan Pangeran, tapi aku merasa ada yang janggal. Taman labirin dirumahnya dihancurkan, sudah rata dengan tanah. Bahkan...” tiba-tiba Damora menghentikan perkataanya karena ada pengawal membisikkan sesuatu berita di telinga Hiroshi.


Setelah informasi diserap dengan baik oleh Hirsohi, sepupu Hikashi ini dengan tenang menengguk teh panas. Slruuppp... Ah.


“Dan dia mengatakan, setelah aku kembali ke Inggris. Rumahnya akan dijual, dia seperti sedang mengusirku secara halus.”


“Mengerikan sekali...” Damora tak bisa banyak berkomentar setelah mendengar kejadian yang sebenarnya.


“Jika kau mau, aku bisa menawarkan hunian disini selama engkau mau. Kau bebas mau tinggal dimanapun kau pilih.”


“Betapa murah hati dan baiknya dirimu Pangeran Hikashi. Aku sangat tersentuh mendapat perlakuan yang sebaik ini.”


“Sudah kewajibanku melayanimu dengan baik juga, karena aku tidak mau kesan keluarga kerajaan yang buruk oleh sepupuku terdengar oleh keluarga bangsawan di Inggris. Ini merupakan hal yang memalukan bagi kami.”


“Beruntung sekali wanita yang bisa mendapatkan hatimu Pangeran Hiroshi.” Puji Damora lagi kepada Hiroshi.


“Jika kau bersedia, aku akan memerintahkan pelayanku membantu mengemasi barang-barangmu juga.”


“Tapi aku masih betah tinggal di rumah Hikashi, aku mau menunggunya sampai beberapa hari sampai dia kembali lagi.”


“Terserah dirimu, kau bisa mengubah pikiranmu kapanpun.”


Bukannya tak mau menerima kebaikan Hiroshi kepadanya, namun Damora ingin bertemu Hikashi dan memberikan pesan khusus dari ayahnya. Sepertinya Hikashi benar-benar sibuk.


“Aku yang terlalu mengulur waktuku disini, sehingga Hikashi pergi lagi.”

__ADS_1


“Apa?”


“Embb, sebenarnya aku kemari karena menggantikan tugas orang lain saja. Aku pikir Hikashi akan senang aku datang kerumahnya. Namun, sepertinya dia sudah tidak ada waktu untuk bersamaku lagi. Dan mungkin, aku hampir menyerahkan begitu saja dan kembali ke Inggris lagi. Semakin aku menatapnya, semakin aku jatuh Cinta kepadanya. Dan aku enggan memberikan tugas dari ayahku yang seharusnya aku berikan kepadanya cepat-cepat. Aku sudah egois hiks hiks hiks.” Pecah juga tangisan Damora.


“Seharusnya kau melihat pria lain yang lebih mencintaimu. Besarnya cintamu kepada Hikashi membuatmu buta dan tuli!” menggebrak meja makan.


“Pangeran Hiroshi, apa kau marah kepadaku?”


“Aku sudah selesai makan, silahkan teruskan saja.”


Mendadak sikap Hiroshi menjadi arogan dari yang Damora pikirkan, sikap ramah dan sopan Hiroshi berubah menjadi dingin dan tidak sopan. Membiarkan Damora sendirian di meja makan.


“Kenapa dia bersikap demikan,” menggeleng-gelengkan kepalanya tak mengerti.


Suasana jamuan ini tak nyaman lagi, walaupun seluruh hidangan sudah tersaji. Damora memutuskan kembali ke rumah Hikashi lagi, dan sekarang dia tahu bahwa agen Fred yang sering bertugas mengawalnya menjadi korban. Dia membawakan kotak obat, dan amu menjenguk Fred di kamarnya. Namun, lagi-lagi dia harus kecewa.


“Se-separah itukah luka Agen Fred?”


“Iya, dia harus dilarikan ke Rumah sakit karena matanya menjadi korban. Dan anjing penjaga Rocky juga tewas kemaren. Sebaiknya Nona Damora menginap di Hotel yang memiliki keamanan yang baik. Kediaman ini sudah tidak aman, penyusupnya memakai senjata. Kami sangat memkhawatirkan kondisi Nona Damora bila terus berada disini.”


“Lalu mereka akan membawa pergi kemana perabotan itu?” menunjuk kurir yang sibuk memindahkan barang-barang Hikashi.


“Kemungkinan akan dilelang lagi, karena barang-barang milik Tuan muda kami banyak peminatnya.”


“Kalau boleh tahu, kemana Hikashi akan pindahnya?” bertanya lagi kepada Kenzo.


“Belum bisa ditentukan Nona, sebaiknya Nona Damora tidak banyak bertanya kepadaku.”


Lagi-lagi Damora kecewa dengan sikap pengawal disini. Dirinya hendak membawakan obat untuk agen fred yang selalu mengawalnya. Namun, Kenzo enggan memberitahukan dimana Rumah Sakitnya. Sedangkan dia takut bicara dengan Matsumoto yang tampangnya garang.


“Apakah aku sudah terlampau jauh bila menempatkan sikapku sebagai calon Nyonya disini.” Keluh Damora melihat kenyataan pahit.


Para kurir terus mengeluarkan isi dalam rumah, beberapa tukang konstruksi membongkar dekorasi rumah. Beberapa alat berat mulai berdatangan untuk merobohkan rumah Hikashi. Sepertinya tidak butuh waktu berhari-hari lagi, detik itu juga Damora mengemasi barang-barangnya. Dia memesan penerbangan paling awal menuju Inggris. Dan surat penting ditahannya lagi, tak kunjung diberikan Hikashi. Dia merasa surat itulah yang akan mempertemukan Hikashi dengan dirinya lagi.


Sementara itu di Rumah Sakit, Dokter Kelvin mengerjai Frayza yang matanya tertutup perban.


“Ayo tangkap benda ini!”


“Hap, tidak bisa.” Ucap Frayza yang gagal menangkap buah jeruk.


“Kau harus mengasah indramu, jangan karena matamu tertutup lalu duniamu menjadi gelap. Kau masih bisa membuat dunia kembali nyata dalam imaginasimu. Ayo lakukan lagi.” Melemparkan jeruk ke arah Frayza.


“Heesssss... Perginya Ramon, kenapa datang Dokter aneh seperti dirimu sih arrrgghhh.”

__ADS_1


Sejak Dokter Kelvin merawat Frayza dengan baik, keadaan emosional mereka semakin akrab dan baik. Tak jarang juga, Dokter Kelvin mengajari Frayza melatih gerakannya agar lebih lincah. Tidak melulu terbaring seolah tak berdaya, sekarang Frayza mulai menerima nasibnya dengan kondisi mata yang memprihatinkan.


__ADS_2