TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
PERTAUBATAN HIKASHI


__ADS_3

Beberapa hari ini bukan alasan Hikashi tidak sempat menyakan kabar Frayza. Selain ia harus membunuh perasaannya yang dalam. Sekarang ia tahu, bahwa nafsunya begitu besar. Bahkan jika tubuhnya disucikan dengan madu dan susu sekalipun. Ia merasa manusia yang kotor, sudah banyak kejahatan berat yang sudah ia kerjakan.


“Tuan,” Patrick menyerahkan dasi terbaik Hikashi yang benangnya terpintal sepuhan emas.


“Kali ini terakhir kalinya aku memakai benda dari emas, setelah ini rapikan semuanya.”


“Baik Tuan,”


Ruangan baju ganti Hikashi ini luasnya luar biasanya. Bahkan bisa dijadikan gerai pribadi. Koleksi barang mahal merek ekslusif bukan pasaran adalah selera Hikashi. Pria ini tidak begitu tertarik dengan merk-merk pasaran. Seleranya sangat bagus dan istimewa, oleh karena itu ia tidak butuh pengakuan lagi.


“Tolong siapkan pasport untuk Jade dan Steven serta cairkan tabungan liburan mereka.”


“Baik Tuan, ada lagi?”


“Siapkan 3 tiket pesawat kelas bisnis untuk mantan istriku, Jade dan Steven. Kau pilih 3 orang untuk menemani mereka, atau siapalah yang disukai Jade.”


“Baik Tuan, tanggal pemberangkatannta kapan?”


“Nanti aku pilihkan jadwalnya, persiapkan kebutuhan Jade dan Steven karena di Jepang sedang musim gugur. Dan beritahu mantan istriku jika ia kemari tentang rencanaku ini.”


“Baik nanti saya sampaikan.”


Pria tampan ini tak kehilangan auranya sebagai arjuna yang dipuja wanita. Didampingi Kenzo yang menjabat sebagai Dirut utama. Agenda Hikashi sangatlah sibuk untuk mengakuisisi saham dan beberapa perusahaan pentingnya.


“Aku akan meningkatkan iklan beberapa perusahaan yang dijual. Dengan demikian minat pasar tinggi, jadi rumor The Kings Grup bangkrut bisa ditekan.”


“Apakah kau sudah menyiapkan orangnya?”


“Sudah Tuan, pertama-tama kita harus menyelamatkan aset untuk kedua putra anda. Meliputi tambang di Afrika dan beberapa ladang di India. Soale Hotel dan kasino apakah anda akan menjualnya juga?”


“Lepas saja, aku sudah bertekat untuk menjualnya secepat mungkin.”


“Tuan Hikashiii,”berdecak tak bisa berkata-kata lagi, karena sumber pendanaan masuk terdapat di bisnis ini. Bahkan mundurnya Hikashi dari bisnis gelap. Menjadi angin segar bagi mafia dan petinggi negara. Sudah hilang saingan mereka yang selama ini sulit dinegosiasikan.


“Dan untuk mantan istriku, aku mau kau mengaturnya sekarang.”


“Nona Frayza maksutnya ya?”


“Kau pikir aku pelaku poligami apa!” melotot.


“UPSSSHH,” Menampar bibir nakalnya.


“Dibawah siapa dia bekerja sekarang, aku mau mengadakan negosiasi.”


“Ngomong-ngomong kalau boleh tahu, bisnis anda kan tersebar di beberapa Negara Asia apa tidak dikalkulasi juga?”


“Bisnis disana semuanya aman, apa kau ingin aku benar-benar bangkrut!” menendang meja kerjanya.


“Upsssshhh!!” menampar bibirnya lagi.


“Pusat penelitian laboratorium, rumah sakit, kampus dan platform adalah bisnis masa tuaku! Sekarang kau tunjukan padaku seperti apa perusahaan yang menjadi tempat kerja Frayza?”


“Bisnis dibidang pakaian dan ritel ini beberapa waktu lalu lesu. Hal ini dikarenakan mereka tidak mampu bersaing dengan merk yang sudah berjaya.”

__ADS_1


“Apa kelemahan dan kendala mereka, kenapa ada orang sepintar Frayza mau bergabung di kelontong bobrok seperti itu.”


“Ck!” Helena mendecit kesal dikatain usahanya.


Kenzo menyadari bila Hikashi sengaja mengolok-olok Helena. Karena Frayza bekerja disana mengurangi waktunya bersama anak-anaknya. Hikashi tentu gengsilah untuk membayar Frayza disana. Mana ada mantan suami membayar mantan istrinya. Untuk mengurus anak mereka, inikah lucu. Bisa hancur reputasinya, dan menjadi olok-olokan rekan bisnisnya. Jadi ia membiarkan Frayza bekerja ditempat Helena, walaupun sebenarnya ia cemburu saat bagian. Frayza mengukur ukuran pelanggannya, karena ketrampilan Frayza membuat pakaian pria.


“Tuan, inilah Helena pemilik Helena House; Dan beliau ini adalah Tuang William Hikashi.”


Helena duduk dengan meninggikan wajahnya yang angkuh. Ia sengaja memancing amarah Hikashi yang seenaknya menghina usahanya.


“Suatu kesempitan yang menjadi kesempatan berharga bila orang lain yang datang kemari!” kalimat provokasi Helena membuat Hikashi duduk dengan tegap.


“Aku mau memberimu pabrik, kapal kargo lintas benua, koneksi dan saham secara cuma-cuma. Kau hanya cukup dengarkan pria ini (Kenzo) menjelaskan detilnya. Hari ini kau bisa teken kontrak dan tanda tangan. Hunian mewah yang kau impi-impikan serta keanggotaan desainer berpengaruh akan kau miliki.”


Mata Helena melotot seolah mau keluar, bagaimana tidak. Ini lebih berharga daripada batangan emas dan nominal angka. Sebuat prestise pencapaian karir dan pengakuan hidup yange Helena kejar.


“Apakah ada syarat yang harus aku lakukan.” Nada lembut.


“Tentu,” Hikashi menyimpulkan senyum manis mematikannya.


“Jadi siapa anda sebenarnya Tuan?”


“Aku adalah mantan suami Frayza Lee, wanita yang bekerja di toko kelontongmu itu.”


Pria sekaya dan tampan ini mantan suami Frayza, luar biasa. Itu saja yang bisa Helena simpulkan. Rasanya ia ingin menyeret Frayza dan mendandaninya secantik mungkin. Dan menyuruh wanita bodoh itu merayu mantan suami. Gila saja, sudah menjadi mantan suami perhatiannga tidak ada obatnya.


“Kami hanya ingin anda membujuk Nona Frayza untuk menanda tangani hak waris atas lahan dan perkebunan di Malaysia. Karena rencananya kami akan melegalkan status kepemilikannya, jika sudah resmi maka orang perusahaan kami yang mengelolanya.” Kenzo menyodorkan dokumtasi berkas dihadapan Helena. Tanah luas terbentang, pabrik pengolahan sawit, perkebunana karet yang masih tradisional.


Tangannya gemetaran memegang tumpukan kertas “In-ini apa semua milik Frayza?”


“Karena mantan istriku mengalami trauma, ingatannya dirusak lewat virus bioteknologi. Jadi aku minta sedikit pengaruhmu, ku harap kau tidak mengecewakan aku.”


“Ten-tentu saja Tuan William, aku akan membujuknya.”


“Ingat Helena, bila kau tidak berhasil maka perjanjian bisnis kita batal dan kau harus membayar pinalti serta ganti rugi. Kami memeberikanmu waktu beberapa hari saja.”


“Apaaaaa!” menggebrak meja.


“Kembali duduk dan tenanglah,”


“Jangan mengerjai aku, Frayza pasti akan curiga kalau aku tiba-tiba ikut campur masalah pribadinya.”


“Bukanya kau seorang desainer handal, beraktinglah dan raih tawaranku.” Hikashi berdiri dan merogoh sakunya.


“Tapi Tuan William,” Kenzo menupuk pundak Helena.


“Pasar Asia akan menjadi awal kebangkitan Helena House. Jepang adalah negara asalku, bukan barang sulit untuk membangun kerjaan bisnismu kan.”


“Begini Helena, Tuan William ingin merekayasa perpindahan kedua putranya ke Jepang. Lalu Nona Frayza bersedia diboyong kesana karena kebetulan. Kau mengirimnya untuk cabang usahamu. Kami sudah memilih beberapa lokasi yang cocok untuk gerai dan pabrik tempat produksi skala besar.” Kenzo melampirkan beberap kertas berisi gambar bangunan dipusat-pusat ekonomi.


“Luar biasa!” mata hijau.


“Aku melobi beberapa koneksi bisnisku di Korea, Shanghai, Taipei dan Jakarta.”

__ADS_1


“Aku mau! Aku mau!” Helena, kau bodoh kalau menolak. Mulutnya sudah terbiasa membual bukan, lakukan!


Kenzo menyodorkan surat perjanjian rahasia. Helena menyimpan salinan isi perjanjian itu di brangkas Bank. Karena nilainya sangat berharga. Usai pertemuan bisnis dengan Hikashi, Helena mulai melancarkan aksinya mendekati Frayza lebih intens.


“Kenapa Tuan tidak bertindak agresif seperti dulu, kan mudah.”


“Ada anak!”


“Oh jadi anda ingin menggunakan senjata anak-anak ini ya.”


“Tidak juga, aku hanya mau dia fokus merawat anak saja. Apa salah? Kan sebentar lagi aku akan bangkrut dan jadi pengangguran. Jadi butuh tumpangan hidup hehehe.”


“Tuan hanya pura-pura menjadi. Gembel!”


“Aku akan bangkrut setelah menjual asetku, apa kau tidak lihat pasar saham hari ini?”


“Cuma turun 0.1% saja, besok juga naik 3% lagi cih.”


“Setelah berita pengumuman pindah agamaku. Rekan bisnis dan kolegaku ketakutan dan menarik sahamnya hahaha. Mereka... Mereka sangat lucu hahaha.”


“Tuan, jika kau ingin menangis karena otakmu mendadak bodoh kemari aku stempel!”


“Sialan!”


“Mana ada orang mendadak miskin senangnya begini minta ampun. Anda benar-benar berburu dihutan!”


“Terakhir kalian membawa Frayza latihan pertahan hidup apa yang terjadi!”


“Salahkan ketua Matsumoto kalau itu!”


“Kau juga terliba Brengsek!”


“Aku peserta, dipaksa!”


“Preeettt!”


“Bisa tidak sih, kalau beruntung tidak mengambil jatah ganteng, kaya, keren dan kerismatiknya! Aku ya juga mau sepertimu juga Tuan!”


“KAU TIDAK SOPAN! Namanya anugrah berbeda dengan musibah, kau musibahnya hahaha.”


“Hisss.” Kenzo ingin menjambak rambut Hikashi.


Sebetulnya Hikashi sudah tertarik dengan agama islam. Ketika ia pergi ke India, ia melihat pegawainya sholat. Mereka ditanyai, kenapa menyembah Tuhan yang tak berwujud? Lalu mereka menjawab “Jika Tuhan kami dari patung yang kami buat sendiri. Lalu untuk apa kami menyembahnya, karena dari tangan kami Tuhan itu terbuat? (Maaf). Lalu Hikashi masih bingung, dan bertanya lagi. “Tunjukkan bila Tuhan kalian itu ada, padahal wujudnya abstrak. Ritual kalian ini aneh, menciumi karpet dan ape tadi itu main air?”


“Karena menemui Tuhan pencipta kami, maka tubuh kami terlebih dahulu disucikan. Apakah pantas seorang ciptaan datang seperti menemui atasan atau pejabat? Konteks iman itu ada pada keyakinan pada Tuhan. Dihati tempatnya keyakinan itu Tuan William.” Jari Imam sholat itu menyentuk jantung Hikashi


Seperti berdenyut dan bergetar hebat, pertama kalinya Hikashi merasa kecil. Ia melihat kekusyukan orang india muslim beribadah. Mereka menutup anggota tubuhnya rapat. Dan santun berbicara, bahkan Hikashi saat mabuk menangis mendengar suara Adzan. Saking hebatnya panggilan Sholat itu, Hikashi membawa botol anggur mendatangi masjid bersimpuh. Ia mengakui dosa-dosanya.


Selama ini Hikashi berganti-ganti agama sebagai tren saja. Kali ini ia menemukan obat hatinya, nafsu dunianya perlahan diobati. Ia sibuk. Belajar agama dengan buruh di perkebunan miliknya di India. “Tuan William, ketika anda mempelajari islam lebih dalam. Apakah anda yakin? “


“Saya yakin dan percaya bahwa tiada Tuhan selain Alloh dan Nabi Muhammad Rasulullah.” Pria itu bersimpuh menitikkan air matanya.


“Tapi menjadi muslim itu berat Tuan William, anda tidak akan merasakan surga dunia. Karena surga abadi kami di akherat. Serta kami memiliki kita yang memakai hurup Arab.”

__ADS_1


“Ajari aku, ajari aku!” pinta Hikashi.


Kejadian spiritual Hikashi ini bisa saja terjadi kepada manusia yang tersesat. Ia pernah meyakini bahwa agama adalah identitas. Jadi ia berpikir ketika orang melakukan kejahatan dan kebaikan biasa saja.


__ADS_2